Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Juni 2026

Polda Kalteng Layani 1.500 Warga Lewat Cek Kesehatan Gratis Sambut Hari Bhayangkara ke-80

Polda Kalimantan Tengah memberikan layanan cek kesehatan gratis kepada 1.500 warga dalam bakti kesehatan Hari Bhayangkara ke-80, termasuk donor darah dan operasi katarak.
Polda Kalimantan Tengah memberikan layanan cek kesehatan gratis kepada 1.500 warga dalam bakti kesehatan Hari Bhayangkara ke-80, termasuk donor darah dan operasi katarak.

PALANGKA RAYA — Polda Kalimantan Tengah memberikan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) kepada 1.500 warga di berbagai daerah di Kalimantan Tengah dalam rangka bakti kesehatan menyambut Hari Bhayangkara ke-80.

Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan mengatakan program tersebut dilaksanakan secara bertahap mulai dari tingkat polda, polres hingga polsek.

Pelayanan kesehatan tidak dipusatkan di satu lokasi, tetapi digelar di sejumlah wilayah yang telah ditentukan agar lebih banyak masyarakat dapat mengakses layanan medis.

Berbagai layanan diberikan kepada warga, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pemberian obat-obatan hingga tindakan medis tertentu yang membutuhkan penanganan lanjutan.

Selain itu, kegiatan bakti kesehatan juga mencakup donor darah, khitanan massal, operasi katarak, serta operasi bibir sumbing.

Program tersebut dirancang secara menyeluruh untuk membantu masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau dan tanpa biaya.

"Kegiatan ini kami laksanakan di berbagai lokasi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat," kata Irjen Pol Iwan Kurniawan di Palangka Raya, Selasa.

Ia menegaskan, selain pemeriksaan kesehatan gratis, pihaknya juga memberikan obat-obatan serta melaksanakan donor darah, khitanan massal, hingga operasi katarak dan bibir sumbing.

Menurut Iwan, jumlah peserta operasi katarak dan operasi bibir sumbing tidak terlalu banyak. Masing-masing jenis operasi diikuti sekitar 10 peserta yang telah melalui proses pendataan dan pemeriksaan.

"Kami berharap masyarakat yang membutuhkan bantuan medis seperti operasi katarak maupun operasi bibir sumbing dapat terbantu melalui program ini," ujarnya.

Kapolda menyebut sedikitnya jumlah peserta operasi khusus menunjukkan kasus yang membutuhkan penanganan kesehatan tertentu relatif tidak banyak ditemukan di Kalimantan Tengah. Program bakti kesehatan tersebut diharapkan dapat memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Ada yang Mengkhawatirkan dari Kematian 185 Bayi di Kaltim, Ini Penjelasannya

Dinkes Kaltim catat 185 kematian bayi di Januari–Juni 2026, mayoritas akibat berat lahir rendah, gangguan pernapasan, dan prematuritas.
Dinkes Kaltim catat 185 kematian bayi di Januari–Juni 2026, mayoritas akibat berat lahir rendah, gangguan pernapasan, dan prematuritas. (Foto Ilustrasi)

SAMARINDA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur mencatat 185 kasus kematian bayi terjadi di wilayah tersebut sepanjang Januari hingga Juni 2026. Data ini menjadi perhatian serius karena sebagian besar kasus berkaitan dengan kondisi berat badan lahir rendah (BBLR) di bawah 2,5 kilogram.

Dari total kasus tersebut, sekitar 120 bayi diketahui lahir dengan berat badan di bawah standar. Kondisi ini disebut menjadi salah satu faktor risiko paling dominan dalam tingginya angka kematian bayi di Kaltim pada semester pertama tahun ini.

Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, menjelaskan bahwa gangguan pernapasan pada bayi baru lahir menjadi penyebab kematian tertinggi dengan kontribusi mencapai 29,7 persen. Kondisi ini sering terjadi pada bayi dengan kondisi kesehatan lemah sejak dalam kandungan.

Selain itu, kelahiran prematur atau masa kehamilan yang tidak mencapai usia cukup turut menjadi penyebab signifikan dengan persentase 23,2 persen. Faktor lain yang juga mempengaruhi adalah asfiksia atau kegagalan bernapas saat lahir yang mencapai 11,9 persen.

Jika dilihat dari lokasi kejadian, mayoritas kasus kematian bayi atau sekitar 84,9 persen terjadi di fasilitas rumah sakit pemerintah dengan pengawasan tenaga medis. Sementara itu, 9,2 persen lainnya terjadi di rumah sakit swasta saat bayi mendapatkan perawatan intensif.

Secara wilayah, Kota Samarinda menjadi daerah dengan jumlah kematian bayi tertinggi di Kalimantan Timur dengan 51 kasus. Disusul Kutai Kartanegara sebanyak 41 kasus, serta Kota Balikpapan dengan 33 kasus.

Dinkes Kaltim menegaskan bahwa penanganan angka kematian bayi menjadi prioritas utama melalui penguatan layanan kesehatan ibu dan anak. Salah satu langkah yang dioptimalkan adalah Program Pelayanan Kesehatan Gratis (PKG) serta Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digulirkan pemerintah pusat.

Program tersebut mencakup pemeriksaan kehamilan rutin setiap bulan, pemberian tablet tambah darah bagi ibu hamil, hingga imunisasi lengkap bagi bayi dan balita. Upaya ini diharapkan mampu menekan risiko komplikasi sejak masa kehamilan hingga persalinan.

Pemerintah daerah menilai penguatan layanan kesehatan dasar menjadi kunci dalam menurunkan angka kematian bayi, terutama yang berkaitan dengan BBLR, prematuritas, dan gangguan pernapasan neonatal.

Dengan tingginya angka kasus ini, Dinkes Kaltim mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin dan deteksi dini risiko pada ibu hamil, sebagai langkah preventif untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa bayi di masa mendatang.

Kasus Ebola di Kongo Tembus 1.000, China Turun Tangan: Dunia Mulai Cemas Lagi

China menambah bantuan medis untuk menangani wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo setelah jumlah kasus terkonfirmasi melampaui 1.000 dan korban meninggal terus bertambah.
China menambah bantuan medis untuk menangani wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo setelah jumlah kasus terkonfirmasi melampaui 1.000 dan korban meninggal terus bertambah.

BEIJING - Pemerintah China menegaskan komitmennya untuk terus membantu penanganan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) dengan mengirim tim medis, obat-obatan, serta perlengkapan penanggulangan epidemi. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Beijing, Senin, ketika jumlah kasus Ebola di DRC telah menembus 1.000 kasus.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun mengatakan bantuan kemanusiaan darurat telah diberikan kepada Republik Demokratik Kongo dan Uni Afrika sejak wabah mulai menyebar.

Menurutnya, China mengirim para ahli medis bersama pasokan obat-obatan dan peralatan yang dibutuhkan untuk membantu penanganan epidemi di lapangan.

Republik Demokratik Kongo melaporkan jumlah kasus Ebola terkonfirmasi mencapai 1.003 kasus sejak wabah diumumkan pada 15 Mei. Dari jumlah tersebut, sebanyak 254 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian mencapai 25,3 persen.

Guo menyebut hampir seribu tenaga medis China saat ini terlibat dalam upaya penanggulangan Ebola bersama masyarakat Afrika.

Setelah tiba di Kinshasa pada 2 Juni, para ahli medis China langsung bekerja sama dengan otoritas kesehatan setempat untuk memetakan kebutuhan dan memberikan layanan serta konsultasi medis.

Melihat situasi wabah yang semakin serius, pemerintah China memutuskan menyalurkan bantuan kemanusiaan tambahan kepada DRC, Uganda, dan Uni Afrika.

Di sisi lain, Menteri Kesehatan DRC Roger Kamba mengatakan pengendalian wabah masih difokuskan di Provinsi Ituri, Kivu Utara, dan Kivu Selatan.

Sebanyak 100 pasien telah dinyatakan sembuh, sedangkan 365 pasien lainnya masih menjalani isolasi atau perawatan di rumah sakit.

Meski jumlah pasien sembuh bertambah, pelacakan kontak mengalami penurunan sehingga menjadi tantangan dalam mengendalikan penyebaran penyakit.

Pekan lalu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika memperingatkan bahwa wabah saat ini berpotensi berkembang menjadi lebih buruk apabila penularan tidak segera ditekan. Lembaga tersebut membandingkan ancaman saat ini dengan epidemi Ebola Afrika Barat pada 2014-2016 yang menewaskan lebih dari 11 ribu orang di Guinea, Liberia, dan Sierra Leone.

Penelitian terbaru yang dilakukan ilmuwan Uganda dan Kongo juga menunjukkan bahwa galur Ebola Bundibugyo yang saat ini beredar diduga berasal dari penularan baru yang bersumber dari satwa liar. Temuan tersebut membantah dugaan bahwa wabah berasal dari rantai penularan lama yang tidak terdeteksi.

"Kami memberikan bantuan kemanusiaan darurat kepada DRC dan Uni Afrika segera setelah penyakit itu menyerang. Kami mengirimkan para ahli medis serta obat-obatan yang sangat dibutuhkan dan perlengkapan penanggulangan epidemi ke DRC," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing.

"Mengingat parahnya wabah tersebut, pemerintah China telah memutuskan untuk memberikan bantuan kemanusiaan darurat tambahan kepada DRC, Uganda, dan Uni Afrika," tambahnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan DRC Roger Kamba mengatakan pemerintah terus memperkuat komunikasi kepada masyarakat, meningkatkan kapasitas diagnosis, dan mempercepat penanganan kasus guna menekan laju penyebaran penyakit.

Kekhawatiran terhadap penyebaran lintas negara mulai muncul setelah Kementerian Kesehatan Israel melaporkan kasus suspek Ebola kedua pada seorang warga yang baru kembali dari DRC.

Pasien tersebut telah diisolasi dan menjalani pemeriksaan di Sheba Tel Hashomer Medical Center. Hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan keluar dalam beberapa hari ke depan.

Jumat, 19 Juni 2026

Polres Kubu Raya Gelar Donor Darah Sambut Hari Bhayangkara ke-80

Foto: Polres Kubu Raya Gelar Donor Darah 

KUBU RAYA – Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Kubu Raya menggelar aksi kemanusiaan donor darah di Aula Mapolres Kubu Raya, Kamis 18 Juni 2026 pagi.

Kegiatan ini dihadiri langsung Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika, Wakapolres Kubu Raya Kompol Andri Syahroni, serta Ketua Bhayangkari Cabang Kubu Raya Ny. Ni Made Widyastini Mahardika.

Ratusan personel Polres Kubu Raya bersama anggota Bhayangkari dan elemen masyarakat tampak antusias mengikuti donor darah sejak pagi. Petugas medis dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak turut membantu jalannya kegiatan.

Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika melalui Kasubsie Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade menegaskan, agenda ini bukan sekadar seremonial tahunan. Kegiatan ini merupakan gerakan moral untuk membantu pasien yang sedang berjuang di rumah sakit.

"Donor darah ini bagian dari rangkaian menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Kami ingin menegaskan bahwa kehadiran Polri harus dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Setetes darah yang Anda berikan hari ini sangat berarti bagi kelangsungan hidup dan kemanusiaan besok," ujar Ade.

Ade menambahkan, pasokan darah di fasilitas kesehatan sering mengalami defisit. Oleh karena itu, Polres Kubu Raya berinisiatif membantu PMI menjaga stabilitas stok darah.

Meski 72 orang mendaftar, tim medis menerapkan skrining kesehatan ketat. Dari proses seleksi tersebut, terkumpul 34 kantong darah siap pakai. Polres Kubu Raya berharap darah tersebut dapat membantu pasien di wilayah Kubu Raya, Pontianak, dan sekitarnya. (Tim)

Senin, 15 Juni 2026

AMSI Kalbar dan BPJS Ketenagakerjaan Sepakat, Pekerja Media Harus Lebih Terlindungi

BPJS Ketenagakerjaan dan AMSI Kalbar menjalin kolaborasi untuk memperluas perlindungan pekerja media, meningkatkan literasi jaminan sosial, dan mendorong kepesertaan insan pers.
BPJS Ketenagakerjaan dan AMSI Kalbar menjalin kolaborasi untuk memperluas perlindungan pekerja media, meningkatkan literasi jaminan sosial, dan mendorong kepesertaan insan pers.

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng AMSI Kalbar Perluas Perlindungan bagi Pekerja Media

PONTIANAK - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pontianak bersama Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Kalimantan Barat menggelar kolaborasi strategis di Hotel Golden Tulip Pontianak, Senin (15/6/2026), untuk memperkuat peran media dalam meningkatkan cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di Kalimantan Barat.

Kegiatan bertema “Sinergi dan Kolaborasi Peran Media dalam Pemberitaan Positif untuk Peningkatan Cakupan Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Provinsi Kalimantan Barat” tersebut juga menjadi upaya memperluas edukasi publik sekaligus mendorong perlindungan bagi pekerja media yang masih belum terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pontianak, Suhuri, mengatakan keberhasilan program jaminan sosial selama ini tidak terlepas dari kontribusi media massa melalui fungsi publikasi dan edukasi kepada masyarakat.

Namun, menurutnya, masih banyak pekerja media yang belum mendapatkan perlindungan, padahal profesi tersebut memiliki risiko kerja yang cukup tinggi.

“Risiko yang dihadapi para pekerja media ini tidak kecil. Kalau kita lihat akhir-akhir ini, banyak liputan yang cukup berisiko tinggi, seperti peliputan aksi demo mahasiswa hingga serikat buruh,” ujar Suhuri.

Untuk memperluas perlindungan di sektor media, BPJS Ketenagakerjaan akan memulai pendataan yang lebih terstruktur bersama AMSI Kalbar. Langkah ini mencakup berbagai profesi dalam industri media, mulai dari redaktur, wartawan, kontributor, koresponden, fotografer hingga tenaga periklanan.

BPJS Ketenagakerjaan juga menawarkan dua skema kepesertaan. Skema Penerima Upah (PU) ditujukan bagi pekerja tetap melalui perusahaan media, sedangkan skema Bukan Penerima Upah (BPU) diperuntukkan bagi pekerja lepas seperti kontributor dan koresponden dengan iuran mulai Rp16.800 per bulan.

Suhuri menilai kolaborasi dengan asosiasi perusahaan media dapat mempercepat perluasan kepesertaan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Pendekatan kali ini kami lakukan langsung melalui pemberi kerja atau asosiasi perusahaan media. Kami optimis, lewat kolaborasi ini sektor media makin terlindungi dan pemahaman masyarakat mengenai manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan juga semakin luas,” katanya.

Ketua AMSI Kalbar, Muhlis Suhaeri, menyambut positif kerja sama tersebut. Ia menilai kemitraan strategis dengan BPJS Ketenagakerjaan dapat menjadi salah satu penguat ketahanan industri media siber di Kalimantan Barat yang selama ini menghadapi keterbatasan sumber daya manusia dan jangkauan operasional.

“Penting bagi media massa untuk memahami secara utuh apa fungsi dan program-program perlindungan ketenagakerjaan yang dimiliki BPJS Ketenagakerjaan. Setelah paham, barulah media bisa mensosialisasikannya secara masif kepada publik,” ujar Muhlis.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Sekretaris Daerah Kalbar, dr. Harisson, menegaskan bahwa jaminan sosial ketenagakerjaan memiliki peran penting dalam memitigasi risiko finansial akibat kecelakaan kerja maupun kematian.

Menurut Harisson, BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan berupa santunan hingga 48 kali gaji serta beasiswa pendidikan bagi anak pekerja yang meninggal dunia.

“Maksud dari program ini adalah memberikan jaminan nyata. Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan saat kita bekerja, keluarga yang ditinggalkan tidak sengsara, tidak jatuh miskin. Ada jaminan anak-anak mereka tetap bisa sekolah,” tegasnya.

Harisson mengimbau perusahaan media untuk mendaftarkan seluruh pekerjanya dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Sementara pekerja media yang berstatus mandiri atau informal juga didorong untuk mendaftar secara sukarela.

Ke depan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dengan organisasi pers seperti AMSI, PWI, AJI, dan asosiasi lainnya dapat semakin kuat dalam memperluas sosialisasi program serta mempercepat perlindungan menyeluruh bagi insan pers di Kalimantan Barat.

Selasa, 12 Mei 2026

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Belanda, WHO Konfirmasi 11 Kasus dan 3 Kematian

WHO mengidentifikasi 11 kasus hantavirus di kapal pesiar MV Hondius, termasuk tiga kematian dan sembilan kasus strain Andes yang kini diawasi ketat. (Foto ilustrasi)
WHO mengidentifikasi 11 kasus hantavirus di kapal pesiar MV Hondius, termasuk tiga kematian dan sembilan kasus strain Andes yang kini diawasi ketat. (Foto ilustrasi)

JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengidentifikasi 11 kasus hantavirus pada penumpang dan awak kapal pesiar Belanda MV Hondius saat kapal mendekati Cabo Verde pada awal Mei 2026. 

Dari total kasus tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan sembilan kasus telah dikonfirmasi sebagai strain Andes.

Pernyataan itu disampaikan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez pada Selasa (12/5).

WHO menerima laporan wabah hantavirus mematikan di atas kapal MV Hondius ketika kapal tersebut mendekati Cabo Verde pada awal Mei. 

Situasi itu memicu perhatian internasional karena melibatkan penumpang dan awak kapal dari berbagai negara.

Para penumpang kemudian turun di Tenerife, Spanyol, pada akhir pekan lalu untuk menjalani penanganan lanjutan dan pengawasan kesehatan.

Menurut WHO, seluruh kasus yang teridentifikasi berasal dari penumpang maupun kru kapal. 

Dari 11 kasus yang dilaporkan, sembilan telah dipastikan sebagai virus Andes, sementara dua lainnya masih berstatus kemungkinan besar terinfeksi strain yang sama.

Virus Andes diketahui sebagai salah satu jenis hantavirus yang dapat menyebabkan penyakit serius dan memiliki risiko penularan antarmanusia dalam kondisi tertentu.

“Sejauh ini, ada 11 kasus dilaporkan, termasuk tiga kematian. Semua kasus berasal dari penumpang atau awak kapal. Sembilan di antaranya terkonfirmasi sebagai virus Andes, sementara dua lainnya kemungkinan besar,” kata Tedros dalam konferensi pers.

Tedros menegaskan seluruh kasus suspek maupun terkonfirmasi telah diisolasi dan berada di bawah pengawasan medis ketat guna menekan risiko penyebaran lebih lanjut.

“Rekomendasi WHO adalah mereka harus dipantau secara aktif di fasilitas karantina tertentu atau di rumah selama 42 hari sejak paparan terakhir, yakni 10 Mei, sehingga berakhir pada 21 Juni,” ujarnya.

WHO juga meminta siapa pun yang mulai menunjukkan gejala segera diisolasi untuk mencegah potensi penularan lanjutan.

Negara-negara tujuan repatriasi penumpang kini bertanggung jawab memantau kondisi kesehatan para penumpang dan awak kapal yang kembali ke wilayah masing-masing.

WHO meminta setiap negara melaporkan perkembangan kesehatan mereka secara sistematis sesuai regulasi kesehatan internasional yang berlaku.

Langkah pemantauan selama 42 hari dilakukan sebagai bagian dari upaya mencegah penyebaran wabah lintas negara setelah para penumpang meninggalkan kapal pesiar tersebut.

Hipertensi Bisa Memicu Stroke, Ini 7 Cara Cepat Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Secara Alami di Rumah

7 cara cepat menurunkan tekanan darah tinggi secara alami di rumah, lengkap dengan gejala hipertensi, faktor risiko, dan langkah sederhana yang bisa dilakukan. (Ilustrasi)
7 cara cepat menurunkan tekanan darah tinggi secara alami di rumah, lengkap dengan gejala hipertensi, faktor risiko, dan langkah sederhana yang bisa dilakukan. (Ilustrasi)

1. Hipertensi Jadi Penyebab Utama Penyakit Mematikan

Tekanan darah tinggi atau hipertensi menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling berbahaya di dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut hipertensi sebagai penyebab utama kematian dini karena dapat memicu berbagai penyakit serius seperti gangguan jantung dan stroke.

Hipertensi sering disebut sebagai “silent killer” atau pembunuh diam-diam karena banyak penderita tidak merasakan gejala apa pun. Meski begitu, tekanan darah yang terus meningkat dapat merusak pembuluh darah secara perlahan dan memicu komplikasi berat.

Kondisi ini terjadi ketika tekanan darah berada di atas batas normal. Di Amerika Serikat, tekanan darah 130/80 mmHg sudah dikategorikan tinggi. Sementara di beberapa negara Eropa dan Rusia, tekanan darah dianggap tinggi jika mencapai 140/90 mmHg.

2. Apa Itu Tekanan Darah dan Mengapa Berbahaya?

Tekanan darah terdiri dari dua angka, yaitu sistolik dan diastolik. Tekanan sistolik menunjukkan kekuatan darah saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Sedangkan tekanan diastolik menggambarkan tekanan saat jantung berada dalam kondisi rileks di antara detak.

Saat tekanan darah terlalu tinggi, pembuluh darah akan menerima tekanan berlebih secara terus-menerus. Dalam kondisi tertentu, pembuluh darah bisa pecah dan menyebabkan komplikasi serius, termasuk stroke hingga kematian.

Karena itu, hipertensi tidak boleh dianggap sepele, terutama jika tekanan darah terus berada di atas batas normal dalam waktu lama.

3. Gejala Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

Sebagian besar penderita hipertensi tidak menyadari kondisi yang dialaminya. Cara paling akurat untuk mengetahui tekanan darah tinggi adalah dengan melakukan pemeriksaan menggunakan alat pengukur tekanan darah.

Meski demikian, beberapa orang dapat mengalami gejala tertentu ketika tekanan darah meningkat cukup tinggi. Gejala tersebut antara lain:

  • Sakit kepala berat

  • Nyeri dada

  • Pusing

  • Sesak napas

  • Mual dan muntah

  • Gangguan penglihatan

  • Telinga berdenging

  • Mimisan

  • Detak jantung tidak teratur

  • Rasa cemas berlebihan

Jika gejala tersebut muncul disertai tekanan darah tinggi, penderita disarankan segera mencari bantuan medis.

4. Siapa yang Lebih Berisiko Mengalami Hipertensi?

Risiko hipertensi lebih tinggi pada orang yang memiliki pola hidup tidak sehat. Beberapa faktor yang dapat memicu tekanan darah tinggi di antaranya:

  • Berat badan berlebih

  • Konsumsi garam berlebihan

  • Kurang makan buah dan sayur

  • Konsumsi alkohol dan kafein berlebihan

  • Merokok

  • Jarang berolahraga

  • Sering stres

  • Usia di atas 65 tahun

Selain itu, hipertensi juga sering ditemukan pada penderita diabetes. Faktor keturunan juga berpengaruh karena tekanan darah tinggi lebih mudah terjadi pada orang yang memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa.

5. Cara Cepat Menurunkan Tekanan Darah di Rumah

Dokter tetap menyarankan penderita hipertensi untuk berkonsultasi dengan tenaga medis agar mendapat penanganan yang tepat. Namun sebelum mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut, ada beberapa cara sederhana yang dapat membantu menurunkan tekanan darah sementara di rumah.

5.1 Melakukan Pernapasan Dalam

Teknik pernapasan dalam menjadi salah satu cara yang dianggap efektif untuk membantu menurunkan tekanan darah dengan cepat.

Cara melakukannya cukup sederhana. Duduk dalam posisi nyaman, kemudian tarik napas perlahan selama lima hitungan dan keluarkan secara perlahan dalam lima hitungan berikutnya.

Pernapasan yang lebih tenang membantu tubuh rileks dan mengurangi beban pada pembuluh darah. Latihan ini dapat dilakukan selama tiga hingga lima menit.

5.2 Merendam Tangan atau Kaki dengan Air Hangat

Merendam tangan atau kaki menggunakan air hangat bersuhu sekitar 45 derajat Celsius juga dapat membantu menurunkan tekanan darah.

Air hangat membantu pembuluh darah melebar sehingga aliran darah menjadi lebih lancar. Metode ini biasanya dilakukan selama sekitar 10 menit.

5.3 Mengonsumsi Cokelat Hitam

Cokelat hitam tanpa tambahan gula berlebihan disebut dapat membantu menurunkan tekanan darah karena mengandung flavanol.

Zat tersebut membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dan memperlancar aliran darah. Namun penderita hipertensi tetap diminta berhati-hati karena kandungan kafein dalam cokelat bisa memicu kenaikan tekanan darah pada sebagian orang.

5.4 Minum Teh Mint Hangat

Teh mint hangat juga dapat membantu tubuh lebih rileks sehingga tekanan darah perlahan menurun.

Daun mint diseduh menggunakan air panas selama beberapa menit lalu diminum perlahan. Namun konsumsi mint perlu diperhatikan bagi pasien yang sedang mengonsumsi obat tekanan darah karena bisa memperkuat efek obat.

5.5 Mengonsumsi Jus Tertentu

Beberapa jenis jus seperti jus tomat dan grapefruit dinilai bermanfaat bagi penderita hipertensi karena mengandung kalium dan likopen.

Kedua zat tersebut diketahui membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dan tekanan darah. Meski demikian, jus grapefruit tidak disarankan bagi orang yang mengonsumsi obat tertentu seperti calcium channel blocker dan statin.

5.6 Menggunakan Valerian

Valerian dalam bentuk tablet dikenal sebagai penenang ringan yang membantu tubuh lebih rileks saat stres.

Ketika tubuh menjadi lebih tenang, detak jantung ikut melambat sehingga tekanan darah dapat menurun. Penggunaan valerian tetap harus mengikuti aturan dosis yang tertera pada kemasan.

5.7 Mengurangi Stres dan Menenangkan Pikiran

Stres menjadi salah satu pemicu tekanan darah meningkat secara mendadak. Karena itu, menenangkan pikiran menjadi langkah penting untuk membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.

Beberapa metode relaksasi yang dapat dicoba antara lain:

  • Meditasi

  • Yoga ringan

  • Relaksasi otot progresif

  • Mendengarkan musik tenang

Metode tersebut membantu tubuh lebih rileks dan mengurangi ketegangan yang memicu kenaikan tekanan darah.

6. Pengobatan Tetap Perlu Dilakukan

Meski beberapa cara alami dapat membantu menurunkan tekanan darah sementara, penderita hipertensi tetap disarankan menjalani pemeriksaan medis.

Dokter biasanya akan menentukan metode pengobatan berdasarkan kondisi masing-masing pasien. Penanganan dapat berupa perubahan gaya hidup hingga pemberian obat seperti diuretik, ACE inhibitor, penghambat reseptor angiotensin II, dan calcium channel blocker.

Pemeriksaan rutin penting dilakukan agar tekanan darah tetap terkontrol dan risiko komplikasi serius dapat dicegah lebih awal.

Jumat, 08 Mei 2026

Deteksi Kanker Leher Rahim Kini Lebih Mudah, Warga Palangka Raya Bisa Tes Gratis

Dinkes Palangka Raya membuka layanan tes HPV DNA gratis di posyandu untuk mendeteksi dini kanker serviks dan meningkatkan kesadaran kesehatan perempuan. (foto ilustrasi)
Dinkes Palangka Raya membuka layanan tes HPV DNA gratis di posyandu untuk mendeteksi dini kanker serviks dan meningkatkan kesadaran kesehatan perempuan. (foto ilustrasi)

PALANGKA RAYA - Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya mulai memperluas layanan pemeriksaan kesehatan perempuan melalui program tes HPV DNA gratis di sejumlah posyandu. Program ini difokuskan untuk meningkatkan deteksi dini kanker leher rahim yang masih menjadi ancaman serius bagi perempuan di Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, mengatakan pemeriksaan tersebut menjadi langkah preventif agar masyarakat lebih sadar terhadap pentingnya skrining kesehatan reproduksi secara rutin.

Menurut Riduan, layanan gratis ini sengaja digelar lebih dekat dengan masyarakat agar perempuan dapat melakukan pemeriksaan tanpa harus terbebani biaya maupun akses layanan kesehatan.

“Pemeriksaan sejak dini sangat penting untuk mencegah kanker serviks berkembang ke tahap yang lebih berat,” ujar Riduan di Palangka Raya, Jumat.

Selain pemeriksaan kesehatan, petugas medis juga memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat, menjaga kebersihan organ reproduksi, hingga pentingnya pemeriksaan berkala bagi perempuan yang sudah menikah atau aktif secara seksual.

Kepala UPTD Puskesmas Kalampangan, Komala Dewi, menjelaskan tes HPV DNA dipilih karena memiliki tingkat akurasi lebih tinggi dalam mendeteksi virus Human Papillomavirus (HPV), penyebab utama kanker serviks.

Komala Dewi menilai metode tersebut mampu membantu tenaga kesehatan mengetahui risiko kanker leher rahim lebih cepat sehingga penanganan medis dapat segera dilakukan.

“Melalui pemeriksaan HPV DNA, risiko infeksi HPV bisa diketahui lebih akurat sehingga peluang penanganan dini juga semakin besar,” kata Komala Dewi.

Program pemeriksaan gratis ini juga menjadi bagian dari komitmen Puskesmas Kalampangan dalam memperkuat layanan kesehatan perempuan sekaligus mendukung upaya pemerintah menekan angka kasus kanker serviks nasional.

Dinas Kesehatan berharap semakin banyak perempuan memanfaatkan layanan tersebut agar kesadaran terhadap kesehatan reproduksi terus meningkat.

Tes HPV DNA sendiri merupakan metode skrining medis yang digunakan untuk mendeteksi materi genetik virus HPV risiko tinggi, terutama tipe yang berpotensi memicu kanker serviks. Pemeriksaan ini dinilai lebih sensitif dibandingkan pap smear dan umumnya direkomendasikan bagi perempuan usia 30 hingga 65 tahun setiap tiga sampai lima tahun sekali.

Selasa, 05 Mei 2026

Gastin Gabriel Jangkang Tembus Program Riset Global, Wakili ULM Ke Tunisia

Gastin Gabriel Jangkang dari ULM terpilih mengikuti SCORE 2026 di Tunisia, program riset klinis internasional yang melibatkan mahasiswa kedokteran dari lebih 90 negara.
Gastin Gabriel Jangkang dari ULM terpilih mengikuti SCORE 2026 di Tunisia, program riset klinis internasional yang melibatkan mahasiswa kedokteran dari lebih 90 negara.

Banjarmasin — Prestasi akademik kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Gastin Gabriel Jangkang, peserta Program Profesi Dokter Fakultas Kedokteran ULM, terpilih mengikuti program pertukaran riset klinis internasional bertajuk Standing Committee on Research Exchange (SCORE) 2026 yang diselenggarakan oleh International Federation of Medical Students Associations (IFMSA).

Program ini akan berlangsung selama satu bulan penuh pada Oktober 2026 di Tunisia, dengan melibatkan jaringan mahasiswa kedokteran dari lebih dari 90 negara.

Rektor ULM, Prof Ahmad Alim Bachri, menyatakan bahwa keberangkatan Gastin Gabriel Jangkang mencerminkan kualitas dan daya saing mahasiswa ULM di tingkat global. Kampus, menurut Prof Ahmad Alim Bachri, terus mendorong pengembangan kapasitas akademik agar mahasiswa mampu berkontribusi di kancah internasional.

Dukungan terhadap mahasiswa berprestasi menjadi bagian dari strategi ULM dalam mencetak lulusan berwawasan global, berjiwa peneliti, dan memiliki komitmen terhadap pengabdian masyarakat.

Dalam program SCORE 2026, Gastin Gabriel Jangkang akan terlibat langsung dalam berbagai proyek riset klinis dan epidemiologis bersama peneliti internasional. Fokus penelitian meliputi perbandingan klinis kanker kulit, efektivitas metode skrining baru untuk Mycobacterium tuberculosis, serta studi prevalensi penyakit kardiovaskular.

Kegiatan riset akan dilakukan di institusi akademik yang berada di bawah naungan Associa-Med Tunisia, sebuah organisasi yang menjadi mitra dalam program pertukaran ilmiah tersebut.

Gastin Gabriel Jangkang menegaskan bahwa partisipasi dalam program ini bertujuan lebih dari sekadar pengembangan diri. Pengalaman riset, pengolahan data, hingga penyusunan laporan ilmiah bertaraf internasional akan dibawa pulang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan, khususnya di Kalimantan Selatan.

Rekam jejak akademik Gastin Gabriel Jangkang turut memperkuat kepercayaan dalam program ini. Sebelumnya, Gastin Gabriel Jangkang telah mengantongi hak paten nasional untuk inovasi sabun pencegah infeksi serta meraih gelar Mahasiswa Berprestasi Nasional (Pilmapres) pada 2023.

Partisipasi ini menjadi representasi kontribusi generasi muda daerah dalam menjawab tantangan kesehatan global melalui pendekatan riset berbasis ilmu pengetahuan.

FAQ

Apa itu program SCORE 2026?
Program pertukaran riset klinis internasional bagi mahasiswa kedokteran yang diselenggarakan IFMSA.

Di mana lokasi program berlangsung?
Program dilaksanakan di Tunisia melalui institusi akademik mitra Associa-Med.

Berapa lama durasi program?
Selama satu bulan penuh pada Oktober 2026.

Apa fokus riset yang diikuti Gastin Gabriel Jangkang?
Kanker kulit, skrining tuberkulosis, dan penyakit kardiovaskular.

Apa tujuan utama mengikuti program ini?
Mengembangkan kapasitas riset internasional dan meningkatkan kualitas SDM kesehatan di Indonesia.

Sabtu, 02 Mei 2026

Donor Darah HUT ke-27 Harian Berkat, Puluhan Peserta Ikut Sumbang Stok Darah di Pontianak

Peserta donor darah di halaman kantor redaksi HARIAN BERKAT dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27  yang dilaksanakan Sabtu pagi 2 Mei 2026. Foto: istimewa
Peserta donor darah di halaman kantor redaksi HARIAN BERKAT dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 yang dilaksanakan Sabtu pagi 2 Mei 2026. Foto: istimewa
P0NTIANAK - Harian Berita Khatulistiwa atau HARIAN BERKAT menyelenggarakan kegiatan donor darah di halaman kantor redaksi HARIAN BERKAT, Sabtu 2 Mei 2026, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27. Kegiatan yang diikuti puluhan peserta ini berlangsung sejak pukul 08.30 WIB hingga 13.00 WIB.

Donor darah mengusung tema “Setetes Darah Anda Selamatkan Semua Jiwa” dan dilaksanakan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak.

Ketua Panitia Donor Darah HARIAN BERKAT, Marupek, S.Sos, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan media dalam membantu sesama yang membutuhkan darah.
Peserta donor darah di halaman kantor redaksi HARIAN BERKAT dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27  yang dilaksanakan Sabtu pagi 2 Mei 2026. Foto: istimewa
Peserta donor darah di halaman kantor redaksi HARIAN BERKAT dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27  yang dilaksanakan Sabtu pagi 2 Mei 2026. Foto: istimewa
“Donor darah yang dilaksanakan ini adalah bentuk kepedulian kami dalam rangka HUT HARIAN BERKAT ke-27. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin setiap tahun,” ujarnya.

Ia menambahkan, donor darah merupakan perbuatan terpuji dan mulia karena dapat membantu keselamatan jiwa orang lain. 

Marupek juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk para peserta yang mendonorkan darah secara sukarela.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak dan peserta donor darah yang telah berpartisipasi secara sukarela. Kebutuhan darah di waktu tertentu cukup tinggi, sehingga kegiatan ini diharapkan dapat membantu mencukupi stok darah,” katanya.

Sementara itu Kapolresta Pontianak Kombes. Pol. Endang Tri Puwanto, S.IK, M.Si melalui Kasi Dokkes AKP Lijana Tajudin, mengapresiasi pelaksanaan donor darah yang digelar HARIAN BERKAT. 
Peserta donor darah di halaman kantor redaksi HARIAN BERKAT dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27  yang dilaksanakan Sabtu pagi 2 Mei 2026. Foto: istimewa
Peserta donor darah di halaman kantor redaksi HARIAN BERKAT dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 yang dilaksanakan Sabtu pagi 2 Mei 2026. Foto: istimewa
Ia menilai kegiatan tersebut sangat bagus memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan darah.

“Aksi donor ini sangat baik karena membantu masyarakat yang membutuhkan darah, sekaligus mendukung ketersediaan stok darah di PMI Kota Pontianak,” ujarnya usai menghadiri kegiatan dan turut mendonorkan darah.

Lijana juga menyampaikan terima kasih atas keterlibatan pihak kepolisian dalam kegiatan tersebut sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat.

Adapun peserta donor darah berasal dari berbagai instansi, di antaranya Polresta Pontianak, Polres Kubu Raya, Kompi Kavaleri XII/MDC, Satbrimob Polda Kalbar, Pangdam XII/Tanjungpura, Airud, Ajendam XII/Tanjungpura, Paldam XII/Tanjungpura, serta masyarakat Kota Pontianak. ***

Vaksin Dengue Efektif, Kasus DBD Di Kaltim Mulai Melandai

Vaksinasi dengue di Kaltim terbukti menekan kasus DBD sejak 2024, dengan tren penurunan di Samarinda, Balikpapan, dan Mahakam Ulu.
Vaksinasi dengue di Kaltim terbukti menekan kasus DBD sejak 2024, dengan tren penurunan di Samarinda, Balikpapan, dan Mahakam Ulu.

Samarinda — Program vaksinasi dengue yang dijalankan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur mulai memperlihatkan hasil konkret dalam menekan penyebaran demam berdarah dengue (DBD). Sejak digulirkan pada 2024, intervensi ini berkontribusi terhadap penurunan kasus di beberapa wilayah prioritas.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, menyampaikan bahwa tren penurunan terlihat di sejumlah daerah seperti Balikpapan, Samarinda, dan Mahakam Ulu. Perluasan cakupan imunisasi dinilai menjadi faktor penting dalam meredam lonjakan kasus yang sebelumnya kerap terjadi secara siklik.

Menurut Jaya Mualimin, DBD selama ini menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat dengan pola peningkatan setiap tiga hingga lima tahun. Namun, setelah program vaksinasi diperluas, indikasi penurunan mulai terlihat secara bertahap.

Data dari Dinas Kesehatan juga menunjukkan bahwa ribuan siswa sekolah dasar yang telah menerima vaksin dengue tidak dilaporkan mengalami infeksi DBD. Temuan ini memperkuat indikasi efektivitas vaksin dalam kelompok usia tersebut.

Secara musiman, puncak penyebaran DBD di Kalimantan Timur biasanya terjadi antara November hingga Februari. Oleh karena itu, intervensi seperti vaksinasi dinilai penting untuk menekan risiko lonjakan kasus di periode rawan tersebut.

Selain penurunan kasus, angka kematian akibat infeksi nyamuk Aedes aegypti juga mengalami tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menjadi indikator tambahan bahwa strategi penanganan yang diterapkan mulai berjalan efektif.

Dinas Kesehatan Kalimantan Timur terus memperkuat edukasi masyarakat dan memperluas kolaborasi lintas sektor guna memastikan cakupan vaksinasi semakin merata. Upaya ini bertujuan agar masyarakat mendapatkan perlindungan optimal melalui imunisasi lengkap.

Berdasarkan data terbaru, tercatat 231 kasus kumulatif DBD di Kalimantan Timur, dengan jumlah tertinggi berada di Samarinda sebanyak 46 kasus. Pemerintah daerah menargetkan angka kematian dapat ditekan hingga di bawah 0,4 persen.

Untuk mencapai target tersebut, seluruh fasilitas kesehatan di tingkat kabupaten dan kota telah diminta mempercepat penanganan pasien, terutama bagi kasus yang memasuki fase kritis. Penguatan sistem rujukan medis menjadi bagian dari strategi utama dalam menekan risiko kematian akibat DBD.

FAQ

1. Apakah vaksin dengue efektif mencegah DBD?
Data Dinas Kesehatan Kaltim menunjukkan vaksin dengue efektif menekan kasus, terutama pada kelompok siswa yang telah divaksin.

2. Kapan puncak kasus DBD biasanya terjadi?
Puncak penularan umumnya terjadi pada November hingga Februari.

3. Berapa jumlah kasus DBD terbaru di Kaltim?
Tercatat 231 kasus kumulatif, dengan Samarinda sebagai wilayah tertinggi.

4. Siapa yang menjadi prioritas vaksinasi?
Saat ini program difokuskan pada anak usia sekolah, terutama siswa SD.

5. Apa target pemerintah terkait DBD?
Menekan angka kematian hingga di bawah 0,4 persen melalui vaksinasi dan penguatan layanan kesehatan.

Jumat, 24 April 2026

231 Kasus DBD Tercatat, Pemda Kaltim Intensifkan Program 3M Dan Rujukan Cepat

Dinkes Kaltim menargetkan angka kematian DBD di bawah 0,4 persen saat jumlah kasus mencapai 231. Samarinda dan Kukar menjadi wilayah prioritas pencegahan. (Gambar ilustrasi)
Dinkes Kaltim menargetkan angka kematian DBD di bawah 0,4 persen saat jumlah kasus mencapai 231. Samarinda dan Kukar menjadi wilayah prioritas pencegahan. (Gambar ilustrasi)

Samarinda - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur memperkuat langkah penanganan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan target menekan angka kematian di bawah 0,4 persen pada bulan ini. Upaya tersebut dilakukan menyusul tercatatnya 231 kasus DBD di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, menegaskan bahwa keberhasilan menekan angka kematian sangat bergantung pada kecepatan tenaga kesehatan dalam memberikan penanganan awal kepada pasien yang menunjukkan gejala DBD.

Menurutnya, kesiapsiagaan fasilitas kesehatan menjadi faktor penting untuk menghindari kondisi pasien memburuk, terutama pada fase kritis penyakit.

Dinas Kesehatan mengingatkan bahwa masa peralihan musim menuju kemarau berpotensi meningkatkan risiko penyebaran DBD. Kondisi lingkungan pada masa tersebut sering memicu berkembangnya nyamuk pembawa virus dengue.

Secara kumulatif, jumlah kasus DBD di Kalimantan Timur kini mencapai 231 kasus. Angka tersebut mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan koordinasi antarwilayah, khususnya dalam mempercepat sistem rujukan pasien yang mengalami kondisi kritis.

Instruksi percepatan rujukan telah disampaikan kepada seluruh pemerintah kabupaten dan kota guna memastikan pasien mendapatkan perawatan lanjutan secara cepat dan tepat.

Kota Samarinda tercatat sebagai daerah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni 46 kasus infeksi. Kondisi tersebut membuat wilayah tersebut menjadi fokus utama dalam langkah antisipasi.

Selain Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara juga masuk dalam daftar prioritas dengan 39 kasus yang tercatat hingga saat ini. Di wilayah tersebut, intervensi kesehatan lingkungan dilakukan secara intensif untuk mengurangi potensi penyebaran.

Program pencegahan tidak hanya difokuskan pada layanan kesehatan, tetapi juga menyasar kebersihan lingkungan masyarakat.

Upaya pencegahan DBD dilakukan melalui penguatan gerakan pemberantasan sarang nyamuk menggunakan metode 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Masyarakat juga didorong untuk kembali mengaktifkan kader juru pemantau jentik di lingkungan Rukun Tetangga (RT). Peran kader dinilai penting dalam memantau potensi keberadaan jentik nyamuk di lingkungan permukiman.

Selain itu, distribusi bubuk Abate secara gratis terus dilakukan melalui puskesmas. Bahan tersebut digunakan untuk membasmi jentik nyamuk di tempat penampungan air.

Pengasapan atau fogging tetap disiapkan sebagai langkah terakhir apabila terjadi lonjakan penularan dalam skala besar. Metode ini digunakan untuk membunuh nyamuk dewasa di wilayah yang dinilai memiliki tingkat penyebaran tinggi.

Di sisi lain, pemerintah memastikan bahwa seluruh rumah sakit rujukan memiliki persediaan logistik medis yang mencukupi untuk merawat pasien DBD.

Sinergi antara pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi faktor kunci dalam menekan angka kematian akibat penyakit tersebut.

FAQ

Berapa jumlah kasus DBD di Kalimantan Timur saat ini?

Jumlah kasus DBD di Kalimantan Timur tercatat mencapai 231 kasus berdasarkan data terbaru dari Dinas Kesehatan.

Wilayah mana yang memiliki kasus DBD tertinggi?

Kota Samarinda menempati posisi tertinggi dengan 46 kasus, diikuti Kabupaten Kutai Kartanegara dengan 39 kasus.

Apa target pemerintah dalam penanganan DBD?

Pemerintah menargetkan angka kematian akibat DBD dapat ditekan hingga di bawah 0,4 persen.

Apa itu metode 3M Plus?

Metode 3M Plus adalah upaya pencegahan DBD dengan menguras, menutup, dan mendaur ulang barang yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, ditambah langkah pencegahan lainnya.

Kapan fogging dilakukan?

Fogging dilakukan sebagai langkah terakhir ketika penyebaran DBD terjadi secara luas di suatu wilayah.