Berita BorneoTribun: Ketegangan Regional hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Ketegangan Regional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ketegangan Regional. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Maret 2026

Iran Klaim Hancurkan Radar THAAD AS Di UEA Dan Yordania Serta FPS-132 Di Qatar

Iran mengklaim menghancurkan radar THAAD milik AS di UEA dan Yordania serta radar FPS-132 di Qatar melalui serangan rudal dan drone IRGC.
Iran mengklaim menghancurkan radar THAAD milik AS di UEA dan Yordania serta radar FPS-132 di Qatar melalui serangan rudal dan drone IRGC.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran mengklaim berhasil menghancurkan sejumlah sistem radar pertahanan rudal milik Amerika Serikat yang berada di beberapa negara sekutunya di kawasan Teluk.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Jumat menyatakan bahwa unit rudal dan drone mereka telah menargetkan radar sistem pertahanan rudal THAAD buatan Amerika Serikat di Uni Emirat Arab dan Yordania, serta radar FPS-132 yang ditempatkan di Qatar.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui siaran media pemerintah Iran yang mengutip pernyataan resmi IRGC mengenai operasi militer tersebut.

Klaim Serangan Rudal dan Drone IRGC

Iran mengklaim menghancurkan radar THAAD milik AS di UEA dan Yordania serta radar FPS-132 di Qatar melalui serangan rudal dan drone IRGC.
Iran mengklaim menghancurkan radar THAAD milik AS di UEA dan Yordania serta radar FPS-132 di Qatar melalui serangan rudal dan drone IRGC.

Dalam pernyataannya, IRGC menyebut bahwa serangan dilakukan menggunakan kombinasi rudal dan drone tempur yang diarahkan ke fasilitas radar strategis milik Amerika Serikat.

“Radar THAAD AS yang terletak di UEA dan Yordania, serta FPS-132 AS yang terletak di Qatar, telah dihancurkan oleh unit rudal dan drone IRGC,” demikian isi pernyataan yang dikutip oleh stasiun penyiaran negara Iran, IRIB.

Radar-radar tersebut diketahui menjadi bagian penting dari jaringan sistem pertahanan udara Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Peran Sistem Radar THAAD dan FPS-132

Sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) merupakan salah satu sistem pertahanan rudal canggih milik Amerika Serikat yang dirancang untuk mencegat rudal balistik jarak pendek hingga menengah.

Radar THAAD memiliki kemampuan pelacakan target jarak jauh dan menjadi komponen kunci dalam sistem pertahanan berlapis yang digunakan oleh sekutu Amerika di kawasan Teluk.

Sementara itu, radar FPS-132 merupakan radar peringatan dini yang dirancang untuk mendeteksi peluncuran rudal balistik dari jarak sangat jauh. Sistem ini digunakan untuk memberikan peringatan dini terhadap ancaman serangan rudal.

Ketegangan Regional Kian Meningkat

Klaim Iran mengenai penghancuran fasilitas radar tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah dalam beberapa waktu terakhir.

Sejumlah negara di kawasan Teluk diketahui menjadi lokasi penempatan sistem pertahanan udara Amerika Serikat sebagai bagian dari upaya melindungi sekutu regional dari ancaman serangan rudal.

Namun hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Yordania, maupun Qatar terkait klaim yang disampaikan oleh IRGC tersebut.

Jika klaim tersebut terbukti benar, penghancuran sistem radar strategis itu berpotensi memengaruhi keseimbangan pertahanan udara di kawasan Timur Tengah. Situasi ini juga diperkirakan dapat meningkatkan eskalasi ketegangan antara Iran dan sekutu Amerika Serikat di wilayah tersebut.

Israel Hantam Gedung Perumahan Di Sidon Lebanon Dengan Drone, Dilaporkan Ada Korban Jiwa

Serangan drone Israel menghantam gedung perumahan di Sidon, Lebanon selatan. Ledakan merusak apartemen dan dilaporkan menimbulkan korban jiwa.
Serangan drone Israel menghantam gedung perumahan di Sidon, Lebanon selatan. Ledakan merusak apartemen dan dilaporkan menimbulkan korban jiwa.

Serangan drone menghantam sebuah gedung perumahan di Kota Sidon, Lebanon selatan, pada Jumat. Serangan tersebut dilaporkan dilakukan oleh tentara Israel dan menyebabkan korban jiwa, menurut laporan koresponden Sputnik di lokasi kejadian.

Drone atau pesawat nirawak (UAV) dilaporkan menabrak salah satu apartemen di sebuah gedung bertingkat yang berada di kawasan permukiman warga. Dampak ledakan membuat beberapa jendela di lantai atas bangunan tersebut hancur total.

Sejumlah warga sekitar juga dilaporkan panik setelah mendengar suara ledakan keras yang berasal dari gedung tersebut.

Drone Menghantam Apartemen di Gedung Bertingkat

Serangan drone Israel menghantam gedung perumahan di Sidon, Lebanon selatan. Ledakan merusak apartemen dan dilaporkan menimbulkan korban jiwa.
Serangan drone Israel menghantam gedung perumahan di Sidon, Lebanon selatan. Ledakan merusak apartemen dan dilaporkan menimbulkan korban jiwa.

Serangan terjadi ketika sebuah UAV menghantam langsung salah satu unit apartemen di gedung perumahan tersebut. Kerusakan terlihat jelas pada bagian atas bangunan, terutama pada jendela dan dinding luar apartemen yang terkena dampak.

Belum ada rincian resmi mengenai jumlah korban yang tewas atau terluka dalam insiden tersebut. Namun laporan awal menyebutkan adanya korban jiwa akibat serangan itu.

Peristiwa ini menambah daftar insiden keamanan di wilayah Lebanon selatan yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami peningkatan ketegangan.

Tim Penyelamat Dikerahkan ke Lokasi

Tak lama setelah serangan terjadi, ambulans dan tim pertahanan sipil segera tiba di lokasi kejadian. Petugas langsung melakukan evakuasi dan upaya penyelamatan terhadap kemungkinan korban yang berada di dalam gedung.

Tim penyelamat juga melakukan pemeriksaan pada beberapa lantai bangunan untuk memastikan tidak ada warga yang masih terjebak di dalam apartemen yang terdampak.

Aktivitas penyelamatan berlangsung di tengah kerumunan warga yang berkumpul di sekitar lokasi untuk menyaksikan proses evakuasi.

Ketegangan di Wilayah Lebanon Selatan

Kota Sidon merupakan salah satu kota penting di wilayah selatan Lebanon yang kerap menjadi sorotan dalam dinamika keamanan kawasan. Serangan terhadap area permukiman menimbulkan kekhawatiran baru di kalangan warga setempat.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi lebih lanjut terkait target spesifik dari serangan tersebut maupun rincian korban yang terdampak.

Perkembangan situasi di lokasi masih terus dipantau oleh otoritas setempat, sementara tim penyelamat melanjutkan proses pencarian dan evakuasi korban dari gedung yang terkena serangan drone.

Iran Mengaku Luncurkan Serangan Drone Ke Pangkalan Militer AS Di Kuwait

Militer Iran mengklaim melancarkan serangan drone terhadap pangkalan Amerika Serikat di Kuwait dan menyebut operasi militer tersebut akan terus berlanjut dalam beberapa jam ke depan.
Militer Iran mengklaim melancarkan serangan drone terhadap pangkalan Amerika Serikat di Kuwait dan menyebut operasi militer tersebut akan terus berlanjut dalam beberapa jam ke depan.

Militer Iran mengklaim telah melancarkan serangan menggunakan pesawat nirawak terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait pada Jumat. Serangan tersebut disebut sebagai bagian dari operasi militer yang lebih luas dan diklaim akan terus berlanjut dalam beberapa jam ke depan.

Pernyataan itu disampaikan militer Iran melalui media resmi mereka. Informasi tersebut kemudian dikutip oleh kantor berita Fars yang melaporkan bahwa sejumlah pangkalan AS di wilayah Kuwait menjadi target serangan drone dalam beberapa waktu terakhir.

Iran menyebut serangan tersebut sebagai operasi besar yang melibatkan berbagai jenis pesawat nirawak milik pasukan darat mereka.

Iran Klaim Serangan Drone ke Pangkalan AS

Militer Iran mengklaim melancarkan serangan drone terhadap pangkalan Amerika Serikat di Kuwait dan menyebut operasi militer tersebut akan terus berlanjut dalam beberapa jam ke depan.
Militer Iran mengklaim melancarkan serangan drone terhadap pangkalan Amerika Serikat di Kuwait dan menyebut operasi militer tersebut akan terus berlanjut dalam beberapa jam ke depan.

Dalam pernyataannya, militer Iran mengatakan serangan dilakukan secara intensif menggunakan sejumlah drone yang diluncurkan ke arah fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait.

“Dalam beberapa jam terakhir, pangkalan-pangkalan AS di Kuwait telah menjadi sasaran serangan besar-besaran menggunakan berbagai jenis pesawat nirawak pasukan darat,” demikian bunyi pernyataan militer Iran.

Militer Iran juga menyebut operasi tersebut masih berlangsung dan kemungkinan akan terus berlanjut dalam beberapa jam mendatang.

Ketegangan Regional Kembali Meningkat

Klaim serangan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah. Sejumlah negara di wilayah tersebut tengah berada dalam kondisi siaga menyusul berbagai operasi militer yang melibatkan beberapa kekuatan besar.

Pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait diketahui menjadi salah satu titik strategis bagi operasi militer Washington di kawasan Teluk.

Namun hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak Amerika Serikat maupun otoritas Kuwait terkait klaim serangan drone yang disampaikan oleh militer Iran.

Dampak Potensial Terhadap Stabilitas Kawasan

Jika klaim tersebut terkonfirmasi, serangan terhadap pangkalan militer AS di Kuwait berpotensi memperluas ketegangan regional dan meningkatkan risiko konflik yang lebih besar di Timur Tengah.

Para pengamat menilai setiap eskalasi yang melibatkan fasilitas militer Amerika di kawasan Teluk dapat memicu respons militer yang lebih luas.

Situasi ini pun terus dipantau oleh berbagai pihak internasional karena berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan dan geopolitik di kawasan tersebut.

Kamis, 05 Maret 2026

Dampak Serangan AS Israel, China Khawatir Konflik Meluas ke Negara Teluk

China Kutuk Keras Serangan AS dan Israel ke Iran Tewaskan 165 Warga Sipil
China mengutuk serangan AS dan Israel ke Iran yang menewaskan 165 warga sipil di Minab. Beijing menilai aksi tersebut melanggar hukum internasional dan berisiko memicu eskalasi konflik Timur Tengah. Foto Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning.

China Kutuk Keras Serangan AS dan Israel ke Iran Tewaskan 165 Warga Sipil

Pemerintah China mengecam keras serangan udara Amerika Serikat dan Israel yang menghantam fasilitas publik di Iran pada Sabtu 28 Februari. Serangan yang terjadi di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan, dilaporkan menewaskan hingga 165 orang, termasuk warga sipil. Pernyataan tegas itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, di Beijing pada Selasa 3 Maret.

Dalam konferensi pers resmi, Mao Ning menyatakan China sangat berduka atas jatuhnya korban sipil akibat serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Ia menegaskan bahwa perlindungan warga sipil dalam konflik bersenjata merupakan garis merah yang tidak boleh dilanggar.

Fasilitas Publik Jadi Sasaran

Serangan udara tersebut diketahui menghantam Sekolah Dasar Khusus Putri Shajareh Tayyebeh di Minab. Insiden ini memicu kecaman luas karena dinilai sebagai penggunaan kekuatan secara tidak pandang bulu dan melanggar hukum humaniter internasional.

Menurut Mao Ning, setiap pihak dalam konflik wajib mematuhi hukum internasional, termasuk memastikan keselamatan warga sipil dan tidak menyerang fasilitas non-militer. Ia juga menekankan bahwa serangan tersebut tidak memiliki otorisasi dari Dewan Keamanan PBB, sehingga dinilai melanggar norma internasional.

Dampak Regional dan Ketegangan Timur Tengah

China menyatakan sangat prihatin terhadap potensi dampak regional dari eskalasi militer tersebut. Beijing menilai kedaulatan, keamanan, dan integritas teritorial negara-negara Teluk harus dihormati sepenuhnya.

Serangan itu juga dilaporkan menyebabkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel dan menargetkan infrastruktur militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Situasi yang memburuk membuat Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan imbauan kepada warga negaranya untuk segera meninggalkan sejumlah negara di Timur Tengah karena risiko keselamatan serius. Negara-negara yang masuk dalam kategori tersebut antara lain Bahrain, Mesir, Iran, Irak, Israel, Tepi Barat dan Gaza, Yordania, Kuwait, Lebanon, Oman, Qatar, Arab Saudi, Suriah, Uni Emirat Arab, dan Yaman.

Perdebatan Soal Serangan Preemptif

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengakui serangan terhadap Iran dilakukan sebagai langkah antisipasi sebelum Teheran merespons dugaan serangan Israel. Namun, laporan media menyebut pejabat Pentagon dalam pengarahan tertutup kepada Kongres menyatakan tidak ada bukti intelijen bahwa Iran berencana menyerang pasukan AS lebih dulu.

Israel sendiri mengumumkan operasi militer bertajuk Operation Lion's Roar sebagai serangan pendahuluan dan menetapkan status darurat nasional.

Serangan ini terjadi di tengah perundingan program nuklir Iran antara Amerika Serikat dan Iran yang dimediasi Oman. Putaran terakhir pembicaraan berlangsung di Jenewa dan baru saja berakhir beberapa hari sebelum eskalasi militer terjadi.

Seruan China untuk Hentikan Operasi Militer

China mendesak semua pihak untuk segera menghentikan operasi militer dan mencegah konflik meluas ke negara lain. Beijing juga menyatakan siap bekerja sama dengan negara-negara kawasan dan komunitas internasional guna mendorong perdamaian serta menjaga stabilitas Timur Tengah.

Sikap tegas China ini menegaskan posisinya sebagai salah satu kekuatan global yang mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan penghormatan terhadap hukum internasional.

FAQ

1. Mengapa China mengutuk serangan AS dan Israel?
Karena serangan tersebut menargetkan fasilitas publik dan menewaskan warga sipil, yang dinilai melanggar hukum internasional.

2. Di mana lokasi serangan terjadi?
Serangan terjadi di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan.

3. Apa dampak regional dari serangan ini?
Ketegangan meningkat di Timur Tengah, Iran melakukan serangan balasan, dan AS mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warganya.

4. Apakah serangan ini mendapat izin PBB?
Menurut pernyataan China, tidak ada otorisasi dari Dewan Keamanan PBB.

5. Apakah perundingan nuklir Iran terdampak?
Ya, serangan terjadi saat negosiasi nuklir antara AS dan Iran masih berlangsung.

Qatar Minta Media Hati Hati Soal Berita Konflik Iran

Qatar menegaskan tidak berperang dengan Iran dan menyatakan hanya menggunakan hak bela diri di tengah eskalasi konflik Iran, Israel, dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Foto Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari.
Qatar menegaskan tidak berperang dengan Iran dan menyatakan hanya menggunakan hak bela diri di tengah eskalasi konflik Iran, Israel, dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Foto Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari.

Qatar Tegaskan Tidak Berperang dengan Iran Gunakan Hak Bela Diri di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Qatar menegaskan tidak sedang berperang dengan Iran. Pernyataan itu disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari, pada Selasa 3 Maret melalui media sosial X, menyusul tudingan sejumlah jurnalis Israel yang menyebut Doha terlibat dalam serangan terhadap Teheran dalam 24 jam terakhir.

Majed Al-Ansari menekankan bahwa Qatar tidak ambil bagian dalam serangan yang menargetkan Iran. Ia menjelaskan bahwa langkah yang dilakukan negaranya merupakan bentuk penggunaan hak sah untuk membela diri setelah adanya serangan dari Iran terhadap wilayah Qatar.

Menurut Al-Ansari, penting bagi media internasional untuk merujuk pada sumber resmi dan kredibel dari Qatar sebelum menyebarkan laporan terkait konflik regional yang sensitif. Ia menilai informasi yang tidak terverifikasi dapat memperkeruh situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang saat ini tengah memanas.

Ketegangan di kawasan meningkat setelah pada 28 Februari Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan infrastruktur dan korban sipil.

Sebagai respons, Iran meluncurkan serangkaian serangan balasan berupa rudal yang diarahkan ke wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di berbagai lokasi di Timur Tengah. Eskalasi ini memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik regional yang melibatkan lebih banyak negara.

Dalam konteks inilah Qatar menegaskan posisinya. Doha berupaya menjaga stabilitas nasional sekaligus menegaskan bahwa tindakannya murni defensif, bukan agresif. Pemerintah Qatar juga mengisyaratkan komitmennya terhadap hukum internasional dan prinsip kedaulatan negara.

Situasi geopolitik Timur Tengah saat ini menjadi sorotan dunia. Setiap pernyataan resmi dari negara-negara yang terlibat memiliki dampak besar terhadap persepsi publik dan dinamika diplomasi global. Oleh karena itu, klarifikasi dari Qatar menjadi penting untuk meredam spekulasi serta menjaga stabilitas kawasan.

Bagi pembaca, memahami konteks penuh dari konflik ini membantu melihat gambaran yang lebih utuh, tidak hanya dari satu sisi narasi. Ketegangan Iran, Israel, dan Amerika Serikat memang berdampak luas, namun posisi setiap negara tetap perlu dicermati berdasarkan pernyataan resminya.

FAQ Seputar Pernyataan Qatar dan Konflik Iran

Apakah Qatar berperang dengan Iran?
Tidak. Qatar menegaskan tidak sedang berperang dengan Iran dan tidak terlibat dalam serangan terhadap negara tersebut.

Mengapa Qatar menyebut menggunakan hak bela diri?
Qatar menyatakan langkah yang diambil merupakan respons defensif atas serangan Iran terhadap wilayahnya.

Apa pemicu meningkatnya ketegangan di kawasan?
Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke sejumlah target di Iran pada 28 Februari memicu balasan rudal dari Iran.

Apakah konflik ini berpotensi meluas?
Eskalasi militer antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat meningkatkan risiko meluasnya konflik di Timur Tengah.

Sabtu, 28 Februari 2026

Israel Serang Iran Secara Preemptif Status Darurat Nasional Ditetapkan

Israel Lancarkan Serangan Preemptif terhadap Iran, Status Darurat Ditetapkan
Israel meluncurkan serangan preemptif ke Iran dan menetapkan status darurat nasional. Ancaman serangan balasan rudal dan drone memicu ketegangan serius di kawasan Timur Tengah.

Israel Lancarkan Serangan Preemptif terhadap Iran, Status Darurat Ditetapkan

JAKARTA -- Israel meluncurkan serangan preemptif terhadap Iran pada Sabtu 28 Februari, sekaligus menetapkan status darurat nasional di seluruh wilayahnya. Kementerian Pertahanan Israel menyatakan langkah ini diambil untuk menghilangkan ancaman langsung terhadap negara, dengan potensi serangan balasan berupa rudal dan drone yang diperkirakan akan segera terjadi.

Pemerintah Israel menegaskan bahwa operasi militer tersebut dilakukan sebagai tindakan pencegahan atas ancaman yang dinilai membahayakan keamanan nasional. Dalam pernyataan resminya, Kementerian Pertahanan menyebut serangan ini sebagai langkah strategis untuk menetralkan potensi serangan dari Iran.

Seiring dengan peluncuran operasi tersebut, otoritas pertahanan Israel memberlakukan status darurat nasional berdasarkan Undang-Undang Pertahanan Sipil. Kepala Pertahanan Israel menandatangani perintah khusus yang menginstruksikan seluruh lembaga keamanan dan sipil untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan eskalasi.

Di Tel Aviv, sirene serangan udara dilaporkan berbunyi untuk pertama kalinya dalam waktu yang cukup lama. Warga diminta segera menuju tempat perlindungan. Komando Pertahanan Dalam Negeri Israel juga mengirimkan peringatan resmi kepada seluruh penduduk agar tetap berada di dekat bunker atau ruang aman hingga situasi dinyatakan kondusif.

Ancaman Serangan Balasan Rudal dan Drone

Pihak Israel memperkirakan bahwa respons dari Iran bisa berupa serangan rudal balistik maupun drone jarak jauh. Ketegangan antara kedua negara memang telah berlangsung lama, terutama terkait isu keamanan regional dan program pertahanan masing-masing pihak.

Langkah preemptif ini menandai babak baru dalam dinamika konflik Timur Tengah. Pengamat keamanan menilai bahwa eskalasi terbuka antara Israel dan Iran berpotensi memicu ketidakstabilan kawasan yang lebih luas, termasuk dampaknya terhadap jalur energi dan geopolitik global.

Dampak Terhadap Stabilitas Regional

Situasi ini menjadi perhatian dunia internasional. Konflik langsung antara Israel dan Iran dapat berdampak pada stabilitas politik, keamanan regional, hingga ekonomi global. Investor dan pelaku pasar internasional biasanya merespons cepat terhadap perkembangan konflik di Timur Tengah karena kawasan ini memiliki peran strategis dalam distribusi energi dunia.

Masyarakat internasional kini menunggu perkembangan lanjutan, termasuk kemungkinan upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan.

FAQ Seputar Serangan Israel ke Iran

1. Apa itu serangan preemptif?
Serangan preemptif adalah tindakan militer yang dilakukan untuk mencegah ancaman yang diyakini akan terjadi dalam waktu dekat.

2. Mengapa Israel menetapkan status darurat?
Status darurat diberlakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan nasional menghadapi potensi serangan balasan, termasuk ancaman rudal dan drone.

3. Apakah warga sipil terdampak langsung?
Warga diminta berada di dekat tempat perlindungan dan mengikuti arahan otoritas demi keselamatan.

4. Apakah konflik ini bisa meluas?
Potensi eskalasi selalu ada, terutama jika terjadi serangan balasan yang signifikan.

5. Bagaimana dampaknya bagi dunia internasional?
Konflik di Timur Tengah berpengaruh terhadap stabilitas geopolitik dan ekonomi global, termasuk harga energi.