Berita BorneoTribun: Kodam Tanjungpura hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Kodam Tanjungpura. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kodam Tanjungpura. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Maret 2026

545 Pemuda Kalimantan Barat Ikuti Seleksi Tamtama TNI AD 2026 Meski Ramadhan

Sebanyak 545 pemuda Kalimantan Barat mengikuti seleksi Cata PK TNI AD 2026 di Singkawang. Proses rekrutmen tetap berjalan meski berlangsung di bulan Ramadhan.
Sebanyak 545 pemuda Kalimantan Barat mengikuti seleksi Cata PK TNI AD 2026 di Singkawang. Proses rekrutmen tetap berjalan meski berlangsung di bulan Ramadhan.

545 Pemuda Kalimantan Barat Ikuti Seleksi Tamtama TNI AD 2026 Meski Ramadhan

PONTIANAK -- Sebanyak 545 pemuda dari berbagai daerah di Kalimantan Barat mengikuti Sidang Pemilihan Tingkat Pusat dalam proses penerimaan Calon Tamtama Prajurit Karier (Cata PK) TNI Angkatan Darat Gelombang I Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan tersebut digelar oleh Sub Panitia Pusat (Sub Panpus) Kodam XII/Tanjungpura di Kota Singkawang, Minggu. Meski berlangsung di tengah suasana bulan suci Ramadhan, proses seleksi tetap berjalan lancar dan penuh semangat dari para peserta.

Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito menyampaikan bahwa sidang ini merupakan tahap penting dalam menentukan calon prajurit TNI Angkatan Darat yang akan melanjutkan ke tahap pendidikan militer.

Menurutnya, proses seleksi harus dilakukan secara cermat agar dapat menghasilkan prajurit yang berkualitas dan siap menjalankan tugas negara.

“Melalui Sidang Tingkat Sub Panpus ini diharapkan dapat dihasilkan keputusan yang tepat dalam memilih calon prajurit Tamtama guna memenuhi kebutuhan organisasi, khususnya pada satuan teritorial pembangunan tahap IV,” ujar Pangdam.

Seleksi Ketat Untuk Menyaring Putra Terbaik Daerah

Mayjen TNI Novi Rubadi menjelaskan bahwa pelaksanaan seleksi tahun ini memiliki tantangan tersendiri karena bertepatan dengan bulan Ramadhan. Meski demikian, seluruh rangkaian kegiatan tetap dapat berjalan optimal berkat koordinasi yang baik antara panitia dan berbagai pihak terkait.

Ia menegaskan bahwa sidang pemilihan ini merupakan tahap penentu dalam menyaring putra-putra terbaik dari Kalimantan Barat yang nantinya akan dipersiapkan menjadi prajurit garda terdepan TNI Angkatan Darat.

Sebelum mencapai tahap sidang tingkat pusat, para peserta telah melewati berbagai tahapan seleksi di tingkat daerah yang cukup ketat.

Proses tersebut meliputi:

  • Pemeriksaan administrasi

  • Tes kesehatan

  • Uji kesamaptaan jasmani

Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa setiap peserta memenuhi standar yang ditetapkan oleh TNI Angkatan Darat.

Peserta Lulus Akan Ikuti Pendidikan Pertama Tamtama

Bagi peserta yang dinyatakan lulus dalam sidang pemilihan ini, mereka akan melanjutkan ke tahap berikutnya yaitu Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata).

Program pendidikan ini bertujuan membentuk calon prajurit yang memiliki kemampuan militer dasar, disiplin tinggi, serta mental tangguh dalam menjalankan tugas pertahanan negara.

Dalam pendidikan tersebut, para calon prajurit akan mendapatkan berbagai pelatihan penting seperti:

  • pelatihan fisik dan ketahanan tubuh

  • pembentukan karakter dan kedisiplinan

  • dasar-dasar kemiliteran

  • penanaman nilai loyalitas kepada bangsa dan negara

Melalui proses pendidikan tersebut diharapkan lahir prajurit yang profesional, tangguh, dan siap ditempatkan di berbagai satuan TNI AD di seluruh Indonesia.

Pengawasan Ketat Demi Seleksi Transparan

Untuk menjaga objektivitas dan transparansi, kegiatan sidang pemilihan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat utama Kodam XII/Tanjungpura serta tim pengawas dari Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad).

Kehadiran tim pengawas bertujuan memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai aturan dan bebas dari praktik yang tidak sesuai ketentuan.

Dengan sistem seleksi yang transparan dan profesional, diharapkan rekrutmen ini benar-benar mampu menghasilkan prajurit yang memiliki integritas, kemampuan, dan dedikasi tinggi untuk menjaga kedaulatan negara.

Bagi para peserta, mengikuti seleksi ini bukan sekadar mengejar pekerjaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara melalui TNI Angkatan Darat.

Semangat para pemuda yang tetap mengikuti seleksi di tengah bulan Ramadhan menjadi bukti bahwa minat generasi muda untuk menjadi prajurit TNI masih sangat tinggi.

Kamis, 12 Maret 2026

Program MBG Kalbar Terus Dipacu

Pemprov Kalbar dan Kodam XII/Tanjungpura mempercepat Program Makan Bergizi Gratis melalui pembangunan dapur MBG atau SPPG, namun ketersediaan lahan berlegalitas masih menjadi tantangan.
Pemprov Kalbar dan Kodam XII/Tanjungpura mempercepat Program Makan Bergizi Gratis melalui pembangunan dapur MBG atau SPPG, namun ketersediaan lahan berlegalitas masih menjadi tantangan.

PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama Kodam XII/Tanjungpura memperkuat sinergi untuk mempercepat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Fokus utama kerja sama ini adalah pembangunan dapur umum atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mendukung distribusi makanan bergizi bagi anak-anak penerima manfaat.

Sekretaris Daerah Kalimantan Barat Harisson mengatakan percepatan program masih menghadapi tantangan, terutama terkait ketersediaan lahan yang memiliki legalitas jelas. Hal itu disampaikan saat menerima kunjungan Kepala Penerangan Kodam XII/Tanjungpura, Yusub Dody Sandra, di Pontianak, Rabu.

Menurut Harisson, dapur MBG merupakan infrastruktur penting untuk memastikan distribusi makanan bergizi berjalan lancar. Oleh karena itu, kesiapan lahan dengan status hukum yang jelas menjadi syarat utama agar pembangunan fasilitas dapat segera diproses.

Ia menjelaskan lahan yang dibutuhkan harus memiliki legalitas kuat, baik berupa sertifikat maupun hak milik. Jika lahan telah siap, pemerintah daerah dapat langsung mengusulkannya ke pemerintah pusat untuk pembangunan fasilitas SPPG sebagai bagian dari Program Makan Bergizi Gratis.

Namun demikian, pemerintah daerah mengakui ketersediaan lahan milik pemerintah di kawasan perkotaan Kalimantan Barat masih terbatas. Tidak semua lahan yang tersedia memenuhi kriteria yang dipersyaratkan untuk pembangunan dapur umum program MBG.

Harisson menambahkan, pemerintah daerah kini aktif mendukung pelaksanaan program setelah sebelumnya belum terlibat penuh pada tahap awal implementasi. Koordinasi dengan gubernur dilakukan agar pemerintah daerah dapat berperan lebih maksimal dalam mendukung program tersebut.

Sementara itu, Kapendam XII/Tanjungpura Yusub Dody Sandra mengatakan TNI saat ini tengah melakukan pendataan serta kajian menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah.

Evaluasi tersebut mencakup proses produksi makanan, kesiapan dapur umum, hingga sistem pendukung operasional program. Data yang dikumpulkan akan digunakan untuk menilai progres pelaksanaan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan dukungan lanjutan.

Harisson juga menyampaikan bahwa implementasi program MBG di wilayah perkotaan relatif berjalan lancar. Namun di wilayah pedesaan dan daerah terpencil, pengelolaan SPPG umumnya dilakukan oleh pemerintah desa dengan pengawasan tenaga kesehatan.

Di daerah terpencil, pemerintah desa bertanggung jawab atas pengelolaan dapur umum, sementara kualitas gizi makanan diawasi oleh tenaga kesehatan dan ahli gizi dari puskesmas setempat. Hal ini dilakukan untuk memastikan mutu makanan yang diberikan kepada anak-anak tetap terjaga.

Selain meningkatkan pemenuhan gizi anak, Program Makan Bergizi Gratis juga dinilai memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Program ini membuka peluang kerja baru sekaligus memberdayakan masyarakat lokal dalam pengelolaan dapur umum.

Harisson menilai keterlibatan TNI melalui Kodam XII/Tanjungpura sangat penting, terutama dalam pendampingan lapangan. Kedisiplinan serta pengawasan teknis dari TNI dinilai mampu menjaga standar keamanan pangan sekaligus mencegah risiko seperti keracunan makanan.

Kata kunci utama: Program Makan Bergizi Gratis, Dapur MBG, SPPG.