Berita BorneoTribun: Konektivitas hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Konektivitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Konektivitas. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 April 2026

Pemkab Barito Utara Dukung Jembatan Garuda Buka Akses Desa Liang Buah

Pemkab Barito Utara mendukung pembangunan Jembatan Garuda di Desa Liang Buah untuk membuka akses layanan publik dan mempercepat pemerataan pembangunan wilayah.
Pemkab Barito Utara mendukung pembangunan Jembatan Garuda di Desa Liang Buah untuk membuka akses layanan publik dan mempercepat pemerataan pembangunan wilayah.

BARITO UTARA – Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat pemerataan pembangunan melalui dukungan terhadap pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Liang Buah, Kecamatan Teweh Baru.

Pembangunan jembatan ini diharapkan menjadi solusi nyata bagi masyarakat yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses transportasi, terutama untuk menjangkau layanan publik dan pusat ekonomi.

Wakil Bupati Barito Utara Felix Sonadie Y Tingan mengatakan, pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang memiliki peran strategis sebagai penghubung antarwilayah.

“Jembatan Garuda yang dibangun sebagai bagian dari program pemerintah pusat ini diharapkan menjadi penghubung vital antarwilayah, khususnya bagi masyarakat di daerah yang selama ini masih memiliki keterbatasan akses transportasi,” kata Felix saat kegiatan peletakan batu pertama (groundbreaking) di Desa Liang Buah, Senin.

Simbol Komitmen Pemerataan Pembangunan

Menurut Felix, pembangunan infrastruktur masih menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam mendorong kemajuan wilayah. Hal ini ditandai dengan dimulainya pembangunan Jembatan Garuda yang melintasi Sungai Teweh, anak Sungai Barito.

Ia menegaskan, kegiatan peletakan batu pertama bukan sekadar seremoni simbolis, melainkan bentuk nyata komitmen bersama dalam meningkatkan konektivitas wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau.

“Dengan hadirnya Jembatan Garuda ini, kami berharap dapat mempermudah mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan proyek tersebut.

Felix juga mengingatkan para pelaksana proyek untuk menjaga kualitas pekerjaan serta mengutamakan keselamatan kerja, agar pembangunan dapat selesai sesuai target waktu yang telah ditetapkan.

Peran Penting Bagi Pendidikan Hingga Kesehatan

Komandan Kodim 1013 Muara Teweh, Letkol Inf Nurwahid, menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda memiliki dampak besar terhadap kehidupan masyarakat desa.

Menurutnya, keberadaan jembatan ini akan meningkatkan aksesibilitas warga dalam berbagai sektor penting, seperti pendidikan, kesehatan, hingga kegiatan ekonomi.

“Dengan adanya jembatan ini, masyarakat akan lebih mudah menjangkau fasilitas umum seperti sekolah, pasar, dan pusat layanan kesehatan,” katanya.

Ia berharap, pembangunan Jembatan Garuda dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Liang Buah dan wilayah sekitarnya, sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal.

Dorong Ekonomi Lokal Dan Kurangi Wilayah Terisolasi

Pembangunan Jembatan Garuda diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam mengurangi keterisolasian wilayah di Barito Utara.

Selain mempercepat mobilitas warga, jembatan ini juga diprediksi akan membuka peluang usaha baru, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta meningkatkan aktivitas perdagangan antarwilayah.

“Dengan dimulainya pembangunan Jembatan Garuda ini, diharapkan tidak ada lagi wilayah yang terisolasi, serta seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan secara adil dan merata,” kata Nurwahid.

Langkah pembangunan infrastruktur seperti ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah dalam menciptakan pemerataan pembangunan yang berkelanjutan di daerah.

FAQ

1. Apa fungsi utama Jembatan Garuda di Desa Liang Buah?
Jembatan Garuda berfungsi sebagai penghubung antarwilayah untuk mempermudah akses transportasi, layanan publik, serta distribusi barang dan jasa.

2. Di mana lokasi pembangunan Jembatan Garuda?
Jembatan ini dibangun di Desa Liang Buah, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, melintasi Sungai Teweh.

3. Siapa yang mendukung pembangunan Jembatan Garuda?
Pembangunan didukung Pemerintah Kabupaten Barito Utara bersama pemerintah pusat serta unsur TNI dan pihak terkait lainnya.

4. Apa manfaat jembatan bagi masyarakat?
Manfaatnya meliputi kemudahan akses pendidikan, kesehatan, perdagangan, serta peningkatan peluang ekonomi masyarakat.

5. Mengapa pembangunan jembatan ini penting?
Karena masih ada wilayah yang terisolasi dan sulit dijangkau, sehingga jembatan menjadi solusi untuk mempercepat pemerataan pembangunan.

Selasa, 31 Maret 2026

Jembatan Pulau Laut Resmi Dibangun 2026–2028, Ini Dampaknya Bagi Ekonomi Kalsel

Pembangunan Jembatan Pulau Laut dimulai 2026–2028 dengan anggaran Rp2,25 triliun, dorong konektivitas dan ekonomi Tanah Bumbu–Kotabaru.
Pembangunan Jembatan Pulau Laut dimulai 2026–2028 dengan anggaran Rp2,25 triliun, dorong konektivitas dan ekonomi Tanah Bumbu–Kotabaru.

BANJARMASIN - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) resmi memulai pembangunan Jembatan Pulau Laut dengan skema multiyears 2026–2028. Proyek ambisius ini digadang-gadang jadi game changer untuk konektivitas wilayah, khususnya antara Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru.

Langkah awal proyek ini ditandai dengan penandatanganan kontrak kerja antara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel, M Yasin Toyib, bersama pihak kontraktor. Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Gubernur Kalsel Muhidin di Banjarbaru, Senin.

Tidak Ada Toleransi Keterlambatan

Dalam arahannya, Gubernur Muhidin menegaskan bahwa proyek ini tidak boleh molor dari jadwal yang telah ditentukan.

“Kontrak sudah diteken, artinya kontraktor harus siap bekerja dan tidak boleh ada keterlambatan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya profesionalitas kontraktor, mulai dari kesiapan alat berat, tenaga kerja, hingga sistem manajemen proyek. Semua itu dinilai krusial untuk memastikan proyek berjalan sesuai target.

Skema Anggaran Multiyears dan Dukungan Pusat

Pembangunan Jembatan Pulau Laut dirancang berlangsung selama tiga tahun, dengan total anggaran sekitar Rp2,25 triliun atau Rp750 miliar per tahun.

Rinciannya:

  • Rp1,65 triliun berasal dari APBD Provinsi Kalsel

  • Rp300 miliar kontribusi dari Pemkab Tanah Bumbu

  • Rp300 miliar kontribusi dari Pemkab Kotabaru

Selain itu, proyek ini juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dengan nilai sekitar Rp3 triliun hingga 2028.

Dengan kombinasi pendanaan tersebut, proyek ini masuk dalam kategori strategis karena melibatkan kolaborasi lintas pemerintah daerah dan pusat.

Dorong Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi

Jembatan Pulau Laut diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk memperlancar mobilitas masyarakat serta distribusi barang di Kalimantan Selatan.

Selama ini, akses antara Tanah Bumbu dan Kotabaru masih sangat bergantung pada transportasi laut yang memakan waktu dan biaya lebih tinggi.

Dengan hadirnya jembatan ini:

  • Waktu tempuh diprediksi lebih efisien

  • Biaya logistik bisa ditekan

  • Aktivitas ekonomi meningkat

  • Investasi daerah berpotensi naik

Gubernur Muhidin juga berharap penyerapan anggaran proyek bisa lebih optimal sejak awal tahun, mengingat pengalaman sebelumnya yang cenderung lambat di tahap awal.

Komitmen Transparansi dan Akuntabilitas

Sebagai proyek bernilai triliunan rupiah, Pemprov Kalsel menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan akuntabilitas.

Pengawasan akan dilakukan secara ketat agar pembangunan berjalan sesuai spesifikasi teknis dan tidak menimbulkan potensi penyimpangan.

FAQ

1. Apa itu Jembatan Pulau Laut?
Jembatan ini adalah proyek infrastruktur yang menghubungkan Tanah Bumbu dan Kotabaru di Kalimantan Selatan.

2. Berapa total anggaran proyek ini?
Total anggaran daerah sekitar Rp2,25 triliun, ditambah dukungan pusat sekitar Rp3 triliun.

3. Kapan proyek ini selesai?
Direncanakan selesai dalam periode 2026 hingga 2028.

4. Apa manfaat utama pembangunan jembatan ini?
Mempercepat konektivitas, menekan biaya logistik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

5. Siapa yang mengawasi proyek ini?
Pemprov Kalsel bersama instansi terkait serta pemerintah pusat.

Rabu, 04 Februari 2026

262 Usulan Menggema dari Singkawang Selatan: Infrastruktur Jadi Nafas Utama Pembangunan RKPD 2027

262 Usulan Menggema dari Singkawang Selatan: Infrastruktur Jadi Nafas Utama Pembangunan RKPD 2027
262 Usulan Menggema dari Singkawang Selatan: Infrastruktur Jadi Nafas Utama Pembangunan RKPD 2027.

SINGKAWANG -- Suara warga Singkawang Selatan kembali menjadi fondasi perencanaan pembangunan daerah. Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kota Singkawang Tahun 2027 tingkat Kecamatan Singkawang Selatan, sebanyak 262 usulan kegiatan pembangunan resmi disampaikan. Mayoritas usulan tersebut menitikberatkan pada infrastruktur dasar dan konektivitas wilayah, dua hal yang dinilai paling mendesak untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Camat Singkawang Selatan, Apriyanto, menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan ruang dialog strategis antara pemerintah dan warga. Di sinilah aspirasi masyarakat dari tingkat kelurahan dirumuskan, disepakati, lalu diselaraskan dengan arah pembangunan Kota Singkawang ke depan.

“Musrenbang ini menjadi wadah musyawarah masyarakat Singkawang Selatan untuk menyepakati program prioritas yang berasal dari kebutuhan riil warga di kelurahan, kemudian diintegrasikan dengan prioritas pembangunan kota,” ujar Apriyanto di Singkawang, Selasa.

Infrastruktur Masih Jadi Kebutuhan Paling Mendesak

Dari total 262 usulan, 163 usulan difokuskan pada peningkatan kualitas layanan infrastruktur dasar, sementara 62 usulan lainnya menyasar penguatan konektivitas wilayah. Jenis kegiatan yang paling banyak diusulkan antara lain pembangunan jalan paving, drainase, dan jembatan.

Menurut Apriyanto, dominasi usulan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat masih membutuhkan penguatan infrastruktur permukiman dan akses antarwilayah. Infrastruktur yang layak diyakini mampu mendorong mobilitas warga sekaligus memperlancar roda perekonomian lokal.

“Ketika akses jalan baik dan lingkungan tertata, aktivitas warga menjadi lebih lancar, usaha kecil bergerak, dan ekonomi ikut tumbuh,” jelasnya.

Sebaran Usulan dari Empat Kelurahan

Usulan pembangunan tersebut berasal dari empat kelurahan di Singkawang Selatan, dengan rincian:

  • Kelurahan Sedau: 94 usulan

  • Kelurahan Pangmilang: 79 usulan

  • Kelurahan Sijangkung: 57 usulan

  • Kelurahan Sagatani: 32 usulan

Seluruh usulan ini telah melalui proses musyawarah dan diharapkan dapat masuk dalam prioritas perencanaan pembangunan daerah, untuk kemudian direalisasikan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.

Musrenbang Jadi Penentu Arah Pembangunan Kota

Sekretaris Daerah Kota Singkawang, Dwi Yanti, menilai Musrenbang sebagai forum yang sangat strategis dan partisipatif. Melalui proses ini, kebijakan pembangunan diharapkan benar-benar tepat sasaran, efektif, dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Musrenbang memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan Kota Singkawang tahun 2027. Partisipasi semua pihak sangat dibutuhkan agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar berdampak positif bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menyoroti sejumlah persoalan krusial yang perlu menjadi perhatian bersama, seperti kemiskinan ekstrem, tengkes (stunting), dan banjir. Saat ini, Kecamatan Singkawang Selatan menyumbang 27 persen dari total 195 keluarga miskin ekstrem di Kota Singkawang.

Tak hanya itu, masih terdapat dua kelurahan yang belum sepenuhnya bebas dari praktik buang air besar sembarangan (BABS). Kondisi ini menegaskan pentingnya program sanitasi dan perubahan perilaku masyarakat masuk dalam prioritas perencanaan.

“Ini adalah tantangan bersama yang harus kita jawab dengan aksi nyata melalui usulan-usulan Musrenbang,” ujar Dwi Yanti.

Potensi Ekonomi Besar, Warga Diajak Ikut Mengawal

Di balik berbagai tantangan, Singkawang Selatan juga menyimpan potensi besar sebagai penggerak ekonomi daerah. Wilayah ini memiliki pantai, kawasan perbukitan, lahan pertanian, serta menjadi pintu masuk Kota Singkawang dengan keberadaan bandara.

Potensi tersebut membuka peluang besar bagi pengembangan pariwisata dan agrowisata, yang jika dikelola dengan baik, mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dwi Yanti pun mengajak warga untuk tidak hanya mengusulkan, tetapi juga mengawal dan mengawasi jalannya program pembangunan agar tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Dengan sinergi pemerintah dan masyarakat, kita bisa menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bersama,” pungkasnya.