Berita BorneoTribun: Koperasi Merah Putih hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Koperasi Merah Putih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Koperasi Merah Putih. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Maret 2026

Penguatan Ekonomi Daerah, Kalsel Fokus Kembangkan Koperasi Merah Putih

Kalsel perkuat ekonomi daerah melalui koperasi Merah Putih. Lebih dari 2.000 koperasi telah terbentuk untuk dorong ekonomi syariah dan pemberdayaan desa.
Kalsel perkuat ekonomi daerah melalui koperasi Merah Putih. Lebih dari 2.000 koperasi telah terbentuk untuk dorong ekonomi syariah dan pemberdayaan desa.

BANJARBARU – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya dalam memperkuat struktur ekonomi daerah melalui pembinaan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalimantan Selatan, Rahmaddin, menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari penyelarasan program prioritas nasional dengan visi pembangunan daerah yang diusung Gubernur H. Muhidin dan Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman, yakni “Kalsel Bekerja” (Berkelanjutan, Berbudaya, Religi, dan Sejahtera).

Menurut Rahmaddin, koperasi memiliki peran strategis sebagai penggerak utama perekonomian daerah, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis syariah.

“Program nasional ini selaras dengan misi pemerintah daerah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi syariah. Koperasi menjadi urat nadi pembangunan sekaligus penopang ekonomi masyarakat,” ujarnya di Banjarbaru, Selasa.

Ia menambahkan, keberadaan koperasi yang sehat dan berdaya saing akan memperkuat posisi Kalimantan Selatan sebagai pintu gerbang logistik di wilayah Kalimantan.

Untuk mendukung keberhasilan program tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menerapkan strategi kolaboratif yang mencakup pendampingan berkelanjutan bagi pengurus koperasi, peningkatan kapasitas kelembagaan, serta penguatan kualitas sumber daya manusia di tingkat desa dan kelurahan.

Rahmaddin juga menekankan bahwa capaian ini menjadi fondasi penting dalam mendukung Program Strategis Nasional (PSN) yang dicanangkan Presiden Prabowo.

Sementara itu, Kepala Bidang Kelembagaan Dinas Koperasi UKM Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi, menjelaskan bahwa pembentukan Koperasi Merah Putih memiliki dasar hukum yang kuat, yakni Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 dan Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025.

Di tingkat daerah, kebijakan tersebut diperkuat melalui Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 024 Tahun 2025.

Berdasarkan data terbaru, perkembangan koperasi di Kalimantan Selatan menunjukkan tren yang signifikan. Hingga saat ini, telah terbentuk sebanyak 2.013 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang telah berbadan hukum.

Jumlah tersebut terdiri dari 1.869 Koperasi Desa Merah Putih dan 144 Koperasi Kelurahan Merah Putih yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.

Dengan masifnya pembentukan koperasi ini, pemerintah berharap masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan, dapat merasakan langsung dampak positifnya, baik melalui kemudahan akses logistik maupun peningkatan pemberdayaan usaha lokal.

Rabu, 04 Maret 2026

Babinsa Landak Didorong Aktif Dampingi Koperasi Desa Demi Ketahanan Ekonomi Warga

Dandim 1210 Landak Perkuat Peran Babinsa dalam Program Koperasi Merah Putih
Dandim 1210 Landak beri pengarahan kepada Babinsa dalam program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih guna memperkuat pendampingan, transparansi, dan ketahanan ekonomi masyarakat desa. [Borneotribun/Tino)

Dandim 1210 Landak Perkuat Peran Babinsa dalam Program Koperasi Merah Putih

Landak, 2 Maret 2026 – Komandan Kodim 1210/Landak, Letkol Kav Andy Setio Untoro, memberikan pengarahan langsung kepada seluruh Babinsa jajaran dalam kegiatan KDKMP (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih) yang digelar di Aula Makodim 1210/Landak, Kabupaten Landak, Senin (2/3/2026).

Kegiatan ini diikuti para Danramil dan Bintara Pembina Desa sebagai bagian dari pembinaan satuan sekaligus penguatan peran aparat teritorial dalam mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di wilayah binaan.

Babinsa Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa

Dandim 1210 Landak Perkuat Peran Babinsa dalam Program Koperasi Merah Putih
Dandim 1210 Landak beri pengarahan kepada Babinsa dalam program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih guna memperkuat pendampingan, transparansi, dan ketahanan ekonomi masyarakat desa. [Borneotribun/Tino)

Dalam arahannya, Dandim menegaskan bahwa Babinsa merupakan ujung tombak TNI AD di desa. Peran mereka bukan sekadar pengawasan, tetapi juga pendampingan aktif sejak tahap pembentukan hingga pengelolaan koperasi.

Ia meminta Babinsa menjalin koordinasi intensif dengan kepala desa dan perangkatnya agar program Koperasi Merah Putih berjalan transparan, akuntabel, serta benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan KDKMP sangat bergantung pada keterlibatan aparat teritorial di lapangan. Kehadiran Babinsa diharapkan mampu membangun kepercayaan warga sekaligus memastikan koperasi menjadi solusi nyata dalam memperkuat ketahanan ekonomi desa.

Tekankan Administrasi dan Deteksi Dini

Selain aspek pendampingan, Dandim juga menyoroti pentingnya tertib administrasi dan pelaporan berjenjang. Setiap perkembangan di wilayah binaan harus terdokumentasi dengan baik sebagai bentuk akuntabilitas.

Babinsa juga diminta meningkatkan deteksi dini terhadap potensi permasalahan sosial maupun ekonomi yang dapat menghambat jalannya program koperasi. Dengan langkah preventif, diharapkan kendala dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Tak kalah penting, Dandim mengingatkan seluruh personel untuk menjaga soliditas, disiplin, dan nama baik satuan dalam setiap pelaksanaan tugas di tengah masyarakat.

Diskusi dan Evaluasi Lapangan

Pengarahan berlangsung tertib dan penuh semangat. Dalam sesi diskusi, para Babinsa menyampaikan berbagai tantangan di lapangan, mulai dari pemahaman masyarakat tentang koperasi hingga persoalan teknis administrasi.

Melalui forum ini, diharapkan terjadi penyamaan persepsi serta penguatan komitmen bersama untuk mengawal KDKMP secara optimal di Kabupaten Landak. Program ini diyakini mampu menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kesejahteraan warga desa jika dikelola dengan profesional dan berkelanjutan.

Dengan sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat, Koperasi Merah Putih diharapkan tidak hanya menjadi program administratif, tetapi benar-benar tumbuh sebagai kekuatan ekonomi berbasis gotong royong.

FAQ Seputar Kegiatan KDKMP di Landak

1. Apa itu KDKMP?
KDKMP adalah program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang bertujuan memperkuat ekonomi masyarakat melalui pengelolaan koperasi secara transparan dan profesional.

2. Apa peran Babinsa dalam KDKMP?
Babinsa berperan sebagai pendamping dan pengawas di lapangan, memastikan pembentukan dan pengelolaan koperasi berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran.

3. Mengapa TNI terlibat dalam program koperasi desa?
Sebagai aparat teritorial, TNI memiliki tanggung jawab mendukung ketahanan wilayah, termasuk ketahanan ekonomi masyarakat desa.

4. Di mana kegiatan pengarahan ini dilaksanakan?
Kegiatan berlangsung di Aula Makodim 1210/Landak, Kabupaten Landak.

5. Apa harapan dari kegiatan ini?
Agar Koperasi Merah Putih berjalan optimal dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa di Landak.

Penulis: Tino

Kamis, 07 Agustus 2025

Prabowo Luncurkan 80 Ribu Koperasi Merah Putih, Kalbar Capai Target 100% Pembentukan

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan memberikan sambutan pada pembukaan Sosialisasi Koperasi Merah Putih di Pendopo Gubernur
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan memberikan sambutan pada pembukaan Sosialisasi Koperasi Merah Putih di Pendopo Gubernur.

PONTIANAK - Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara nasional pada 19 Juli 2025 sebagai langkah strategis memperkuat ekonomi desa. 

Di Kalimantan Barat, sebanyak 2.143 koperasi telah terbentuk tepat waktu dari total 2.145 desa dan kelurahan yang tersebar di 14 kabupaten/kota, menjadikan provinsi ini sebagai salah satu yang capaiannya sudah 100%.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, dalam pembukaan Sosialisasi Program Koperasi Merah Putih di Pendopo Gubernur Kalbar, Rabu (6/8/2025), menyebutkan bahwa koperasi ini akan menjadi pusat pengelolaan pangan yang lebih modern dan efisien di tingkat desa. 

“Dengan koperasi merah putih, diharapkan bisa memotong rantai distribusi dan menjadikan desa sebagai lumbung pangan,” ujarnya.

Norsan mengakui awalnya banyak kepala desa/lurah ragu untuk mengelola koperasi karena kekhawatiran soal anggaran. 

Namun, ia menegaskan bahwa pendampingan akan disiapkan oleh pemerintah pusat. 

“Akan ada minimal dua pendamping untuk manajemen koperasi dan keuangan, jadi tidak perlu khawatir,” jelasnya.

Anggota DPR RI Komisi V, Yuliansyah, menambahkan bahwa koperasi ini juga akan bersinergi dengan berbagai program seperti ketahanan pangan, simpan pinjam, hingga fasilitas gudang hasil tani dan nelayan. 

“Ini adalah bagian dari program Astacita dan kami siap sukseskan di Kalbar,” katanya. 

Pemerintah daerah bersama legislatif berkomitmen menjadikan koperasi merah putih sebagai motor penggerak kesejahteraan desa.

Selasa, 22 Juli 2025

Prabowo Subianto Mulai Gerakan Nasional Koperasi Merah Putih Demi Mengembalikan Kedaulatan Ekonomi Rakyat Kecil

Prabowo Subianto Mulai Gerakan Nasional Koperasi Merah Putih Demi Mengembalikan Kedaulatan Ekonomi Rakyat Kecil
Presiden Prabowo Resmikan 80 Ribu Lebih Koperasi Merah Putih sebagai Langkah Strategis Bangun Ekonomi Desa dari Akar Rumput.

Klaten, Jawa Tengah — Dalam momen bersejarah yang berlangsung penuh semangat di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meluncurkan kelembagaan 80.081 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) pada hari Senin, 21 Juli 2025. 

Acara peresmian ini menjadi tonggak penting dalam transformasi ekonomi kerakyatan di Indonesia.

Presiden Prabowo Resmikan 80 Ribu Lebih Koperasi Merah Putih sebagai Langkah Strategis Bangun Ekonomi Desa dari Akar Rumput

Kehadiran Presiden disambut meriah oleh warga dan tamu undangan yang sudah memadati lokasi sejak pagi. 

Suasana penuh haru dan bangga terlihat jelas di wajah para hadirin, karena untuk pertama kalinya koperasi desa mendapatkan perhatian sedemikian besar dari pemerintah pusat.

Gerakan Besar untuk Kebangkitan Ekonomi Rakyat

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa peluncuran koperasi Merah Putih bukan sekadar seremoni. 

Ini adalah gerakan besar berskala nasional yang dirancang untuk memperkuat perekonomian masyarakat desa, membebaskan mereka dari cengkeraman tengkulak dan para pemain ekonomi besar yang selama ini mendominasi.

"Hari ini adalah hari yang bersejarah. Kita tidak main-main. Kita mulai suatu gerakan besar dan strategis: 80.081 koperasi di seluruh Indonesia. Ini bukan proyek kecil, ini adalah revolusi ekonomi dari bawah," tegas Presiden Prabowo dengan suara lantang, disambut tepuk tangan membahana dari para peserta.

Presiden menekankan bahwa koperasi harus menjadi alat perjuangan bagi rakyat kecil agar bisa berdaulat secara ekonomi. 

Dengan koperasi, para petani, nelayan, pedagang kecil, hingga pelaku UMKM bisa mendapatkan akses pasar yang adil, harga yang wajar, dan layanan logistik yang terjangkau.

Simbolisasi Penyerahan SK Koperasi

Dalam momen yang sarat makna, Presiden secara simbolis menyerahkan Surat Keputusan Badan Hukum Koperasi kepada lima tokoh perwakilan koperasi desa yang mewakili semangat gotong royong dari berbagai wilayah:

  • Bambang Gunarsa dari KDMP Bentangan, Klaten

  • Jamaluddin Adiwijaya dari KDMP Sumbung, Boyolali

  • Parni dari KDMP Karangdowo, Klaten

  • Sumanto dari KKMP Banyuanyar, Surakarta

  • Rizka Hidayati dari KDMP Ceper, Klaten

Penyerahan SK ini menandakan bahwa koperasi-koperasi tersebut telah sah secara hukum dan siap bergerak aktif sebagai kekuatan ekonomi baru di tingkat desa dan kelurahan.

Koperasi Merah Putih: Bukan Sekadar Wadah, Tapi Mesin Ekonomi Rakyat

Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Satgas Nasional KDMP, Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, juga menyampaikan laporannya dalam acara tersebut. 

Ia menjelaskan bahwa peluncuran kelembagaan koperasi ini adalah bagian dari visi besar pemerintah untuk menciptakan ekosistem ekonomi desa yang modern, inklusif, dan berkeadilan.

"Koperasi Merah Putih ini berbeda. Ia bukan hanya tempat berkumpul dan menyimpan modal, tapi juga sebagai pusat produksi, distribusi, bahkan pemutus rantai tengkulak yang menyengsarakan petani dan nelayan selama ini," jelas Zulhas.

Koperasi Merah Putih akan dilengkapi dengan berbagai infrastruktur pendukung yang sangat dibutuhkan, seperti:

  • Gudang penyimpanan hasil panen

  • Cold storage untuk menjaga kesegaran hasil pertanian dan perikanan

  • Gerai sembako dan apotek

  • Unit logistik berupa kendaraan operasional

  • Fasilitas pinjaman super mikro dengan bunga rendah dan prosedur mudah

Semua ini bertujuan untuk menghilangkan hambatan-hambatan klasik yang sering dialami masyarakat desa dalam menjalankan aktivitas ekonomi mereka.

Akses Mudah, Manfaat Nyata

Salah satu hal yang paling membedakan Koperasi Merah Putih dengan koperasi konvensional adalah pendekatannya yang menyeluruh. Pemerintah tidak hanya memberikan SK, lalu melepaskan begitu saja. 

Sebaliknya, koperasi ini akan mendapat pendampingan intensif, akses pelatihan, bantuan digitalisasi, dan bahkan terhubung ke platform e-commerce lokal maupun nasional.

"Kalau kita punya niat yang baik, kehendak yang tulus, dorongan dan motivasi yang kuat, pasti bisa. Yang selama ini kita pikir tidak mungkin, hari ini kita wujudkan: 80 ribu koperasi aktif," ungkap Presiden penuh keyakinan.

Langkah ini juga sejalan dengan prinsip ekonomi gotong royong dan kekeluargaan yang telah menjadi bagian dari kepribadian bangsa Indonesia sejak lama. 

Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap orang, terutama mereka yang tinggal di desa, memiliki akses yang setara untuk tumbuh dan berkembang secara ekonomi.

Sinergi Lintas Lembaga untuk Eksekusi di Lapangan

Peluncuran koperasi ini bukan hanya dikerjakan oleh satu kementerian saja. Banyak pihak yang terlibat, termasuk Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertanian, serta berbagai lembaga keuangan daerah dan nasional.

Turut hadir dalam acara ini sejumlah tokoh penting negara yang memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut:

  • Ketua DPR RI Puan Maharani

  • Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin

  • Wakil Ketua MPR Bambang Wuryanto

  • Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi

  • Sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih lainnya

Keberadaan para pejabat tinggi negara ini menunjukkan bahwa program koperasi Merah Putih bukanlah proyek biasa, tetapi agenda prioritas nasional yang menjadi fondasi utama pemerintahan Prabowo dalam membangun ekonomi Indonesia dari desa ke kota.

Penekanan tombol sirene oleh Presiden menjadi simbol dimulainya gerakan ekonomi rakyat yang berbasis koperasi. Tanda bahwa Indonesia sedang menuju kemerdekaan ekonomi sejati. 

Bukan lagi bergantung pada korporasi besar atau tengkulak, tapi mengandalkan kekuatan rakyat sendiri.

"Kita ingin rakyat kita berdiri di atas kaki sendiri. Kita ingin petani kita sejahtera. Nelayan kita berdaya. UMKM kita naik kelas. Dan semua itu dimulai dari desa," tutup Presiden Prabowo.