Berita BorneoTribun: Korban Sipil hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Korban Sipil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Korban Sipil. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Maret 2026

Kota Bryansk Rusia Diserang Rudal, 6 Tewas Dan 37 Orang Terluka

Serangan rudal Bryansk di Rusia menewaskan enam orang dan melukai 37 lainnya. PBB menegaskan penolakan terhadap serangan yang menargetkan warga sipil.
Serangan rudal Bryansk di Rusia menewaskan enam orang dan melukai 37 lainnya. PBB menegaskan penolakan terhadap serangan yang menargetkan warga sipil.

Rusia -- Serangan rudal dilaporkan menghantam kota Bryansk di Rusia pada Selasa waktu setempat. Pemerintah daerah menyebut sedikitnya enam orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut. Otoritas Rusia menyatakan serangan itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dalam konflik yang masih berlangsung antara Rusia dan Ukraina.

Gubernur wilayah Bryansk, Alexander Bogomaz, mengatakan kota tersebut menjadi sasaran serangan rudal yang diduga diluncurkan dari pihak Ukraina. Dalam pernyataannya melalui Telegram, Bogomaz menyebut serangan itu menyebabkan korban jiwa serta kerusakan di beberapa area kota.

“Kota Bryansk terkena serangan rudal. Sayangnya ada korban tewas dan korban luka,” ujar Bogomaz. Ia menambahkan bahwa tim darurat segera dikerahkan untuk menangani situasi di lokasi kejadian.

Menurut laporan pemerintah daerah, total enam orang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden tersebut. Selain itu, setidaknya 37 orang lainnya mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan. Korban yang terluka langsung mendapatkan penanganan medis di rumah sakit setempat.

Otoritas setempat juga melakukan berbagai langkah prioritas untuk mengamankan wilayah yang terdampak. Tim penyelamat dan layanan darurat bekerja untuk mengevakuasi korban, membersihkan puing-puing, serta memastikan tidak ada ancaman lanjutan setelah serangan terjadi.

Serangan di kota Bryansk ini menambah daftar insiden yang terjadi di wilayah Rusia yang berdekatan dengan perbatasan Ukraina. Wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir kerap menjadi lokasi laporan serangan yang berkaitan dengan konflik Rusia–Ukraina.

Dalam pernyataan yang sama, Bogomaz menuduh bahwa serangan tersebut secara sengaja menargetkan warga sipil. Ia menyebut tindakan itu sebagai serangan yang tidak manusiawi dan menegaskan bahwa pemerintah daerah akan mengambil langkah-langkah untuk memulihkan kondisi serta membantu para korban.

Sementara itu, komunitas internasional kembali menyoroti pentingnya perlindungan terhadap warga sipil dalam konflik bersenjata. Perserikatan Bangsa-Bangsa menyampaikan sikapnya terkait laporan serangan tersebut.

Juru bicara United Nations, Stéphane Dujarric, mengatakan organisasi tersebut secara konsisten menentang serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil di mana pun di dunia.

“Saya belum melihat laporan spesifik itu, tetapi kami telah sangat jelas bahwa kami menentang serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil di mana pun itu terjadi,” kata Dujarric kepada wartawan saat diminta menanggapi laporan serangan di Bryansk.

Pernyataan tersebut menegaskan posisi lama PBB yang menyerukan agar semua pihak dalam konflik bersenjata mematuhi hukum humaniter internasional. Hukum tersebut mewajibkan perlindungan terhadap warga sipil dan fasilitas publik yang tidak terkait langsung dengan aktivitas militer.

Hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Ukraina terkait tuduhan serangan rudal tersebut. Situasi di wilayah Bryansk sendiri dilaporkan masih dalam proses penanganan oleh otoritas lokal dan tim darurat.

Peristiwa ini kembali menunjukkan dampak serius konflik yang masih berlangsung di kawasan tersebut. Selain korban jiwa, serangan seperti ini juga menimbulkan kerusakan infrastruktur serta meningkatkan kekhawatiran masyarakat di wilayah perbatasan.

Pemerintah daerah Bryansk menyatakan fokus utama saat ini adalah membantu korban dan memulihkan kondisi kota. Upaya penanganan darurat terus dilakukan, sementara pihak berwenang melakukan investigasi lebih lanjut terkait insiden serangan rudal yang menewaskan enam orang tersebut.

Jumat, 06 Maret 2026

Sedikitnya 20 Tewas Dalam Serangan AS Dan Israel Di Pinggiran Kota Shiraz Iran

Sedikitnya 20 orang tewas dan 30 luka-luka setelah serangan roket yang dilaporkan melibatkan AS dan Israel menghantam kawasan Zibashahr di pinggiran Kota Shiraz, Iran.
Sedikitnya 20 orang tewas dan 30 luka-luka setelah serangan roket yang dilaporkan melibatkan AS dan Israel menghantam kawasan Zibashahr di pinggiran Kota Shiraz, Iran.

BorneoTribun, Dunia - Serangan roket yang dilaporkan melibatkan Amerika Serikat dan Israel menghantam wilayah pinggiran Kota Shiraz di Iran selatan pada Jumat. Laporan kantor berita Fars menyebut sedikitnya 20 orang tewas dan 30 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

Target serangan dilaporkan mengenai area sipil di Zibashahr, sebuah wilayah pinggiran yang berada di sekitar pusat administrasi Provinsi Fars. Sejumlah fasilitas publik dilaporkan rusak, termasuk taman bermain anak-anak serta bangunan yang digunakan sebagai tempat ambulans.

Serangan tersebut menambah ketegangan di kawasan Timur Tengah yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami peningkatan eskalasi militer.

Serangan Hantam Area Sipil di Zibashahr

Sedikitnya 20 orang tewas dan 30 luka-luka setelah serangan roket yang dilaporkan melibatkan AS dan Israel menghantam kawasan Zibashahr di pinggiran Kota Shiraz, Iran.
Sedikitnya 20 orang tewas dan 30 luka-luka setelah serangan roket yang dilaporkan melibatkan AS dan Israel menghantam kawasan Zibashahr di pinggiran Kota Shiraz, Iran.

Menurut laporan media Iran, roket menghantam kawasan Zibashahr yang berada di pinggiran Shiraz. Area yang terkena dampak mencakup taman bermain anak-anak yang berada di dekat permukiman warga.

Selain itu, sebuah gedung ambulans juga dilaporkan terkena serangan. Fasilitas tersebut sebelumnya digunakan untuk pelayanan medis darurat bagi masyarakat sekitar.

Serangan terhadap fasilitas sipil tersebut menyebabkan korban jiwa di kalangan warga setempat.

Petugas Medis Termasuk Korban Tewas

Di antara korban tewas dilaporkan terdapat dua petugas ambulans yang sedang bertugas. Mereka berada di sekitar fasilitas medis ketika serangan terjadi.

Sementara itu, puluhan korban luka segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Kondisi beberapa korban dilaporkan cukup serius.

Tim penyelamat dan tenaga medis dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi korban serta menangani warga yang terdampak.

Laporan Media Iran Soal Serangan Gabungan

Kantor berita Fars menyebut serangan tersebut sebagai operasi gabungan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Namun hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari kedua negara terkait laporan tersebut.

Informasi yang beredar masih bersumber dari laporan media Iran dan otoritas lokal setempat.

Situasi keamanan di wilayah tersebut dilaporkan masih dipantau oleh aparat setempat.

Dampak Serangan Terhadap Situasi Kawasan

Insiden ini diperkirakan dapat memperburuk ketegangan yang sudah tinggi di kawasan Timur Tengah. Konflik yang melibatkan beberapa negara dalam beberapa waktu terakhir meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi yang lebih luas.

Pemerintah setempat dan tim darurat saat ini masih melakukan pendataan korban serta menilai kerusakan yang terjadi akibat serangan tersebut.

Perkembangan situasi di wilayah Shiraz dan sekitarnya masih terus dipantau seiring munculnya laporan lanjutan dari otoritas lokal.

Kamis, 05 Maret 2026

IRGC Bersumpah Balas Serangan AS dan Israel Korban Sipil Tembus 700 Orang

Serangan AS Israel ke Iran Picu Ancaman Balasan Keras IRGC
IRGC bersumpah membalas serangan AS dan Israel ke Iran yang diklaim menewaskan lebih dari 700 warga sipil. Konflik memicu eskalasi militer dan ancaman perang lebih luas di Timur Tengah. (Gambar ilustrasi)

Serangan AS Israel ke Iran Picu Ancaman Balasan Keras IRGC

Korps Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menegaskan tidak akan tinggal diam atas serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke sejumlah wilayah Iran pada 28 Februari lalu. Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah IRIB pada Selasa (3/3), IRGC bersumpah akan membalas setiap serangan terhadap fasilitas militer maupun sipil di Iran.

Dalam pernyataannya, IRGC menyebut serangan yang dilakukan AS dan Israel bukan hanya menyasar target militer, tetapi juga fasilitas publik seperti sekolah, rumah sakit, stadion, restoran, hingga gedung pernikahan. Mereka menilai serangan tersebut bertujuan menciptakan kepanikan massal di tengah masyarakat.

IRGC mengklaim jumlah korban jiwa warga sipil telah melampaui 700 orang sejak rangkaian serangan dimulai. Angka ini, menurut mereka, mencerminkan dampak besar konflik yang kini meluas dan memicu kekhawatiran stabilitas kawasan Timur Tengah.

Serangan Rudal dan Korban Sipil

IRGC mengungkapkan bahwa dalam 24 jam terakhir, satu keluarga dilaporkan tewas setelah rudal Tomahawk menghantam bangunan tempat tinggal di Oshnavieh. Selain itu, lima orang meninggal dunia ketika sebuah rudal menghantam mobil pribadi di wilayah Salman.

Serangan juga dilaporkan terjadi di distrik Kasemiyeh, Urmia, di mana sebuah rumah hancur akibat hantaman rudal dan menewaskan pasangan lanjut usia. IRGC menuding serangan-serangan tersebut sebagai bukti bahwa sasaran bukan semata instalasi militer, melainkan juga warga sipil.

Eskalasi Sejak 28 Februari

Konflik meningkat drastis setelah pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangkaian serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran. Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, gugur dalam serangan tersebut.

Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di berbagai titik di Timur Tengah. Ketegangan ini memicu kekhawatiran luas tentang potensi perang terbuka yang dapat berdampak pada keamanan global dan ekonomi internasional.

Ancaman Balasan IRGC

IRGC menegaskan bahwa perang melawan Amerika Serikat dan Israel akan terus berlanjut. Mereka menyebut tidak ada satu pun serangan atau korban jiwa yang akan dibiarkan tanpa respons.

Pernyataan keras ini memperlihatkan bahwa konflik tidak hanya bersifat militer, tetapi juga membawa pesan politik yang kuat. Ketegangan yang terus meningkat membuat situasi di kawasan semakin tidak menentu dan berpotensi memperluas dampaknya ke negara-negara lain.

Bagi masyarakat internasional, perkembangan ini menjadi sinyal penting bahwa stabilitas Timur Tengah kembali berada di titik kritis. Dunia kini menanti langkah diplomatik atau justru eskalasi lanjutan yang bisa memperpanjang konflik.

FAQ

1. Apa itu IRGC?
IRGC adalah pasukan elit militer Iran yang memiliki peran strategis dalam pertahanan dan kebijakan keamanan negara.

2. Kapan serangan AS dan Israel dimulai?
Serangan besar dilaporkan terjadi pada 28 Februari dan berlanjut dalam beberapa hari berikutnya.

3. Berapa jumlah korban sipil menurut IRGC?
IRGC mengklaim korban sipil telah melampaui 700 orang, termasuk perempuan dan lansia.

4. Bagaimana respons Iran?
Iran meluncurkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

5. Apa dampak konflik ini bagi dunia?
Eskalasi konflik berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan kawasan dan perekonomian global.

Dampak Serangan AS Israel, China Khawatir Konflik Meluas ke Negara Teluk

China Kutuk Keras Serangan AS dan Israel ke Iran Tewaskan 165 Warga Sipil
China mengutuk serangan AS dan Israel ke Iran yang menewaskan 165 warga sipil di Minab. Beijing menilai aksi tersebut melanggar hukum internasional dan berisiko memicu eskalasi konflik Timur Tengah. Foto Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning.

China Kutuk Keras Serangan AS dan Israel ke Iran Tewaskan 165 Warga Sipil

Pemerintah China mengecam keras serangan udara Amerika Serikat dan Israel yang menghantam fasilitas publik di Iran pada Sabtu 28 Februari. Serangan yang terjadi di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan, dilaporkan menewaskan hingga 165 orang, termasuk warga sipil. Pernyataan tegas itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, di Beijing pada Selasa 3 Maret.

Dalam konferensi pers resmi, Mao Ning menyatakan China sangat berduka atas jatuhnya korban sipil akibat serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Ia menegaskan bahwa perlindungan warga sipil dalam konflik bersenjata merupakan garis merah yang tidak boleh dilanggar.

Fasilitas Publik Jadi Sasaran

Serangan udara tersebut diketahui menghantam Sekolah Dasar Khusus Putri Shajareh Tayyebeh di Minab. Insiden ini memicu kecaman luas karena dinilai sebagai penggunaan kekuatan secara tidak pandang bulu dan melanggar hukum humaniter internasional.

Menurut Mao Ning, setiap pihak dalam konflik wajib mematuhi hukum internasional, termasuk memastikan keselamatan warga sipil dan tidak menyerang fasilitas non-militer. Ia juga menekankan bahwa serangan tersebut tidak memiliki otorisasi dari Dewan Keamanan PBB, sehingga dinilai melanggar norma internasional.

Dampak Regional dan Ketegangan Timur Tengah

China menyatakan sangat prihatin terhadap potensi dampak regional dari eskalasi militer tersebut. Beijing menilai kedaulatan, keamanan, dan integritas teritorial negara-negara Teluk harus dihormati sepenuhnya.

Serangan itu juga dilaporkan menyebabkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel dan menargetkan infrastruktur militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Situasi yang memburuk membuat Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan imbauan kepada warga negaranya untuk segera meninggalkan sejumlah negara di Timur Tengah karena risiko keselamatan serius. Negara-negara yang masuk dalam kategori tersebut antara lain Bahrain, Mesir, Iran, Irak, Israel, Tepi Barat dan Gaza, Yordania, Kuwait, Lebanon, Oman, Qatar, Arab Saudi, Suriah, Uni Emirat Arab, dan Yaman.

Perdebatan Soal Serangan Preemptif

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengakui serangan terhadap Iran dilakukan sebagai langkah antisipasi sebelum Teheran merespons dugaan serangan Israel. Namun, laporan media menyebut pejabat Pentagon dalam pengarahan tertutup kepada Kongres menyatakan tidak ada bukti intelijen bahwa Iran berencana menyerang pasukan AS lebih dulu.

Israel sendiri mengumumkan operasi militer bertajuk Operation Lion's Roar sebagai serangan pendahuluan dan menetapkan status darurat nasional.

Serangan ini terjadi di tengah perundingan program nuklir Iran antara Amerika Serikat dan Iran yang dimediasi Oman. Putaran terakhir pembicaraan berlangsung di Jenewa dan baru saja berakhir beberapa hari sebelum eskalasi militer terjadi.

Seruan China untuk Hentikan Operasi Militer

China mendesak semua pihak untuk segera menghentikan operasi militer dan mencegah konflik meluas ke negara lain. Beijing juga menyatakan siap bekerja sama dengan negara-negara kawasan dan komunitas internasional guna mendorong perdamaian serta menjaga stabilitas Timur Tengah.

Sikap tegas China ini menegaskan posisinya sebagai salah satu kekuatan global yang mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan penghormatan terhadap hukum internasional.

FAQ

1. Mengapa China mengutuk serangan AS dan Israel?
Karena serangan tersebut menargetkan fasilitas publik dan menewaskan warga sipil, yang dinilai melanggar hukum internasional.

2. Di mana lokasi serangan terjadi?
Serangan terjadi di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan.

3. Apa dampak regional dari serangan ini?
Ketegangan meningkat di Timur Tengah, Iran melakukan serangan balasan, dan AS mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warganya.

4. Apakah serangan ini mendapat izin PBB?
Menurut pernyataan China, tidak ada otorisasi dari Dewan Keamanan PBB.

5. Apakah perundingan nuklir Iran terdampak?
Ya, serangan terjadi saat negosiasi nuklir antara AS dan Iran masih berlangsung.