Berita BorneoTribun: Korban Tenggelam hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Korban Tenggelam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Korban Tenggelam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 April 2026

Korban Tenggelam Di Sungai Barito Ditemukan, Satu ABK Masih Dicari

Bripda Vikma Setiawan ditemukan meninggal setelah tenggelam di Sungai Barito, Muara Teweh. Satu korban lainnya masih dalam pencarian tim gabungan.
Bripda Vikma Setiawan ditemukan meninggal setelah tenggelam di Sungai Barito, Muara Teweh. Satu korban lainnya masih dalam pencarian tim gabungan.

Muara Teweh — Tim gabungan akhirnya menemukan satu dari dua korban yang tenggelam di Sungai Barito, sekitar Dermaga PT Multipersada Gatra Megah (MPG), Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.

Korban yang ditemukan adalah Bripda Vikma Setiawan (22), anggota Polri yang sebelumnya dilaporkan hilang saat menjalankan tugas pengawasan di area dermaga.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Barito Utara, Rizali Hadi, menyampaikan bahwa korban ditemukan pada Senin pagi sekitar pukul 08.31 WIB.

“Korban atas nama Vikma Setiawan telah ditemukan pagi ini sekitar pukul 08.31 WIB dengan jarak kurang lebih dua kilometer dari titik kejadian. Saat ini korban sudah dievakuasi tim gabungan,” ujar Rizali di Muara Teweh.

Kronologi Kejadian Tenggelam Di Sungai Barito

Peristiwa tragis ini bermula saat Bripda Vikma Setiawan melakukan pengawasan terhadap kapal tongkang yang hendak bersandar di dermaga milik PT MPG.

Kapal tersebut diketahui akan melakukan pengisian minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO). Saat menjalankan tugas tersebut, korban dilaporkan terjatuh dan tenggelam di Sungai Barito.

Korban diketahui berdomisili di Jalan Veteran Gang Margo RT 005 RW 002, Desa Beriwit, Kecamatan Murung, Kabupaten Murung Raya.

Insiden ini terjadi pada Sabtu malam (4/4) dan langsung memicu operasi pencarian oleh tim gabungan dari berbagai instansi.

Satu Korban ABK Masih Dalam Pencarian

Selain Bripda Vikma Setiawan, satu korban lainnya masih belum ditemukan hingga saat ini.

Korban tersebut diketahui bernama Aleksandro Brianonggasa (25), seorang Anak Buah Kapal (ABK) yang berasal dari Desa Rokirole RT 005 RW 002, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut Rizali Hadi, proses pencarian terhadap korban kedua masih terus dilakukan dengan memperluas area penyisiran di sekitar lokasi kejadian.

“Pencarian terhadap korban lainnya akan terus dilanjutkan dengan memperluas area penyisiran di sekitar lokasi kejadian,” katanya.

Tim Gabungan Terus Lakukan Penyisiran

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, kepolisian perairan (Polairud), pemadam kebakaran (Damkar), hingga relawan setempat.

Tim menyisir area Sungai Barito menggunakan perahu karet serta peralatan pencarian air, dengan harapan korban kedua dapat segera ditemukan.

Kondisi arus sungai yang cukup deras menjadi salah satu tantangan dalam proses pencarian.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya keselamatan kerja, khususnya bagi petugas dan pekerja yang beraktivitas di sekitar sungai atau dermaga.

Penggunaan alat pelindung diri seperti jaket pelampung serta penerapan prosedur keselamatan dinilai sangat penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan serupa.


FAQ

Siapa korban yang ditemukan di Sungai Barito?

Korban yang ditemukan adalah Bripda Vikma Setiawan (22), anggota Polri yang sebelumnya dilaporkan tenggelam saat bertugas.

Kapan korban ditemukan?

Korban ditemukan pada Senin pagi sekitar pukul 08.31 WIB.

Di mana lokasi kejadian tenggelam?

Kejadian terjadi di Sungai Barito, sekitar Dermaga PT Multipersada Gatra Megah (MPG), Muara Teweh, Barito Utara.

Apakah masih ada korban lain yang hilang?

Ya, satu korban lain bernama Aleksandro Brianonggasa (25), seorang ABK, masih dalam pencarian.

Siapa saja yang terlibat dalam proses pencarian?

Pencarian dilakukan oleh BPBD, Polairud, Damkar, serta relawan setempat.

Sabtu, 28 Maret 2026

Dua Orang Diduga Tenggelam, Patko Polresta Banjarmasin Lakukan Pengamanan Lokasi

Patko Polresta Banjarmasin mengamankan proses pencarian dua korban tenggelam di Jembatan Dewi, memastikan tim SAR bekerja lancar dan situasi tetap kondusif. (Gambar ilustrasi)
Patko Polresta Banjarmasin mengamankan proses pencarian dua korban tenggelam di Jembatan Dewi, memastikan tim SAR bekerja lancar dan situasi tetap kondusif. (Gambar ilustrasi)

BANJARMASIN – Tim Patroli Kota (Patko) Satuan Samapta Polresta Banjarmasin turun langsung memantau proses pencarian dua orang yang diduga tenggelam di kawasan Jembatan Dewi, Kamis.

Kehadiran polisi di lokasi bukan sekadar mengawasi, tapi juga memastikan situasi tetap aman dan terkendali selama proses pencarian berlangsung. Mereka turut membantu pengamanan area agar tim gabungan SAR bisa bekerja tanpa hambatan.

Kasat Polairud Polresta Banjarmasin, Kompol Dading Kalbu Adie, mengatakan pihaknya mengerahkan personel untuk mendukung jalannya pencarian sekaligus menjaga ketertiban di sekitar lokasi.

“Kami hadir untuk memastikan proses pencarian berjalan aman dan tertib, serta mengantisipasi kerumunan warga yang dapat mengganggu tim SAR,” ujarnya, Jumat.

Kronologi Kejadian Masih Diselidiki

Informasi awal menyebutkan dua korban berjenis kelamin laki-laki. Namun, hingga kini identitas dan penyebab pasti kejadian masih dalam proses penyelidikan oleh petugas.

Berdasarkan keterangan saksi, insiden itu bermula saat seorang warga yang sedang memancing melihat gerakan mencurigakan di sungai.

“Saksi melihat gerakan samar dan mendengar suara seperti orang tercebur, kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada warga lainnya,” jelas Dading.

Peristiwa itu diduga terjadi pada Rabu (25/3), dan sejak saat itu tim SAR langsung melakukan pencarian.

Tim SAR Lakukan Penyisiran Intensif

Tim gabungan SAR Kota Banjarmasin masih terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Mereka menggunakan berbagai peralatan pencarian air untuk mempercepat proses evakuasi.

Sementara itu, personel Patko turut mengatur lalu lintas dan aktivitas warga di sekitar jembatan. Hal ini dilakukan agar tim SAR memiliki ruang gerak yang cukup saat melakukan pencarian.

“Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak mendekat ke titik pencarian demi keselamatan bersama dan kelancaran proses evakuasi,” tambahnya.

Pencarian Masih Berlangsung

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian kedua korban masih terus dilakukan. Harapannya, korban dapat segera ditemukan dalam kondisi apapun.

Situasi di lokasi pun terpantau relatif kondusif berkat pengamanan dari aparat kepolisian yang terus berjaga.

FAQ (Pertanyaan Umum)

1. Di mana lokasi kejadian korban tenggelam?
Di kawasan Jembatan Dewi, Kota Banjarmasin.

2. Berapa jumlah korban yang dicari?
Dua orang yang diduga tenggelam.

3. Siapa yang terlibat dalam proses pencarian?
Tim gabungan SAR Kota Banjarmasin dibantu personel Polresta Banjarmasin.

4. Apa peran Patko di lokasi?
Melakukan pengamanan, pengaturan area, dan memastikan proses pencarian berjalan lancar.

5. Apakah korban sudah ditemukan?
Belum, hingga saat ini pencarian masih terus berlangsung.

Sabtu, 17 Januari 2026

Bocah 11 Tahun di Sekadau Hilir Meninggal Dunia Akibat Tenggelam di Sungai Kapuas

Bocah 11 Tahun di Sekadau Hilir Meninggal Dunia Akibat Tenggelam di Sungai Kapuas
Bocah 11 Tahun di Sekadau Hilir Meninggal Dunia Akibat Tenggelam di Sungai Kapuas.

SEKADAU - Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam di Sungai Kapuas, tepatnya di wilayah Kampung Rojok, Dusun Teribang, Desa Seberang Kapuas, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Sabtu (17/1/2026).

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas Polres Sekadau AKP Triyono menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu korban bersama dua rekannya sedang mandi dan bermain di sungai, di sekitar jamban milik salah seorang warga.

“Ketiganya mandi sambil berenang. Namun selang beberapa waktu, korban tidak terlihat muncul ke permukaan,” jelas AKP Triyono.

Melihat korban tidak timbul, dua rekan korban segera meminta bantuan kepada warga sekitar. Warga kemudian melakukan pencarian dan berhasil menemukan korban dalam kondisi tidak sadarkan diri. Korban selanjutnya dievakuasi ke atas jamban dan langsung dibawa ke RSUD Sekadau untuk mendapatkan penanganan medis.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan pihak rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia,” ungkapnya.

Dari hasil keterangan sementara, diduga tangan korban tersangkut pada tali bekas yang berada di bawah jamban, sehingga korban kesulitan melepaskan diri dan akhirnya tenggelam. Pihak keluarga menyatakan menolak dilakukan visum maupun autopsi dan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah.

“Atas kejadian ini, kami menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Semoga diberikan kekuatan dan ketabahan,” tutup AKP Triyono.

Sabtu, 19 Agustus 2023

Jenazah Kristiano Yasel Ditemukan, Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Sekadau Masih Berlanjut: Galas Belum Ditemukan

Jenazah Kristiano Yasel Ditemukan, Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Sekadau Masih Berlanjut: Galas Belum Ditemukan
Jenazah Kristiano Yasel Ditemukan, Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Sekadau Masih Berlanjut: Galas Belum Ditemukan.
SEKADAU – Salah satu korban yang tenggelam di Wisata Batu Tinggi Sungai Sekadau pada Jum'at (18/8/2023) telah berhasil ditemukan dengan kondisi meninggal dunia. Korban tersebut adalah Kristiano Yasel, seorang pelajar yang berasal dari Gang Murai dan bersekolah di SMP Santo Gabriel.

Tim penyelamat berhasil menemukan Kristiano Yasel di pantai Desa Sungai Ringin pada Sabtu (19/8/2023) malam, di dekat area stgher Desa Sungai Ringin.

Jenazah Kristiano Yasel Ditemukan, Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Sekadau Masih Berlanjut: Galas Belum Ditemukan
Lokasi tenggelamnya dua pelajar di Wisata Batu Tinggi Sekadau.
Sementara itu, korban lainnya yang bernama Galas masih belum berhasil ditemukan. Tim penyelamat terus melanjutkan upaya pencarian intensif untuk menemukan korban yang masih hilang ini.

Kristiano Yasel merupakan sosok yang tinggal di Gang Murai dan tengah menempuh pendidikan di SMP Santo Gabriel.

Lokasi tenggelamnya dua pelajar di Wisata Batu Tinggi Sekadau.
Lokasi tenggelamnya dua pelajar di Wisata Batu Tinggi Sekadau.
Keberhasilan menemukan Kristiano Yasel membawa lega namun juga duka bagi keluarga, teman-teman, dan masyarakat setempat.

Pencarian terhadap korban yang masih hilang, Galas, tetap menjadi prioritas utama bagi tim penyelamat.

Lokasi tenggelamnya dua pelajar di Wisata Batu Tinggi Sekadau.
Lokasi tenggelamnya dua pelajar di Wisata Batu Tinggi Sekadau.
Korban yang telah ditemukan, Kristiano Yasel, telah dibawa ke RSUD Sekadau. Pihak berwenang dan tim penyelamat terus berkoordinasi dengan maksud untuk menemukan korban lainnya.

Semua pihak berharap agar pencarian korban yang masih hilang dapat berhasil dengan cepat.

Sebelumnya, peristiwa tenggelam ini terjadi ketika sekelompok 14 orang, termasuk dua korban, berkumpul di depan keraton.


Sebanyak 11 orang dari rombongan tersebut memutuskan untuk mandi dan berenang di Sungai Sekadau, mengikuti arus air sungai. 

Namun, ketika mereka mendekati kawasan Batu Tinggi, dua korban tiba-tiba menghilang. Tim penyelamat terus berusaha keras dalam operasi pencarian untuk menemukan korban yang belum ditemukan.

Sabtu, 20 Mei 2023

Berjasa Dalam Pencarian Korban Tenggelam, Tim SAR Gabungan Terima Penghargaan Kapolres Bengkayang

Kapolres Bengkayang AKBP Dr. Bayu Suseno, S.H., S.I.K., M.M., M.H memberikan penghargaan.
Bengkayang, Kalbar - Kepala Kepolisian Resor Bengkayang AKBP Dr. Bayu Suseno, S.H., S.I.K., M.M., M.H. memberikan penghargaan kepada Personel Polri, Masyarakat dan Mitra Polri yang telah membantu tugas Tim Search and Rescue (SAR) dalam pencarian korban tenggelam di Pantai Samudera Indah.

Kegiatan penyerahan penghargaan tersebut digelar di Pantai Samudera Indah, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang pada Sabtu (20/5/23) pagi. Adapun kegiatan dihadiri Pju Polres Bengkayang dan 44 orang yang mendapatkan penghargaan.

Penghargaan diberikan kepada 39 Personel Polres Bengkayang, Satbrimob, Personel TNI, Basarnas dan Bakamla atas keberhasilan sebagai Tim SAR dalam penemuan korban tenggelam di Pantai Samudera Indah dan 6 masyarakat serta pengelola pantai atas kontribusinya membantu petugas menemukan korban yang tenggelam di Pantai Samudera Indah.

Untuk diketahui, kejadian tenggelamnya seorang pria berinisial MAA (19) yang berdomisili di Pontianak terjadi di Pantai Samudera Indah pada Minggu (7/5/23) sore saat korban berenang namun terseret ombak dan terbawa ke tengah pantai. Oleh karena itu, gabungan Tim SAR serta masyarakat setempat melakukan pencarian dan pada Senin (8/5/23) malam korban ditemukan dengan keadaan tidak bernyawa.

Kapolres Bengkayang dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada personel Polri, TNI, Basarnas, Bakamla dan Masyarakat yang telah berdedikasi dan berkontribusi dalam membantu pencarian korban tenggelam di Pantai Samudera Indah tersebut.

Pada kesempatan tersebut juga, Kapolres mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga korban dan bersama-sama pihak yang hadir untuk mengirimkan doa kepada korban semoga ditempatkan yang terbaik disisi-Nya.

“Kami berikan apresiasi kepada Gabungan Tim SAR serta masyarakat yang telah berdedikasi dan peduli terhadap sesama sehingga korban berhasil ditemukan. Terima kasih, semoga hal ini menjadi ladang ibadah untuk kita semua,” ucap Kapolres.

“Syukurlah korban dapat segera ditemukan. Saya selaku Kapolres Bengkayang turut berduka cita, semoga keluarga diberikan ketabahan serta keikhlasan dan pada kesempatan ini, mari kita bersama mendoakan korban semoga ditempatkan yang terbaik di sisi-Nya,” sampai Kapolres.

(Tim Liputan)