Berita BorneoTribun: Kota Singkawang hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Kota Singkawang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kota Singkawang. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Maret 2026

Program 4.000 Rumah Subsidi Di Singkawang Dipercepat Untuk Warga MBR

Pemerintah Kota Singkawang mempercepat pembangunan 4.000 rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui koordinasi dengan pemerintah pusat dan penyiapan lahan. (Gambar ilustrasi AI)
Pemerintah Kota Singkawang mempercepat pembangunan 4.000 rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui koordinasi dengan pemerintah pusat dan penyiapan lahan. (Gambar ilustrasi AI)

Singkawang -- Pemerintah Kota Singkawang terus mempercepat realisasi pembangunan 4.000 unit rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). 

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan hunian layak sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, mengatakan percepatan program rumah subsidi dilakukan melalui penguatan koordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). 

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat proses pembangunan rumah bagi warga yang membutuhkan.

Ia menyebutkan, pembahasan terbaru mengenai program rumah subsidi tersebut dilakukan di Kantor Kementerian PKP dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian PKP, Didyk Choiroel.

“Dalam pembahasan tersebut dibicarakan berbagai langkah percepatan, mulai dari identifikasi ketersediaan lahan, proses administrasi, hingga skema pendanaan untuk mendukung pembangunan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Tjhai Chui Mie di Singkawang, Minggu.

Menurutnya, Pemerintah Kota Singkawang terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat agar program perumahan rakyat dapat segera terealisasi. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah pusat dan daerah, program ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Dengan dukungan pemerintah pusat, kami optimistis program rumah subsidi ini dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat Singkawang yang membutuhkan hunian layak,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Singkawang, Dwi Yanti, mengoordinasikan pembahasan lintas perangkat daerah terkait fungsi lahan yang akan dialokasikan untuk pembangunan rumah subsidi.

Pembahasan tersebut melibatkan sejumlah perangkat daerah, di antaranya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Kota Singkawang.

Dwi Yanti mengatakan koordinasi lintas perangkat daerah ini bertujuan mempercepat proses penyiapan lahan bagi pembangunan 4.000 unit rumah subsidi sekaligus memastikan pemanfaatannya tetap sesuai dengan ketentuan tata ruang yang berlaku.

Ia menegaskan pentingnya identifikasi lahan secara optimal dengan tetap memperhatikan fungsi lahan serta ketentuan tata ruang daerah.

Menurutnya, perencanaan penyediaan lahan perumahan harus selaras dengan dokumen perencanaan tata ruang, seperti Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

Pemerintah Kota Singkawang berharap percepatan pembangunan 4.000 unit rumah subsidi ini dapat berjalan secara terencana, berkelanjutan, serta tetap menjaga keseimbangan antara kebutuhan perumahan, ketahanan pangan, dan pengelolaan tata ruang daerah.

Minggu, 08 Maret 2026

Ribuan Warga Hadiri Buka Puasa Bersama Akbar Di Masjid Raya Singkawang

Ribuan warga Muslim dan non-Muslim menghadiri buka puasa bersama akbar di Masjid Raya Singkawang yang menjadi simbol toleransi, persaudaraan, dan kebersamaan masyarakat.
Ribuan warga Muslim dan non-Muslim menghadiri buka puasa bersama akbar di Masjid Raya Singkawang yang menjadi simbol toleransi, persaudaraan, dan kebersamaan masyarakat.

SINGKAWANG -- Ribuan warga dari berbagai latar belakang agama menghadiri kegiatan buka puasa bersama (bukber) akbar yang digelar di kawasan Masjid Raya Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Sabtu. Kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan yang memperlihatkan kuatnya nilai toleransi di tengah masyarakat kota tersebut.

Warga Muslim dan non-Muslim tampak berkumpul bersama di area masjid untuk mengikuti rangkaian kegiatan menjelang waktu berbuka. Suasana penuh keakraban terlihat ketika masyarakat saling berinteraksi tanpa memandang perbedaan agama maupun latar belakang budaya.

Wakil Wali Kota Singkawang Muhammadin mengatakan kegiatan tersebut menjadi simbol kuatnya kehidupan masyarakat Singkawang yang selama ini dikenal hidup berdampingan dalam keberagaman.

“Kegiatan ini menjadi simbol kuatnya toleransi dan kebersamaan masyarakat di Kota Singkawang yang selama ini dikenal hidup berdampingan dalam keberagaman suku, agama, dan budaya,” ujarnya.

Simbol Toleransi Dan Persaudaraan Masyarakat

Muhammadin menjelaskan kehadiran masyarakat dari berbagai latar belakang dalam kegiatan buka puasa bersama menunjukkan eratnya persaudaraan yang telah terbangun di tengah masyarakat.

Menurut dia, kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda berbuka puasa di bulan suci Ramadhan, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan yang telah lama menjadi ciri khas Kota Singkawang.

“Buka puasa bersama akbar ini bukan sekadar momentum berbuka puasa di bulan suci Ramadhan, tetapi juga menjadi wujud nyata kebersamaan dan persaudaraan masyarakat Kota Singkawang,” kata Muhammadin.

Ia menilai partisipasi warga non-Muslim dalam kegiatan tersebut mencerminkan kuatnya nilai toleransi yang terus dijaga oleh masyarakat setempat.

Kebersamaan Dalam Keberagaman

Muhammadin menegaskan bahwa kebersamaan masyarakat Singkawang dapat menjadi contoh bagaimana perbedaan dapat dirawat menjadi kekuatan untuk membangun harmoni sosial.

Menurutnya, kegiatan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat seperti ini menunjukkan bahwa perbedaan tidak menjadi penghalang untuk hidup rukun dan saling menghormati.

“Melalui kegiatan seperti ini kita menunjukkan bahwa Singkawang adalah kota yang hidup dalam persaudaraan. Di tengah berbagai perbedaan, masyarakat tetap bersatu dengan semangat kebersamaan dan saling menghormati,” ujarnya.

Nilai Ramadhan Menguatkan Solidaritas Sosial

Ia menambahkan nilai-nilai Ramadhan seperti keikhlasan, kepedulian, dan semangat berbagi diharapkan tidak hanya dirasakan oleh umat Muslim, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat.

Menurutnya, momentum kebersamaan tersebut dapat memperkuat solidaritas sosial di tengah kehidupan masyarakat yang beragam.

Muhammadin juga mengajak seluruh warga untuk terus menjaga keharmonisan dan memperkuat semangat persatuan yang telah menjadi identitas Kota Singkawang.

“Buka puasa bersama akbar ini menjadi gambaran indah bagaimana masyarakat Singkawang menjaga harmoni. Ribuan orang berkumpul tanpa memandang perbedaan, saling menghargai dan mempererat persaudaraan,” katanya.

Kegiatan buka puasa bersama akbar ini sekaligus memperlihatkan bagaimana masyarakat Singkawang terus merawat nilai toleransi dan persatuan, sehingga keberagaman dapat menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.

Sumber: ANTARA/Narwati

Minggu, 01 Maret 2026

Semarak 727 Tatung di Festival Cap Go Meh Singkawang Tahun Ini

727 Tatung Meriahkan Festival Cap Go Meh Singkawang 2026, Simbol Harmoni di Bulan Ramadhan
Sebanyak 727 tatung meriahkan Festival Cap Go Meh Singkawang 2026 di Kalimantan Barat. Perayaan budaya ini hadirkan pejabat nasional dan simbol toleransi di bulan Ramadhan.

727 Tatung Meriahkan Festival Cap Go Meh Singkawang 2026, Simbol Harmoni di Bulan Ramadhan

SINGKAWANG -- Sebanyak 727 tatung dipastikan ambil bagian dalam Festival Cap Go Meh 2026 di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, yang digelar pada Selasa 3 Maret 2026. Perayaan budaya tahunan ini menghadirkan ratusan peserta dari berbagai kategori dan akan dihadiri pejabat nasional hingga perwakilan luar negeri, menjadikannya salah satu agenda wisata budaya terbesar di Indonesia.

Festival Cap Go Meh, Tatung Singkawang, Wisata Budaya menjadi sorotan utama dalam perayaan tahun ini. Ketua Pelaksana Perayaan Imlek dan Cap Go Meh Singkawang, Bun Cin Thong, menyebutkan total 727 tatung telah terdaftar resmi untuk memeriahkan pawai budaya tersebut.

Dari jumlah tersebut, terdiri atas 523 tatung dengan tandu, 108 tanpa tandu, 75 miniatur, 15 jelangkung, tiga naga, dua barongsai, serta satu rombongan jalan kaki. Partisipasi tinggi ini menunjukkan kuatnya komitmen masyarakat dalam menjaga tradisi yang telah lama menjadi identitas Kota Singkawang.

Undangan untuk Pejabat Nasional dan Tamu Luar Negeri

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Singkawang, Mokhllis, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyebarkan 736 undangan kepada tokoh nasional dan pejabat negara. Hingga saat ini, sebanyak 102 undangan telah dikonfirmasi kehadirannya.

Sejumlah tokoh penting yang diundang antara lain Ketua MPR RI, Ketua DPD RI, Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Dalam Negeri, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Wakil Menteri Ekonomi Kreatif.

Selain itu, turut diundang Gubernur Kalimantan Barat, Gubernur Maluku Utara, perwakilan BPK RI, serta Sekretaris BNPP RI. Festival ini juga dijadwalkan dihadiri Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia serta tokoh nasional Oesman Sapta Odang.

Cap Go Meh Bukan Sekadar Festival

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menegaskan bahwa Festival Cap Go Meh bukan hanya agenda tahunan, melainkan warisan budaya yang tumbuh dari tradisi dan keberagaman masyarakat.

Menurutnya, momentum ini menjadi simbol nyata harmoni antar-umat beragama dan antar-etnis di Kota Singkawang. Tahun ini, perayaan terasa istimewa karena berlangsung bertepatan dengan bulan suci Ramadhan.

Pemerintah daerah bersama panitia Imlek dan Cap Go Meh serta panitia Ramadhan Fair berkolaborasi menghias kota secara bersama-sama. Sinergi ini memperlihatkan bahwa toleransi dan kerukunan tetap terjaga di tengah perbedaan.

“Inilah yang dapat kita tunjukkan kepada dunia bahwa damai itu indah dan membanggakan,” ujar wali kota.

Dorong Promosi untuk Tingkatkan Wisata

Pemerintah Kota Singkawang juga mendorong penguatan promosi agar Festival Cap Go Meh semakin dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan strategi promosi yang lebih masif, diharapkan jumlah wisatawan domestik dan mancanegara meningkat signifikan. Festival ini ditargetkan menjadi agenda budaya tahunan paling dinantikan serta memperkuat posisi Singkawang sebagai destinasi wisata budaya unggulan Indonesia.

Antusiasme ratusan tatung, dukungan pemerintah, dan kolaborasi lintas budaya menjadi daya tarik utama yang patut Anda saksikan langsung di Singkawang tahun ini.

FAQ Seputar Festival Cap Go Meh Singkawang 2026

1. Kapan Festival Cap Go Meh 2026 digelar?
Festival berlangsung pada Selasa, 3 Maret 2026.

2. Berapa jumlah tatung yang ikut serta?
Sebanyak 727 tatung dari berbagai kategori dipastikan ambil bagian.

3. Apa makna Festival Cap Go Meh di Singkawang?
Festival ini merupakan simbol harmoni antar-etnis dan antar-umat beragama serta warisan budaya yang menjadi identitas Kota Singkawang.

4. Apakah ada tamu penting yang hadir?
Ya, sejumlah pejabat nasional dan perwakilan luar negeri dijadwalkan menghadiri acara ini.

5. Mengapa perayaan tahun ini istimewa?
Karena berlangsung bersamaan dengan bulan suci Ramadhan, mencerminkan kuatnya toleransi di Singkawang.

Sumber: ANTARA/Narwati | Editor: Yakop

Rabu, 04 Februari 2026

262 Usulan Menggema dari Singkawang Selatan: Infrastruktur Jadi Nafas Utama Pembangunan RKPD 2027

262 Usulan Menggema dari Singkawang Selatan: Infrastruktur Jadi Nafas Utama Pembangunan RKPD 2027
262 Usulan Menggema dari Singkawang Selatan: Infrastruktur Jadi Nafas Utama Pembangunan RKPD 2027.

SINGKAWANG -- Suara warga Singkawang Selatan kembali menjadi fondasi perencanaan pembangunan daerah. Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kota Singkawang Tahun 2027 tingkat Kecamatan Singkawang Selatan, sebanyak 262 usulan kegiatan pembangunan resmi disampaikan. Mayoritas usulan tersebut menitikberatkan pada infrastruktur dasar dan konektivitas wilayah, dua hal yang dinilai paling mendesak untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Camat Singkawang Selatan, Apriyanto, menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan ruang dialog strategis antara pemerintah dan warga. Di sinilah aspirasi masyarakat dari tingkat kelurahan dirumuskan, disepakati, lalu diselaraskan dengan arah pembangunan Kota Singkawang ke depan.

“Musrenbang ini menjadi wadah musyawarah masyarakat Singkawang Selatan untuk menyepakati program prioritas yang berasal dari kebutuhan riil warga di kelurahan, kemudian diintegrasikan dengan prioritas pembangunan kota,” ujar Apriyanto di Singkawang, Selasa.

Infrastruktur Masih Jadi Kebutuhan Paling Mendesak

Dari total 262 usulan, 163 usulan difokuskan pada peningkatan kualitas layanan infrastruktur dasar, sementara 62 usulan lainnya menyasar penguatan konektivitas wilayah. Jenis kegiatan yang paling banyak diusulkan antara lain pembangunan jalan paving, drainase, dan jembatan.

Menurut Apriyanto, dominasi usulan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat masih membutuhkan penguatan infrastruktur permukiman dan akses antarwilayah. Infrastruktur yang layak diyakini mampu mendorong mobilitas warga sekaligus memperlancar roda perekonomian lokal.

“Ketika akses jalan baik dan lingkungan tertata, aktivitas warga menjadi lebih lancar, usaha kecil bergerak, dan ekonomi ikut tumbuh,” jelasnya.

Sebaran Usulan dari Empat Kelurahan

Usulan pembangunan tersebut berasal dari empat kelurahan di Singkawang Selatan, dengan rincian:

  • Kelurahan Sedau: 94 usulan

  • Kelurahan Pangmilang: 79 usulan

  • Kelurahan Sijangkung: 57 usulan

  • Kelurahan Sagatani: 32 usulan

Seluruh usulan ini telah melalui proses musyawarah dan diharapkan dapat masuk dalam prioritas perencanaan pembangunan daerah, untuk kemudian direalisasikan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.

Musrenbang Jadi Penentu Arah Pembangunan Kota

Sekretaris Daerah Kota Singkawang, Dwi Yanti, menilai Musrenbang sebagai forum yang sangat strategis dan partisipatif. Melalui proses ini, kebijakan pembangunan diharapkan benar-benar tepat sasaran, efektif, dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Musrenbang memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan Kota Singkawang tahun 2027. Partisipasi semua pihak sangat dibutuhkan agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar berdampak positif bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menyoroti sejumlah persoalan krusial yang perlu menjadi perhatian bersama, seperti kemiskinan ekstrem, tengkes (stunting), dan banjir. Saat ini, Kecamatan Singkawang Selatan menyumbang 27 persen dari total 195 keluarga miskin ekstrem di Kota Singkawang.

Tak hanya itu, masih terdapat dua kelurahan yang belum sepenuhnya bebas dari praktik buang air besar sembarangan (BABS). Kondisi ini menegaskan pentingnya program sanitasi dan perubahan perilaku masyarakat masuk dalam prioritas perencanaan.

“Ini adalah tantangan bersama yang harus kita jawab dengan aksi nyata melalui usulan-usulan Musrenbang,” ujar Dwi Yanti.

Potensi Ekonomi Besar, Warga Diajak Ikut Mengawal

Di balik berbagai tantangan, Singkawang Selatan juga menyimpan potensi besar sebagai penggerak ekonomi daerah. Wilayah ini memiliki pantai, kawasan perbukitan, lahan pertanian, serta menjadi pintu masuk Kota Singkawang dengan keberadaan bandara.

Potensi tersebut membuka peluang besar bagi pengembangan pariwisata dan agrowisata, yang jika dikelola dengan baik, mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dwi Yanti pun mengajak warga untuk tidak hanya mengusulkan, tetapi juga mengawal dan mengawasi jalannya program pembangunan agar tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Dengan sinergi pemerintah dan masyarakat, kita bisa menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bersama,” pungkasnya.

Jumat, 30 Desember 2022

DPD Golkar Singkawang Gelar Rakor Bersama Instansi Pemerintah dan Ormas

Rakor DPD Golkar Kota Singkawang jelang tahun politik.
Singkawang, Kalbar - Menyongsong tahun politik 2023 dan pemilu serentak 2024, DPD Partai Golkar Singkawang melaksanakan  Rapat Koordinasi (Rakor) bersama  Pimpinan Kecamatan, Badan/Lembaga, Ormas Hasta Karya dan Bakal caleg se-Kota Singkawang di Kantor DPD Partai Golkar, Jumat (30/12/2022).

Sebelum kegiatan rapat koordinasi dimulai, semua peserta rapat menikmati hidangan makan siang yang telah disediakan oleh Pengurus. Terlihat kekompakan dan kebahagiaan dalam silaturahmi dengan sesama kader Partai Golkar.

Rakor dipimpin langsung oleh Ketua DPD Partai Golkar Kota Singkawang Bapak Dr. Andi Syarif TUW. ST. MT. M.Si (Han) di ruang sekertariat Partai Golkar Lt. II.

Andi menyampaikan beberapa arahan dan nasehat kepada semua Pengurus, Pimpinan Kecamatan, Badan/Lembaga, Ormas Hasta Karya serta Bakal caleg yang hadir. 

Andi juga menghimbau kepada 70 peserta yang hadir di penghujung tahun 2022 ini jangan sampai ada catatan-catatan yang di tinggalkan, harus semua di bereskan.

"Saya berharap agar semua pengurus, lembaga dan ormas untuk bekerja secara maksimal untuk meraup suara mulai dari tingkat kelurahan sampai kecamatan dengan cara merekrut atau kaderisasi untuk mencapai target 4 kursi di Kota Singkawang," Ujar Andi.

Menurutnya, Partai Golkar juga akan melakukan pembenahan (ada beberapa jabatan pengurus harus segera di ganti) dan pembekalan kepada para Bacaleg untuk mulai dari sekarang menjalankan mesin partai sehingga nanti di tahun 2024 Partai Golkar akan mendapat hasil maksimal. 

"Jadi mulai dari sekarang kita semua bekerja untuk mengembalikan kursi yang dipinjam. Untuk tahun ini Golkar hanya mendapat dua kursi. Jadi saya berharap mulai dari sekarang kita semua bekerja," Pesannya.

"Dengan melihat para Calon legislatif kita yang sangat mumpuni alias elaktabilitasnya sudah tidak diragukan lagi untuk mampu berkompetisi dengan caleg dari partai lain. Untuk itu kerja keras kita untuk mencapai target 4 kursi di tahun 2024, selanjutnya Partai Golkar juga akan membenahi sumber daya manusianya harus jauh lebih bagus dari tahun kemarin sehingga dapat berjuang memperjuangkan kepentingan masyarakat di parlemen nanti," Harapnya.

Oleh : Rinto Andreas
Editor : R. Hermanto