Berita BorneoTribun: Kuliner Viral hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Kuliner Viral. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner Viral. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Maret 2026

Dari 1972 Hingga Sekarang, Batagor Yunus Bandung Tetap Jadi Favorit Pemudik

Batagor Yunus Bandung yang berdiri sejak 1972 kembali ramai diburu pemudik. Kuliner legendaris ini mampu menjual hingga ribuan porsi per hari dan jadi oleh-oleh favorit.
Batagor Yunus Bandung yang berdiri sejak 1972 kembali ramai diburu pemudik. Kuliner legendaris ini mampu menjual hingga ribuan porsi per hari dan jadi oleh-oleh favorit.

Batagor Yunus Bandung, Kuliner Legendaris Sejak 1972 Yang Selalu Diburu Pemudik

Bandung dikenal sebagai surga kuliner di Jawa Barat. Tidak hanya menyajikan makanan kekinian, kota ini juga memiliki banyak kuliner legendaris yang tetap bertahan puluhan tahun. Salah satunya adalah Batagor Yunus, yang hingga kini masih menjadi favorit wisatawan dan pemudik.

Bagi Anda yang melintas di Kota Bandung saat musim mudik Lebaran, tidak ada salahnya mampir sejenak untuk mencicipi batagor legendaris yang sudah ada sejak tahun 1972 ini.

Batagor Yunus berlokasi di Jalan Raya Kopo Nomor 68, Kota Bandung, tempat yang sama sejak pertama kali usaha ini dirintis oleh almarhum Yunus lebih dari lima dekade lalu.

Berawal Dari Gerobak Sederhana

Anak pemilik Batagor Yunus, Redi Gunawan, menceritakan bahwa usaha tersebut pertama kali dimulai oleh ayahnya dengan berjualan sederhana di kawasan Jalan Kopo.

“Almarhum bapak mulai jualan dari tahun 1972 di sini,” ujar Redi saat ditemui di Bandung.

Sejak saat itu, Batagor Yunus terus berkembang. Meski zaman berubah dan banyak pesaing bermunculan, cita rasa yang konsisten membuat tempat ini tetap ramai dikunjungi pelanggan.

Hingga saat ini, Batagor Yunus masih mempertahankan lokasi awalnya dan buka setiap hari mulai sekitar pukul 09.00 pagi hingga malam hari.

Ramai Saat Musim Mudik Lebaran

Menjelang musim mudik Lebaran, suasana di Batagor Yunus biasanya semakin ramai. Banyak pemudik yang sengaja mampir untuk membeli batagor sebagai oleh-oleh khas Bandung.

Menurut Redi, peningkatan penjualan sudah mulai terasa sejak pagi hari.

“Kalau musim Lebaran biasanya ramai. Kami buka jam 9 pagi, tapi biasanya sudah banyak yang pesan dari pagi,” katanya.

Tidak sedikit pembeli yang membeli dalam jumlah besar untuk dibawa pulang ke kampung halaman.

Bisa Dibawa Ke Luar Kota Bahkan Luar Negeri

Salah satu alasan Batagor Yunus banyak dijadikan oleh-oleh adalah daya tahannya yang cukup lama.

Batagor dengan kemasan biasa bisa bertahan sekitar dua hari pada suhu ruang. Jika disimpan di dalam kulkas, daya tahannya bisa mencapai tujuh hari.

Sementara itu, batagor yang dikemas secara vakum bisa bertahan sekitar empat hari di suhu ruang dan bahkan hingga tiga minggu jika disimpan di freezer.

Menariknya, pelanggan Batagor Yunus tidak hanya berasal dari dalam negeri.

“Ada yang bawa ke Jerman, Eropa, Amerika. Banyak juga yang beli untuk oleh-oleh umroh,” ungkap Redi.

Pengunjung Dari Berbagai Kota

Popularitas Batagor Yunus tidak hanya dikenal warga Bandung. Banyak pengunjung datang dari berbagai kota seperti Jabodetabek, Surabaya, Yogyakarta hingga Bali.

Bahkan beberapa wisatawan sengaja datang khusus untuk mencicipi batagor legendaris ini saat berkunjung ke Bandung.

Hal tersebut membuat tempat ini hampir tidak pernah sepi pengunjung, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.

Ribuan Porsi Terjual Setiap Hari

Dalam kondisi normal, Batagor Yunus mampu menjual sekitar 2.000 porsi per hari.

Jumlah tersebut bisa meningkat menjadi 3.000 hingga 4.000 porsi saat akhir pekan.

Sementara pada musim liburan seperti Lebaran atau Tahun Baru, penjualan bisa melonjak hingga lebih dari 5.000 porsi dalam sehari.

Angka tersebut menunjukkan betapa kuatnya daya tarik kuliner legendaris ini di tengah persaingan kuliner modern.

Rahasia Kelezatan Batagor Yunus

Menurut Redi, salah satu kunci utama yang membuat Batagor Yunus tetap diminati hingga sekarang adalah kualitas bahan baku yang selalu dijaga.

Bahan utama seperti ikan tenggiri dan tepung kanji dipilih dengan standar tertentu agar menghasilkan tekstur dan rasa yang konsisten.

“Tidak semua ikan tenggiri bisa dipakai untuk batagor. Kami benar-benar memilih bahan yang berkualitas,” jelasnya.

Selain itu, proses produksi batagor juga dilakukan langsung di lokasi. Hal ini membuat pelanggan bisa menikmati batagor yang masih segar.

Tetap Bertahan Dengan Konsep Usaha Keluarga

Meski sudah terkenal hingga berbagai daerah, Batagor Yunus tetap mempertahankan konsep usaha keluarga.

Hingga saat ini mereka belum membuka cabang, walaupun banyak pihak yang menawarkan kerja sama waralaba.

Keputusan tersebut diambil untuk menjaga kualitas rasa serta mempertahankan identitas kuliner legendaris yang sudah dibangun sejak puluhan tahun lalu.

Harga Masih Ramah Di Kantong

Selain rasanya yang khas, harga Batagor Yunus juga masih cukup terjangkau.

Satu potong batagor dijual sekitar Rp6.000, sedangkan menu mie baso dibanderol mulai Rp20.000.

Dengan harga yang relatif terjangkau, tidak heran jika tempat ini selalu menjadi destinasi favorit para pecinta kuliner.

Kuliner Wajib Saat Berkunjung Ke Bandung

Jika Anda sedang berada di Bandung atau melintas saat perjalanan mudik, Batagor Yunus bisa menjadi salah satu destinasi kuliner yang wajib dicoba.

Rasa yang konsisten selama lebih dari 50 tahun, bahan berkualitas, serta reputasi yang sudah dikenal luas membuat Batagor Yunus tetap menjadi salah satu ikon kuliner legendaris Kota Bandung.

Sekali mencoba, banyak orang yang akhirnya kembali lagi hanya untuk menikmati gurihnya batagor khas yang satu ini.

Mie Kocok Mang Nanang Legendaris Di Bandung, Kuliner Wajib Disinggahi Saat Mudik Lebaran

Mie Kocok Mang Nanang di Bandung jadi kuliner legendaris sejak 1991. Dari jualan keliling hingga ramai dikunjungi pemudik, resep kuah kaldu dan kikilnya tetap dipertahankan.
Mie Kocok Mang Nanang di Bandung jadi kuliner legendaris sejak 1991. Dari jualan keliling hingga ramai dikunjungi pemudik, resep kuah kaldu dan kikilnya tetap dipertahankan.

Mie Kocok Mang Nanang Legendaris Di Bandung, Kuliner Wajib Disinggahi Saat Mudik

JAKARTA -- Perjalanan mudik sering kali melelahkan, apalagi jika menempuh jarak jauh. Karena itu, banyak pemudik memilih singgah sejenak untuk beristirahat sambil menikmati kuliner khas daerah yang dilewati. Bagi pemudik yang melintasi Kota Bandung, ada satu tempat makan legendaris yang sering menjadi tujuan: Mie Kocok Mang Nanang Tea.

Warung mie kocok yang sudah berdiri lebih dari tiga dekade ini dikenal luas oleh pecinta kuliner. Cita rasa kuah kaldu yang gurih serta kikil sapi yang lembut membuat banyak orang rela datang dari berbagai kota hanya untuk menikmati semangkuk mie kocok di tempat ini.

Berawal Dari Jualan Keliling Dengan Gerobak

Pemilik usaha, Nanang Supriyatna, menceritakan bahwa perjalanan bisnisnya dimulai sejak tahun 1991. Pada masa itu, ia berjualan mie kocok dengan cara berkeliling menggunakan gerobak dorong.

Ia mengaku pernah menyusuri berbagai kawasan di Bandung untuk menjajakan dagangannya.

“Dulu saya keliling dari daerah Jampelah sampai Pasar Baru. Kadang ada pegawai kantor yang memanggil, saya dorong lagi gerobaknya ke kantor mereka,” ujar Nanang saat ditemui di Bandung.

Perjalanan tersebut tentu tidak mudah. Namun berkat kerja keras dan konsistensi menjaga kualitas rasa, usahanya perlahan berkembang. Dari sekadar berjualan keliling, kini Mie Kocok Mang Nanang memiliki tempat tetap yang ramai didatangi pelanggan setiap hari.

Resep Tidak Pernah Diubah

Salah satu rahasia utama yang membuat mie kocok ini tetap diminati adalah konsistensi dalam menjaga resep.

Nanang menegaskan bahwa sejak awal berdiri hingga sekarang, ia tidak pernah mengubah racikan dasar mie kocoknya.

Menurutnya, menjaga rasa jauh lebih penting daripada sekadar menekan biaya produksi.

“Kalau harga bahan naik, lebih baik harga jualnya sedikit disesuaikan daripada resepnya diubah,” katanya.

Keputusan itu terbukti tepat. Pelanggan tetap datang karena mereka mendapatkan rasa yang sama seperti yang mereka nikmati bertahun-tahun lalu.

Kuah Kaldu Dimasak Berjam-Jam

Ciri khas utama mie kocok ini terletak pada kuah kaldunya yang kaya rasa. Kuah tersebut dimasak menggunakan tulang sapi dan membutuhkan waktu cukup lama untuk menghasilkan rasa gurih yang kuat.

Nanang menjelaskan bahwa proses memasak kuah kaldu bisa memakan waktu sekitar empat jam.

Selain kuah, bahan lain yang sangat dijaga kualitasnya adalah kikil sapi. Teksturnya yang lembut dan kenyal menjadi daya tarik utama dalam setiap porsi mie kocok.

Penjualan Bisa Capai 1.200 Porsi

Popularitas Mie Kocok Mang Nanang terlihat dari jumlah penjualan setiap harinya. Pada hari biasa, gerai ini bisa menjual sekitar 600 porsi mie kocok.

Namun saat akhir pekan atau ketika jumlah pengunjung meningkat, penjualan dapat melonjak hingga sekitar 1.200 porsi bahkan lebih.

Kondisi tersebut menunjukkan betapa besarnya minat masyarakat terhadap kuliner khas Bandung ini.

Pelanggan Datang Dari Berbagai Kota

Tidak hanya warga Bandung, banyak pelanggan yang datang dari luar kota untuk mencicipi mie kocok legendaris ini.

Nanang mengatakan pengunjung sering datang dari berbagai daerah seperti Bogor, Jakarta, hingga Cirebon.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kuliner tradisional tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.

Harga Masih Terjangkau

Meski terkenal dan selalu ramai, harga seporsi mie kocok di tempat ini masih terbilang cukup terjangkau.

Satu porsi mie kocok dibanderol sekitar Rp37.000 hingga Rp47.000, tergantung pilihan isi yang dipesan.

Harga tersebut dianggap sepadan dengan porsi, kualitas bahan, dan rasa yang ditawarkan.

Lokasi Strategis Untuk Tempat Istirahat Pemudik

Bagi pemudik yang ingin singgah, warung Mie Kocok Mang Nanang berada di Jalan Ternate No. 2, Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung.

Tempat ini biasanya buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 17.30 WIB.

Lokasinya yang berada di pusat kota membuatnya mudah dijangkau oleh pengendara yang ingin beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.

Cabang Buka Hingga Malam Hari

Bagi pengunjung yang ingin menikmati mie kocok pada malam hari, tersedia cabang lain yang berlokasi di Jalan Jawa No. 32, Merdeka, Kecamatan Sumur Bandung.

Cabang tersebut buka lebih lama, yakni hingga sekitar 22.00 WIB setiap hari.

Dengan pilihan waktu yang lebih fleksibel, para pecinta kuliner tetap bisa menikmati mie kocok legendaris ini kapan saja.

Kuliner Yang Selalu Dirindukan

Bagi banyak orang, perjalanan mudik bukan hanya soal pulang ke kampung halaman. Ada juga momen menikmati kuliner khas daerah yang dilewati.

Mie Kocok Mang Nanang menjadi salah satu destinasi kuliner yang sering dirindukan para pelintas Bandung. Rasanya yang autentik dan sejarah panjangnya membuat tempat ini tetap bertahan di tengah banyaknya kuliner baru yang bermunculan.

Jika Anda melewati Bandung saat mudik atau liburan, menyempatkan diri menikmati semangkuk mie kocok hangat di tempat ini bisa menjadi pengalaman kuliner yang tak terlupakan.