Berita BorneoTribun: Mars hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Mars. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mars. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Agustus 2025

Mars Rover NASA Temukan Helm Perang di Planet Merah, Ilmuwan Curiga Ada Jejak Air Bawah Tanah

JAKARTA - NASA mengumumkan penemuan unik di Mars setelah rover Perseverance memotret batu berbentuk mirip helm perang pada 5 Agustus 2025 lalu. 

Batu yang diberi nama Horneflya ini terlihat jelas lewat kamera Mastcam-Z, lengkap dengan puncak tajam dan tekstur bulat menyerupai lapisan baju zirah kuno. 

Para ilmuwan menduga bentuknya bisa menjadi petunjuk penting tentang adanya aktivitas air di bawah permukaan Mars.

Mars Rover NASA Temukan ‘Helm Perang’ di Planet Merah, Ilmuwan Curiga Ada Jejak Air Bawah Tanah
Mars Rover NASA Temukan ‘Helm Perang’ di Planet Merah, Ilmuwan Curiga Ada Jejak Air Bawah Tanah.

Menurut tim ilmuwan, hampir seluruh permukaan Horneflya dipenuhi butiran bulat kecil yang disebut sferula. Struktur inilah yang langsung menarik perhatian. 

“Bukan bentuknya yang membuat batu ini luar biasa, tapi komposisinya,” ujar David Egla, perwakilan tim Perseverance

Ia menjelaskan, di Bumi, formasi serupa kerap muncul akibat proses kimia dari air tanah yang menembus celah batuan sedimen, atau bisa juga dari aktivitas vulkanik.

Kamera Mastcam-Z yang dibawa Perseverance memang dirancang untuk merekam detail permukaan Mars dengan resolusi tinggi, termasuk dalam format stereo. 

Dari kamera inilah publik sebelumnya sudah dibuat heboh dengan foto-foto batu berbentuk “donat” hingga “avokad”. 

Fenomena ini disebut pareidolia, yakni kecenderungan otak manusia mengenali pola atau bentuk familiar dalam objek acak. Meski demikian, para peneliti tetap menekankan bahwa di balik “wajah” lucu bebatuan itu tersimpan data geologi penting.

Ke depan, NASA berencana mengumpulkan lebih banyak sampel untuk memastikan asal-usul formasi Horneflya. 

Jika benar sferula terbentuk akibat air bawah tanah, maka temuan ini bisa menambah bukti bahwa Mars pernah atau mungkin masih menyimpan cadangan air di bawah permukaan. 

Penemuan ini sangat penting untuk memahami sejarah iklim Mars, sekaligus membuka peluang penelitian tentang kemungkinan adanya kehidupan mikroba di masa lalu.

Sabtu, 09 Agustus 2025

Perseverance Captures Clearest-Ever Panorama of Mars

High-resolution panorama of Mars from NASA’s Perseverance rover, showing a rock drill site, hills 65 km away, and a large boulder on crescent-shaped sand ripples.
High-resolution panorama of Mars from NASA’s Perseverance rover, showing a rock drill site, hills 65 km away, and a large boulder on crescent-shaped sand ripples.

NASA has once again grabbed the attention of space enthusiasts. The Perseverance rover has captured the clearest panorama of Mars since the start of its mission in 2021. The images were taken during a rare dust-settling event in the Martian atmosphere in early August 2025, right at Jezero Crater, the rover’s main exploration site.

This stunning panorama is made up of 96 high-resolution images taken over several days while the planet’s dust was unusually calm — a phenomenon that only occurs about once every two years. NASA’s imaging team used this perfect window to produce an incredibly detailed view. The scene clearly shows a white drill mark from a rock sampling operation in the foreground, distant hills located about 65 kilometers away, and tire tracks marking Perseverance’s journey to the shooting location.

One of the most intriguing details in the panorama is a large boulder resting on crescent-shaped sand ripples. Scientists have nicknamed it the floating rock because its position seems oddly out of place. NASA researchers believe it may have been moved there by strong winds, ancient water flow, or even a landslide. “Its exact origin remains a mystery we’re eager to solve,” NASA’s team noted in an official statement.

This image isn’t just a showcase of Perseverance’s powerful camera — it also serves as valuable data for studying Mars’ geology. With a view much cleaner than usual, scientists can better analyze soil textures, wind patterns, and potential future sampling sites. NASA plans to release an interactive version of this panorama soon, allowing the public to “explore” Mars in unprecedented detail.

Curiosity Finds ‘Coral’ on Mars, Strong Evidence the Red Planet Once Had Oceans

Coral-like rock formation found on Mars by NASA’s Curiosity rover
Coral-like rock formation found on Mars by NASA’s Curiosity rover.

NASA’s Curiosity rover has made another fascinating discovery on Mars. This time, the robotic explorer spotted a rock on the planet’s surface that looks strikingly similar to sea coral found on Earth. While it’s not a living organism, scientists say the formation likely dates back billions of years when Mars still had oceans, according to a NASA statement on Friday (Aug 8, 2025).

NASA explained that these coral-like structures formed when minerals seeped into cracks in the rock, and flowing water eventually evaporated, leaving behind crystal deposits. Over time, Martian winds shaped them into the intricate patterns we see today. “Formations like this are traces of Mars’ wet past and its potential habitability,” said a spokesperson for the Curiosity science team.

Coral-like rock formation found on Mars by NASA’s Curiosity rover
Coral-like rock formation found on Mars by NASA’s Curiosity rover.

The discovery also strengthens the theory that Mars’ water didn’t completely vanish. Most of it now exists as ice at the poles, but some scientists believe there could still be liquid water hidden beneath the surface—possibly in underground oceans. “Every unique mineral structure gives us another piece of the puzzle to understand Mars’ geological history,” NASA added.

This find joins a growing list of “oddities” captured on Mars. In previous missions, Curiosity and its newer counterpart, the Perseverance rover, have photographed rocks shaped like a “donut,” an “avocado,” as well as formations resembling a “cat’s face” and a “bear’s snout.” While they may look like fun coincidences, these images serve as valuable visual evidence for future research, including the search for signs of ancient life on the Red Planet.

Perseverance Tunjukkan Panorama Mars Paling Jernih Sepanjang Misi

Panorama resolusi tinggi Mars dari rover Perseverance, menampilkan bekas pengeboran, bukit sejauh 65 km, dan batu besar di atas pasir berbentuk sabit.
Panorama resolusi tinggi Mars dari rover Perseverance, menampilkan bekas pengeboran, bukit sejauh 65 km, dan batu besar di atas pasir berbentuk sabit.

JAKARTA - NASA kembali mencuri perhatian pecinta sains antariksa. Rover Perseverance berhasil mengabadikan panorama paling jernih dari permukaan Mars sejak awal misinya pada 2021. 

Foto ini diambil saat momen langka turunnya debu di atmosfer planet merah pada awal Agustus 2025, tepat di wilayah kawah Jezero, lokasi utama eksplorasi rover tersebut.

Panorama ini tersusun dari 96 foto resolusi tinggi yang diambil secara bertahap ketika debu Mars sedang mereda peristiwa yang hanya terjadi sekitar sekali setiap dua tahun. 

Momen tersebut dimanfaatkan tim pengolah citra NASA untuk menghasilkan pemandangan yang sangat detail. 

Dalam foto itu, terlihat jelas bekas pengeboran batu untuk pengambilan sampel di bagian depan, jajaran bukit sejauh 65 kilometer di kejauhan, hingga jejak roda yang menjadi saksi perjalanan Perseverance menuju titik pemotretan.

NASA menyebut salah satu objek paling menarik dalam panorama ini adalah sebuah batu besar yang terletak di atas pola pasir berbentuk sabit. 

Para ilmuwan menjulukinya floating rock atau “batu mengapung” karena posisinya terlihat tidak biasa. 

Batu ini diperkirakan berpindah ke lokasi tersebut akibat tiupan angin kuat, aliran air di masa lalu, atau bahkan peristiwa longsor. 

"Asal-usul pastinya masih menjadi misteri yang ingin kami ungkap," tulis tim NASA dalam rilis resminya.

Hasil jepretan ini bukan hanya sekadar pamer kecanggihan kamera Perseverance, tetapi juga menjadi data penting bagi studi geologi Mars. 

Dengan kualitas visual yang lebih bersih dari biasanya, peneliti dapat mengidentifikasi tekstur tanah, pola angin, hingga potensi lokasi pengambilan sampel berikutnya. 

Ke depan, NASA berencana merilis versi interaktif panorama ini agar publik bisa “menjelajahi” Mars secara virtual dengan detail yang belum pernah ada sebelumnya.

Curiosity Temukan ‘Koral’ di Mars, Bukti Kuat Planet Merah Pernah Punya Lautan

Batu di Mars berbentuk mirip karang laut yang ditemukan rover Curiosity NASA
Batu di Mars berbentuk mirip karang laut yang ditemukan rover Curiosity NASA.

Jakarta – Rover Curiosity milik NASA kembali membuat penemuan unik di Mars. Kali ini, wahana penjelajah itu menemukan batu di permukaan Planet Merah yang bentuknya sangat mirip dengan karang laut di Bumi. 

Meskipun bukan organisme hidup, formasi batuan ini diyakini terbentuk miliaran tahun lalu saat Mars masih memiliki lautan, menurut penjelasan ilmuwan NASA, Jumat (8/8/2025).

NASA menjelaskan, struktur seperti “koral” ini tercipta ketika mineral meresap ke dalam retakan batuan, lalu air yang mengalir di Mars menguap, meninggalkan endapan kristal. 

Seiring waktu, terpaan angin membentuk pola rumit yang terlihat saat ini. 

“Formasi seperti ini adalah jejak masa lalu Mars yang basah dan berpotensi layak huni,” kata juru bicara tim sains Curiosity.

Penemuan ini juga memperkuat teori bahwa air di Mars tidak sepenuhnya hilang. Sebagian besar kini ada dalam bentuk es di kutub, namun ada dugaan masih tersisa cadangan air cair di bawah permukaan, mungkin dalam bentuk lautan bawah tanah. 

“Setiap struktur mineral unik memberi kita potongan puzzle untuk memahami sejarah geologi Mars,” tambah NASA.

Temuan ini menambah deretan “benda aneh” yang berhasil diabadikan dari Mars. Sebelumnya, Curiosity dan rover Perseverance pernah memotret batuan berbentuk “donat”, “avokadо”, hingga “wajah kucing” dan “muka beruang”. 

Foto-foto ini bukan sekadar fenomena unik, tapi menjadi bukti visual penting untuk riset masa depan, termasuk misi mencari tanda-tanda kehidupan purba di Mars.