Berita BorneoTribun: Masoud Pezeshkian hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Masoud Pezeshkian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masoud Pezeshkian. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Maret 2026

Presiden Iran Sebut Sejumlah Negara Mulai Mediasi Konflik Iran AS Israel

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut sejumlah negara mulai melakukan mediasi di tengah konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang meningkat.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut sejumlah negara mulai melakukan mediasi di tengah konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang meningkat.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan sejumlah negara telah memulai upaya mediasi di tengah meningkatnya konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Pernyataan itu disampaikan saat ketegangan di kawasan Timur Tengah masih berlangsung setelah serangkaian serangan militer yang saling dibalas.

Melalui pernyataan di media sosial X pada Jumat, Pezeshkian menegaskan Iran tetap berkomitmen pada perdamaian yang berkelanjutan di kawasan. Namun, ia juga menegaskan bahwa negaranya tidak akan ragu mempertahankan martabat serta kedaulatan nasional.

Konflik terbaru ini memicu perhatian berbagai negara yang berusaha meredakan ketegangan agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas di kawasan.

Upaya Mediasi Di Tengah Ketegangan

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut sejumlah negara mulai melakukan mediasi di tengah konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang meningkat.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut sejumlah negara mulai melakukan mediasi di tengah konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang meningkat.

Dalam pernyataannya, Pezeshkian mengatakan beberapa negara telah mengambil langkah diplomatik untuk menjadi penengah antara pihak-pihak yang terlibat.

Ia menekankan bahwa Iran terbuka terhadap proses mediasi yang bertujuan menghentikan eskalasi konflik. Namun, menurutnya, upaya tersebut juga harus mempertimbangkan pihak yang dianggap memicu ketegangan.

Pezeshkian menyebut bahwa mediasi seharusnya ditujukan kepada pihak yang dinilai meremehkan rakyat Iran serta memicu konflik yang terjadi saat ini.

Latar Belakang Serangan Militer

Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terkoordinasi pada 28 Februari yang menargetkan sejumlah lokasi di Iran. Beberapa fasilitas yang menjadi sasaran dilaporkan berada di wilayah ibu kota, Teheran.

Serangan tersebut disebut sebagai bagian dari operasi militer yang menyasar beberapa lokasi strategis di negara itu.

Sebagai balasan, Iran kemudian melancarkan serangan terhadap wilayah Israel serta sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah.

Aksi saling serang ini memperburuk situasi keamanan regional dan meningkatkan kekhawatiran akan kemungkinan eskalasi konflik yang lebih besar.

Dampak Terhadap Stabilitas Kawasan

Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel menjadi perhatian serius bagi banyak negara karena berpotensi memengaruhi stabilitas Timur Tengah secara luas.

Upaya mediasi yang mulai dilakukan oleh sejumlah negara dipandang sebagai langkah penting untuk menekan risiko konflik terbuka yang lebih luas.

Sejauh ini belum ada informasi rinci mengenai negara mana saja yang terlibat dalam proses mediasi tersebut. Namun, berbagai pihak berharap jalur diplomasi dapat membantu meredakan ketegangan dan membuka ruang dialog antara pihak yang berseteru.

Sabtu, 28 Februari 2026

Tujuh Roket Hantam Teheran Dekat Kediaman Ayatollah Ali Khamenei dan Istana Presiden Iran

Tujuh roket menghantam Teheran dekat kediaman Ayatollah Ali Khamenei dan Istana Presiden Iran. Presiden Masoud Pezeshkian dilaporkan selamat. Israel tetapkan status darurat nasional.
Tujuh roket menghantam Teheran dekat kediaman Ayatollah Ali Khamenei dan Istana Presiden Iran. Presiden Masoud Pezeshkian dilaporkan selamat. Israel tetapkan status darurat nasional.

JAKARTA -- Teheran diguncang serangan pada Sabtu, 28 Februari, setelah sekitar tujuh roket menghantam kawasan pusat ibu kota Iran, termasuk area yang berdekatan dengan kediaman Ayatollah Ali Khamenei dan Istana Kepresidenan. Laporan sejumlah kantor berita Iran menyebutkan Presiden Masoud Pezeshkian tidak mengalami luka dalam insiden tersebut.

Serangan terjadi di beberapa titik strategis di Teheran. Media lokal melaporkan ledakan terdengar keras di pusat kota, sementara sejumlah apartemen warga dilaporkan mengalami kerusakan parah. Situasi ini meningkatkan ketegangan keamanan di ibu kota dan memicu kepanikan di kalangan masyarakat.

Serangan Roket Guncang Pusat Teheran

Berdasarkan laporan kantor berita Fars dan Mehr, sedikitnya tujuh roket menghantam area yang tidak jauh dari kediaman Pemimpin Tertinggi Iran. Walau belum ada rincian resmi mengenai jumlah korban, sejumlah bangunan tempat tinggal warga di distrik pusat dilaporkan hancur akibat dampak ledakan.

Saluran televisi SNN menyebut beberapa apartemen rusak berat. Dua ledakan tambahan juga dilaporkan mengguncang Teheran pada hari yang sama. Aparat keamanan langsung meningkatkan pengamanan di sejumlah titik vital pemerintahan.

Ledakan Juga Terjadi di Chabahar

Tidak hanya di ibu kota, ledakan juga dilaporkan terjadi di kota pelabuhan Chabahar, Provinsi Sistan dan Baluchestan, Iran bagian tenggara. Kota ini memiliki posisi strategis dalam jalur perdagangan dan pertahanan Iran, sehingga insiden tersebut menambah kekhawatiran akan meluasnya konflik.

Israel Tetapkan Status Darurat

Pada Sabtu pagi waktu setempat, pemerintah Israel mengumumkan telah melancarkan serangan terhadap Iran dan menetapkan status darurat nasional. Langkah tersebut diumumkan oleh Kementerian Pertahanan Israel sebagai respons atas eskalasi keamanan yang berkembang cepat.

Ketegangan antara Iran dan Israel memang telah berlangsung lama. Serangan terbaru ini menandai babak baru yang berpotensi memperluas konflik di kawasan Timur Tengah.

Dampak dan Kekhawatiran Global

Serangan roket di dekat pusat pemerintahan Iran bukan hanya isu domestik, tetapi juga menjadi perhatian internasional. Pengamat menilai, eskalasi konflik Iran dan Israel dapat berdampak pada stabilitas politik, keamanan regional, hingga harga minyak dunia.

Masyarakat internasional kini menunggu langkah diplomasi maupun respons lanjutan dari kedua negara. Situasi ini terus berkembang dan memerlukan pemantauan ketat.

FAQ Seputar Serangan Roket di Teheran

1. Kapan serangan roket terjadi?
Serangan terjadi pada Sabtu, 28 Februari, di beberapa titik di Teheran.

2. Apakah Ayatollah Ali Khamenei atau Presiden Iran terluka?
Laporan media Iran menyebutkan Presiden Masoud Pezeshkian tidak mengalami luka. Tidak ada laporan resmi terkait kondisi Ayatollah Ali Khamenei.

3. Di mana saja lokasi ledakan?
Ledakan terjadi di pusat Teheran, dekat kediaman Pemimpin Tertinggi Iran dan Istana Presiden, serta di kota pelabuhan Chabahar.

4. Siapa yang mengumumkan serangan terhadap Iran?
Pemerintah Israel mengumumkan telah melancarkan serangan dan menetapkan status darurat nasional.

5. Apa dampak yang mungkin terjadi?
Eskalasi konflik Iran dan Israel berpotensi memicu ketegangan regional dan berdampak pada stabilitas ekonomi global.

Senin, 19 Januari 2026

Peringatan Keras Presiden Iran Pezeshkian Serang Khamenei Sama Artinya Perang Terbuka dengan Iran

Peringatan Keras Presiden Iran Pezeshkian Serang Khamenei Sama Artinya Perang Terbuka dengan Iran
Peringatan Keras Presiden Iran Pezeshkian Serang Khamenei Sama Artinya Perang Terbuka dengan Iran.

JAKARTA - Presiden Iran Masoud Pezeshkian melontarkan peringatan keras yang langsung menggema ke panggung politik global. Ia menegaskan, siapa pun yang berani menyerang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei akan dianggap telah menyatakan perang terbuka terhadap seluruh bangsa Iran.

Pernyataan ini disampaikan Pezeshkian sebagai respons atas komentar Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyinggung kemungkinan mencari pemimpin baru untuk Iran. Menurut Pezeshkian, ucapan tersebut bukan sekadar opini politik, melainkan ancaman serius terhadap kedaulatan negaranya.

“Menyerang pemimpin besar negara kami sama saja dengan memicu perang skala penuh dengan rakyat Iran,” tegas Pezeshkian dalam unggahan di media sosial X, seperti dikutip dari AFP, Senin 19 Januari 2026.

Ia menekankan bahwa Ayatollah Ali Khamenei bukan hanya pemimpin tertinggi secara struktural, tetapi juga simbol persatuan nasional yang menyatukan rakyat Iran di tengah tekanan internasional. Karena itu, segala bentuk ancaman terhadap Khamenei dipandang sebagai serangan langsung terhadap negara.

Di sisi lain, Ayatollah Ali Khamenei sebelumnya juga melontarkan tudingan keras kepada Amerika Serikat dan Israel. Ia menuduh pihak-pihak yang memiliki keterkaitan dengan kedua negara tersebut sebagai dalang di balik kerusuhan besar yang terjadi saat gelombang protes anti-pemerintah melanda Iran.

Menurut Khamenei, aksi demonstrasi yang berlangsung selama lebih dari dua minggu itu berubah menjadi kekerasan yang menelan korban jiwa dalam jumlah besar. Ia menyebut ribuan orang tewas akibat kerusuhan yang, menurutnya, tidak lepas dari campur tangan asing.

“Mereka yang terhubung dengan Israel dan Amerika Serikat telah menyebabkan kerusakan besar dan membunuh ribuan orang selama protes yang mengguncang Iran,” ujar Khamenei, dikutip dari Al Jazeera, Minggu 18 Januari.

Tak berhenti di situ, Khamenei juga secara langsung menuding Presiden AS Donald Trump terlibat dalam eskalasi konflik tersebut. Ia bahkan menyebut Trump sebagai kriminal dan menilai situasi kali ini berbeda karena adanya keterlibatan pribadi dari presiden Amerika Serikat.

Pemberontakan anti-Iran terbaru ini berbeda, karena presiden AS terlibat secara langsung,” kata Khamenei.

Pernyataan saling serang dari kedua negara ini menandakan meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. Banyak pihak menilai, situasi tersebut berpotensi memicu konflik yang lebih luas jika tidak segera diredam melalui jalur diplomasi.

@borneotribun.com Balas Pernyataan Trump, Presiden Iran Ancam Perang Besar Jika Khamenei Diserang Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengeluarkan peringatan keras yang langsung menarik perhatian dunia. Ia menegaskan, setiap serangan terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akan dianggap sebagai deklarasi perang terhadap bangsa Iran. Pernyataan ini disampaikan Pezeshkian melalui media sosial X, menanggapi komentar Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang sebelumnya menyebut soal kemungkinan mencari pemimpin baru untuk Iran. Dalam pernyataannya, Pezeshkian menegaskan bahwa Ayatollah Khamenei adalah simbol persatuan nasional Iran. Menurutnya, menyerang pemimpin tertinggi negara sama artinya dengan memicu perang skala penuh dengan rakyat Iran. Di sisi lain, Ayatollah Ali Khamenei juga melontarkan tudingan keras terhadap Amerika Serikat dan Israel. Ia menuduh aktor-aktor yang terkait dengan kedua negara tersebut bertanggung jawab atas kematian ribuan orang selama aksi protes anti-pemerintah yang berlangsung selama beberapa pekan di Iran. Kunjungi & Ikuti: https://www.borneotribun.com/ https://www.youtube.com/@borneotribun https://www.instagram.com/borneotribun https://www.tiktok.com/@borneotribun.com https://www.threads.com/@borneotribun https://x.com/borneotribun https://id.pinterest.com/borneotribun/ #iran #timurtengah #beritadunia #politikglobal #trump ♬ suara asli - Borneotribun