Berita BorneoTribun: Medali Emas hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Medali Emas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Medali Emas. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Februari 2026

Indonesia Menggila di Track Asia Cup I 2026 Tambah Dua Emas dan Tegaskan Dominasi Balap Sepeda Asia

Pesepeda balap Indonesia Bernard Benyamin van Aert memacu sepeda saat berlatih di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta, Selasa (18/6/2024). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/YU (ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)
Pesepeda balap Indonesia Bernard Benyamin van Aert memacu sepeda saat berlatih di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta, Selasa (18/6/2024). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/YU (ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)

JAKARTA -- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan tim balap sepeda Indonesia di kancah internasional. Indonesia sukses menutup ajang Track Asia Cup I 2026 yang digelar di India dengan tambahan dua medali emas, sekaligus menegaskan posisi sebagai salah satu kekuatan utama balap sepeda Asia.

Dua emas tersebut datang dari nomor team pursuit elite putra dan omnium elite putra, hasil kerja keras para atlet yang tampil solid dan penuh determinasi sepanjang kompetisi.

Mengutip informasi dari laman resmi Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI), skuad team pursuit putra Indonesia diperkuat oleh Bernard Benyamin Van Aert, Dika Alif Dhentaka, Julian Abi Manyu, dan Yosandy Utomo. Keempatnya tampil kompak dan berhasil mengungguli para pesaing dari negara lain untuk merebut podium tertinggi.

Tak berhenti di situ, dominasi Indonesia juga terlihat jelas pada nomor omnium elite putra. Pada nomor ini, Julian Abi Manyu tampil luar biasa dan keluar sebagai peraih medali emas. Rekan setimnya, Bernard Benyamin Van Aert, menyusul di posisi kedua dan membawa pulang medali perak.

Sementara itu, pembalap Indonesia lainnya, Awang Prana Pradipta, juga menunjukkan performa kompetitif dengan finis di peringkat ketujuh pada nomor yang sama.

Kontribusi medali tak hanya datang dari sektor putra. Dari nomor point race elite putri, Andini Putri Anatasya berhasil menyumbangkan medali perunggu untuk Merah Putih. Sedangkan Hadenova Majid menuntaskan balapan di posisi keenam, hasil yang tetap patut diapresiasi di level Asia.

Dengan tambahan tersebut, Indonesia total mengoleksi empat medali emas di Track Asia Cup I 2026 yang berlangsung pada 29–31 Januari 2026. Sebelumnya, dua emas lebih dulu diraih oleh Bernard Benyamin Van Aert dari nomor point race elite putra serta Awang Prana Pradipta dari nomor scratch elite putra.

Pada ajang ini, Indonesia menurunkan tujuh atlet, terdiri dari lima pembalap putra dan dua pembalap putri. Selain Bernard, Awang, dan Julian, sektor putra juga diperkuat Dika Alif Dhentaka, yang sebelumnya meraih perak di nomor keirin elite putra pada ASEAN Track Series President Cup 1 di Malaysia awal Januari lalu, serta Yosandy Utomo.

Di sektor putri, Hadenova Majid dan Andini Putri Anatasya dipercaya membawa harapan Indonesia.

Raihan ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan balap sepeda Indonesia terus menunjukkan arah positif. Konsistensi prestasi di level Asia diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri atlet menuju ajang yang lebih besar ke depannya. Dengan semangat juang dan dukungan penuh masyarakat, Indonesia punya peluang besar untuk terus berbicara banyak di lintasan balap sepeda internasional.

Selasa, 16 Mei 2023

Breaking News : Timnas U-22 Juara Sea Games 32 Kamboja

Timnas U-22 Indonesia (Doc. PSSI).
Jakarta - Perjuangan yang tak sia-sia, akhirnya Timnas U-22 Indonesia melepas kutukan medali emas sea games 2023 dalam laga final melawan Thailand di Olympic Stadion Phnom Penh Kamboja dengan skor akhir 5 : 2 untuk Timnas U-22 Indonesia, Selasa (16/5/2023) malam.

Laga berlangsung terbuka saling serang antara Timnas U-22 Indonesia dan Thailand.
Seyogyanya, pertandingan berakhir imbang 2:2 diwaktu normal dan dilanjutkan dengan perpanjangan waktu yang membuka peluang untuk memastikan medali emas setelah mendapatkan tambahan tiga gol.

Partai final yang menegangkan tersebut menghapus kutukan 32 tahun medali emas sea games.

Gol pembuka oleh Ramadhan sananta pada menit ke 21 membuat tensi permainan semakin keras dan pada menit 45 +5 Ramadhan Sananta kembali mencatatkan namanya di papan skor. Hingga turun minum, skor 2 : 0 untuk Timnas U-22 Indonesia.

Tak tinggal diam, Thailand diawal babak kedua memperkecil ketertinggalan melalui Anan Yodsangwal pada menit ke 65. Diakhir babak kedua, Ernando Ari kembali kebobolan melalui sepakan Yotsakorn Burapha pada menit ke 90 +9 setelah lolos dari pengawalan lini belakang Timnas U-22 Indonesia.

Pertandingan dilanjutkan dengan perpanjang waktu 2 x 15 menit.

Mengawali paruh pertama perpanjangan waktu, Timnas U-22 terus menggempur lini pertahanan Thailand hingga akhirnya membuahkan hasil melalui Irfan Jauhari pada menit ke 92, Fajar Fathur Rachman 107 dan Beckham Putra pada menit ke 120.

Sujud syukur pun dilakuan jajaran kepelatihan Timnas U-22. Terpancar raut haru dan bangga yang terpancar pada Coach Indra Sjafri.

(Tim/Hermanto)




Selasa, 03 Agustus 2021

Presiden Undang Pasangan Peraih Medali Emas Olimpiade Tokyo Ke Istana Negara


Jempol dari presiden RI untuk peraih medali emas olimpiade Tokyo 2020

BorneoTribun Bogor, Jawa Barat
Rekor keramat di Olimpiade Tokyo terpecahkan, Presiden Joko Widodo melakukan panggilan video dengan Greysia Polii dan Apriyani Rahayu, setelah pasangan ganda putri bulutangkis Indonesia tersebut meraih medali emas di perhelatan olahraga akbar Olimpiade Tokyo 2020. Melalui panggilan video yang dilakukan Presiden dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 2 Agustus 2021 tersebut, Presiden juga mengucapkan terima kasih secara langsung kepada keduanya.

"Terima kasih. Selamat sore Greysia dan Apriyani, saya mewakili seluruh rakyat Indonesia mengucapkan selamat atas keberhasilan emasnya. Sekali lagi, selamat atas keberhasilan mempertahankan tradisi emas Olimpiade bagi Indonesia," kata Presiden mengawali panggilan video tersebut.

Pasangan Greysia dan Apriyani menjadi juara ganda putri Olimpiade setelah mengalahkan wakil Tiongkok, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan, dengan skor 21-19, 21-15 dalam laga final yang digelar di Musashino Forest Sports Plaza. Presiden Jokowi mengaku sangat bangga ketika lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang.

Pasangan Greysia Polii dan Apriyani Rahayu peraih medali emas olimpiade Tokyo 2020

"Saya betul-betul senang banget. Jujur, saya sangat bangga apalagi waktu Indonesia Raya berkumandang," imbuhnya.

Kepala Negara yang turut menonton laga final mengaku ikut merasakan deg-degan, terutama saat set pertama di mana perolehan angka pasangan Indonesia nyaris terkejar oleh ganda putri Tiongkok. 

"Tapi set kedua saya lihat jauh lebih tenang," lanjut Presiden seraya mengacungkan jempol.

Dalam panggilan video lewat ponsel milik Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari tersebut, tampak turut juga pelatih ganda putri Indonesia, Eng Hian. Presiden pun mengucapkan selamat kepada pelatih atas capaian atletnya meraih podium tertinggi di ajang Olimpiade Tokyo.

"Selamat juga untuk pelatih Eng Hian, selamat! Dan salam dari seluruh rakyat Indonesia yang sangat bangga, sangat senang, semuanya, bangga terhadap Greysia dan Apriyani. Selamat sekali lagi, saya tunggu di Istana nanti," ungkap Presiden.

"Terima kasih Pak Okto, terima kasih. Merdeka!" ujar Presiden mengakhiri panggilan video tersebut.

Untuk diketahui, medali emas yang diraih pasangan Greysia Polii dan Apriyani Rahayu merupakan emas pertama bagi kontingen Merah Putih di ajang Olimpiade Tokyo 2020 ini. Selain itu, Greysia dan Apriyani juga mencetak sejarah dengan meraih medali emas pertama bagi Indonesia sepanjang sejarah keikutsertaan ganda putri bulutangkis Indonesia di ajang Olimpiade.

Sumber : Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden