Berita BorneoTribun: Misi Perdamaian hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Misi Perdamaian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Misi Perdamaian. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 April 2026

Jenazah Tiga Prajurit TNI Gugur Di Lebanon Tiba Di Indonesia

Tiga prajurit TNI gugur dalam misi UNIFIL di Lebanon, jenazah dipulangkan ke Indonesia dan mendapat penghormatan langsung dari Presiden Prabowo.
Tiga prajurit TNI gugur dalam misi UNIFIL di Lebanon, jenazah dipulangkan ke Indonesia dan mendapat penghormatan langsung dari Presiden Prabowo.

TANGERANG – Tiga prajurit terbaik TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia bersama Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon akhirnya dipulangkan ke Tanah Air.

Prosesi pemulangan jenazah berlangsung khidmat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu malam. Ketiga jenazah diberangkatkan menuju kampung halaman masing-masing di Cimahi, Magelang, dan Kulon Progo.

Upacara militer dipimpin langsung oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Maruli Simanjuntak.

Dua jenazah, yakni Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon, diterbangkan menggunakan pesawat Super Hercules C-130J menuju Yogyakarta. Sementara itu, jenazah Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar diberangkatkan dengan pesawat CN-295 menuju Bandung.

Dari Yogyakarta, jenazah Serka Ichwan akan dibawa ke rumah duka di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Sedangkan Kopda Farizal akan disemayamkan di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Untuk Mayor Zulmi, jenazahnya langsung menuju rumah duka di Cimahi, Jawa Barat.

Presiden Dan SBY Hadiri Prosesi Penghormatan Terakhir

Dalam prosesi penuh haru tersebut, Presiden Prabowo Subianto turut hadir memberikan penghormatan terakhir kepada para prajurit.

Presiden juga secara langsung menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, termasuk orang tua dan istri dari masing-masing prajurit.

Turut hadir pula Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono yang mengenakan baret biru khas pasukan perdamaian PBB. Kehadiran SBY menjadi simbol kedekatan emosional, mengingat dirinya pernah tergabung dalam misi perdamaian PBB di Bosnia Herzegovina pada 1995–1996.

Prosesi Singkat Namun Penuh Makna

Upacara militer berlangsung singkat namun penuh makna. Setelah penghormatan terakhir, ketiga peti jenazah langsung dimasukkan ke dalam pesawat untuk diberangkatkan ke daerah masing-masing.

Keluarga inti juga terlihat mengikuti seluruh rangkaian prosesi di Gedung VIP Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Persiapan Di Rumah Duka

Di rumah duka Mayor Zulmi di Cimahi, keluarga telah mempersiapkan segala kebutuhan untuk menyambut kedatangan jenazah.

Perwakilan keluarga, Risman Efendi, menyebut persiapan dilakukan sejak pagi, termasuk penataan ruang khusus untuk persemayaman.

“Kami menyiapkan ruang penyambutan di dalam rumah, termasuk meja untuk peti jenazah,” ujarnya.

Pengabdian Terakhir Untuk Bangsa

Kepergian ketiga prajurit ini menjadi duka mendalam bagi bangsa Indonesia. Mereka gugur dalam tugas mulia menjaga perdamaian dunia di bawah naungan PBB.

Pengorbanan mereka menjadi bukti nyata komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas global sekaligus menunjukkan profesionalisme prajurit TNI di kancah internasional.

FAQ 

1. Di mana para prajurit TNI gugur?
Mereka gugur saat menjalankan misi perdamaian UNIFIL di Lebanon.

2. Siapa saja prajurit yang gugur?
Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon, dan Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar.

3. Siapa yang memimpin upacara pemulangan jenazah?
Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.

4. Apakah Presiden hadir dalam prosesi?
Ya, Presiden Prabowo Subianto hadir dan memberikan penghormatan terakhir.

5. Ke mana jenazah dibawa?
Ke Magelang, Kulon Progo, dan Cimahi sesuai domisili keluarga.

Selasa, 31 Maret 2026

Tiga Prajurit TNI Gugur Di Lebanon, Kemhan Ungkap Fakta Terbaru

Kemhan memastikan dua prajurit TNI gugur di Lebanon saat misi perdamaian. Total tiga korban jiwa akibat serangan artileri di wilayah konflik. (Gambar ilustrasi)
Kemhan memastikan dua prajurit TNI gugur di Lebanon saat misi perdamaian. Total tiga korban jiwa akibat serangan artileri di wilayah konflik. (Gambar ilustrasi)

Jakarta — Kabar duka datang dari misi perdamaian Indonesia di Lebanon. Kementerian Pertahanan (Kemhan) memastikan bahwa dua prajurit TNI kembali gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan di wilayah konflik tersebut.

Informasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (31/3/2026).

“Dalam insiden tersebut, dua prajurit TNI dilaporkan gugur, sementara dua lainnya mengalami luka berat,” ujar Rico.

Saat ini, para prajurit yang terluka telah mendapatkan penanganan medis intensif di fasilitas kesehatan di Beirut, Lebanon.

Kronologi Masih Didalami

Meski sudah mengonfirmasi adanya korban, pihak Kemhan belum merinci secara lengkap kronologi kejadian yang menyebabkan gugurnya prajurit tersebut.

Rico menegaskan bahwa pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) untuk memastikan keselamatan seluruh personel TNI yang masih bertugas di sana.

“Koordinasi intensif terus dilakukan guna menjamin keselamatan prajurit dan penanganan terbaik bagi korban,” tambahnya.

Total Tiga Prajurit Gugur

Dengan adanya dua korban terbaru, total prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon kini mencapai tiga orang.

Sebelumnya, prajurit TNI Praka Farizal Rhomadhon dilaporkan gugur akibat serangan artileri di wilayah Lebanon Selatan pada Minggu (29/3/2026).

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, menjelaskan bahwa jenazah almarhum saat ini masih berada di markas East Sector Headquarters (HQ) dan sedang dalam proses administrasi untuk dipulangkan ke Indonesia.

Serangan Artileri Picu Korban

Farizal diketahui merupakan bagian dari Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang bertugas di bawah misi perdamaian PBB.

Ia gugur akibat serangan artileri yang menghantam posisi kontingen Indonesia di wilayah Adshit al-Qusyar, Lebanon Selatan.

Serangan tersebut terjadi seiring meningkatnya intensitas konflik di kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Tidak hanya Farizal, tiga prajurit lainnya juga terdampak dalam serangan tersebut, yakni:

  • Praka Rico Pramudia (luka berat)

  • Praka Bayu Prakoso (luka ringan)

  • Praka Arif Kurniawan (luka ringan)

Seluruh korban luka kini telah mendapatkan penanganan medis.

Komitmen Indonesia Dalam Misi Perdamaian

Keterlibatan TNI dalam misi UNIFIL merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.

Namun, situasi keamanan yang semakin memanas di Lebanon Selatan menjadi tantangan serius bagi pasukan perdamaian, termasuk kontingen Indonesia.

Pemerintah memastikan akan terus memantau perkembangan situasi serta memberikan perlindungan maksimal bagi para prajurit di lapangan.

FAQ

1. Berapa jumlah prajurit TNI yang gugur di Lebanon?
Total tiga prajurit TNI dilaporkan gugur dalam misi perdamaian di Lebanon.

2. Apa penyebab gugurnya prajurit TNI?
Para prajurit menjadi korban serangan artileri akibat meningkatnya konflik di Lebanon Selatan.

3. Apa itu UNIFIL?
UNIFIL adalah misi penjaga perdamaian PBB di Lebanon yang melibatkan berbagai negara, termasuk Indonesia.

4. Bagaimana kondisi prajurit yang terluka?
Prajurit yang terluka saat ini mendapatkan perawatan intensif di fasilitas medis di Beirut.

5. Apakah jenazah korban sudah dipulangkan?
Saat ini masih dalam proses administrasi pemulangan ke Indonesia dengan bantuan KBRI Beirut.