Berita BorneoTribun: Modernisasi Tanah hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Modernisasi Tanah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Modernisasi Tanah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Agustus 2025

Indonesia dan Nepal Bertukar Ilmu Modernisasi Administrasi Pertanahan di Jakarta

Delegasi Nepal dan pejabat ATR/BPN berfoto bersama saat Kick Off Meeting Learning Exchange Visit di Jakarta, membahas modernisasi administrasi pertanahan.
Delegasi Nepal dan pejabat ATR/BPN berfoto bersama saat Kick Off Meeting Learning Exchange Visit di Jakarta, membahas modernisasi administrasi pertanahan.

JAKARTA - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggelar Kick Off Meeting Learning Exchange Visit of Nepali Land Officials to Indonesia on the Modernization of the Land Administration pada Senin (11/8/2025) di Aula PTSL Kementerian ATR/BPN, Jakarta. 

Acara ini dibuka oleh Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, sebagai langkah memperkuat kerja sama dan berbagi pengalaman modernisasi administrasi pertanahan antara Indonesia dan Nepal.

Wamen Ossy mengungkapkan kebanggaannya Indonesia menjadi tuan rumah program pertukaran ini. 

“Kami senang menjadi tuan rumah program ini, yang memberikan kesempatan bagi kedua negara untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman dalam memodernisasi administrasi pertanahan,” ujarnya. 

Ia juga memaparkan kemajuan pendaftaran tanah melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang diluncurkan sejak 2017, di mana sertifikasi tanah kini mencapai 5–10 juta bidang per tahun. 

Hingga saat ini, sudah 122,9 juta bidang tanah terdaftar, dengan 96,7 juta di antaranya telah bersertifikat.

Ossy menekankan bahwa teknologi digital menjadi kunci percepatan layanan publik bidang pertanahan dan tata ruang. 

Namun, keberhasilan modernisasi administrasi tanah tetap memerlukan tata kelola yang kuat, perlindungan data, serta pengembangan SDM yang berkelanjutan. 

“Transformasi digital dapat meningkatkan transparansi dan efisiensi, tapi harus diiringi penguatan tata kelola dan kapasitas SDM,” tambahnya.

Sementara itu, Joint Secretary Ministry of Land Management Nepal, Ganesh Prasad Bhatta, menyatakan ketertarikannya mempelajari praktik administrasi pertanahan Indonesia dari pusat hingga daerah. 

Nepal ingin mengadopsi inovasi seperti pemetaan kadastral dengan drone dan satelit, integrasi data tanah untuk valuasi, serta sistem perpajakan. 

“Daratan Indonesia 15 kali lebih besar daripada Nepal, dan ATR/BPN mampu mengelola 5–10 juta bidang tanah per tahun. Kami ingin mempelajari key lesson ini untuk roadmap pertanahan kami,” ujar Ganesh.

Program Learning Exchange berlangsung hingga 15 Agustus 2025, meliputi kunjungan ke Badan Informasi Geospasial, Kantor Pertanahan Kulon Progo, Universitas Gadjah Mada, serta Kantor Wilayah BPN Provinsi DIY. 

Kegiatan ini diharapkan memperkuat kolaborasi bilateral dan mendorong inovasi layanan pertanahan di kedua negara.