Berita BorneoTribun: MotoGP Austria hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label MotoGP Austria. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MotoGP Austria. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Agustus 2025

Marc Marquez Menang Sengit di MotoGP Austria 2025, Bezzecchi Tersingkir ke Peringkat Tiga

JAKARTA - Marc Marquez keluar sebagai pemenang MotoGP Austria 2025 setelah menguasai 28 putaran di Sirkuit Red Bull Ring, Minggu malam (17/8/2025). Start dari posisi keempat, pembalap Ducati itu berhasil menyalip Marco Bezzecchi di lap-lap krusial dan mempertahankan keunggulan hingga garis finis. Kemenangan ini membuat Marquez semakin kokoh di puncak klasemen MotoGP musim ini.

Sejak awal balapan, Bezzecchi memimpin jalannya lomba setelah start dari pole position. Ia sempat diikuti Francesco Bagnaia dan Alex Marquez. Namun, Marc Marquez yang tampil agresif segera merangsek ke posisi dua dan mulai menekan Bezzecchi. Pertarungan sengit terjadi pada lap ke-19 ketika Marquez menyalip di tikungan 4, meski Bezzecchi sempat membalas di tikungan 6. Duel panas kembali terjadi di lap berikutnya, dan kali ini Marquez sukses mengamankan posisi terdepan tanpa bisa dikejar.

Marc Marquez merayakan kemenangan MotoGP Austria 2025 di Sirkuit Red Bull Ring
Marc Marquez merayakan kemenangan MotoGP Austria 2025 di Sirkuit Red Bull Ring.

Setelah Marquez melejit di posisi pertama, Bezzecchi justru kehilangan konsentrasi. Posisi keduanya direbut oleh Fermin Aldeguer yang tampil konsisten. Akhirnya, Aldeguer finis di urutan kedua dan Bezzecchi harus puas berada di peringkat ketiga. Sementara Bagnaia yang sempat berada di barisan depan harus terlempar hingga posisi kedelapan. Alex Marquez juga merosot ke posisi sepuluh setelah menjalani long lap penalty.

Hasil ini memperpanjang catatan kemenangan beruntun Marc Marquez menjadi enam seri di MotoGP 2025. Dengan tambahan poin penuh, Marquez kini mengoleksi 418 poin di klasemen sementara, unggul jauh dari Alex Marquez di posisi kedua dengan 276 poin. Di bawahnya ada Bagnaia (221 poin), Bezzecchi (178 poin), dan Franco Morbidelli (144 poin). Kemenangan di Austria sekaligus mempertegas dominasi Marquez yang kian sulit digoyahkan menuju perebutan gelar juara dunia.

Sabtu, 16 Agustus 2025

Marquez akhirnya buka suara soal siapa lawan terkuat di MotoGP Austria 2025

JAKARTA - Marc Marquez kembali ke lintasan MotoGP setelah libur musim panas dengan catatan impresif di Sirkuit Red Bull Ring, Austria, Jumat (15/8/2025). Meski memimpin dua sesi latihan bebas, Marquez mengaku butuh waktu untuk menemukan ritme balapnya lagi. Menariknya, rider Ducati Lenovo itu justru menyebut rekan setimnya, Francesco Bagnaia, sebagai pesaing terkuat di akhir pekan ini.

Dalam wawancara dengan MotoGP.com, Marquez mengaku start hari pertama tidak berjalan mulus. “FP1 rasanya agak sulit setelah sebulan libur. Di awal FP2 saya masih kesulitan, tapi perlahan saya menemukan ritme, titik pengereman, dan racing line yang benar. Itu membuat saya lebih konsisten dan penting untuk persiapan kualifikasi,” ujar Marquez.

Marquez akhirnya buka suara soal siapa lawan terkuat di MotoGP Austria 2025
Marquez akhirnya buka suara soal siapa lawan terkuat di MotoGP Austria 2025.

Menurut Marquez, kunci utama di Red Bull Ring adalah konsistensi pada titik pengereman. “Brake points di sini sangat menentukan. Kalau bisa konsisten, maka kecepatan balapan juga lebih stabil,” tambah pembalap asal Spanyol yang sudah meraih lima kemenangan beruntun sebelum jeda musim panas.

Meski tampil tercepat di dua sesi, Marquez tidak ragu menempatkan Bagnaia di posisi favorit. “Pecco selalu kuat di sini. Dia sudah menang tiga tahun beruntun dengan cara yang luar biasa. Hari ini juga, dia sangat bagus dengan race pace, mungkin yang terkuat. Dia dua kali juara dunia dan sirkuit ini salah satu favoritnya. Kita lihat apakah saya bisa mendekat,” kata Marquez soal rival sekaligus rekan setimnya.

Dengan kondisi ini, MotoGP Austria diprediksi bakal menyajikan duel sengit antara dua pembalap Ducati Lenovo. Jika Marquez berhasil menjaga tren positifnya, ia berpeluang merebut kemenangan pertama di Red Bull Ring. Namun dominasi Bagnaia di sirkuit ini jelas menjadi tantangan berat. Hasil kualifikasi pada Sabtu akan jadi penentu besar siapa yang benar-benar siap tampil sebagai kandidat juara.

Casey Stoner Akui Terkejut dengan Dominasi Marc Marquez di Ducati Musim 2025

JAKARTA - Marc Marquez tampil luar biasa di MotoGP 2025 dengan torehan delapan kemenangan grand prix dan 11 sprint dari 12 seri, membuatnya unggul 120 poin jelang GP Austria. 

Dominasi tersebut membuat legenda MotoGP asal Australia, Casey Stoner, angkat bicara. 

Stoner mengaku terkejut melihat performa Marquez yang dianggapnya sebagai musim paling impresif sepanjang karier sang juara dunia delapan kali.

Dalam wawancara dengan Sky Italy, Stoner mengatakan dirinya tidak menyangka Marquez bisa begitu cepat di awal musim. 

“Tidak, saya tidak mengira Marc akan secepat ini, terutama di awal tahun. Tahun lalu kita melihat dia mulai mendapatkan kepercayaan diri kembali setelah pindah ke Ducati bersama Gresini. Tapi saya masih ragu dengan kondisi lengannya dan bagaimana proses pemulihannya,” ujar Stoner.

Casey Stoner Akui Terkejut dengan Dominasi Marc Marquez di Ducati Musim 2025
Casey Stoner Akui Terkejut dengan Dominasi Marc Marquez di Ducati Musim 2025.

Lebih lanjut, Stoner menambahkan bahwa kembalinya Marquez ke performa terbaik membuatnya mampu melakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan rider lain. 

“Saya jelas tidak menyangka hasil seperti ini, tapi ternyata lengannya sudah hampir 100 persen pulih. Sekarang dia bisa melakukan sesuatu yang orang lain tidak bisa. Sejujurnya, musim ini adalah yang paling impresif dari Marquez,” kata juara dunia 2007 dan 2011 itu.

Kehadiran Stoner di GP Austria akhir pekan ini juga menarik perhatian. Ia datang untuk mengikuti parade legenda di Red Bull Ring dengan menunggangi Honda RC213V-S. 

Sementara itu, Marquez semakin dekat dengan peluang meraih gelar juara dunia pertamanya bersama Ducati sebuah momen besar setelah lima tahun penuh cedera dan keterpurukan bersama Honda. 

Jika tren ini berlanjut, MotoGP bisa menyaksikan salah satu comeback terbesar dalam sejarah balap modern.

Jumat, 15 Agustus 2025

Pecco Bagnaia Kaget Usai Tonton Ulang Balapan Lama, Janji Bangkit di MotoGP Austria 2025

Spielberg – Juara dunia MotoGP dua kali, Francesco "Pecco" Bagnaia, mengaku terkejut setelah menonton ulang balapan-balapan lamanya saat jeda musim panas 2025. 

Pebalap Ducati Lenovo itu menemukan performanya tahun ini “tidak bisa dibandingkan” dengan musim-musim sebelumnya. 

Jelang MotoGP Austria di Red Bull Ring akhir pekan ini, Bagnaia bertekad mengembalikan kecepatannya dan kembali bersaing memperebutkan kemenangan.

Bagnaia yang kini tertinggal 168 poin dari rekan setimnya, Marc Marquez, hanya mampu meraih satu kemenangan dari 12 seri musim ini. 

Sebaliknya, Marquez sudah mengantongi delapan kemenangan dan berada di puncak klasemen. 

Masalah terbesar Bagnaia adalah ketidakmampuannya mengerem sekeras biasanya di atas motor GP25, yang membuatnya kesulitan bertarung di barisan depan.

Pecco Bagnaia Kaget Usai Tonton Ulang Balapan Lama, Janji Bangkit di MotoGP Austria 2025
Pecco Bagnaia Kaget Usai Tonton Ulang Balapan Lama, Janji Bangkit di MotoGP Austria 2025.

“Saya melihat banyak balapan dari tahun lalu dan sebelumnya. Saat itu saya sangat kompetitif, bisa mengikuti, menyalip, dan mengerem super keras. Tahun ini saya seperti Pecco yang berbeda, tidak ada yang bisa dibandingkan. Jadi saya ingin mengubah itu dan kembali seperti tahun lalu,” ujar Bagnaia dikutip dari motogp.com, Kamis (14/8).

Bagnaia juga mengakui gaya balapnya saat ini tidak cocok dengan karakter Ducati 2025. “Dengan motor ini saya tidak bisa mengerem seperti yang saya mau. Ini perbedaan terbesar sejak 2021 saat saya bergabung di tim pabrikan. Jadi saya harus beradaptasi dan mengubah sesuatu,” tambahnya. 

Pebalap Italia itu menghabiskan libur musim panas dengan beristirahat di Sardinia bersama keluarga, lalu kembali berlatih keras untuk mempersiapkan paruh kedua musim yang ia sebut akan sangat intens.

Bagnaia memiliki catatan impresif di Red Bull Ring dengan tiga kemenangan beruntun di MotoGP Austria, sementara Marc Marquez belum pernah naik podium teratas di sirkuit ini. 

Kemenangan di Spielberg bisa menjadi titik balik bagi Bagnaia untuk memangkas jarak poin dan menghidupkan kembali peluangnya di klasemen, meski tugas tersebut berat mengingat dominasi Marquez musim ini. Semua mata akan tertuju pada apakah “Pecco lama” benar-benar kembali akhir pekan ini.

Update Teknologi Baru Bisa Bantu Aprilia Kejar Ducati dan Marc Marquez di MotoGP Austria

JAKARTA - Pebalap Aprilia MotoGP, Marco Bezzecchi, optimistis teknologi baru yang diperkenalkan di MotoGP Austria 2025 bisa membantu timnya mendekatkan jarak dengan Ducati dan Marc Marquez. Mulai akhir pekan ini di Red Bull Ring, semua tim akan menggunakan pembaruan elektronik dari Marelli yang untuk pertama kalinya menyertakan fitur stability control.

Bezzecchi datang ke Austria dengan modal podium di Brno, yang menjadi podium ketiganya dalam empat balapan terakhir. Ia menilai tambahan fitur stability control ini bisa menjadi senjata baru Aprilia untuk bersaing. “Dalam kasus kami di Aprilia, ini bisa membantu. Kami bekerja untuk terus berkembang dan mencoba mengejar pabrikan lain,” ujarnya dalam konferensi pers pra-balapan.

Marco Bezzecchi optimistis teknologi stability control bantu Aprilia bersaing di MotoGP Austria 2025.
Marco Bezzecchi optimistis teknologi stability control bantu Aprilia bersaing di MotoGP Austria 2025.

Meski mengakui fitur elektronik ini mungkin mengurangi peran murni skill pebalap, Bezzecchi yakin seiring waktu semua tim akan mencapai setelan terbaik, dan faktor pebalap kembali menjadi pembeda. “Awalnya memang rider bisa membuat sedikit perbedaan, tapi nanti saat semua sudah maksimal, rider akan kembali menentukan. Itu hanya soal waktu,” tambahnya.

Bezzecchi juga menegaskan target Aprilia tetap finis di puncak klasemen meski musim ini dimulai dengan sulit. “Musim dingin kemarin berat, saya banyak sendiri. Tapi setelah upgrade, kami mulai lebih dekat dengan para pesaing. Sekarang kami bisa bertarung karena pabrikan bekerja luar biasa, targetnya jelas: mengejar puncak, dan saat ini Marc ada di sana,” katanya.

Dengan catatan sejarah manis di Red Bull Ring termasuk podium MotoGP 2023 dan kemenangan di Moto2 2020 serta Moto3 2018 Bezzecchi berharap teknologi baru ini bisa memperkuat peluangnya. Jika hasil positif tercapai di Austria, Aprilia berpeluang mempersempit selisih poin di klasemen dan menambah persaingan di paruh kedua musim MotoGP 2025.