Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label MotoGP Le Mans. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MotoGP Le Mans. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Mei 2026

Jorge Martin Menang di MotoGP Le Mans 2026, Pangkas Jarak dari Bezzecchi

Jorge Martin meraih kemenangan perdana bersama Aprilia di MotoGP Le Mans 2026 usai mengalahkan Marco Bezzecchi dan memangkas jarak klasemen menjadi satu poin.
Jorge Martin meraih kemenangan perdana bersama Aprilia di MotoGP Le Mans 2026 usai mengalahkan Marco Bezzecchi dan memangkas jarak klasemen menjadi satu poin.

JAKARTA - Jorge Martin sukses meraih kemenangan perdana grand prix bersama Aprilia pada MotoGP Le Mans 2026 di Sirkuit Le Mans, Prancis, Minggu waktu setempat. Pebalap asal Spanyol itu finis terdepan usai mengejar rekan setimnya, Marco Bezzecchi, dan kini hanya terpaut satu poin dari puncak klasemen MotoGP.

Martin menutup akhir pekan secara sempurna setelah sebelumnya juga memenangi Sprint Race pada Sabtu. Kemenangan ini terasa spesial karena Le Mans menjadi sirkuit tempat dirinya sempat ingin meninggalkan Aprilia saat mengalami masa sulit akibat cedera musim lalu.

Pebalap juara dunia MotoGP 2024 itu mengaku kondisi mentalnya sempat terpuruk ketika berjuang pulih dari serangkaian cedera yang dialami sejak bergabung dengan Aprilia.

“Bukan hanya fisik, mental saya juga sangat berat musim lalu. Saya ingat pernah mengatakan kepada Massimo bahwa saya ingin pergi karena saat itu saya pikir itu pilihan terbaik,” ujar Martin.

“Tapi sekarang saya bersyukur Massimo mempertahankan saya. Saya juga bersyukur akhirnya memilih bertahan di Aprilia dan semuanya kini berjalan ke arah yang benar,” lanjutnya.

Pada Sprint Race, Martin tampil dominan setelah melesat dari posisi kedelapan ke barisan depan sejak tikungan awal. Namun balapan utama berlangsung lebih sulit.

Martin sempat tercecer di posisi ketujuh pada lap pembuka, sementara Bezzecchi langsung memimpin jalannya lomba seperti yang ia lakukan di beberapa seri sebelumnya.

Meski begitu, Martin perlahan menyalip para rivalnya satu per satu. Ia mengaku tetap berusaha menekan meski motornya sulit dikendalikan saat berada di belakang pebalap lain.

“Saya belajar untuk tidak pernah menyerah. Hari ini adalah salah satu balapan seperti itu,” kata Martin.

“Saya tidak start dengan baik, tetapi terus mencoba menyalip. Ketika melihat Marco mulai kesulitan dengan grip ban belakang, saya langsung menekan lebih keras dan mengganti mapping motor,” ujarnya.

Dalam balapan 27 lap tersebut, target Martin juga berubah beberapa kali. Awalnya ia hanya membidik finis lima besar sebelum akhirnya yakin bisa mengejar podium dan merebut kemenangan.

Martin akhirnya finis pertama dengan selisih 0,477 detik atas Bezzecchi. Ai Ogura melengkapi podium yang seluruhnya diisi pebalap Aprilia.

Hasil di Le Mans menjadi kemenangan grand prix pertama Martin sejak MotoGP Indonesia 2024 sekaligus menghidupkan persaingan perebutan gelar musim ini. Meski tampil impresif bersama Aprilia, Martin dikabarkan bakal kehilangan kursinya pada 2027 setelah tim disebut telah mencapai kesepakatan dengan Francesco Bagnaia, sementara Martin diproyeksikan pindah ke Yamaha.

Minggu, 10 Mei 2026

Marco Bezzecchi Akhirnya Raih Podium Sprint Pertama MotoGP 2026 di Le Mans

Marco Bezzecchi akhirnya meraih podium sprint pertama MotoGP 2026 di Le Mans usai mengatasi masalah performa Aprilia dan tekanan persaingan klasemen.
Marco Bezzecchi akhirnya meraih podium sprint pertama MotoGP 2026 di Le Mans usai mengatasi masalah performa Aprilia dan tekanan persaingan klasemen.

JAKARTA - Marco Bezzecchi berhasil meraih podium pertamanya pada sprint race MotoGP 2026 saat Grand Prix Prancis di Sirkuit Le Mans, Sabtu waktu setempat. Pebalap Aprilia itu mengaku lega setelah sebelumnya kesulitan tampil kompetitif di balapan sprint sepanjang musim ini.

Bezzecchi sempat memimpin balapan pada lap awal sebelum melakukan kesalahan di Tikungan 7 pada lap ketiga. Kesalahan tersebut membuatnya kehilangan posisi dari Francesco Bagnaia.

Pebalap asal Italia itu mengaku mengalami masalah pada bagian depan motornya sejak awal sprint. Kondisi tersebut membuatnya kesulitan menjaga ritme saat berada di belakang Bagnaia.

“Saya tidak benar-benar merasa nyaman sejak awal, terutama dengan bagian depan motor,” kata Bezzecchi.

“Itulah sebabnya saya melakukan kesalahan di Tikungan 7. Setelah itu saya juga beberapa kali membuat kesalahan lain saat berada di belakang Pecco.”

Meski gagal mempertahankan posisi terdepan, Bezzecchi tetap mampu mengamankan podium setelah menjaga jarak dari Pedro Acosta di belakangnya.

Ia menyebut hasil di Le Mans menjadi momen penting setelah serangkaian hasil buruk pada sprint race musim ini. Sebelumnya, pemimpin klasemen sementara MotoGP 2026 itu gagal meraih poin dalam tiga dari empat sprint pembuka musim.

“Setidaknya hasil ini cukup untuk menjauh dari Pedro. Saya puas karena akhirnya mendapatkan hasil bagus pada hari Sabtu,” ujarnya.

“Saya sampai memikirkan masalah ini setiap hari di rumah. Jadi hari ini akhirnya terasa sangat baik.”

Sementara itu, rekan setimnya di Aprilia, Jorge Martin, tampil impresif setelah melesat dari posisi kedelapan di grid dan mengambil alih pimpinan balapan di chicane Dunlop pada lap pertama.

Martin kemudian menjaga keunggulannya hingga finis untuk mengamankan kemenangan sprint keduanya musim ini.

Hasil tersebut membuat persaingan klasemen MotoGP 2026 semakin ketat. Martin kini hanya terpaut enam poin dari Bezzecchi menjelang balapan utama MotoGP Prancis, Minggu.

Francesco Bagnaia Sebut Peluang Menang Sprint MotoGP Le Mans Hilang karena Start Buruk

Francesco Bagnaia mengaku kecewa usai finis kedua pada Sprint MotoGP Le Mans 2026 setelah kehilangan posisi sejak start dan gagal mengejar Jorge Martin.
Francesco Bagnaia mengaku kecewa usai finis kedua pada Sprint MotoGP Le Mans 2026 setelah kehilangan posisi sejak start dan gagal mengejar Jorge Martin.

JAKARTA - Francesco Bagnaia finis kedua pada Sprint Race MotoGP Le Mans 2026, Sabtu (9/5/2026), di Sirkuit Le Mans, Prancis. Pembalap pabrikan Ducati itu mengaku memiliki peluang menang, tetapi kehilangan momentum setelah start kurang maksimal.

Bagnaia memulai balapan dari pole position pertamanya musim ini. Namun, ia langsung kehilangan beberapa posisi pada tikungan awal ketika Jorge Martin melesat dari posisi kedelapan hingga memimpin balapan.

Pembalap asal Italia tersebut sempat turun ke posisi ketiga sebelum kembali naik setelah Marco Bezzecchi melebar di lintasan. Setelah itu, Bagnaia menjadi satu-satunya rider yang mampu menjaga jarak dengan Martin.

Ia bahkan sempat memangkas selisih waktu pada lap keempat. Namun, Martin tetap mampu mempertahankan ritme hingga finis dengan keunggulan 1,1 detik.

“Bittersweet, karena saya pikir kami punya potensi untuk menang,” kata Bagnaia kepada MotoGP.com.

“Tapi saya tidak melakukan start dengan sangat baik, lalu kehilangan posisi dari Marc, Bez, dan Jorge,” lanjutnya.

Bagnaia juga mengaku terkejut melihat Martin langsung memimpin sejak awal balapan. Menurut dia, start pembalap Spanyol itu menjadi salah satu faktor penentu hasil Sprint Race di Le Mans.

“Saya tidak menyangka Martin langsung memimpin, tapi dia memang selalu luar biasa saat start. Hari ini mungkin salah satu start terbaiknya,” ujar Bagnaia.

Ia menambahkan sempat kesulitan mengejar Bezzecchi, terutama saat akselerasi di tikungan delapan dan tikungan terakhir karena motornya mengalami wheelie. Kesempatan menyalip baru datang setelah Bezzecchi melakukan kesalahan.

Memasuki lap-lap akhir, Bagnaia mulai mengalami masalah pada ban depan. Kondisi itu membuatnya semakin sulit menekan Martin yang tampil konsisten sepanjang balapan.

“Jorge melakukan semuanya dengan sempurna, jadi sangat sulit mengalahkannya hari ini,” ucap juara dunia MotoGP itu.

Bagnaia masih akan memulai balapan utama MotoGP Prancis dari posisi terdepan pada Minggu (10/5/2026). Namun, kondisi cuaca diperkirakan berubah dengan potensi hujan yang dapat memengaruhi jalannya grand prix.

“Memulai dari baris depan sangat penting. Cuaca bisa benar-benar berbeda dan jauh lebih dingin, jadi kami harus siap,” kata Bagnaia.

Pada balapan utama nanti, Bagnaia juga menjadi satu-satunya pembalap Ducati pabrikan setelah Marc Marquez mengalami cedera kaki.

Sabtu, 09 Mei 2026

Toprak Razgatlioglu Kesulitan Adaptasi Di MotoGP Le Mans Prancis, Finis P20 Pada Practice

Toprak Razgatlioglu mengakui kesalahan sendiri usai finis P20 pada sesi Practice MotoGP Prancis 2026 di Le Mans, saat Alex Rins justru tampil impresif.
Toprak Razgatlioglu mengakui kesalahan sendiri usai finis P20 pada sesi Practice MotoGP Prancis 2026 di Le Mans, saat Alex Rins justru tampil impresif.

JAKARTA - Debut akhir pekan MotoGP Prancis 2026 di Sirkuit Bugatti Le Mans belum berjalan mulus bagi Toprak Razgatlioglu. 

Pembalap Pramac Yamaha itu harus puas menutup sesi Practice di posisi ke-20 setelah mengalami kesulitan memahami karakter lintasan legendaris tersebut.

Toprak Razgatlioglu bahkan menjadi pembalap Yamaha paling lambat pada sesi Jumat. Catatan waktunya terpaut hampir 0,9 detik dari rekan sesama pabrikan Yamaha, Fabio Quartararo, yang juga belum tampil maksimal di posisi ke-17.

Usai sesi berlangsung, Toprak Razgatlioglu secara terbuka mengakui performa kurang memuaskan tersebut berasal dari kesalahan pribadi. 

Adaptasi dengan layout Le Mans disebut masih menjadi tantangan utama, terutama karena persaingan di MotoGP sangat rapat.

Menurut Toprak Razgatlioglu, hampir seluruh pembalap mampu mencatat waktu yang sangat berdekatan. Sebanyak 19 pembalap berada dalam rentang satu detik dari pencetak waktu tercepat.

Toprak Razgatlioglu menyebut target utama pada Sabtu adalah menembus catatan waktu 1 menit 30 detik setelah pada sesi Jumat baru mampu menyentuh low 1m31s.

Selain masih mempelajari karakter sirkuit, Toprak Razgatlioglu juga mencoba mengubah gaya balap agar lebih sesuai dengan motor MotoGP. Pendekatan itu dilakukan dengan mengikuti garis balap milik Ai Ogura dari tim Trackhouse Aprilia.

Toprak Razgatlioglu menilai progres mulai terlihat karena gaya berkendara khas Superbike perlahan mulai ditinggalkan. Namun, akselerasi motor masih menjadi kelemahan dibanding para rival.

Di tengah kesulitan Toprak Razgatlioglu, Alex Rins justru tampil impresif bersama Yamaha pabrikan. Alex Rins sukses mengakhiri sesi di posisi keenam sekaligus memastikan tiket langsung ke Q2 untuk pertama kalinya pada musim 2026.

Hasil tersebut menjadi angin segar bagi Yamaha setelah performa tim sempat naik turun sepanjang musim. Alex Rins mengaku puas karena akhirnya mampu kembali tampil kompetitif dan membawa semangat baru untuk kru tim.

Performa Alex Rins juga sekaligus membuktikan motor Yamaha YZR-M1 masih memiliki potensi kompetitif di Le Mans jika mampu menemukan setelan yang tepat.

Sementara itu, Fabio Quartararo mengaku kecewa karena gagal tampil maksimal di depan publik sendiri. Juara dunia MotoGP 2021 tersebut merasa memiliki ekspektasi lebih tinggi setelah tampil cukup baik dalam tes Jerez.

Fabio Quartararo mengungkapkan terdapat karakter motor yang terasa berbeda dibanding biasanya. Yamaha kini berencana memanfaatkan data milik Alex Rins untuk menemukan solusi sebelum sesi berikutnya dimulai.

Persaingan MotoGP Prancis 2026 diperkirakan masih akan berlangsung ketat mengingat selisih waktu antar pembalap sangat tipis sejak hari pertama.