Francesco Bagnaia Sebut Peluang Menang Sprint MotoGP Le Mans Hilang karena Start Buruk

CSS/JS FIT

CSS IKLAN

IKLAN - Geser keatas untuk melanjutkan
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.

Minggu, 10 Mei 2026

Francesco Bagnaia Sebut Peluang Menang Sprint MotoGP Le Mans Hilang karena Start Buruk

Ikuti kami:
Google Google
Francesco Bagnaia mengaku kecewa usai finis kedua pada Sprint MotoGP Le Mans 2026 setelah kehilangan posisi sejak start dan gagal mengejar Jorge Martin.
Francesco Bagnaia mengaku kecewa usai finis kedua pada Sprint MotoGP Le Mans 2026 setelah kehilangan posisi sejak start dan gagal mengejar Jorge Martin.

JAKARTA - Francesco Bagnaia finis kedua pada Sprint Race MotoGP Le Mans 2026, Sabtu (9/5/2026), di Sirkuit Le Mans, Prancis. Pembalap pabrikan Ducati itu mengaku memiliki peluang menang, tetapi kehilangan momentum setelah start kurang maksimal.

Bagnaia memulai balapan dari pole position pertamanya musim ini. Namun, ia langsung kehilangan beberapa posisi pada tikungan awal ketika Jorge Martin melesat dari posisi kedelapan hingga memimpin balapan.

Pembalap asal Italia tersebut sempat turun ke posisi ketiga sebelum kembali naik setelah Marco Bezzecchi melebar di lintasan. Setelah itu, Bagnaia menjadi satu-satunya rider yang mampu menjaga jarak dengan Martin.

Ia bahkan sempat memangkas selisih waktu pada lap keempat. Namun, Martin tetap mampu mempertahankan ritme hingga finis dengan keunggulan 1,1 detik.

“Bittersweet, karena saya pikir kami punya potensi untuk menang,” kata Bagnaia kepada MotoGP.com.

“Tapi saya tidak melakukan start dengan sangat baik, lalu kehilangan posisi dari Marc, Bez, dan Jorge,” lanjutnya.

Bagnaia juga mengaku terkejut melihat Martin langsung memimpin sejak awal balapan. Menurut dia, start pembalap Spanyol itu menjadi salah satu faktor penentu hasil Sprint Race di Le Mans.

“Saya tidak menyangka Martin langsung memimpin, tapi dia memang selalu luar biasa saat start. Hari ini mungkin salah satu start terbaiknya,” ujar Bagnaia.

Ia menambahkan sempat kesulitan mengejar Bezzecchi, terutama saat akselerasi di tikungan delapan dan tikungan terakhir karena motornya mengalami wheelie. Kesempatan menyalip baru datang setelah Bezzecchi melakukan kesalahan.

Memasuki lap-lap akhir, Bagnaia mulai mengalami masalah pada ban depan. Kondisi itu membuatnya semakin sulit menekan Martin yang tampil konsisten sepanjang balapan.

“Jorge melakukan semuanya dengan sempurna, jadi sangat sulit mengalahkannya hari ini,” ucap juara dunia MotoGP itu.

Bagnaia masih akan memulai balapan utama MotoGP Prancis dari posisi terdepan pada Minggu (10/5/2026). Namun, kondisi cuaca diperkirakan berubah dengan potensi hujan yang dapat memengaruhi jalannya grand prix.

“Memulai dari baris depan sangat penting. Cuaca bisa benar-benar berbeda dan jauh lebih dingin, jadi kami harus siap,” kata Bagnaia.

Pada balapan utama nanti, Bagnaia juga menjadi satu-satunya pembalap Ducati pabrikan setelah Marc Marquez mengalami cedera kaki.

Ad
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari dan tingkatkan visibilitas bisnis Anda.
Diterbitkan oleh: Ria Sartika

Bagikan artikel ini

  
Tambahkan Komentar Anda
Tombol Komentar

Konten berbayar berikut dibuat dan disajikan Advertiser. Borneotribun.com tidak terkait dalam pembuatan konten ini.

IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.
IKLAN
Pasang Iklan di Borneotribun.com
Jangkau puluhan ribu pembaca setiap hari!
Promosikan bisnis & produk Anda lebih luas dan efektif.

TAMPIL DI POSTING AJA

Logo Borneotribun
CARI WARTAWAN
Bergabung bersama tim media Borneotribun.com sekarang juga.