Berita BorneoTribun: Mudik 2026 hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Mudik 2026. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mudik 2026. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Maret 2026

Jambu Kristal Jadi Oleh-Oleh Favorit di Jalur Mudik Pantai Selatan

Lapak jambu kristal di jalur Pantai Selatan Yogya ramai pemudik. Buah manis, segar, dan renyah ini jadi pilihan favorit untuk perjalanan mudik.
Lapak jambu kristal di jalur Pantai Selatan Yogya ramai pemudik. Buah manis, segar, dan renyah ini jadi pilihan favorit untuk perjalanan mudik.

Lifestyle, Borneotribun.com -- Deretan lapak buah di sepanjang jalur pantai selatan atau Pansela menuju Yogyakarta menjadi pemandangan yang sulit dilewatkan saat musim mudik. Di antara berbagai buah yang dijajakan, jambu kristal menjadi salah satu yang paling banyak diburu pemudik.

Tumpukan jambu berwarna hijau muda tersusun rapi di tepi jalan. Sebagian pengendara memperlambat kendaraan, sementara yang lain memilih berhenti untuk membeli buah segar sebelum melanjutkan perjalanan.

Jambu kristal, dikenal memiliki daging tebal dan renyah dengan biji yang sangat sedikit, kurang dari tiga persen dari bagian buah. Menurut Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, karakteristik ini menjadi keunggulan utama dibanding varietas lain. Rasanya yang manis dan kandungan air tinggi membuat buah ini praktis dikonsumsi di perjalanan, terutama saat melintasi jalur selatan yang panjang dan panas.

Salah seorang pedagang di jalur Pantai Selatan, Nariya, mengaku penjualan jambu kristal sangat bergantung pada arus kendaraan yang melintas.

“Kalau pas laris 50 kilo, kalau pas sepi paling 10 kilo,” ujarnya kepada ANTARA, Selasa (17/3).

Mayoritas pembeli berasal dari luar daerah, terutama Jakarta, yang menuju Yogyakarta atau Jawa Timur. Lapak biasanya buka sejak pagi hingga tengah malam, mengikuti pergerakan pemudik.

Harga jambu kristal cukup terjangkau, Rp15.000 per kilogram, dengan negosiasi jika membeli dalam jumlah banyak. Selain buah segar, pedagang juga menawarkan bibit jambu kristal seharga Rp20.000 per batang bagi yang ingin menanam sendiri di rumah. Pilihan lain seperti belimbing madu juga tersedia, bahkan rujak siap santap di siang hari.

Meski belum puncak arus mudik, penjualan tetap stabil, berkisar 15–50 kilogram per hari. Momentum Ramadhan hingga Lebaran menjadi periode paling menguntungkan, dengan penjualan bisa meningkat dua kali lipat.

Asal-usul Jambu Kristal

Jambu kristal bukan tanaman asli Indonesia. Varietas ini pertama kali dikembangkan di Taiwan awal 1990-an, sebelum diperkenalkan ke Indonesia melalui kerja sama hortikultura. Sejak awal 2000-an, jambu kristal dikembangkan sebagai komoditas unggulan karena produktivitas tinggi dan berbuah sepanjang tahun.

Wilayah seperti Gunungkidul menjadi sentra pengembangan karena kondisi lahan yang sesuai. Kedekatan lokasi produksi dengan jalur Pantai Selatan memudahkan distribusi, menjadikan jambu kristal mudah ditemui sepanjang jalur mudik. Ukuran besar dan tampilan menarik juga memudahkan penjualan dalam kondisi segar.

Buah ini kaya vitamin C, serat, dan antioksidan, menjadikannya pilihan tepat untuk menjaga kebugaran pemudik.

Daya Tarik Jambu Kristal di Jalur Mudik

Uniknya, jambu kristal dijual sederhana di pinggir jalan. Buah disusun di keranjang atau digantung dalam plastik tanpa kemasan khusus, namun kesegarannya menjadi daya tarik utama.

Bagi pemudik, berhenti membeli jambu kristal bukan sekadar membeli buah, tapi juga menjadi jeda perjalanan. Kesempatan untuk beristirahat sejenak, meregangkan tubuh, dan menikmati suasana jalur selatan yang relatif santai.

Tidak sedikit pemudik langsung mengonsumsi jambu di kendaraan, sementara sebagian lainnya membawanya sebagai buah tangan. Momen sederhana ini akhirnya menjadi bagian dari pengalaman mudik yang berkesan.

Jambu kristal tidak hanya menjadi komoditas hortikultura, tapi juga ikon perjalanan mudik di jalur pantai selatan, hadir di hampir setiap titik dan mengikuti arus kendaraan menuju kampung halaman.

Sumber: ANTARA / Farika Nur Khotimah

Rabu, 18 Maret 2026

Layanan Pertanahan Di Jawa Tengah Tetap Buka Saat Libur Lebaran 2026

Layanan pertanahan di Jawa Tengah tetap buka saat libur Lebaran 2026. Simak jadwal, jenis layanan, dan info lengkap dari BPN untuk masyarakat.
Layanan pertanahan di Jawa Tengah tetap buka saat libur Lebaran 2026. Simak jadwal, jenis layanan, dan info lengkap dari BPN untuk masyarakat.

Semarang – Kabar baik buat masyarakat, khususnya para pemudik di Jawa Tengah. Di tengah libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 1447 H, layanan pertanahan ternyata tetap buka, meskipun secara terbatas.

Sebanyak 35 Kantor Pertanahan di wilayah Jawa Tengah dipastikan tetap melayani masyarakat selama periode libur nasional dan cuti bersama. Langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan administrasi pertanahan tetap bisa diakses tanpa harus menunggu libur berakhir.

Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Tengah, Muchamad Mastur, mengatakan bahwa kebijakan ini sangat relevan dengan kondisi Jawa Tengah sebagai salah satu tujuan utama mudik.

“35 Kantor Pertanahan di Jawa Tengah buka untuk melayani masyarakat dalam masa libur Lebaran nanti. Terlebih, hampir seluruh wilayah Jawa Tengah adalah daerah tujuan mudik. Jadi, ini momen yang pas untuk para perantau yang mau urus tanahnya,” ujarnya, Selasa (17/03/2026).

Layanan Tetap Ada, Meski Terbatas

Walaupun tidak beroperasi penuh seperti hari kerja biasa, layanan yang tersedia tetap cukup membantu masyarakat. Beberapa layanan yang tetap dibuka antara lain:

  • Informasi dan konsultasi pertanahan

  • Penerimaan berkas tanpa kuasa

  • Pengambilan produk layanan

  • Pemutakhiran data pertanahan

Mastur menegaskan bahwa pelayanan tetap mengedepankan standar operasional dan tertib administrasi. Petugas pun akan bekerja secara bergilir agar layanan tetap berjalan optimal.

Komitmen Pelayanan Publik Tetap Jalan

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, yang mendorong agar pelayanan publik tetap maksimal, bahkan di tengah libur panjang.

“Ini merupakan bentuk komitmen Kementerian ATR/BPN untuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan dan kebutuhan masyarakat dapat dilayani,” jelas Mastur.

Langkah ini juga dinilai sebagai bentuk adaptasi pelayanan publik terhadap kebutuhan masyarakat modern yang membutuhkan fleksibilitas waktu, terutama saat momen mudik.

Jadwal Layanan Selama Libur

Layanan pertanahan terbatas ini akan dibuka pada tanggal:

  • 18 Maret 2026

  • 19 Maret 2026

  • 20 Maret 2026

  • 23 Maret 2026

  • 24 Maret 2026

Jam operasional: 09.00 – 12.00 WIB

Untuk informasi lebih detail terkait mekanisme layanan dan kantor yang buka, masyarakat disarankan untuk memantau kanal resmi media sosial Kanwil BPN Jawa Tengah atau Kantor Pertanahan setempat.

Momentum Pas Buat Urus Tanah

Buat para perantau yang pulang kampung, ini bisa jadi kesempatan emas. Tanpa harus cuti tambahan, urusan tanah seperti pengambilan sertifikat atau konsultasi bisa langsung diselesaikan.

Jadi, nggak perlu nunggu libur selesai manfaatkan waktu mudik kamu sebaik mungkin!

Kamis, 12 Maret 2026

2.274 Personel Gabungan Amankan Idul Fitri 1447 H Dalam Operasi Ketupat Kapuas 2026

Polda Kalbar mengerahkan 2.274 personel gabungan dalam Operasi Ketupat Kapuas 2026 untuk mengamankan Idul Fitri 1447 H selama 13 hari di berbagai wilayah Kalimantan Barat.
Polda Kalbar mengerahkan 2.274 personel gabungan dalam Operasi Ketupat Kapuas 2026 untuk mengamankan Idul Fitri 1447 H selama 13 hari di berbagai wilayah Kalimantan Barat.

Pontianak – Kepolisian Daerah Kalimantan Barat melalui Kepolisian Daerah Kalimantan Barat mengerahkan sebanyak 2.274 personel gabungan untuk mengamankan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah melalui Operasi Ketupat Kapuas 2026.

Pengamanan tersebut dipimpin oleh Kapolda Kalbar, Pipit Rismanto, yang menyatakan bahwa operasi akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi ini melibatkan personel dari Polri serta berbagai instansi terkait guna memastikan keamanan masyarakat selama masa mudik dan libur Lebaran.

Menurut Pipit, total 2.274 personel yang diterjunkan terdiri dari 730 personel Polri dan 1.544 personel gabungan dari TNI serta instansi terkait lainnya.

“Sebanyak 2.274 personel dilibatkan dalam Operasi Ketupat Kapuas 2026 yang terdiri dari 730 personel Polri dan 1.544 personel dari TNI serta instansi terkait lainnya,” ujar Pipit di Pontianak, Rabu.

Fokus Pengamanan Arus Mudik Dan Balik Lebaran

Operasi ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang merayakan Idul Fitri, terutama dalam menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama arus mudik dan arus balik Lebaran.

Kapolda Kalbar menjelaskan bahwa momentum Idul Fitri tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga berdampak besar terhadap berbagai aktivitas masyarakat, termasuk meningkatnya pergerakan orang, aktivitas ekonomi, serta kepadatan transportasi di berbagai wilayah.

Untuk mendukung kelancaran pengamanan, Polda Kalbar akan mendirikan 59 pos pengamanan yang tersebar di sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Barat.

Pos tersebut terdiri dari:

  • 38 Pos Pengamanan

  • 15 Pos Pelayanan

  • 6 Pos Terpadu

Pos-pos ini ditempatkan di berbagai titik strategis, seperti rumah ibadah, terminal, pelabuhan, bandara, objek wisata, hingga pusat perbelanjaan yang diprediksi menjadi pusat aktivitas masyarakat selama libur Lebaran.

Mobilitas Masyarakat Diprediksi Meningkat

Pipit juga menyebutkan bahwa mobilitas masyarakat pada Idul Fitri tahun ini diperkirakan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini dipengaruhi oleh sejumlah momentum hari libur nasional yang berdekatan.

Selain arus mudik Lebaran, peningkatan aktivitas masyarakat juga dipicu oleh rangkaian perayaan keagamaan sebelumnya seperti Imlek dan Cap Go Meh, serta libur panjang nasional yang berdekatan dengan perayaan Nyepi.

Kondisi tersebut diprediksi akan memicu lonjakan pergerakan masyarakat, baik untuk perjalanan mudik, wisata, maupun aktivitas ekonomi lainnya.

Komitmen Pengamanan Lebaran

Melalui Operasi Ketupat Kapuas 2026, Polda Kalbar bersama Tentara Nasional Indonesia, kementerian, lembaga terkait, serta berbagai mitra kamtibmas berkomitmen memberikan pengamanan dan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Langkah ini diharapkan dapat memastikan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di Kalimantan Barat berlangsung aman, lancar, dan kondusif, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas masyarakat selama masa libur Lebaran.