Berita BorneoTribun: Musim Dingin hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Musim Dingin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Musim Dingin. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Februari 2026

Bayi Sapi Menggemaskan Ini Diselamatkan dari Dingin, Tidur Nyenyak di Sofa Bersama Anak-anak

Bayi Sapi Menggemaskan Ini Diselamatkan dari Dingin, Tidur Nyenyak di Sofa Bersama Anak-anak
Bayi Sapi Menggemaskan Ini Diselamatkan dari Dingin, Tidur Nyenyak di Sofa Bersama Anak-anak.

JAKARTA --- Di tengah musim dingin yang menusuk, sebuah kisah hangat datang dari Kentucky, Amerika Serikat. Bayi sapi yang baru lahir nyaris menghadapi bahaya karena cuaca ekstrem. Untungnya, keluarga peternak setempat segera bertindak cepat untuk menyelamatkannya.

Bayi sapi ini lahir pada hari Sabtu di peternakan keluarga Sorrell di kota Mount Sterling. Menurut sang pemilik, Macey Sorrell, bayi sapi itu mulai kedinginan tak lama setelah lahir. “Kami melihat dia menggigil, jadi segera kami bawa ke dalam rumah,” ungkap Macey. Tindakan cepat ini sangat krusial, karena keluarga tersebut pernah kehilangan anak sapi sebelumnya akibat hipotermia.

Setelah masuk rumah, bayi sapi diberi makanan, dibersihkan, dan dipanaskan. Tak butuh waktu lama, dia pun beristirahat dengan nyaman di sofa, tepat di samping dua anak keluarga Sorrell. Lucunya, sang anak berusia tiga tahun memberi nama bayi sapi itu “Sally”, terinspirasi dari karakter favoritnya dari film animasi.

Kisah hangat ini bukan hanya menyentuh hati keluarga, tapi juga membuat banyak orang di internet ikut tersenyum. Aksi sederhana untuk melindungi makhluk kecil dari dingin ekstrim ini menjadi contoh kepedulian dan empati yang bisa dilakukan siapa pun. Selain itu, pengalaman keluarga Sorrell juga memberikan pelajaran penting bagi peternak lainnya: jangan menunggu sampai terlambat saat kondisi hewan muda terancam cuaca ekstrem.

Praktik seperti ini sederhana tapi efektif. Pertama, pastikan bayi sapi atau hewan muda selalu berada di tempat hangat saat cuaca dingin. Kedua, setelah lahir, hewan sebaiknya segera diberi makan dan dibersihkan agar tetap sehat. Ketiga, interaksi dengan manusia dapat memberikan kenyamanan dan rasa aman, seperti yang terlihat saat Sally tidur nyenyak di sofa.

Keesokan harinya, Sally dikembalikan ke induknya, dan kondisi kesehatan bayi sapi itu baik-baik saja. Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa tindakan cepat dan penuh perhatian bisa menyelamatkan nyawa. Bagi para peternak maupun pecinta hewan, ini adalah pengingat bahwa kadang tindakan sederhana seperti menghangatkan bayi sapi di rumah dapat membuat perbedaan besar.

Jadi, meski musim dingin terasa menantang, perhatian ekstra dan sedikit kreativitas dalam merawat hewan muda bisa menciptakan momen hangat yang tak terlupakan — baik untuk hewan maupun manusia.

Jumat, 09 April 2021

China Peringatkan AS agar Tidak Boikot Olimpiade Musim Dingin

China Peringatkan AS agar Tidak Boikot Olimpiade Musim Dingin
Logo Olimpiade di Jeongseon Alpine Center, Pyeongchang, Korea Selatan, 11 Februari 2018.

BorneoTribun Jakarta -- Pemerintah China memperingatkan Amerika Serikat (AS), Rabu (7/4), agar tidak memboikot Olimpiade musim dingin tahun depan di Beijing. China mengeluarkan pernyataan itu setelah pemerintahan Biden menyatakan sedang membahas dengan sekutu pendekatan gabungan untuk mengadukan pelanggaran hak-hak asasi manusia (HAM) di China.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China menolak tuduhan pelecehan terhadap minoritas etnis di kawasan Xinjiang. Akan ada “respons China yang tegas terhadap boikot semacam itu," katanya tanpa memperinci lebih jauh.

“Politisasi olahraga akan merusak semangat Piagam Olimpiade dan kepentingan para atlit dari semua negara,” kata juru bicara Zhao Li-jian. “Masyarakat internasional termasuk komite Olimpiade AS tidak bisa menerimanya.”

Organisasi HAM memprotes China sebagai penyelenggara Olimpiade musim dingin yang akan dimulai Februari 2022. Mereka mendesak boikot atau langkah lain guna memusatkan perhatian pada pelecehan China terhadap warga Uighur, Tibet, dan penduduk Hong Kong.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan memboikot Olimpiade adalah salah satu opsi, tetapi pejabat senior mengatakan pemboikotan tidak dibahas. Komite Olimpiade Internasional dan Komite Olimpiade dan Paralimpiade AS telah mengatakan menentang boikot.

Juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki, Rabu (7/4), mengatakan, Gedung Putih tidak mengkaji wacana pemboikotan Olimpiade 2022.

“Kami tidak membahas, dan tidak sedang membahas, boikot gabungan dengan sekutu dan mitra,” kata Psaki.

Ketika ditanya apakah pemerintah AS menganjurkan warganya tidak melakukan perjalanan ke China, Psaki mengatakan, pemerintahan Biden berharap saat pesta olahraga itu berlangsung, “kita sudah mencapai titik di mana cukup banyak orang di seluruh negara, dan juga di seluruh dunia telah divaksinasi” COVID-19. [jm/ka]

Oleh: VOA