Berita BorneoTribun: Nezar Patria hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Nezar Patria. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nezar Patria. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Februari 2026

Verifikasi Usia Diperketat Pemerintah Lindungi Anak di Ruang Digital

Pemerintah Dorong Platform Media Sosial Perketat Verifikasi Akun Anak
Perlindungan Anak, Media Sosial, Verifikasi Usia, Akun Anak, Platform UGC, Nezar Patria, Ruang Digital, PSE Digital, Dashboard Pengawasan, Konten Negatif. (Gambar ilustrasi)

Pemerintah Dorong Platform Media Sosial Perketat Verifikasi Akun Anak

JAKARTA -- Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria meminta platform media sosial memperketat proses pembuatan akun bagi anak-anak guna meningkatkan perlindungan mereka di ruang digital. Hal ini disampaikan dalam siniar yang digelar di Antara Heritage Center, Jakarta, Selasa.

Nezar menegaskan bahwa mayoritas platform yang diakses anak-anak berbasis User Generated Content atau UGC, yakni konten yang dibuat langsung oleh pengguna. Model seperti ini dinilai memiliki risiko lebih tinggi terhadap paparan konten negatif apabila tidak diawasi secara ketat sejak tahap awal pendaftaran akun.

Menurutnya, proses verifikasi usia harus menjadi pintu pertama dalam sistem perlindungan anak di media sosial. Penyaringan yang akurat diperlukan untuk memastikan apakah seorang pengguna benar-benar telah memenuhi syarat usia, sekaligus menentukan apakah mereka diperbolehkan mengunggah konten sendiri.

Ia menjelaskan bahwa untuk anak berusia 13 tahun, pembuatan akun media sosial seharusnya berada dalam persetujuan dan pengawasan orang tua. Dengan mekanisme ini, aktivitas digital anak bisa lebih terkontrol dan terhindar dari risiko seperti perundungan siber, eksploitasi data pribadi, hingga paparan konten yang tidak sesuai usia.

Tidak hanya berhenti pada imbauan, pemerintah juga membangun sistem pengawasan bersama dengan para Penyelenggara Sistem Elektronik atau PSE. Sejumlah pertemuan telah dilakukan untuk membahas teknis pengawasan yang lebih efektif.

Salah satu langkah konkret yang disepakati adalah pembuatan dashboard bersama. Dashboard ini akan menjadi pusat pelaporan dan pemantauan aktivitas dari platform digital, sehingga pemerintah dapat menerima laporan secara berkala dari para PSE terkait pengelolaan akun anak dan potensi pelanggaran.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional memperkuat perlindungan anak di ruang digital yang semakin kompleks. Pemerintah berharap kerja sama erat antara regulator dan platform media sosial dapat menciptakan ekosistem digital yang lebih aman, sehat, dan ramah anak.

Sebagai orang tua dan pengguna internet, penting bagi kita untuk ikut berperan aktif mengawasi aktivitas digital anak. Perlindungan tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga kesadaran bersama dalam membangun budaya digital yang bertanggung jawab.

FAQ Seputar Pengetatan Akun Media Sosial Anak

1. Mengapa verifikasi usia di media sosial penting?
Karena verifikasi usia membantu memastikan anak tidak mengakses atau mengunggah konten yang tidak sesuai dengan perkembangan mereka.

2. Apa itu platform berbasis UGC?
UGC atau User Generated Content adalah platform yang kontennya dibuat oleh pengguna, seperti unggahan video, foto, atau tulisan.

3. Apa peran orang tua dalam pembuatan akun anak usia 13 tahun?
Orang tua diharapkan memberikan persetujuan serta melakukan pengawasan terhadap aktivitas digital anak.

4. Apa itu dashboard pengawasan PSE?
Dashboard ini merupakan sistem pemantauan bersama antara pemerintah dan platform digital untuk menerima laporan serta mengawasi perlindungan anak.

5. Apa tujuan utama kebijakan ini?
Untuk memperkuat perlindungan anak dari konten negatif dan risiko digital di media sosial.

AI Overview Ancam Bisnis Media Pemerintah Dorong Skema Lisensi Konten

Nezar Patria mendorong kerja sama adil antara platform digital dan penerbit berita terkait penggunaan konten dalam AI Overview. Trafik media turun hingga 70 persen, pemerintah soroti hak cipta dan lisensi.
Nezar Patria mendorong kerja sama adil antara platform digital dan penerbit berita terkait penggunaan konten dalam AI Overview. Trafik media turun hingga 70 persen, pemerintah soroti hak cipta dan lisensi.

Mesin Pencari AI Bikin Trafik Anjlok Media Digital Terancam

JAKARTA -- Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mendorong platform digital agar menjalin kerja sama yang adil dengan penerbit berita terkait penggunaan konten jurnalistik dalam fitur mesin pencari berbasis kecerdasan buatan

Pernyataan itu disampaikan Nezar dalam sebuah siniar di Antara Heritage Center, Jakarta, Selasa, sebagai respons atas dampak signifikan fitur AI Overview terhadap trafik media digital.

Menurut Nezar, fitur rangkuman berbasis AI di mesin pencari memang memudahkan masyarakat mengakses informasi secara cepat dan ringkas. Teknologi ini mampu menghimpun berbagai sumber, merangkum, hingga menyederhanakan topik kompleks dalam satu tampilan. Namun di balik kemudahan tersebut, industri media menghadapi tekanan besar.

Ia mengungkapkan bahwa trafik sejumlah situs media digital dilaporkan turun drastis, bahkan mencapai 40 hingga 70 persen. Penurunan kunjungan ini secara langsung berdampak pada pendapatan iklan dan model bisnis perusahaan pers. Ketika pembaca cukup memperoleh informasi dari ringkasan AI tanpa mengklik sumber asli, maka arus pembaca ke portal berita ikut menyusut.

Perkembangan terbaru AI bahkan tak hanya berhenti pada kemampuan merangkum. Teknologi ini kini mampu melakukan penalaran, analisis data, hingga prediksi berbasis algoritma. Situasi tersebut dikhawatirkan semakin memperkecil peluang audiens mengakses langsung karya jurnalistik di situs resmi penerbit.

Meski demikian, Nezar menegaskan bahwa kehadiran AI dalam mesin pencari tidak sepenuhnya dapat disalahkan. Inovasi tersebut pada dasarnya bertujuan meningkatkan efisiensi pencarian informasi bagi publik. Namun ia menilai, diskusi mengenai hak cipta harus menjadi prioritas.

Menurutnya, konten yang dirangkum AI bersumber dari karya jurnalistik yang memiliki perlindungan hukum. Karena itu, negosiasi antara platform digital dan penerbit berita perlu dilakukan secara terbuka dan setara. Salah satu solusi yang didorong pemerintah adalah skema lisensi atau kompensasi atas penggunaan konten berita oleh sistem AI.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan jurnalisme berkualitas di tengah maraknya konten otomatis berbasis kecerdasan buatan. Pemerintah berharap tercipta ekosistem digital yang lebih adil, transparan, dan saling menguntungkan, sehingga inovasi teknologi tetap berjalan tanpa mengorbankan industri media.

Bagi pembaca, isu ini penting untuk dipahami karena menyangkut masa depan informasi yang Anda konsumsi setiap hari. Keberlangsungan media yang kredibel sangat bergantung pada keseimbangan antara teknologi dan penghargaan terhadap karya jurnalistik.

FAQ Seputar AI Overview dan Dampaknya ke Media

1. Apa itu AI Overview di mesin pencari
Fitur yang merangkum berbagai sumber informasi menggunakan kecerdasan buatan sehingga pengguna mendapat jawaban instan.

2. Mengapa trafik media menurun akibat AI
Karena pengguna sering merasa cukup membaca ringkasan AI tanpa membuka situs sumber asli.

3. Apa dampaknya bagi industri media
Pendapatan iklan berkurang, model bisnis terganggu, dan keberlanjutan jurnalisme terancam.

4. Apa solusi yang diusulkan pemerintah
Mendorong kerja sama adil, termasuk skema lisensi atau pembayaran atas penggunaan konten berita oleh AI.

5. Apakah AI akan dilarang
Tidak. Pemerintah menekankan keseimbangan antara inovasi teknologi dan perlindungan hak cipta.