Berita BorneoTribun: Olahraga Daerah hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Olahraga Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga Daerah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 April 2026

Pendaftaran Atlet Porprov Kalteng Tahap Pertama Ditutup, 7.130 Atlet Terdaftar

Pendaftaran atlet Porprov Kalteng tahap pertama resmi ditutup dengan 7.130 atlet terdaftar. KONI Kalteng segera lanjutkan verifikasi administrasi lanjutan.
Pendaftaran atlet Porprov Kalteng tahap pertama resmi ditutup dengan 7.130 atlet terdaftar. KONI Kalteng segera lanjutkan verifikasi administrasi lanjutan.

Palangka Raya — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Tengah (Kalteng) resmi menutup pendaftaran atlet tahap pertama untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah. Hingga penutupan, tercatat sebanyak 7.130 atlet telah masuk dalam daftar panjang (longlist) peserta.

Wakil Ketua Bidang Prestasi KONI Kalteng, M. Rasad Samuel, menyampaikan bahwa data tersebut diperoleh dari laporan tim IT Sistem Evaluasi Gabungan Atlet (SEGA) Porprov.

“Dari hasil laporan tim IT SEGA Porprov, saat ini telah diserahkan laporan hasil pendaftaran longlist atlet sebanyak 7.130 orang. Setelah ini kami adakan rapat koordinasi untuk melakukan tahapan kedua verifikasi entry by name dan entry by number,” ujar Rasad di Palangka Raya, Senin.

Tahap Verifikasi Jadi Penentu Keabsahan Atlet

Setelah tahap pendaftaran awal ditutup, proses selanjutnya adalah verifikasi administrasi atlet. Tahap ini mencakup pengecekan data detail peserta melalui sistem entry by name dan entry by number.

Pemantauan dan evaluasi akan dilakukan secara terpadu oleh tim IT SEGA Porprov, sekretariat, serta pengurus KONI Kalteng.

Menurut Rasad, setiap KONI kabupaten dan kota diminta segera melengkapi dokumen persyaratan agar proses verifikasi berjalan lancar.

“Dalam pengecekan entry by name dan entry by number, KONI daerah diminta melengkapi persyaratan untuk memastikan keabsahan data atlet,” jelasnya.

Sebaran Atlet dari Seluruh Daerah di Kalteng

Seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah telah mendaftarkan atletnya pada tahap pertama ini. Berikut jumlah atlet yang terdaftar dari masing-masing daerah:

  • Kotawaringin Barat: 986 atlet

  • Kotawaringin Timur: 735 atlet

  • Kapuas: 697 atlet

  • Barito Selatan: 280 atlet

  • Barito Utara: 671 atlet

  • Katingan: 419 atlet

  • Seruyan: 689 atlet

  • Sukamara: 302 atlet

  • Lamandau: 538 atlet

  • Gunung Mas: 129 atlet

  • Pulang Pisau: 277 atlet

  • Murung Raya: 277 atlet

  • Barito Timur: 489 atlet

  • Kota Palangka Raya: 641 atlet

Meski jumlah atlet yang terdaftar cukup besar, masih terdapat 1.887 atlet yang administrasinya belum lengkap.

KONI Daerah Diminta Percepat Kelengkapan Berkas

Kepala Bidang Sekretariat KONI Kalteng, Qudit Maseh, mengingatkan seluruh KONI daerah untuk segera melengkapi dokumen yang dibutuhkan.

Menurutnya, keterlambatan administrasi bisa berdampak pada proses verifikasi hingga penetapan atlet resmi. “KONI daerah juga bisa mengintensifkan cabang olahraga dalam upaya kelengkapan syarat atlet, sehingga tidak ada keterlambatan dan kendala,” jelas Qudit.

Selain itu, dalam waktu dekat KONI Kalteng juga akan mengundang Technical Delegate (TD) dan pengurus provinsi dari setiap cabang olahraga untuk melakukan koordinasi lanjutan.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan seluruh atlet yang masuk dalam daftar benar-benar memenuhi persyaratan sesuai regulasi Porprov.

Tahapan Berikutnya Fokus Validasi Data Atlet

Tahap verifikasi menjadi kunci utama sebelum atlet ditetapkan sebagai peserta resmi Porprov Kalteng.

Melalui sistem SEGA, validasi data dilakukan secara digital untuk memastikan:

  • Keabsahan identitas atlet

  • Kesesuaian cabang olahraga

  • Kelengkapan dokumen administrasi

  • Status kependudukan atlet

Proses ini juga bertujuan menjaga transparansi dan integritas pelaksanaan Porprov, sehingga kompetisi berjalan adil dan profesional.

Makna Besar Porprov Bagi Pembinaan Atlet Daerah

Porprov merupakan ajang olahraga terbesar di tingkat provinsi yang berfungsi sebagai wadah pembinaan atlet lokal.

Selain menjadi arena kompetisi, ajang ini juga sering menjadi jalur awal bagi atlet daerah untuk melangkah ke tingkat nasional.

Dengan jumlah pendaftar mencapai ribuan atlet, Porprov Kalteng diharapkan mampu melahirkan talenta-talenta baru yang berprestasi di masa mendatang.

FAQ

Berapa jumlah atlet yang terdaftar pada tahap pertama Porprov Kalteng?

Sebanyak 7.130 atlet telah terdaftar dalam daftar panjang (longlist) pada tahap pertama.

Apa tahap berikutnya setelah pendaftaran ditutup?

Tahap berikutnya adalah verifikasi administrasi melalui entry by name dan entry by number.

Berapa atlet yang belum melengkapi berkas?

Tercatat 1.887 atlet masih belum melengkapi dokumen administrasi.

Apa tujuan verifikasi data atlet?

Untuk memastikan keabsahan identitas, kelengkapan dokumen, dan kesesuaian data atlet sebelum ditetapkan sebagai peserta resmi.

Siapa yang melakukan proses verifikasi atlet?

Proses verifikasi dilakukan oleh tim IT SEGA Porprov, sekretariat, serta pengurus KONI Kalteng bersama KONI daerah.

Sabtu, 04 April 2026

Zulkarnaen Siap Pimpin KONI Kubu Raya, Fokus Anggaran dan Prestasi Atlet

Zulkarnaen maju sebagai calon Ketua KONI Kubu Raya 2026 dengan fokus peningkatan anggaran, pembinaan atlet, dan sinergi pemerintah demi prestasi olahraga.
Zulkarnaen maju sebagai calon Ketua KONI Kubu Raya 2026 dengan fokus peningkatan anggaran, pembinaan atlet, dan sinergi pemerintah demi prestasi olahraga.

KUBU RAYA – Bakal calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kubu Raya periode 2026–2030, Zulkarnaen, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan peningkatan anggaran demi mendukung pembinaan atlet dan program kerja olahraga di daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan saat dirinya menyerahkan berkas pendaftaran sebagai bakal calon Ketua KONI Kubu Raya, Jumat (3/4/2026).

Menurut Zulkarnaen, salah satu tantangan utama dalam pengembangan olahraga daerah adalah keterbatasan anggaran. Karena itu, ia menempatkan peningkatan dukungan dana sebagai prioritas utama jika dipercaya memimpin KONI.

“Ke depan, kita akan berupaya memperjuangkan tambahan anggaran untuk KONI agar seluruh program kerja bisa terlaksana dengan maksimal,” ujarnya.

Dukungan Cabor Jadi Modal Awal

Zulkarnaen mengaku mendapat dukungan dari sejumlah cabang olahraga (cabor). Dukungan tersebut menjadi modal awal untuk membangun kepercayaan dan memperkuat visi pengembangan olahraga di Kubu Raya.

Ia menilai, anggaran yang memadai akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembinaan atlet, penyediaan fasilitas latihan, hingga partisipasi dalam kejuaraan tingkat daerah, provinsi, dan nasional.

Perhatian Khusus untuk Atlet Berprestasi

Tak hanya fokus pada anggaran, Zulkarnaen juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap atlet berprestasi. Ia menilai, penghargaan dan kesejahteraan atlet harus menjadi bagian penting dalam kebijakan olahraga.

“Atlet berprestasi harus mendapatkan atensi lebih, baik dari sisi pembinaan, kesejahteraan, maupun penghargaan,” tegasnya.

Menurutnya, apresiasi yang layak akan menjadi motivasi bagi atlet untuk terus meningkatkan prestasi.

Pengalaman Jadi Bekal Utama

Zulkarnaen bukan sosok baru di dunia olahraga. Ia telah dua periode menjabat sebagai Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Kubu Raya.

Pengalaman tersebut dinilai menjadi bekal penting dalam memahami kebutuhan atlet serta dinamika organisasi olahraga di tingkat daerah.

Dorong Sinergi dengan Pemerintah Daerah

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya sinergi antara KONI dan pemerintah daerah. Kolaborasi ini dianggap krusial agar program pembinaan olahraga bisa berjalan sejalan dengan arah pembangunan daerah.

“KONI tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada sinergi dengan pemerintah daerah,” tambahnya.

Harapan untuk Masa Depan Olahraga Kubu Raya

Zulkarnaen berharap, dengan dukungan semua pihak, olahraga di Kubu Raya bisa berkembang lebih pesat dan melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat lebih tinggi.

FAQ

1. Siapa Zulkarnaen?
Zulkarnaen adalah bakal calon Ketua KONI Kubu Raya periode 2026–2030 yang memiliki pengalaman di dunia olahraga, termasuk sebagai Ketua IPSI Kubu Raya.

2. Apa fokus utama programnya?
Fokus utama adalah peningkatan anggaran, pembinaan atlet, dan peningkatan prestasi olahraga daerah.

3. Kenapa anggaran jadi prioritas?
Karena anggaran mempengaruhi fasilitas, pelatihan, dan keikutsertaan atlet dalam kompetisi.

4. Apa pentingnya sinergi dengan pemerintah?
Agar program olahraga sejalan dengan kebijakan pembangunan daerah dan mendapat dukungan maksimal.

5. Apa harapan ke depan?
Melahirkan atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional.