Berita BorneoTribun: PAN hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label PAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PAN. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 September 2025

Astrid Menangis Diduga Usai Uya Kuya Dinonaktifkan dari DPR, Video Viral di Medsos

JAKARTA - Seorang perempuan yang diduga Astrid, istri Uya Kuya, viral di media sosial setelah terekam menangis histeris di depan kamera. Video itu ramai dikaitkan dengan keputusan Partai Amanat Nasional (PAN) yang resmi menonaktifkan Uya Kuya sebagai anggota DPR Komisi IX pada Minggu (31/8/2025). Dalam keputusan yang sama, rekan satu partainya, Eko Patrio, juga mengalami hal serupa.

Dalam video yang beredar luas, Astrid terlihat mengenakan baju lengan panjang ungu dipadukan dengan hijab hijau. Ia tak mampu menyembunyikan kesedihannya. Air matanya mengalir deras, bahkan sempat menutup mulut seakan menahan perasaan yang begitu berat. Hingga kini belum diketahui kapan dan di mana video tersebut diambil, namun banyak netizen menduga ekspresi itu muncul setelah sang suami dinonaktifkan dari jabatannya di DPR.

Astrid istri Uya Kuya menangis mengenakan baju ungu dan hijab hijau diduga setelah Uya Kuya dinonaktifkan dari DPR
Astrid istri Uya Kuya menangis mengenakan baju ungu dan hijab hijau diduga setelah Uya Kuya dinonaktifkan dari DPR.

Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, telah membenarkan keputusan tersebut. “Ya, hari ini resmi dinonaktifkan. Kami lakukan evaluasi rutin dan keputusan ini berlaku mulai 31 Agustus 2025,” ujar Zulhas dalam keterangan singkatnya di Jakarta. Sayangnya, ia tidak menjelaskan detail alasan penonaktifan dua figur publik itu dari DPR.

Sementara itu, sejumlah kader PAN yang enggan disebut namanya menyebut langkah ini adalah bagian dari penyegaran internal partai menjelang agenda politik 2029. “PAN ingin memastikan performa legislatornya tetap optimal. Jadi ini lebih kepada strategi partai, bukan hal personal,” ungkap salah seorang kader.

Viralnya video Astrid langsung menuai beragam komentar publik. Ada yang bersimpati, ada pula yang menilai wajar jika seorang istri larut dalam emosi ketika suaminya menghadapi keputusan besar dalam karier politiknya. Hingga artikel ini tayang, Astrid maupun Uya Kuya belum memberikan keterangan resmi terkait video tersebut maupun keputusan PAN. Publik kini menantikan apakah langkah hukum atau klarifikasi politik akan ditempuh keduanya dalam waktu dekat.

Rabu, 29 Juni 2022

Rakerda Partai PAN, Kader Diharapkan Memiliki Kerangka Acuan Pemenangan


Rakerda Partai PAN di Kabupaten Sekadau (Mus/Borneotribun)

Borneotribun Sekadau, Kalbar - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Sekadau melaksanakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Aula salah satu Hotel di Kabupaten Sekadau, Selasa (28/6/2022). 

Rakerda dihadiri seluruh pengurus DPD, Ketua serta Sekretaris DPC PAN yang ada di tujuh kecamatan.

Pada kesempatan tersebut, Ketua DPD PAN Kabupaten Sekadau, Muhammad Jais mengatakan, Rakerda ini bertujuan untuk menjaring  teman-teman dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang ada di Kabupaten Sekadau agar bagaimana kedepannya setiap Dapil  bisa mendapatkan kursi. 

"Secara internal tidak ada masalah dan mudah-mudahan juga saat mendaftar ke KPU Pemilu 2024 tidak ada kendala," Ungkap Jais.

Begitu juga dengan Sekretaris DPD PAN, Herman A Bakar., S.Sos menyebutkan, dengan adanya Rakerda ini sebagai langkah awal persiapan Partai menyongsong Pelaksanaan Pemilu 2024. Selain itu, dalam Rakerda ini juga akan diharapkan masukan-masukan dari seluruh pengurus untuk nantinya disampaikan ke DPW PAN untuk dikeluarkan rekomendasi terkait kebijakan dan program partai kedepannya.

"Dengan adanya Rakerda ini, diharapkan seluruh Kader punya kerangka acuan untuk memenangkan PAN di setiap lini untuk Kejayaan Partai PAN di Kabupaten Sekadau," Ucap Herman.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Provinsi Kalimantan Barat, Zulfydar Zaidar Mochtar yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan, pelaksanaan Rakerda ini merupakan persiapan internal dalam rangka menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 dan sudah dilaksanakan di 10 Kabupaten Kota dengan tujuan untuk pendaftaran internal Pemilu 2024.

"Rakerda ini berkaitan dengan program kerja dimasing-masing Kabupaten Kota dan untuk mempersiapkan calon DPRD Provinsi, serta kita juga membahas Koalisi Indonesia Bersatu (KIB)," Katanya. 

"Untuk calon Presiden dari internal kami sudah ditentukan yakni, Zulkifli Hasan dan untuk eksternal kami juga mempersilahkan siapa saja versi dari masing-masing Kabupaten Kota sesuai nama-nama yang telah beredar. Hasil Rakerda ini akan kami bawa ke Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil)," Tandasnya.


Penulis : Mus
Editor   : R. Hermanto