Berita BorneoTribun: PKB hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label PKB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PKB. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 April 2026

Deddy Sophian Perjuangkan 300 Unit Bedah Rumah Di Banjarmasin Barat 2026

Deddy Sophian dorong 300 unit program bedah rumah di Banjarmasin Barat 2026 bersama DPRD Kalsel untuk wujudkan hunian layak dan sehat. (Ilustrasi)
Deddy Sophian dorong 300 unit program bedah rumah di Banjarmasin Barat 2026 bersama DPRD Kalsel untuk wujudkan hunian layak dan sehat. (Ilustrasi)

BANJARMASIN – Komitmen meningkatkan kualitas hunian warga terus diperjuangkan Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Deddy Sophian. Ia menargetkan program bedah rumah atau perbaikan rumah tidak layak huni bisa mencapai ratusan unit pada 2026.

Hal ini disampaikan saat kegiatan reses bersama warga di kawasan Kuin Selatan, Banjarmasin Barat. Dalam pertemuan tersebut, Deddy menegaskan bahwa upaya perbaikan rumah tidak hanya mengandalkan program dari pemerintah kota, tetapi juga didorong melalui pemerintah provinsi.

“Tidak hanya program bedah rumah dari pemerintah kota, tapi juga dari pemerintah provinsi,” ujarnya.

Target 300 Unit Untuk Banjarmasin Barat

Khusus wilayah Banjarmasin Barat, Deddy mengusulkan sebanyak 300 unit rumah untuk diperbaiki melalui program pemerintah provinsi Kalimantan Selatan.

Untuk merealisasikan target tersebut, ia menjalin kolaborasi dengan anggota DPRD Kalimantan Selatan dari partai yang sama, yakni PKB, yang berasal dari daerah pemilihan Kota Banjarmasin.

“Semoga bisa terwujud dengan kita berjuang bersama,” katanya.

Realisasi 2025 Jadi Modal Optimisme

Deddy mengungkapkan, pada 2025 program serupa telah berhasil direalisasikan dengan capaian sekitar 100 unit rumah di Kecamatan Banjarmasin Barat.

Jumlah tersebut bahkan bertambah dengan dukungan dari program pemerintah kota, yang turut memberikan bantuan tambahan bagi warga.

Menurutnya, kondisi permukiman di Banjarmasin Barat yang padat dan banyak kawasan perkampungan lama membuat program bedah rumah menjadi kebutuhan mendesak.

Dorongan Di Musrenbang Provinsi

Deddy berharap usulan tersebut dapat disetujui dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat provinsi.

Target minimal yang diharapkan bisa terealisasi adalah sekitar 250 unit rumah.

“Mudah-mudahan usulan ini disetujui, setidaknya 250 unit bisa terealisasi,” harapnya.

Dukungan DPRD Kalsel Dan Kenaikan Anggaran

Anggota DPRD Kalimantan Selatan, Suripno Sumas, turut membenarkan adanya kolaborasi lintas tingkat pemerintahan untuk mendorong program ini.

Ia menyebutkan bahwa usulan 300 unit bedah rumah untuk Banjarmasin Barat pada 2026 telah diajukan secara resmi.

“Alhamdulillah pada 2025 sudah terealisasi, dan untuk 2026 usulan 300 unit sudah masuk,” jelasnya.

Suripno juga mengungkapkan adanya peningkatan anggaran per unit rumah.

Jika pada tahun sebelumnya biaya per unit sebesar Rp20 juta, maka pada 2026 direncanakan naik menjadi Rp25 juta per unit.

Program ini mencakup perbaikan struktur utama rumah seperti lantai, atap, dan dinding agar memenuhi standar kelayakan dan kesehatan.

Harapan: Tidak Ada Lagi Rumah Tidak Layak Huni

Dengan adanya peningkatan jumlah unit dan anggaran, pemerintah diharapkan mampu mempercepat pengurangan jumlah rumah tidak layak huni di Banjarmasin.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya di kawasan padat penduduk.

“Harapannya tidak ada lagi rumah yang tidak layak huni dan tidak memenuhi standar kesehatan,” tutupnya.

FAQ

1. Apa itu program bedah rumah?
Program bedah rumah adalah bantuan pemerintah untuk memperbaiki rumah tidak layak huni agar menjadi aman dan sehat.

2. Berapa target bedah rumah di Banjarmasin Barat 2026?
Targetnya mencapai 300 unit rumah yang diusulkan ke pemerintah provinsi.

3. Berapa anggaran per unit rumah pada 2026?
Anggaran direncanakan sebesar Rp25 juta per unit, naik dari Rp20 juta pada 2025.

4. Siapa yang memperjuangkan program ini?
Program ini diperjuangkan oleh Deddy Sophian bersama DPRD Kalimantan Selatan.

5. Apa saja yang diperbaiki dalam program ini?
Perbaikan meliputi lantai, atap, dan dinding rumah agar layak huni.

Rabu, 23 Agustus 2023

Wabup Sekadau Terima Kunjungan Kerja Anggota DPR RI dari PKB

Wabup Sekadau Terima Kunjungan Kerja Anggota DPR RI dari PKB.
SEKADAU - Wakil Bupati Sekadau, Subandrio, menerima kunjungan kerja dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) yang berasal dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Daniel Johan. Pertemuan ini dilangsungkan dengan khidmat di Keraton Kusuma Negara Sekadau pada Senin, tanggal 21 Agustus 2023.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Raja Sekadau, Gusti Muhammad Effendi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Organisasi Masyarakat (Ormas), serta berbagai tokoh masyarakat dan agama.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sekadau, Subandrio, menyampaikan rasa penghormatan atas kunjungan Anggota DPR RI dari Partai PKB, Daniel Johan. Subandrio menegaskan bahwa pemerintah daerah Kabupaten Sekadau dengan tangan terbuka menyambut baik kerjasama yang konstruktif dengan PKB.

"Kami berdua, saya dan Pak Aron, sangat berterima kasih karena PKB adalah salah satu kekuatan politik yang telah memberikan dukungan dalam Pilkada 2020. Kami berharap PKB di Kabupaten Sekadau terus berkembang dan dapat meraih kursi di DPRD pada Pemilihan Umum 2024 mendatang," ujarnya.

Selain itu, Subandrio juga mengungkapkan bahwa sejak tahun 2022, pemerintah daerah Kabupaten Sekadau telah mengalihkan fokusnya pada pembangunan sektor infrastruktur, pertanian, dan perkebunan.

Menyinggung proyek pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, Subandrio menjelaskan dengan rinci bahwa pada tahun 2022, alokasi anggaran sekitar Rp 25 miliar telah dialokasikan untuk wilayah Belitang. Sementara itu, proyek di Madya-Landau Kodah dan Kecamatan Nanga Mahap masing-masing menerima anggaran sekitar Rp 12 miliar.

"Di tahun 2023, kami telah mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 24 miliar untuk melanjutkan proyek pembangunan jalan di wilayah Belitang. Kemudian, alokasi anggaran sebesar Rp 29 miliar dan sekitar Rp 27 miliar dialokasikan untuk proyek jalan di kawasan Seberang Kapuas (Madya-Landau Kodah) dan wilayah Rawak, Taman, Mahap (RTM) secara berturut-turut," terang Subandrio.

"Tidak hanya itu, kami saat ini juga fokus pada pengembangan sektor pertanian dan perkebunan, termasuk dalam distribusi bibit sawit," pungkasnya, menggambarkan komitmen pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan di berbagai sektor pembangunan.

Kunjungan ini mencerminkan kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga legislatif dalam upaya memajukan wilayah Kabupaten Sekadau menuju pembangunan yang lebih berkelanjutan dan inklusif.

(Tim/Yk/Hr)