Berita BorneoTribun: PLKB hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label PLKB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PLKB. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Agustus 2025

18,000 PKB and PLKB Cadres Ready to Lead Free Nutritious Meal Program for Pregnant Women and Toddlers

PKB and PLKB cadres distributing free nutritious meal packages to pregnant women and toddlers at a community health post.
PKB and PLKB cadres distributing free nutritious meal packages to pregnant women and toddlers at a community health post.

Jakarta – A total of 18,000 Family Planning Extension Workers (PKB) and Field Officers (PLKB) are ready to be the frontline in implementing the Free Nutritious Meal (MBG) program. This initiative targets pregnant women, breastfeeding mothers, early childhood education (PAUD) children, and toddlers, especially those under 2 years old. This was announced by the Deputy Minister of Population and Family Development (Kemendukbangga), Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, during a discussion titled "The Role of Family Development in Welcoming Indonesia’s Golden Era 2045" held in Jakarta on Friday (8/9).

Isyana explained that the MBG program is not only aimed at school children but also targets pregnant women, breastfeeding mothers, toddlers, and PAUD children who have not been reached by the Ministry of Education and Culture's programs. “This MBG initiative is a concrete government step to ensure optimal nutrition from an early age, with our cadres at Kemendukbangga playing a vital role,” she said. In addition, Kemendukbangga collaborates with the National Nutrition Agency (BGN), Ministry of Health, and Ministry of Home Affairs to form Family Assistance Teams (TPK), totaling 600,000 members nationwide. These teams consist of healthcare workers such as midwives and nurses, as well as PKK and family planning cadres who assist in distributing MBG at the community level.

Furthermore, Isyana emphasized the importance of good nutrition starting from the first 1,000 days of life, which she described as the most crucial period to prevent stunting. “The 1,000-day period doesn’t just start at birth but begins in the womb. Ensuring pregnant women receive nutritious food is key to developing future human resources,” she said. This program is also part of the family development goals outlined in Asta Cita 4, which focuses on improving human resource quality starting at the family level and from an early age.

With the active involvement of 18,000 PKB and PLKB cadres and hundreds of thousands of Family Assistance Team members, the government is optimistic that the MBG program can be distributed evenly and effectively. This effort is expected to accelerate the reduction of stunting rates and improve the quality of Indonesia’s future generations in preparation for Indonesia’s Golden Era 2045.

18 Ribu Kader PKB dan PLKB Siap Jadi Ujung Tombak Program Makan Bergizi Gratis untuk Ibu dan Balita

Kader PKB dan PLKB sedang mendistribusikan paket makan bergizi gratis kepada ibu hamil dan balita di sebuah posyandu desa.
Kader PKB dan PLKB sedang mendistribusikan paket makan bergizi gratis kepada ibu hamil dan balita di sebuah posyandu desa.

Jakarta – Sebanyak 18 ribu kader Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) siap menjadi ujung tombak pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Program ini ditujukan khusus untuk ibu hamil, ibu menyusui, anak PAUD, serta balita, terutama yang berusia di bawah 2 tahun.

 Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, saat menghadiri diskusi bertema "Peran Pembangunan Keluarga dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045" di Jakarta, Sabtu (9/8/2025).

Isyana menjelaskan bahwa program MBG tidak hanya menyasar anak sekolah, tapi juga ibu hamil, ibu menyusui, serta anak balita dan PAUD yang selama ini belum terjangkau oleh program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. 

"MBG ini adalah langkah nyata pemerintah untuk memastikan gizi optimal sejak dini, karena peran kami di Kemendukbangga sangat vital dengan adanya kader PKB dan PLKB yang siap digerakkan," ujarnya. 

Selain itu, Kemendukbangga berkolaborasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN), Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Dalam Negeri untuk membentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang berjumlah 600 ribu orang di seluruh Indonesia. 

TPK terdiri dari tenaga kesehatan seperti bidan dan perawat, serta kader PKK dan kader KB yang membantu distribusi MBG di lapangan.

Lebih lanjut Isyana menegaskan pentingnya pemberian gizi yang baik dimulai sejak 1.000 hari pertama kehidupan, yang menurutnya adalah masa paling krusial untuk mencegah stunting. 

"Masa 1.000 hari pertama itu tidak hanya dimulai saat bayi lahir, tapi sejak dalam kandungan. Jadi memastikan ibu hamil mendapatkan asupan bergizi adalah kunci kualitas sumber daya manusia masa depan," katanya. 

Program ini juga menjadi bagian dari target pembangunan keluarga yang tertuang dalam Asta Cita ke-4, yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia yang dimulai dari keluarga dan sejak dini.

Dengan adanya peran aktif 18 ribu kader PKB dan PLKB serta ratusan ribu anggota Tim Pendamping Keluarga, pemerintah optimistis program MBG dapat tersalurkan merata dan tepat sasaran. 

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat penurunan angka stunting dan meningkatkan kualitas generasi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.