Minggu, 31 Agustus 2025
Kamis, 07 Agustus 2025
PWI Kalbar Dukung Penetapan DPT Kongres Persatuan PWI 2025, Kundori Tegaskan Hanya Ketua Definitif Berwenang Rekom Peninjau
![]() |
| PWI Kalbar Dukung Penetapan DPT Kongres Persatuan PWI 2025, Kundori Tegaskan Hanya Ketua Definitif Berwenang Rekom Peninjau. |
Senin, 28 Juli 2025
PWI Kalbar Ajak Generasi Muda Jadi Garda Terdepan Tangkal Radikalisme di Era Digital
![]() |
| Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Barat, Kundori. |
Sekadau, Kalbar – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Barat, Kundori, mengajak generasi muda untuk menjadi garda terdepan dalam menangkal paham radikalisme dan terorisme, khususnya di tengah derasnya arus digitalisasi.
Ajakan tersebut disampaikan dalam seminar bertema “Peran Anak Muda dalam Menangkal Radikalisme dan Terorisme di Era Digital”, yang digelar Pokja PWI Kabupaten Sekadau pada Senin, 28 Juli 2025 di Sekadau, Kalimantan Barat.
Apa Tujuan Seminar Ini?
Seminar ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran kolektif di kalangan pelajar, khususnya siswa SLTA, mengenai pentingnya peran mereka dalam menjaga keamanan dan perdamaian bangsa dari pengaruh radikalisme dan terorisme yang kini menyusup melalui media sosial dan platform digital.
"Radikalisme dan terorisme tidak hanya mengancam stabilitas keamanan, tetapi juga menghancurkan nilai kemanusiaan dan keberagaman kita," ujar Kundori dalam sambutannya.
Mengapa Anak Muda Jadi Fokus Utama?
Menurut Kundori, anak muda saat ini adalah pengguna internet terbesar dan memiliki kekuatan dalam membentuk opini publik. Maka dari itu, mereka juga harus berani tampil sebagai agen perubahan yang menyebarkan semangat toleransi, kebangsaan, dan perdamaian.
“Media digital kini jadi medan baru pertarungan narasi. Kalau anak muda hanya diam, maka ruang digital akan dikuasai oleh konten-konten destruktif,” tegasnya.
Kundori juga mengingatkan bahwa media massa dan para jurnalis punya tanggung jawab besar. Tidak cukup hanya memberitakan, tapi juga harus menjadi bagian dari solusi dengan menyebarkan informasi yang edukatif dan menyejukkan.
Apa Pesan Para Narasumber?
Sandae mengingatkan pentingnya bimbingan bagi anak muda agar tidak mudah terpengaruh oleh ideologi sesat.
“Pemuda adalah agen perubahan dan calon pemimpin masa depan. Jangan biarkan mereka terjerumus di dunia digital tanpa arahan,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Sekadau, AKBP Donny, menekankan pentingnya literasi digital. Ia menyebut banyak anak muda sulit membedakan informasi yang benar karena derasnya arus informasi di media sosial.
“Fase pencarian jati diri di usia muda sangat rawan dimanfaatkan oleh kelompok radikal. Literasi digital jadi kunci utama,” jelasnya.
Bagaimana Harapan ke Depan?
Dina Mariana, Ketua Pokja PWI Sekadau, berharap kegiatan ini bisa memicu semangat nasionalisme di kalangan pelajar.
“Kami ingin membekali para pelajar dengan pemahaman yang benar agar mereka tumbuh sebagai generasi yang cinta damai, toleran, dan memiliki semangat kebangsaan,” ungkapnya.
Siapa Saja yang Hadir?
Selain Ketua PWI Kalbar, hadir pula berbagai tokoh dan pejabat, antara lain:
Sandae, Asisten II Setda Sekadau, mewakili Bupati Sekadau
AKBP Donny Molino Manoppo, Kapolres Sekadau
Kepala Kemenag Sekadau
Kepala Badan Kesbangpol Sekadau
Ketua FKUB Sekadau
Dina Mariana, Ketua Pokja PWI Sekadau
PWI Kalbar bersama berbagai instansi menggelar seminar edukatif yang bertujuan membentengi generasi muda dari bahaya radikalisme di era digital. Dengan literasi digital yang kuat dan semangat kebangsaan, anak muda diharapkan bisa jadi pelopor perdamaian dan penjaga keberagaman Indonesia.
Mari bersama tangkal radikalisme dari ruang digital, mulai dari sekarang dan mulai dari diri sendiri.
Kamis, 17 Juli 2025
PWI Kalbar Tegur Keras Wawan Suwandi, Somasi Resmi Diterbitkan atas Dugaan Klaim Jabatan Tanpa Dasar
PWI Kalbar Ambil Sikap Tegas! Somasi Dilayangkan atas Dugaan Penyalahgunaan Jabatan dan Atribut Organisasi.
PONTIANAK - Organisasi wartawan tertua di Indonesia, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Barat, mengambil langkah hukum serius terhadap seorang individu bernama Wawan Suwandi.
Ia diduga mengklaim diri sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua PWI Kalbar tanpa dasar hukum yang sah. Kasus ini menjadi perhatian besar, karena menyangkut nama baik dan legalitas sebuah organisasi profesi yang dihormati.
Langkah tegas ini diambil setelah PWI Kalbar merasa dirugikan oleh klaim sepihak dari Wawan. Melalui kuasa hukum dari Kantor Hukum Ruhermansyah & Partners, surat somasi resmi pun dilayangkan pada 14 Juli 2025.
Apa yang Sebenarnya Terjadi?
![]() |
| Advokat Ruhermansyah, S.H., C.Med. |
Menurut pernyataan dari advokat Ruhermansyah, S.H., C.Med yang bertindak sebagai kuasa hukum berdasarkan Surat Kuasa Khusus dari PWI Kalbar tertanggal 8 Juli 2025, kliennya sangat keberatan atas tindakan Wawan Suwandi yang secara sepihak menyatakan diri sebagai Plt. Ketua PWI Kalbar.
Padahal, struktur kepengurusan PWI Kalbar yang sah sudah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) dari PWI Pusat dengan Nomor: 196-PGS/PP-PWI/2024 tertanggal 18 April 2024. Dalam SK tersebut, Kundori resmi diangkat sebagai Ketua PWI Kalbar dan Deska Irnan Syafara sebagai Sekretaris.
Dasar Hukum yang Dilanggar
Somasi yang dilayangkan tersebut tidak main-main. Dalam surat resminya, kuasa hukum membeberkan beberapa dasar hukum yang dianggap telah dilanggar oleh Wawan, antara lain:
-
AD/ART PWI, khususnya Pasal 26 yang menyatakan bahwa hanya Konferensi Provinsi yang dapat memilih Ketua PWI untuk masa jabatan lima tahun.
-
UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers dan UU No. 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), yang menekankan pentingnya keabsahan dan proses demokratis dalam pengangkatan pengurus organisasi.
-
Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 263 dan 266 yang berkaitan dengan pemalsuan dokumen serta penyalahgunaan dokumen palsu.
Apa Saja Tindakan yang Dipermasalahkan?
Dalam isi somasi tersebut, dijelaskan sejumlah tindakan Wawan Suwandi yang dianggap merugikan dan tidak sah, antara lain:
-
Mengklaim jabatan Plt. Ketua PWI Kalbar tanpa dasar hukum yang sah.
-
Menggunakan atribut resmi PWI seperti logo, bendera, kop surat, dan stempel organisasi.
-
Mengeluarkan surat dan dokumen atas nama PWI Kalbar tanpa wewenang.
-
Menyesatkan mitra kerja dan masyarakat dengan mengaku sebagai pimpinan resmi.
-
Merugikan organisasi baik secara materi (uang dan aset) maupun immateri (nama baik dan kepercayaan publik).
Batas Waktu Tindakan dan Tuntutan PWI Kalbar
PWI Kalbar memberi waktu kepada Wawan Suwandi hingga 19 Juli 2025 untuk:
-
Menghentikan semua bentuk klaim sebagai Plt. Ketua PWI Kalbar.
-
Tidak lagi menggunakan atribut organisasi secara ilegal.
-
Menarik kembali seluruh dokumen atau keputusan yang telah dikeluarkan tanpa hak.
-
Menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada publik dan internal organisasi.
-
Mengembalikan semua atribut dan dokumen resmi milik PWI Kalbar.
Jika batas waktu tersebut tidak dipenuhi, PWI Kalbar menyatakan siap membawa kasus ini ke ranah hukum pidana dan perdata.
Langkah Hukum Selanjutnya
Jika somasi ini diabaikan, PWI Kalbar melalui kuasa hukumnya telah menyiapkan langkah lanjutan, yaitu:
-
Melaporkan ke Polda Kalimantan Barat atas dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen dan penyalahgunaan jabatan.
-
Menggugat secara perdata atas kerugian yang dialami organisasi.
-
Menyampaikan pengumuman resmi kepada lembaga pemerintahan, mitra kerja, dan publik untuk menghindari kebingungan dan kerugian lebih lanjut.
Surat somasi ini juga telah ditembuskan kepada berbagai pihak penting seperti:
-
Ketua Umum PWI Pusat, Hendry Ch Bangun
-
Ketua Dewan Pers
-
Gubernur Kalimantan Barat
-
Kapolda Kalbar
-
Seluruh mitra kerja dan jaringan profesional PWI Kalbar
Mengapa Ini Penting untuk Diketahui Publik?
PWI bukan hanya sekadar organisasi wartawan. Ia adalah pilar demokrasi dan penjaga integritas jurnalistik. Tindakan mengklaim jabatan tanpa proses hukum yang sah bisa menimbulkan kebingungan, merusak kepercayaan publik, serta mencoreng nama baik institusi.
Menurut Ruhermansyah, langkah hukum ini diambil bukan untuk memperkeruh suasana, tetapi untuk menjaga marwah organisasi dan memastikan bahwa aturan main tetap ditegakkan.
“Ini bukan soal personal, tapi tentang menjaga kredibilitas organisasi dan menghentikan praktik-praktik yang bisa merusak tatanan demokratis dalam organisasi profesi,” ujarnya.
Menjaga Nama Baik dan Etika Profesi
Kasus ini menjadi pelajaran penting bahwa setiap organisasi harus menjaga integritas dan tidak membiarkan ada pihak yang menyalahgunakan nama, jabatan, atau atributnya untuk kepentingan pribadi.
Bagi publik, khususnya para mitra kerja, pemerintah daerah, dan media lain, penting untuk selalu melakukan verifikasi terhadap pihak-pihak yang mengaku sebagai perwakilan resmi sebuah organisasi. Jangan sampai terjebak dalam tindakan ilegal yang justru dapat merugikan semua pihak.
Jumat, 23 Agustus 2024
Ganda Bulutangkis Kalbar Melaju ke Perempat Final Usai Kalahkan NTT dan Solo Surakarta
Minggu, 18 Agustus 2024
PWI Kalbar Siap Berlaga di PORWANAS XIV Banjarmasin 2024
Jumat, 19 Juli 2024
Kunjungan PWI Kalbar ke Kantor PLN UIP KLB, Dorong Sinergi dan Pemahaman Publik
Kamis, 11 Juli 2024
MPLS SMAN 1 Sekadau, PWI Ajak Siswa Bijak Bermedsos
Rabu, 10 Juli 2024
PWI Gelar Seminar Kelapa Sawit Berkelanjutan Bersama GAPKI Kalbar
- Mensinerjikan pemangku kepentingan industri sawit nasional
- Mitra pemerintah menyusun kebijakan industri kelapa sawit berkelanjutan
- Mendorong anggota melaksanakan tata kelola kebun dalam mewujudkan sawit berkelanjutan
- Memperkuat daya saing induatri sawit di pasar global
- Membina Dan Mengembangkan Kemampuan, Kegiatan Dan Kepentingan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia Serta Memadukan Secara Seimbang Dan Keterkaitan Antar Potensi Pengusaha Kelapa Sawit.Sawit
- Mendorong Terciptanya Iklim Industri Kelapa Sawit yang kondusif.
- Membantu Meningkatkan Kemampuan Anggota Untuk Mencapai Industri Kelapa Sawit Yang Berkelanjutan.
- Memfasilitasi Dan Melakukan Advokasi Dalam Penyelesaian Masalah Yang Dihadapi Oleh Industri Kelapa Sawit.
- Mengembangkan Sinergi Dengan Pemerintah & Pemda Dalam Penetapan Kebijakan Terkait Dengan Industri Kelapa Sawit

























