Berita BorneoTribun: Pangkalan Bun hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Pangkalan Bun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pangkalan Bun. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Maret 2026

Lelang Parkir Kobar 2026 Tahap Dua Dibuka, Ini Daftar Zonanya

Pemkab Kobar membuka lelang parkir tahap kedua 2026 dengan 21 zona. Simak jadwal, syarat, dan peluang meningkatkan PAD daerah.
Pemkab Kobar membuka lelang parkir tahap kedua 2026 dengan 21 zona. Simak jadwal, syarat, dan peluang meningkatkan PAD daerah.

PALANGKA RAYA -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, kembali membuka lelang pengelolaan parkir tahun 2026 tahap kedua. Sebanyak 21 zona parkir ditawarkan sebagai upaya mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kobar, Rawandi, mengatakan bahwa lelang tahap kedua ini merupakan lanjutan dari proses sebelumnya.

“Pada lelang tahap pertama, terdapat 42 zona parkir yang ditawarkan dan 21 di antaranya telah terjual. Sementara 21 zona lainnya kembali dilelang pada tahap kedua ini,” ujarnya di Pangkalan Bun, Jumat.

Rincian Zona Parkir dan Jadwal Lelang

Dalam tahap kedua ini, Dishub Kobar menawarkan dua zona parkir khusus dan 19 zona parkir tepi jalan umum. Masa pengelolaan berlaku mulai 1 April hingga 31 Desember 2026.

Proses lelang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 31 Maret 2026 pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Pangkalan Bun.

Menurut Rawandi, kerja sama tersebut dilakukan untuk memastikan proses berjalan transparan dan akuntabel.

“Lelang parkir ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan parkir di daerah,” katanya.

Syarat dan Tanggung Jawab Peserta Lelang

Peserta lelang diwajibkan mengikuti seluruh mekanisme, syarat, dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh KPKNL.

Pemenang lelang nantinya akan bertanggung jawab terhadap nilai limit yang telah ditentukan pada masing-masing zona parkir.

“Pemenang harus siap memenuhi kewajiban sesuai nilai limit yang ditetapkan pada objek parkir yang dimenangkan,” jelas Rawandi.

Dishub Siapkan Sosialisasi dan Pendampingan

Untuk membantu calon peserta, Dishub Kobar bersama KPKNL akan menggelar kegiatan penjelasan (aanwijzing) sekaligus asistensi pembuatan akun lelang.

Kegiatan ini dijadwalkan pada Senin, 30 Maret 2026 pukul 10.00 WIB di Kantor Dishub Kobar.

“Bagi masyarakat atau pihak yang berminat, silakan hadir untuk mendapatkan penjelasan teknis secara langsung,” tambahnya.

Dorong PAD Lebih Optimal

Melalui lelang ini, Pemkab Kobar berharap pengelolaan parkir dapat berjalan lebih optimal, profesional, dan transparan.

Selain itu, langkah ini juga diharapkan mampu meningkatkan kontribusi sektor parkir terhadap PAD secara signifikan.

Dengan sistem lelang terbuka, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan parkir tidak hanya tertib, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi maksimal bagi daerah.

FAQ

1. Kapan lelang parkir tahap kedua dilaksanakan?
Selasa, 31 Maret 2026 pukul 10.00 WIB.

2. Berapa jumlah zona parkir yang dilelang?
Sebanyak 21 zona parkir.

3. Apa saja jenis zona parkir yang ditawarkan?
Terdiri dari 2 zona parkir khusus dan 19 zona parkir tepi jalan umum.

4. Berapa lama masa pengelolaan parkir?
Mulai 1 April hingga 31 Desember 2026.

5. Apakah ada sosialisasi sebelum lelang?
Ada, melalui kegiatan aanwijzing pada 30 Maret 2026 di Kantor Dishub Kobar.

Dishub Kobar Pastikan Arus Mudik Lebaran 2026 Aman Dengan 4.718 Penumpang

Arus mudik Lebaran 2026 di Terminal Natai Suka Kobar berjalan aman dengan total 4.718 penumpang, didukung sinergi Dishub dan instansi terkait.
Arus mudik Lebaran 2026 di Terminal Natai Suka Kobar berjalan aman dengan total 4.718 penumpang, didukung sinergi Dishub dan instansi terkait.

PALANGKA RAYA -- Arus mudik Lebaran 2026 atau Idul Fitri 1447 Hijriah di Terminal Natai Suka, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, berlangsung aman, lancar, dan tertib.

Berdasarkan data Posko Terpadu, jumlah penumpang kumulatif tercatat mencapai 4.718 jiwa selama periode operasional sejak 16 Maret 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kobar, Rawandi, menyampaikan bahwa dari total tersebut, sebanyak 2.426 penumpang tercatat datang, sementara 2.292 penumpang berangkat.

“Data ini merupakan hasil rekapitulasi Posko Terpadu yang kami jalankan selama masa mudik,” ujarnya di Pangkalan Bun, Jumat.

Pergerakan Armada Bus Meningkat Selama Mudik

Selain jumlah penumpang, Dinas Perhubungan Kobar juga mencatat pergerakan armada bus yang cukup tinggi.

Sebanyak 91 bus tercatat tiba dan 95 bus berangkat dari Terminal Natai Suka. Layanan ini mencakup angkutan Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP).

Aktivitas tersebut menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran tahun ini.

Peran Aktif Dishub Dalam Posko Terpadu

Rawandi menjelaskan, pihaknya menerjunkan personel secara aktif dalam Posko Terpadu guna memastikan kelancaran arus mudik.

Petugas melakukan pemantauan intensif serta pelaporan data harian terkait jumlah armada dan pergerakan penumpang.

“Personel kami terus siaga untuk memastikan seluruh layanan angkutan berjalan optimal,” tambahnya.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat selama perjalanan mudik.

Sinergi Lintas Instansi Jadi Kunci Kelancaran

Keberhasilan pengelolaan arus mudik ini tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, tenaga kesehatan, hingga relawan.

Pengawasan terpadu dinilai mampu memastikan pelayanan transportasi berjalan maksimal, sekaligus meminimalkan potensi gangguan selama periode Lebaran.

Bupati Kobar Apresiasi Peran Semua Pihak

Bupati Kotawaringin Barat, Nurhidayah, memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menjaga keamanan dan ketertiban selama momen Lebaran.

Menurutnya, sinergi yang solid menjadi faktor utama terciptanya situasi yang aman dan kondusif.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama semua elemen, termasuk masyarakat yang ikut menjaga ketertiban,” ungkapnya.

Ia juga menilai partisipasi aktif masyarakat dalam mematuhi aturan menjadi kunci penting dalam menciptakan suasana Lebaran yang nyaman dan penuh kebersamaan.

Secara keseluruhan, pelaksanaan arus mudik Lebaran 2026 di Kabupaten Kotawaringin Barat berjalan sukses. Dengan total 4.718 penumpang, pengelolaan transportasi dinilai efektif berkat koordinasi lintas instansi dan dukungan masyarakat.

Momentum ini menjadi bukti bahwa kolaborasi yang baik mampu menciptakan perjalanan mudik yang aman, lancar, dan nyaman bagi semua.

FAQ

1. Berapa jumlah penumpang mudik di Terminal Natai Suka 2026?

Total penumpang mencapai 4.718 jiwa, terdiri dari 2.426 penumpang datang dan 2.292 berangkat.

2. Kapan Posko Terpadu mulai beroperasi?

Posko Terpadu mulai beroperasi sejak 16 Maret 2026.

3. Berapa jumlah bus yang beroperasi selama mudik?

Sebanyak 91 bus tiba dan 95 bus berangkat dari Terminal Natai Suka.

4. Apa saja jenis angkutan yang digunakan?

Meliputi Bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) dan AKDP (Antar Kota Dalam Provinsi).

5. Siapa yang terlibat dalam pengamanan mudik?

Dishub, TNI, Polri, tenaga kesehatan, relawan, serta masyarakat turut berperan.

Minggu, 08 Maret 2026

Krisantus Kurniawan Dorong Rute Baru Ketapang–Pangkalan Bun Di Bandara Rahadi Oesman

Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan mendukung penambahan rute penerbangan Bandara Rahadi Oesman Ketapang menuju Pangkalan Bun untuk memperkuat konektivitas dan ekonomi daerah.
Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan mendukung penambahan rute penerbangan Bandara Rahadi Oesman Ketapang menuju Pangkalan Bun untuk memperkuat konektivitas dan ekonomi daerah.

KETAPANG -- Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menyatakan dukungannya terhadap rencana penambahan rute penerbangan di Bandara Rahadi Oesman, Kabupaten Ketapang. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat konektivitas transportasi udara sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurut Krisantus, pembukaan rute baru menuju Pangkalan Bun akan membantu mengurai kepadatan penerbangan yang selama ini banyak terpusat di Pontianak. Dengan adanya alternatif rute, distribusi penumpang dan jadwal penerbangan di wilayah Kalimantan Barat diharapkan menjadi lebih seimbang.

Ia menyampaikan hal tersebut saat meninjau pembangunan serta peningkatan fasilitas terminal baru Bandara Rahadi Oesman di Kabupaten Ketapang, Sabtu.

Rencana Pembukaan Rute Ketapang–Pangkalan Bun

Krisantus menjelaskan bahwa rencana pembukaan rute menuju Pangkalan Bun akan memberikan dampak signifikan bagi mobilitas masyarakat. Selama ini, sebagian besar penerbangan masih bertumpu di Pontianak sehingga menyebabkan kepadatan pada jalur tertentu.

Dengan hadirnya rute baru tersebut, arus penerbangan dapat tersebar ke beberapa titik tujuan. Hal ini tidak hanya mengurangi beban penerbangan di Pontianak, tetapi juga meningkatkan akses transportasi udara bagi masyarakat di wilayah lain.

Menurutnya, keberadaan jalur alternatif akan memudahkan masyarakat dalam memilih rute perjalanan yang paling efisien.

Mempercepat Akses Transportasi Udara

Penambahan rute penerbangan dinilai dapat mempercepat waktu tempuh perjalanan antarwilayah. Transportasi udara menjadi pilihan yang semakin efisien, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan mobilitas tinggi.

Krisantus menegaskan bahwa semakin banyaknya penerbangan akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Selain memperpendek waktu perjalanan, ketersediaan rute yang beragam juga akan meningkatkan fleksibilitas dalam menentukan tujuan.

Ia mencontohkan, apabila penerbangan menuju Pontianak penuh, masyarakat dapat memilih jalur lain melalui Pangkalan Bun.

Alternatif Perjalanan Bagi Masyarakat

Kehadiran rute baru juga membuka lebih banyak pilihan perjalanan bagi masyarakat. Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan kenyamanan serta kemudahan akses transportasi di Kalimantan Barat.

Dengan semakin banyak alternatif rute, masyarakat tidak lagi bergantung pada satu jalur penerbangan. Sistem transportasi udara pun diharapkan menjadi lebih efektif dan adaptif terhadap kebutuhan penumpang.

Kondisi ini sekaligus dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah di kawasan Kalimantan Barat dan sekitarnya.

Pengembangan Bandara Dorong Ekonomi Daerah

Krisantus juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur bandara sebagai bagian dari strategi meningkatkan konektivitas wilayah. Pengembangan fasilitas di Bandara Rahadi Oesman dinilai sebagai langkah positif bagi daerah, khususnya di wilayah selatan Kalimantan Barat.

Ia mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut merupakan pertama kalinya dirinya menempuh perjalanan udara langsung ke Ketapang. Sebelumnya, perjalanan ke wilayah tersebut lebih sering dilakukan melalui jalur darat.

Menurutnya, pembangunan terminal baru di Bandara Ketapang menunjukkan adanya perkembangan infrastruktur yang signifikan.

Dukungan Pemerintah Terhadap Pengembangan Bandara

Pemerintah daerah memberikan apresiasi terhadap upaya peningkatan fasilitas bandara yang saat ini terus dilakukan. Pengembangan tersebut diyakini akan meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi di daerah.

Saat ini, Bandara Rahadi Oesman telah melayani sekitar tujuh penerbangan dari dan menuju Ketapang. Ke depan, pemerintah juga merencanakan penambahan sejumlah rute baru, termasuk penerbangan menuju Pangkalan Bun.

Dengan meningkatnya konektivitas udara, wilayah Ketapang diharapkan dapat berkembang lebih cepat serta menarik lebih banyak aktivitas ekonomi dan investasi.

Rencana penambahan rute penerbangan di Bandara Rahadi Oesman menjadi langkah strategis untuk memperkuat konektivitas transportasi udara di Kalimantan Barat. Selain mengurangi kepadatan penerbangan di Pontianak, kebijakan ini juga membuka peluang peningkatan mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.