Berita BorneoTribun: Pariwisata Indonesia hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata Indonesia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 April 2026

Destinasi Wisata Lebih Aman, Kemenpar Perkuat Regulasi dan Pengawasan

Kemenpar memperkuat keamanan wisatawan melalui standar manajemen risiko, pelatihan krisis, dan pengawasan ketat di destinasi wisata Indonesia.
Kemenpar memperkuat keamanan wisatawan melalui standar manajemen risiko, pelatihan krisis, dan pengawasan ketat di destinasi wisata Indonesia.

JAKARTA — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus memperkuat sistem keamanan bagi wisatawan di berbagai destinasi wisata Indonesia. Langkah ini dilakukan melalui penyusunan regulasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pengawasan ketat terhadap pelaku usaha pariwisata.

Kementerian Pariwisata menyatakan telah menyiapkan berbagai strategi guna memastikan pengalaman berwisata di Indonesia tetap aman, nyaman, dan menyenangkan.

"Dari sisi regulasi dan standar, Kementerian Pariwisata juga telah menyusun dokumen Petunjuk Teknis Implementasi Manajemen Risiko di Destinasi Pariwisata," ujar pihak Kementerian Pariwisata kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Pengembangan Modul Krisis Pariwisata

Sebagai bagian dari penguatan sistem keamanan, Kemenpar tengah mengembangkan sejumlah modul pelatihan manajemen krisis pariwisata. Modul ini nantinya menjadi panduan bagi pengelola destinasi serta pemerintah daerah dalam merespons situasi darurat secara cepat dan terstruktur.

Upaya tersebut juga dibarengi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia pariwisata, termasuk penguatan standardisasi dan sertifikasi usaha wisata.

Selain itu, pengawasan perizinan usaha berbasis risiko dilakukan secara terintegrasi melalui sistem Online Single Submission (OSS) yang melibatkan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Koordinasi Nasional Saat Momentum Libur Besar

Untuk memastikan wisata tetap aman saat periode libur besar, Kemenpar juga menerbitkan Surat Edaran Menteri Pariwisata RI Nomor SE/1/HK.01.03./MP/2026.

Surat edaran tersebut berisi pedoman penyelenggaraan kegiatan wisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan, khususnya pada masa libur Lebaran dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H atau tahun 2026.

Langkah ini dinilai penting karena lonjakan jumlah wisatawan pada masa liburan sering kali meningkatkan risiko keselamatan di destinasi wisata populer.

Standar Ketat Pada Wisata Air Dan Bahari

Pada sektor wisata air atau wisata tirta, pelaku usaha diwajibkan memiliki karyawan yang memahami prosedur pencegahan serta penanggulangan kondisi darurat.

Pemandu keselamatan wisata tirta juga harus memiliki sertifikasi resmi. Selain itu, aspek sarana, produk, pelayanan, hingga sistem manajemen usaha wajib memenuhi standar keselamatan yang berlaku.

"Regulasi merupakan amanat untuk pelaksanaan standar usaha oleh pelaku usaha sektor pariwisata sebagai sebuah konsepsi untuk memitigasi risiko yang akan muncul, salah satu aspek mitigasinya yaitu terkait K3L (Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan)," jelas Kemenpar.

Informasi Bahaya Pantai Wajib Disampaikan

Pemerintah daerah dan pengelola destinasi wisata bahari diminta aktif memberikan informasi kepada wisatawan mengenai area pantai yang berbahaya.

Informasi tersebut dapat disampaikan secara langsung di lokasi maupun melalui media sosial resmi, termasuk pemasangan tanda larangan di area berisiko seperti palung laut atau zona arus kuat.

Langkah ini bertujuan untuk meminimalkan potensi kecelakaan laut yang sering terjadi akibat kurangnya informasi keselamatan.

Sosialisasi Nasional Libatkan Ribuan Peserta

Untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha terhadap standar keselamatan wisata, Kemenpar telah melakukan sosialisasi nasional pada 10 Maret 2026.

Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 1.000 peserta secara hybrid, yang terdiri dari pengelola destinasi, pelaku usaha, hingga pemerintah daerah.

Sosialisasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan penerapan standar usaha dilakukan secara konsisten di seluruh wilayah Indonesia.

Pengawasan Ketat Destinasi Prioritas

Kemenpar juga meningkatkan pengawasan di sejumlah destinasi prioritas dengan tingkat kunjungan wisatawan tinggi.

Beberapa di antaranya adalah kawasan wisata pantai seperti Pantai Parangtritis di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Pantai Pangandaran di Jawa Barat.

Pengawasan dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan pengelola destinasi guna menjaga kualitas layanan serta memastikan standar operasional prosedur (SOP) dijalankan dengan baik.

Koordinasi Dengan Kementerian Perhubungan

Dalam aspek transportasi wisata, Kemenpar berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk memastikan kelayakan teknis kapal wisata maupun kendaraan transportasi wisata lainnya.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (PBBR) sektor pariwisata.

Sebelum izin usaha diterbitkan, pelaku usaha transportasi wisata wajib memenuhi persyaratan teknis dan verifikasi kelayakan operasional.

Komitmen Mewujudkan Wisata Aman Dan Berkualitas

Langkah-langkah strategis yang dilakukan Kemenpar mencerminkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan standar keselamatan pariwisata nasional.

Dengan penerapan regulasi yang jelas, peningkatan kompetensi tenaga kerja, serta pengawasan terpadu, diharapkan wisatawan domestik maupun mancanegara dapat merasakan pengalaman wisata yang aman dan berkualitas di Indonesia.

Upaya ini juga menjadi bagian penting dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap sektor pariwisata Indonesia di tengah meningkatnya mobilitas wisatawan.

FAQ

1. Apa tujuan utama kebijakan keamanan wisata dari Kemenpar?
Tujuannya adalah meningkatkan keselamatan wisatawan melalui regulasi, pelatihan manajemen krisis, serta pengawasan standar usaha pariwisata.

2. Apa itu manajemen risiko di destinasi wisata?
Manajemen risiko adalah sistem yang dirancang untuk mengidentifikasi, mencegah, dan menangani potensi bahaya atau keadaan darurat di lokasi wisata.

3. Mengapa wisata bahari mendapat perhatian khusus?
Karena wisata bahari memiliki risiko keselamatan yang lebih tinggi, seperti arus laut, palung, dan kecelakaan air.

4. Apa peran pemerintah daerah dalam keamanan wisata?
Pemerintah daerah bertugas memberikan informasi keselamatan kepada wisatawan dan memastikan pelaku usaha mematuhi standar yang berlaku.

5. Apakah pelaku usaha wajib memiliki sertifikasi keselamatan?
Ya, khususnya pada sektor wisata air, pelaku usaha wajib memiliki tenaga bersertifikat serta memenuhi standar keselamatan yang telah ditetapkan.

Minggu, 01 Maret 2026

Semarak 727 Tatung di Festival Cap Go Meh Singkawang Tahun Ini

727 Tatung Meriahkan Festival Cap Go Meh Singkawang 2026, Simbol Harmoni di Bulan Ramadhan
Sebanyak 727 tatung meriahkan Festival Cap Go Meh Singkawang 2026 di Kalimantan Barat. Perayaan budaya ini hadirkan pejabat nasional dan simbol toleransi di bulan Ramadhan.

727 Tatung Meriahkan Festival Cap Go Meh Singkawang 2026, Simbol Harmoni di Bulan Ramadhan

SINGKAWANG -- Sebanyak 727 tatung dipastikan ambil bagian dalam Festival Cap Go Meh 2026 di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, yang digelar pada Selasa 3 Maret 2026. Perayaan budaya tahunan ini menghadirkan ratusan peserta dari berbagai kategori dan akan dihadiri pejabat nasional hingga perwakilan luar negeri, menjadikannya salah satu agenda wisata budaya terbesar di Indonesia.

Festival Cap Go Meh, Tatung Singkawang, Wisata Budaya menjadi sorotan utama dalam perayaan tahun ini. Ketua Pelaksana Perayaan Imlek dan Cap Go Meh Singkawang, Bun Cin Thong, menyebutkan total 727 tatung telah terdaftar resmi untuk memeriahkan pawai budaya tersebut.

Dari jumlah tersebut, terdiri atas 523 tatung dengan tandu, 108 tanpa tandu, 75 miniatur, 15 jelangkung, tiga naga, dua barongsai, serta satu rombongan jalan kaki. Partisipasi tinggi ini menunjukkan kuatnya komitmen masyarakat dalam menjaga tradisi yang telah lama menjadi identitas Kota Singkawang.

Undangan untuk Pejabat Nasional dan Tamu Luar Negeri

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Singkawang, Mokhllis, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyebarkan 736 undangan kepada tokoh nasional dan pejabat negara. Hingga saat ini, sebanyak 102 undangan telah dikonfirmasi kehadirannya.

Sejumlah tokoh penting yang diundang antara lain Ketua MPR RI, Ketua DPD RI, Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Dalam Negeri, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Wakil Menteri Ekonomi Kreatif.

Selain itu, turut diundang Gubernur Kalimantan Barat, Gubernur Maluku Utara, perwakilan BPK RI, serta Sekretaris BNPP RI. Festival ini juga dijadwalkan dihadiri Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia serta tokoh nasional Oesman Sapta Odang.

Cap Go Meh Bukan Sekadar Festival

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menegaskan bahwa Festival Cap Go Meh bukan hanya agenda tahunan, melainkan warisan budaya yang tumbuh dari tradisi dan keberagaman masyarakat.

Menurutnya, momentum ini menjadi simbol nyata harmoni antar-umat beragama dan antar-etnis di Kota Singkawang. Tahun ini, perayaan terasa istimewa karena berlangsung bertepatan dengan bulan suci Ramadhan.

Pemerintah daerah bersama panitia Imlek dan Cap Go Meh serta panitia Ramadhan Fair berkolaborasi menghias kota secara bersama-sama. Sinergi ini memperlihatkan bahwa toleransi dan kerukunan tetap terjaga di tengah perbedaan.

“Inilah yang dapat kita tunjukkan kepada dunia bahwa damai itu indah dan membanggakan,” ujar wali kota.

Dorong Promosi untuk Tingkatkan Wisata

Pemerintah Kota Singkawang juga mendorong penguatan promosi agar Festival Cap Go Meh semakin dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan strategi promosi yang lebih masif, diharapkan jumlah wisatawan domestik dan mancanegara meningkat signifikan. Festival ini ditargetkan menjadi agenda budaya tahunan paling dinantikan serta memperkuat posisi Singkawang sebagai destinasi wisata budaya unggulan Indonesia.

Antusiasme ratusan tatung, dukungan pemerintah, dan kolaborasi lintas budaya menjadi daya tarik utama yang patut Anda saksikan langsung di Singkawang tahun ini.

FAQ Seputar Festival Cap Go Meh Singkawang 2026

1. Kapan Festival Cap Go Meh 2026 digelar?
Festival berlangsung pada Selasa, 3 Maret 2026.

2. Berapa jumlah tatung yang ikut serta?
Sebanyak 727 tatung dari berbagai kategori dipastikan ambil bagian.

3. Apa makna Festival Cap Go Meh di Singkawang?
Festival ini merupakan simbol harmoni antar-etnis dan antar-umat beragama serta warisan budaya yang menjadi identitas Kota Singkawang.

4. Apakah ada tamu penting yang hadir?
Ya, sejumlah pejabat nasional dan perwakilan luar negeri dijadwalkan menghadiri acara ini.

5. Mengapa perayaan tahun ini istimewa?
Karena berlangsung bersamaan dengan bulan suci Ramadhan, mencerminkan kuatnya toleransi di Singkawang.

Sumber: ANTARA/Narwati | Editor: Yakop