Berita BorneoTribun: Pasar Saham AS hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Pasar Saham AS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pasar Saham AS. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Oktober 2025

Pasar Saham AS Melemah Setelah S&P 500 dan Nasdaq Turun dari Rekor Tertinggi

Pasar Saham AS Melemah Setelah S&P 500 dan Nasdaq Turun dari Rekor Tertinggi
Pasar Saham AS Melemah Setelah S&P 500 dan Nasdaq Turun dari Rekor Tertinggi.

Pasar saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Kamis setelah S&P 500 dan Nasdaq Composite mundur dari level tertinggi sepanjang masa yang sempat dicapai di awal sesi. Kedua indeks utama ini tampak mengambil jeda setelah reli kuat pada perdagangan sebelumnya, di tengah berlanjutnya penutupan sebagian pemerintahan AS.

Indeks S&P 500 turun 0,28 persen dan berakhir di level 6.735,11, sementara Nasdaq turun tipis 0,08 persen ke 23.024,63. Di sisi lain, Dow Jones Industrial Average melemah 243,36 poin atau 0,52 persen menjadi 46.358,42.

Sebelumnya pada hari Rabu, baik S&P 500 maupun Nasdaq mencatatkan rekor baru. S&P 500 mencatat kemenangan dalam delapan dari sembilan sesi terakhir, sementara Nasdaq berhasil menembus level 23.000 untuk pertama kalinya. Namun, saham-saham unggulan di indeks Dow sempat tertahan. Nvidia menjadi penyelamat karena naik lebih dari 2 persen setelah CEO Jensen Huang mengatakan bahwa permintaan komputasi meningkat tajam tahun ini.

David Wagner, Kepala Divisi Ekuitas di Aptus Capital Advisors, mengatakan bahwa pasar saham telah mengalami lonjakan yang nyaris tanpa henti sejak koreksi besar pada April lalu. Menurutnya, beberapa investor mulai melihat tanda-tanda pasar yang terlalu panas sehingga butuh koreksi kecil. Namun, strategi membeli saham saat harga turun masih menjadi pilihan banyak pelaku pasar.

Sementara itu, saham Oracle dan Nvidia menjadi sorotan positif pada Kamis. Kedua perusahaan tersebut mencatat kenaikan masing-masing 3 persen dan hampir 2 persen. Sebelumnya, keduanya sempat merosot setelah laporan menyebutkan bisnis cloud Oracle menghadapi margin yang menipis karena tantangan dalam penyewaan chip Nvidia.

Wagner menambahkan bahwa investor saat ini sedang menilai kemitraan mana yang memberikan hasil investasi terbaik. Pergeseran strategi terlihat di antara perusahaan yang dinilai mampu menjaga efisiensi modal dan memiliki arah bisnis yang berkelanjutan.

Di sisi lain, perhatian investor juga tertuju pada perkembangan terbaru penutupan pemerintahan AS yang kini memasuki hari kesembilan. Senat kembali gagal mengesahkan rancangan pendanaan, dan belum ada tanda-tanda kesepakatan antara Partai Republik dan Demokrat. Pelaku pasar khawatir kebuntuan ini bisa berdampak pada ekonomi AS, dan beberapa efeknya mulai terasa.

Layanan Pajak Internal (IRS) telah menonaktifkan hampir separuh karyawannya akibat penutupan tersebut. Selain itu, kekurangan petugas pengatur lalu lintas udara membuat Administrasi Penerbangan Federal (FAA) harus menunda sejumlah penerbangan domestik.

CEO Delta Air Lines, Ed Bastian, mengatakan kepada CNBC bahwa sejauh ini belum ada dampak signifikan terhadap operasional perusahaannya. Namun, ia memperingatkan bahwa dampak nyata bisa mulai terlihat jika situasi ini tidak terselesaikan dalam 10 hari ke depan. Saham Delta naik 4 persen setelah melaporkan laba yang lebih baik dari perkiraan analis.

Costco juga menjadi pemenang pada hari itu, dengan saham naik 3 persen berkat data penjualan September yang solid. Menurut Tom Hainlin dari U.S. Bank Asset Management, kinerja Delta dan Costco menunjukkan daya tahan konsumen di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian.

Hainlin menambahkan bahwa belum terlihat adanya perubahan perilaku belanja masyarakat yang signifikan, menandakan bahwa sektor konsumsi masih cukup kuat menopang ekonomi AS.