Berita BorneoTribun: Patch Keamanan hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Patch Keamanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Patch Keamanan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Agustus 2025

Xiaomi Setop Update 9 Smartphone Populer, Termasuk Seri Redmi dan Poco

JAKARTA - Xiaomi resmi menghentikan pembaruan sistem operasi dan patch keamanan untuk sembilan model ponsel populernya mulai Agustus 2025. Langkah ini berlaku global, termasuk di Indonesia, dan mencakup lini Xiaomi, Redmi, serta Poco. 

Daftar perangkat tersebut meliputi Redmi A1, Redmi A1+, Redmi 11 Prime 4G, Xiaomi 11T, Xiaomi 11T Pro, Xiaomi Mi 11 Lite 5G NE, Xiaomi Mi 11 LE, Poco M5, dan Poco C50. Keputusan ini diambil karena masa dukungan perangkat telah melewati siklus pembaruan resmi.

Menurut keterangan Xiaomi di forum komunitas resminya, tiga model entry-level Redmi A1, Redmi A1+, dan Poco C50 awalnya rilis dengan Android 12 dan tidak mendapat pembaruan sistem besar sejak lebih dari satu tahun lalu. 

“Ini sudah sesuai dengan siklus hidup produk kelas entry-level kami, di mana dukungan biasanya berlangsung sekitar dua tahun,” tulis pihak Xiaomi. Sementara itu, duo flagship Xiaomi 11T dan 11T Pro, yang sempat populer di 2021 berkat chipset kencang dan layar AMOLED, kini juga resmi memasuki status end of support.

Xiaomi Setop Update 9 Smartphone Populer, Termasuk Seri Redmi dan Poco
Xiaomi Setop Update 9 Smartphone Populer, Termasuk Seri Redmi dan Poco.

Meski sudah tidak mendapatkan pembaruan OS dan patch keamanan, perangkat-perangkat ini tetap bisa digunakan seperti biasa. 

Namun, pakar keamanan siber mengingatkan bahwa tanpa update berkala, risiko kerentanan terhadap malware dan peretasan akan meningkat. 

“Pengguna disarankan mempertimbangkan upgrade ke model yang masih mendapatkan pembaruan rutin demi keamanan data,” ujar analis teknologi mobile, Andi Prasetyo, kepada DetikTek.

Dengan berakhirnya dukungan ini, banyak pengguna diperkirakan akan beralih ke lini terbaru seperti Xiaomi 14 series atau Poco F6, yang dijanjikan mendapat update Android minimal selama empat tahun. Sementara itu, Xiaomi juga gencar mempromosikan program trade-in untuk memudahkan pengguna lama beralih ke perangkat baru.

Senin, 11 Agustus 2025

Realme Perpanjang Dukungan Update Android hingga 4 Tahun untuk Seri 14 dan 15

Foto smartphone Realme 14T dan Realme 15 Pro yang mendapatkan update Android tiga kali dan patch keamanan empat tahun.
Foto smartphone Realme 14T dan Realme 15 Pro yang mendapatkan update Android tiga kali dan patch keamanan empat tahun.

JAKARTA - Realme resmi mengumumkan kebijakan baru yang memperpanjang masa dukungan pembaruan untuk beberapa lini smartphone terbarunya. 

Mulai Agustus 2025, seri Realme 14 dan 15 akan mendapatkan tiga kali update Android besar dan empat tahun patch keamanan.

Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Francis Wong, Head of Marketing Realme, dan berlaku untuk model seperti Realme 14T, Realme 14 Pro, Realme 14 Pro+, Realme 15, serta Realme 15 Pro.

Menurut Wong, langkah ini diambil untuk memberikan nilai lebih bagi pengguna sekaligus meningkatkan daya saing produk Realme di pasar global. 

“Kami ingin memastikan pengguna tetap mendapatkan pengalaman terbaik dan aman selama menggunakan perangkat mereka. Ini adalah komitmen jangka panjang kami,” ujarnya. 

Sebelumnya, Realme hanya memberikan dua kali update Android dan tiga tahun patch keamanan, kecuali untuk seri GT yang sudah lebih dulu menerapkan sistem “3+4” ini.

Kebijakan baru ini akan berlaku untuk semua model Realme di kategori Number, Number Pro, dan Number T yang akan dirilis di masa depan. 

Meski durasi dukungan ini masih di bawah Samsung yang menjanjikan hingga enam atau tujuh tahun pembaruan, langkah Realme tetap dianggap signifikan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen. 

Dengan update Android yang lebih lama, pengguna tidak perlu khawatir ponselnya cepat ketinggalan zaman atau rawan celah keamanan.

Ke depan, strategi ini diyakini dapat mendorong penjualan Realme di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. 

Dengan persaingan ketat dari merek seperti Xiaomi, Samsung, dan Oppo, kebijakan “3+4” ini bisa menjadi nilai jual tambahan yang menarik. 

Pengamat teknologi memperkirakan, jika langkah ini sukses, produsen smartphone lain asal Tiongkok bisa saja mengikuti jejak Realme.