Berita BorneoTribun: Pemkot Singkawang hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Pemkot Singkawang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemkot Singkawang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Maret 2026

Pemkot Singkawang Atur Pembelian BBM, Motor dan Mobil Dibatasi Volume Harian

Pemkot Singkawang batasi jam operasional SPBU sampai pukul 00.00 WIB dan volume BBM per kendaraan buat atasi antrean panjang dan distribusi lebih merata. (Gambar ilustrasi AI)
Pemkot Singkawang batasi jam operasional SPBU sampai pukul 00.00 WIB dan volume BBM per kendaraan buat atasi antrean panjang dan distribusi lebih merata. (Gambar ilustrasi AI)

Singkawang – Eh, Sobat Singkawang! Kabar terbaru nih, Pemkot Singkawang lagi ambil langkah cepat buat atasi antrean panjang BBM di SPBU. Jadi, mulai sekarang jam operasional SPBU cuma sampai pukul 00.00 WIB aja, guys.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, bilang kebijakan ini sementara aja, sampai distribusi BBM dan antreannya normal lagi. “Pembatasan jam operasional ini sifatnya sementara sampai kondisi antrean BBM kembali normal,” ujarnya santai waktu ditemui di Singkawang, Selasa kemarin.

Langkah ini diatur lewat Surat Edaran yang sudah disepakati bareng Forkopimda, pihak Pertamina, dan pengelola SPBU. Jadi, bukan asal-asalan, bro. Tujuannya jelas, buat ngeredain fenomena panic buying yang bikin permintaan BBM naik gila-gilaan.

Selain batasi jam, Pemkot juga ngatur volume pembelian BBM jenis Pertalite:

  • Motor <125 cc: maksimal 3 liter per hari

  • Motor >125 cc: maksimal 5 liter per hari

  • Mobil/roda empat: maksimal 30 liter per hari

“Kebijakan ini biar distribusi lebih merata dan antrean panjang di SPBU nggak makin parah,” jelas Pak Wali Kota.

Yang seru, kendaraan pelayanan publik tetep jadi prioritas, lho. Ambulans, mobil pemadam kebakaran, sampai truk sampah bisa lebih gampang isi BBM tanpa ribet.

Biar aturan jalan lancar, TNI-Polri juga siap-siap di tiap SPBU buat ngawasin. Bahkan, ada jalur khusus buat beli BBM pakai jeriken, tapi harus bawa surat rekomendasi dari instansi terkait, ya.

Pak Wali juga ngingetin ke masyarakat supaya tenang dan beli BBM secukupnya aja, jangan panik, supaya distribusi lancar dan antrean nggak makin panjang.

Minggu, 15 Maret 2026

Panic Buying Picu Antrean BBM Di Singkawang, Pemerintah Pastikan Pasokan Aman

Antrean panjang di SPBU Singkawang dipicu panic buying. Wali Kota memastikan stok BBM dari Pertamina aman dan distribusi berjalan normal.
Antrean panjang di SPBU Singkawang dipicu panic buying. Wali Kota memastikan stok BBM dari Pertamina aman dan distribusi berjalan normal.

Wali Kota Singkawang Minta Warga Tak Panic Buying, Stok BBM Dipastikan Aman Meski Antrean Mengular

SINGKAWANG -- Antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, dalam dua hari terakhir membuat masyarakat mulai khawatir akan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM). Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Singkawang langsung turun tangan memastikan situasi sebenarnya di lapangan.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying. Ia menegaskan bahwa pasokan BBM di wilayah tersebut masih dalam kondisi aman.

Pernyataan itu disampaikan setelah pemerintah daerah melakukan peninjauan langsung ke sejumlah SPBU di Kota Singkawang pada Minggu. Langkah ini dilakukan untuk merespons keresahan masyarakat yang melihat antrean kendaraan cukup panjang di beberapa titik pengisian bahan bakar.

“Kami turun langsung untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus memastikan bahwa ketersediaan BBM bagi masyarakat tetap aman,” ujar Tjhai Chui Mie.

Pemerintah Tinjau Sejumlah SPBU

Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota bersama sejumlah pejabat terkait mendatangi beberapa SPBU yang menjadi pusat antrean kendaraan. Beberapa di antaranya adalah SPBU Setapuk, SPBU Sungai Wie, SPBU Sedau, dan SPBU Pasiran.

Dari hasil pemantauan, pemerintah memastikan bahwa distribusi BBM dari Pertamina ke wilayah Singkawang berjalan normal tanpa gangguan.

Menurut Tjhai Chui Mie, tidak ada kendala dalam pasokan bahan bakar dari pihak perusahaan energi milik negara tersebut. Antrean panjang yang terjadi justru dipicu oleh meningkatnya jumlah pembelian masyarakat dalam waktu bersamaan.

“Stok BBM sebenarnya tersedia. Distribusinya juga normal. Namun karena masyarakat khawatir akan terjadi kelangkaan, banyak yang membeli dalam jumlah lebih banyak dari biasanya,” jelasnya.

Antrean Dipicu Kekhawatiran Warga

Fenomena panic buying kerap terjadi ketika muncul isu kelangkaan barang kebutuhan pokok, termasuk bahan bakar. Kondisi ini membuat masyarakat berlomba-lomba mengisi tangki kendaraan lebih awal atau bahkan menyimpan cadangan BBM.

Akibatnya, permintaan mendadak melonjak tajam dalam waktu singkat dan menyebabkan antrean panjang di SPBU.

Pemerintah daerah menilai situasi tersebut sebenarnya tidak perlu terjadi jika masyarakat tetap tenang dan membeli bahan bakar sesuai kebutuhan.

Tjhai Chui Mie mengingatkan bahwa panic buying justru dapat memperburuk situasi distribusi BBM di lapangan.

“Kalau semua membeli dalam jumlah berlebihan secara bersamaan, tentu antrean akan semakin panjang. Padahal stoknya cukup,” katanya.

Pemerintah Awasi Potensi Penimbunan BBM

Selain mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan, pemerintah juga memperingatkan adanya potensi penyalahgunaan situasi oleh oknum tertentu.

Wali Kota menegaskan pihaknya tidak akan mentoleransi praktik penimbunan BBM ataupun pembelian menggunakan jeriken untuk dijual kembali dengan harga lebih tinggi.

Menurutnya, aktivitas di SPBU kini dipantau melalui sistem kamera pengawas atau CCTV.

Jika ditemukan pelanggaran, baik dari pihak pembeli maupun pengelola SPBU yang melayani pembelian tidak sesuai aturan, pemerintah akan segera berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menindak tegas.

“Kami memantau aktivitas di SPBU. Jika ada yang mencoba menimbun atau membeli untuk dijual kembali, tentu akan kami tindak sesuai aturan,” tegasnya.

Langkah pengawasan ini dilakukan untuk memastikan distribusi BBM tetap tepat sasaran dan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat.

SPBU Tetap Layani Warga Selama 24 Jam

Sementara itu, pemilik SPBU Sungai Wie di Kecamatan Singkawang Tengah, Thony Haryadi, memastikan pasokan BBM dari Pertamina tetap berjalan lancar.

Ia menjelaskan bahwa distribusi bahan bakar ke SPBU tidak mengalami gangguan sama sekali.

Menurutnya, antrean panjang kendaraan terjadi karena masyarakat datang lebih awal untuk mengisi bahan bakar, bahkan sejak dini hari.

“Pasokan dari Pertamina tetap normal. Namun karena banyak masyarakat khawatir, mereka sudah datang sejak subuh untuk mengantre,” ujar Thony.

Meski demikian, pihak SPBU tetap berkomitmen memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Kami tetap melayani masyarakat selama 24 jam agar kebutuhan bahan bakar tetap terpenuhi,” katanya.

Pemerintah Minta Warga Tetap Tenang

Pemerintah Kota Singkawang kembali menegaskan bahwa tidak ada kelangkaan BBM di wilayah tersebut. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak mudah terpancing oleh isu yang belum tentu benar.

Dengan membeli BBM sesuai kebutuhan, distribusi bahan bakar dapat berjalan lebih lancar dan merata bagi semua pengguna.

Tjhai Chui Mie juga memastikan pemerintah daerah akan terus memantau situasi di lapangan untuk menjaga stabilitas pasokan BBM.

“Saya mengajak masyarakat tetap tenang. Stok BBM tersedia dan pemerintah akan terus mengawal agar distribusinya berjalan lancar,” ujarnya.

Imbauan ini diharapkan dapat meredakan kepanikan warga sekaligus mengurangi antrean kendaraan di SPBU yang sempat memicu kekhawatiran dalam beberapa hari terakhir.

Senin, 09 Maret 2026

Program 4.000 Rumah Subsidi Di Singkawang Dipercepat Untuk Warga MBR

Pemerintah Kota Singkawang mempercepat pembangunan 4.000 rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui koordinasi dengan pemerintah pusat dan penyiapan lahan. (Gambar ilustrasi AI)
Pemerintah Kota Singkawang mempercepat pembangunan 4.000 rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui koordinasi dengan pemerintah pusat dan penyiapan lahan. (Gambar ilustrasi AI)

Singkawang -- Pemerintah Kota Singkawang terus mempercepat realisasi pembangunan 4.000 unit rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). 

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan hunian layak sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, mengatakan percepatan program rumah subsidi dilakukan melalui penguatan koordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). 

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat proses pembangunan rumah bagi warga yang membutuhkan.

Ia menyebutkan, pembahasan terbaru mengenai program rumah subsidi tersebut dilakukan di Kantor Kementerian PKP dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian PKP, Didyk Choiroel.

“Dalam pembahasan tersebut dibicarakan berbagai langkah percepatan, mulai dari identifikasi ketersediaan lahan, proses administrasi, hingga skema pendanaan untuk mendukung pembangunan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Tjhai Chui Mie di Singkawang, Minggu.

Menurutnya, Pemerintah Kota Singkawang terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat agar program perumahan rakyat dapat segera terealisasi. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah pusat dan daerah, program ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Dengan dukungan pemerintah pusat, kami optimistis program rumah subsidi ini dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat Singkawang yang membutuhkan hunian layak,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Singkawang, Dwi Yanti, mengoordinasikan pembahasan lintas perangkat daerah terkait fungsi lahan yang akan dialokasikan untuk pembangunan rumah subsidi.

Pembahasan tersebut melibatkan sejumlah perangkat daerah, di antaranya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Kota Singkawang.

Dwi Yanti mengatakan koordinasi lintas perangkat daerah ini bertujuan mempercepat proses penyiapan lahan bagi pembangunan 4.000 unit rumah subsidi sekaligus memastikan pemanfaatannya tetap sesuai dengan ketentuan tata ruang yang berlaku.

Ia menegaskan pentingnya identifikasi lahan secara optimal dengan tetap memperhatikan fungsi lahan serta ketentuan tata ruang daerah.

Menurutnya, perencanaan penyediaan lahan perumahan harus selaras dengan dokumen perencanaan tata ruang, seperti Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

Pemerintah Kota Singkawang berharap percepatan pembangunan 4.000 unit rumah subsidi ini dapat berjalan secara terencana, berkelanjutan, serta tetap menjaga keseimbangan antara kebutuhan perumahan, ketahanan pangan, dan pengelolaan tata ruang daerah.

Kamis, 05 Maret 2026

Singkawang Percepat KUR Perumahan Peluang Besar Hunian Terjangkau dan UMKM Naik Kelas

KUR Perumahan Jadi Solusi Hunian Terjangkau bagi Warga Singkawang
Pemkot Singkawang mempercepat administrasi KUR Perumahan untuk mendorong akses hunian terjangkau dan mendukung program tiga juta rumah. Sinergi pemerintah dan perbankan diharapkan menggerakkan ekonomi daerah.

KUR Perumahan Jadi Solusi Hunian Terjangkau bagi Warga Singkawang

SINGKAWANG -- Pemerintah Kota Singkawang, Kalimantan Barat, menegaskan komitmennya untuk mempercepat proses administrasi pembiayaan perumahan sekaligus mendorong optimalisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan di wilayah tersebut. Komitmen ini disampaikan Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, saat menghadiri kegiatan sosialisasi KUR Perumahan dan akad pembiayaan perumahan bersama Bank Negara Indonesia atau BNI di Singkawang, Rabu.

Dalam kegiatan tersebut juga diperkenalkan program rumah subsidi serta inisiatif PNM–SMF Melawan Rentenir yang bertujuan memperkuat akses pembiayaan yang sehat bagi masyarakat dan pelaku usaha. Acara ini menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk mempercepat implementasi berbagai program pembiayaan perumahan yang digagas pemerintah pusat.

Tjhai Chui Mie menyampaikan apresiasi atas kehadiran pemerintah pusat yang membawa berbagai program strategis pembiayaan perumahan dengan skema bunga maksimal enam persen. Menurutnya, kebijakan tersebut memberikan harapan baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor perumahan di Singkawang yang terus berkembang.

Ia menegaskan bahwa pemerintah kota siap memberikan dukungan penuh, terutama dalam mempercepat proses administrasi dan memperkuat koordinasi lintas sektor. Langkah ini dinilai penting agar program pembiayaan perumahan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Kami di Pemerintah Kota Singkawang berkomitmen mempercepat layanan administrasi serta memperkuat sinergi dengan berbagai pihak agar program KUR Perumahan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Tjhai.

Melalui kemudahan akses pembiayaan tersebut, pemerintah daerah berharap pelaku usaha di sektor perumahan maupun sektor pendukung lainnya dapat berkembang lebih cepat dan naik kelas. Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk memiliki hunian yang layak dengan harga terjangkau.

Pemkot Singkawang juga menyatakan dukungannya terhadap program pembangunan tiga juta rumah yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Program nasional tersebut dinilai mampu menjawab kebutuhan perumahan masyarakat sekaligus memperkuat sistem pembiayaan yang inklusif.

Sebagai kota yang berkembang pesat di sektor perdagangan, jasa, dan pariwisata, Singkawang dinilai memiliki potensi besar dalam penyerapan KUR Perumahan. Dengan dukungan regulasi yang jelas serta percepatan layanan administrasi, pemerintah daerah optimistis program ini dapat direalisasikan secara maksimal.

Menurut Tjhai Chui Mie, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor perbankan, serta pelaku usaha menjadi kunci keberhasilan program pembiayaan perumahan. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Untuk memastikan program berjalan lancar, Pemkot Singkawang juga berkomitmen memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi terkait dan pihak perbankan. Proses pengajuan, verifikasi hingga realisasi pembiayaan akan diupayakan berlangsung lebih cepat, transparan, dan akuntabel.

Kegiatan sosialisasi ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Singkawang Muhammadin, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, serta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Hadir pula Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Sekretaris Daerah Kota Singkawang, serta para pengusaha, kontraktor, pengembang, dan pelaku UMKM setempat.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat dan pelaku usaha yang memahami manfaat KUR Perumahan serta memanfaatkan program tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan dan memperkuat sektor perumahan di daerah.

FAQ

Apa itu KUR Perumahan?
KUR Perumahan adalah fasilitas pembiayaan dengan bunga rendah yang ditujukan untuk mendukung pembangunan dan kepemilikan rumah serta usaha di sektor perumahan.

Berapa bunga KUR Perumahan?
Program ini menawarkan bunga maksimal sekitar 6 persen sehingga lebih terjangkau bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Siapa yang bisa mengajukan KUR Perumahan?
Pelaku UMKM, pengembang perumahan, serta pihak yang terlibat dalam sektor perumahan dapat mengajukan pembiayaan ini melalui bank penyalur.

Apa tujuan program tiga juta rumah?
Program ini bertujuan meningkatkan ketersediaan rumah layak huni bagi masyarakat serta memperkuat sektor ekonomi yang berkaitan dengan industri perumahan.

Rabu, 04 Februari 2026

SPBU Baru di Singkawang Barat Resmi Beroperasi, Pemkot Dorong Distribusi BBM Lebih Lancar dan Ekonomi Warga Meningkat

SPBU Baru di Singkawang Barat Resmi Beroperasi, Pemkot Dorong Distribusi BBM Lebih Lancar dan Ekonomi Warga Meningkat
SPBU Baru di Singkawang Barat Resmi Beroperasi, Pemkot Dorong Distribusi BBM Lebih Lancar dan Ekonomi Warga Meningkat.

SINGKAWANG -- Pemerintah Kota Singkawang terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat layanan energi bagi masyarakat. Salah satu langkah nyatanya adalah dengan mendorong optimalisasi operasional SPBU baru yang berlokasi di Jalan Tani, Kecamatan Singkawang Barat, seiring meningkatnya mobilitas warga dan geliat aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.

Sekretaris Daerah Kota Singkawang, Dwi Yanti, menegaskan bahwa kehadiran SPBU baru bukan sekadar penambahan fasilitas, melainkan kebutuhan strategis untuk menjamin kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM), terutama di kawasan dengan pertumbuhan penduduk dan arus pergerakan yang terus meningkat.

“Seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi, kebutuhan akan SPBU juga semakin besar. Kehadiran SPBU ini diharapkan mampu memperlancar distribusi BBM sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga,” ujar Dwi Yanti saat peresmian SPBU DODO 64.791.24 milik PT Bintang Jasa Transkal, Selasa lalu.

Ia juga menekankan bahwa Pemerintah Kota Singkawang membuka ruang seluas-luasnya bagi investasi yang taat aturan dan berorientasi pada kepentingan publik. Menurutnya, percepatan perizinan usaha tetap diimbangi dengan pengawasan ketat terhadap standar keselamatan dan mutu layanan.

“Masuknya investasi ini menjadi sinyal positif bahwa Singkawang dipercaya. Tugas kami adalah memastikan perizinan berjalan cepat, namun pengawasan tetap maksimal,” jelasnya.

Tak hanya itu, Pemkot juga mengingatkan pengelola SPBU agar senantiasa menjaga keselamatan operasional, meningkatkan kualitas pelayanan, mematuhi standar Pertamina, serta membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekitar.

Sementara itu, Sales Branch Manager Kalbar 1 Fuel Pertamina, Irsan Firdaus Gisani, menjelaskan bahwa SPBU dengan skema Dealer Owner Dealer Operate (DODO) ini saat ini telah melayani penjualan BBM non-subsidi. Jenis BBM yang tersedia meliputi Pertamax Turbo, Pertamax, Pertalite, Pertamina Dex, dan Dexlite.

Namun, untuk penyaluran BBM bersubsidi, pihaknya masih menunggu kelengkapan administrasi berupa surat rekomendasi kelayakan dari Pemerintah Kota Singkawang kepada BPH Migas.

“Setelah rekomendasi dari Pemda diterbitkan dan disampaikan ke BPH Migas, barulah SPBU ini dapat menyalurkan BBM subsidi,” terang Irsan.

Ia menambahkan, penyaluran BBM bersubsidi ditargetkan dapat mulai berjalan pada akhir triwulan II tahun 2026, mengingat kesiapan infrastruktur SPBU telah disesuaikan dengan standar resmi Pertamina.

Di sisi lain, keberadaan SPBU ini juga membawa angin segar bagi perekonomian lokal. Pemilik SPBU PT Bintang Jasa Transkal, Joni, menyampaikan bahwa seluruh tenaga kerja yang direkrut berasal dari masyarakat Kota Singkawang.

“Kami ingin SPBU ini tidak hanya hadir sebagai penyedia BBM, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi warga, terutama melalui pembukaan lapangan kerja,” ungkapnya.

Dengan hadirnya SPBU baru ini, masyarakat Singkawang diharapkan dapat menikmati akses BBM yang lebih mudah, pelayanan yang lebih baik, serta peluang ekonomi yang semakin terbuka. Sebuah langkah kecil, namun berdampak besar bagi kenyamanan dan kesejahteraan warga.

Minggu, 01 Februari 2026

Warga Singkawang Diingatkan Keras Buang Sampah Sembarangan Bisa Didenda Hingga Rp1 Juta dan Dipenjara

Warga Singkawang Diingatkan Keras Buang Sampah Sembarangan Bisa Didenda Hingga Rp1 Juta dan Dipenjara
Petugas sedang membersihkan tumpukan sampah di Singkawang, Kalbar ANTARA/Narwati

SINGKAWANG -- Pemerintah Kota Singkawang akhirnya bersikap tegas terhadap kebiasaan warga yang masih nekat membuang sampah sembarangan. 

Terutama di sejumlah titik yang selama ini kerap disalahgunakan sebagai lokasi pembuangan liar, meski bukan tempat penampungan sementara (TPS) resmi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Singkawang, Emy Hastuti, menegaskan bahwa dua lokasi yang sering dipenuhi sampah tersebut sama sekali tidak diperbolehkan menjadi tempat buang sampah. Namun ironisnya, praktik ini sudah berlangsung bertahun-tahun.

“Perlu kami luruskan, ini bukan TPS. Membuang sampah di sini jelas melanggar aturan dan tidak bisa ditoleransi lagi,” ujar Emy saat ditemui di Singkawang, Sabtu.

Warga Singkawang Diingatkan Keras Buang Sampah Sembarangan Bisa Didenda Hingga Rp1 Juta dan Dipenjara. (GAMBAR ILUSTRASI IA)
Warga Singkawang Diingatkan Keras Buang Sampah Sembarangan Bisa Didenda Hingga Rp1 Juta dan Dipenjara. (GAMBAR ILUSTRASI IA)

Tak ingin masalah ini terus berulang, Pemkot Singkawang tidak hanya membersihkan tumpukan sampah. 

Pengawasan kini diperketat sebagai langkah pencegahan sekaligus dasar penegakan hukum bagi pelanggar.

Sebagai bentuk keseriusan, DLH memasang kamera pengawas atau CCTV serta spanduk larangan di titik-titik rawan. 

Langkah ini dilakukan untuk memantau aktivitas warga dan menekan kebiasaan buang sampah sembarangan yang merugikan lingkungan dan masyarakat sekitar.

Emy menegaskan, setiap pelanggaran akan diproses sesuai Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2016 tentang Ketertiban Umum. Tidak ada lagi alasan “tidak tahu” atau “sudah biasa”.

“Siapapun yang tertangkap membuang sampah di lokasi tersebut akan kami tindak. Sanksinya mulai dari denda minimal Rp100 ribu atau kurungan tiga hari, hingga denda maksimal Rp1 juta atau kurungan tujuh hari,” tegasnya.

Penertiban ini dilakukan secara terpadu dengan melibatkan pihak kecamatan, kelurahan, kepolisian, hingga pemadam kebakaran

Tujuannya agar proses berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Warga Singkawang Diingatkan Keras Buang Sampah Sembarangan Bisa Didenda Hingga Rp1 Juta dan Dipenjara. (GAMBAR ILUSTRASI IA)
Warga Singkawang Diingatkan Keras Buang Sampah Sembarangan Bisa Didenda Hingga Rp1 Juta dan Dipenjara. (GAMBAR ILUSTRASI IA)

Sementara itu, Kepala UPT Pengelolaan Sampah DLH Kota Singkawang, Dedi Wahyudi, mengungkapkan bahwa tumpukan sampah yang sempat dibiarkan selama beberapa hari bukan karena kelalaian petugas.

“Kami sengaja tidak langsung mengangkutnya. Ini bagian dari edukasi agar masyarakat sadar bahwa tempat ini bukan TPS,” jelas Dedi.

Ia menambahkan, kebiasaan lama justru menjadi akar masalah. Selama bertahun-tahun, sampah yang dibuang di lokasi tersebut selalu diangkut, sehingga memunculkan anggapan keliru bahwa tempat itu memang diperbolehkan.

“Kurang lebih delapan tahun sampah dibuang di situ. Karena selalu dibersihkan, masyarakat akhirnya menganggap itu boleh. Padahal jelas melanggar aturan,” ungkapnya.

Warga Singkawang Diingatkan Keras Buang Sampah Sembarangan Bisa Didenda Hingga Rp1 Juta dan Dipenjara. (GAMBAR ILUSTRASI IA)
Warga Singkawang Diingatkan Keras Buang Sampah Sembarangan Bisa Didenda Hingga Rp1 Juta dan Dipenjara. (GAMBAR ILUSTRASI IA)

Dedi menekankan, persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas kebersihan.

Dibutuhkan kesadaran bersama agar lingkungan tetap bersih, sehat, dan nyaman.

DLH Kota Singkawang juga mengimbau warga untuk membuang sampah ke TPS resmi sesuai jadwal, yakni mulai pukul 18.00 WIB hingga 06.00 WIB, serta saling mengingatkan satu sama lain.

Karena sejatinya, kota yang bersih bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi cerminan kedisiplinan dan kepedulian warganya.

Sumber: ANTARA/Narwati

Jumat, 07 Oktober 2022

Meriahkan HUT ke-21 Kota Singkawang, Pemkot Gelar Bermacam Perlombaan dan Pameran Budaya

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie. 
Singkawang, Kalbar - Memeriahkan peringatan HUT ke-21, Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang menggelar bermacam agenda menarik diantaranya, perlombaan dan pameran budaya. 

"Akan banyak kegiatan yang kita laksanakan pada peringatan HUT ke-21 Kota Singkawang ini. Berbagai kegiatan lomba sudah kita siapkan dengan hadiah-hadiah menarik. Tidak lupa juga ada kegiatan budaya yang juga akan menyemarakkannya," kata Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie di Singkawang, Kamis.

Dia mengatakan, salah satu lomba yang dilaksanakan adalah Lomba Kreasi Inovasi Daerah  yang menjadi upaya pemerintah dalam mewadahi gagasan dan ide kreatif melalui inovasi yang berbasis kearifan lokal dan potensi daerah.

Pada lomba kreasi inovasi itu  pihaknya mendorong dan mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Singkawang untuk turut berpartisipasi dalam perlombaan ini untuk mendorong pembangunan Kota Singkawang ke arah yang lebih baik.

Selain itu, ada juga kegiatan Singkawang City Run yang juga dilaksanakan untuk memeriahkan HUT TNI digelar pada Minggu (9/10/20220) di Singkawang Grand Mall.

Selain itu juga ada kegiatan atraksi budaya dan pertunjukan musik yang menghadirkan sejumlah artis untuk menghibur masyarakat Singkawang yang di kemas dalam Singkawang Borneo Festival akan digelar selama 10 hari, dari tanggal 7-16 Oktober di area Singkawang Grand Mall.

Di Singkawang Borneo Festival akan meriahkan dengan berbagai kegiatan, seperti pameran produk  UMKM, penampilan artis, pertunjukan musik dan sport competition.

Sederetan artis pun akan tampil di Singkawang Borneo Festival, seperti Feel Koplo, Ghea Indrawari, Huang Jia Mei, Risma Aw Aw dan Arwana Band.

"Kegiatan ini tidak hanya untuk masyarakat kota Singkawang, tapi bagi masyarakat luar daerah yang ingin menyaksikan kemeriahannya silahkan datang ke Singkawang, sambil berwisata," kata Tjhai Chui Mie. (Yk/Antara)

Kamis, 01 September 2022

Cegah Banjir, Pemkot Singkawang Normalisasi Sungai Di Kelurahan Pasiran

Cegah Banjir, Pemkot Singkawang Normalisasi Sungai Di Kelurahan Pasiran
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie memantau pelaksanaan normalisasi sungai Cisadane dengan menggunakan ekskavator. (BorneoTribun/Antara)
BorneoTribun Pontianak, Kalbar - Upaya pencegahan banjir, Pemerintah Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat kerjakan normalisasi sungai dengan memakai ekskavator di Jalan Tani 2 Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat. 

"Pagi ini hujan turun lagi, sesuai dengan prakiraan cuaca BMKG. Namun kita harus dengan semangat kebersamaan untuk menanggulangi permasalahan banjir yang terjadi," kata Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie di Singkawang, Rabu.

Ia mengatakan normalisasi ini dilakukan di sungai di Jalan Tani 2 hingga Cisadane.

"Normalisasi sungai akan terus dilanjutkan di beberapa titik lainnya lagi," tuturnya.

Tjhai Chui Mie berharap, normalisasi sungai ini dapat mempermudah air mengalir sehingga tidak terjadi genangan air yang menyebabkan banjir.

"Semoga sungai yang telah dinormalisasi ini dapat mempermudah air mengalir agar tidak tergenang dan menyebabkan banjir," katanya.

Menurut dia, tidak hanya pengerjaan normalisasi sungai, namun diperlukan kerja sama seluruh warga dengan menjaga sungai agar tetap lestari dan aliran airnya lancar.

"Kita semua harus bekerja sama, tidak cukup dengan hanya melakukan normalisasi sungai tapi sama-sama menjaga sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan," katanya.

(pian/ro/ant)