Berita BorneoTribun: Penajam hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Penajam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penajam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Maret 2026

Pendataan Aset Pemkab PPU Di Sepaku IKN Dipercepat Hindari Sengketa

Pendataan aset Pemkab PPU di Sepaku IKN dipercepat untuk cegah sengketa. Nilai aset capai Rp917 miliar dan akan dihibahkan ke Otorita IKN.
Pendataan aset Pemkab PPU di Sepaku IKN dipercepat untuk cegah sengketa. Nilai aset capai Rp917 miliar dan akan dihibahkan ke Otorita IKN.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, mulai mempercepat pencatatan dan pendataan aset daerah yang berada di Kecamatan Sepaku, kawasan yang kini masuk wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN).

Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi agar tidak terjadi sengketa aset saat proses pengalihan kewenangan ke pemerintah pusat berlangsung.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) PPU, Muhajir, menjelaskan bahwa seluruh aset milik pemerintah kabupaten, mulai dari tanah, bangunan hingga peralatan, kini sedang didata secara menyeluruh.

“Semua aset tanah dan bangunan, serta peralatan pemerintah kabupaten di kawasan IKN didata dan dicatat,” ujarnya.

Menurutnya, pendataan ini menjadi langkah penting untuk memastikan kejelasan status kepemilikan aset sebelum nantinya dihibahkan kepada Otorita IKN.

Antisipasi Sengketa Aset

Muhajir menegaskan, pendataan ini dilakukan untuk menghindari potensi konflik di masa depan, khususnya saat aset di wilayah Sepaku mulai diambil alih oleh pemerintah pusat.

Jika seluruh proses hibah telah dilakukan, maka aset tersebut otomatis akan dihapus dari daftar aset milik Pemerintah Kabupaten PPU.

Langkah ini juga sejalan dengan proses pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke IKN yang sebagian wilayahnya berada di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Aset Akan Dihibahkan Ke Otorita IKN

Ke depan, seluruh aset daerah di kawasan IKN direncanakan akan dihibahkan kepada Otorita IKN, terutama setelah terbentuknya pemerintahan daerah khusus (Pemdasus) IKN.

Salah satu contoh hibah yang sudah dilakukan adalah lahan peternakan Trunen di Desa Bumi Harapan, Kecamatan Sepaku.

Pada tahun 2024, lahan seluas 42,6 hektare tersebut, lengkap dengan bangunan dan 20 unit peralatan mesin, telah diserahkan dengan nilai mencapai sekitar Rp17,4 miliar.

“Baru lahan peternakan Trunen yang dihibahkan pada 2024, dan belum ada lagi permintaan hibah aset,” jelas Muhajir.

Nilai Aset Capai Rp917 Miliar

Secara keseluruhan, nilai aset milik Pemerintah Kabupaten PPU di Kecamatan Sepaku terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Hingga akhir 2024, total nilai aset yang tercatat mencapai kurang lebih Rp917 miliar.

Namun angka tersebut belum termasuk aset tambahan yang dibangun maupun dibeli pada tahun anggaran 2025.

Status Aset Masih Milik Pemkab PPU

Saat ini, seluruh aset yang berada di kawasan IKN masih berstatus milik Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara.

Hal ini dikarenakan Kecamatan Sepaku secara administratif masih termasuk wilayah PPU dan belum ada aturan turunan dari Undang-Undang IKN yang mengatur secara rinci terkait pengalihan aset.

“Aset daerah yang berada di kawasan IKN untuk sementara masih dalam status kepemilikan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara,” tegas Muhajir.

FAQ

1. Kenapa aset PPU di Sepaku harus didata?
Untuk menghindari sengketa saat aset dialihkan ke pemerintah pusat atau Otorita IKN.

2. Berapa nilai aset PPU di Sepaku saat ini?
Sekitar Rp917 miliar hingga akhir tahun 2024.

3. Apakah aset tersebut sudah diserahkan ke IKN?
Belum seluruhnya. Baru lahan peternakan Trunen yang dihibahkan pada 2024.

4. Siapa yang akan menerima aset tersebut nantinya?
Otorita IKN, setelah terbentuk pemerintahan daerah khusus IKN.

5. Status aset saat ini milik siapa?
Masih menjadi milik Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara.

Jumat, 17 Juni 2022

Berkomitmen, Pemuda, Mahasiswa dan Buruh Komitmen Bersama Kawal Sampai Tuntas Pembangunan IKN


Titik Nol, Sepaku, Penajam Paser Utara, Kaltim (Syahrial/Borneotribun)

Borneotribun Balikpapan, Kaltim - Organisasi kepemudaan, mahasiswa dan elemen buruh berikrar dan menyatakan komitmennya untuk mendukung dan mengawal pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). 

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Sunanto menjelaskan alasan mendukung pembangunan IKN. Menurutnya, pemindahan Ibu Kota Negara bukan hanya perpindahan secara fisik, namun juga pemindahan pemerataan pembangunan dan pemenuhan harapan anak bangsa.

"Semua anak bangsa memiliki harapan dan kesempatan yang sama untuk bisa bangkit dan mengenyam semua keilmuan dan kesejahteraan itu sendiri, maka pemindahan ibu kota harus kita dukung, karena memberikan harapan dan kesempatan bagi kita semua," kata Cak Nanto panggilan akrabnya di titik 0 kilometer Ibu Kota Nusantara yang terletak di kecamatan Sepaku Kabupaten Penajam Paser Utara, Jumat (17/6/2022).

Sementara itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, ada sekitar 150.000 buruh yang bekerja dalam pembangunan IKN. Menurutnya, IKN adalah salah satu masterpiece buat bangsa Indonesia.

"Bagaimana mengembangkan satu kota, dimana semua terintegrasi secara smart forest city. Kota yang di konsep baik, saya sering ke eropa rasanya melebihi eropa, tapi tak meninggalkan tradisi tentang nusantara," ujarnya.

Ia pun mengaku senang dan berharap pembangunan IKN berjalan cepat dan lancar. Bahkan, ia menyebut IKN ini sebagai legenda dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Untuk itu, ia pun siap mendukung kelancaran pembangunan.

Lebih lanjut, ia pun mengapresiasi Kapolri yang turut merayakan HUT Bhayangkara ke-76 di titik nol kilometer IKN. Menurutnya, hal tersebut dapat membangkitkan kembali nilai-nilai Bhayangkara agar melekat di dalam IKN.

"Saya rasa ini satu cara yang efektif tidak perlu berkata banyak tapi pesannya sampai. Nilai bhayangkara yang selama ini terbangun, pengabdian, pelayanan negara sebagai abdi negara diletakkan di titik nol," katanya.

Dalam acara ini, turut juga dibacakan ikrar para organisasi kepemudaan, mahasiswa dan elemen buruh yang mendukung pembangunan IKN.

Berikut ikrar yang dibacakan Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto:

"Kami berkomitmen, mendukung pembangunan ibu kota nusantara sebagai bagian dari upaya, wujudkan visi Indonesia emas 2045. Menjadi bangsa Indonesia, yang berdaulat maju, adil dan makmur,".

"Terima kasih pak Kapolri, semoga cita-cita ini kita wujudkan bersama, komitmen ini tidak hanya berhenti sampai disini pak Kapolri, kami akan kawal sampai tuntas sampai darah penghabisan kami,".

Selain pembacaan ikrar, digelar juga acara Hari Bakti Kesehatan dalam rangka HUT Bhayangkara ke-76 yang turut dihadiri Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Penulis : Syahrial