Berita BorneoTribun: Penanaman Jagung hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Penanaman Jagung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penanaman Jagung. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Maret 2026

Program Ketahanan Pangan, Polresta Banjarmasin Tanam Jagung Di Lahan 11 Hektare

Polresta Banjarmasin kembali melakukan penanaman jagung di lahan rawa Kabupaten Banjar seluas 11 hektare sebagai bagian dari program ketahanan pangan kuartal I tahun 2026.
Polresta Banjarmasin kembali melakukan penanaman jagung di lahan rawa Kabupaten Banjar seluas 11 hektare sebagai bagian dari program ketahanan pangan kuartal I tahun 2026.

Banjarmasin -- Polresta Banjarmasin kembali melakukan penanaman jagung di lahan rawa kawasan Jalan Gubernur Syarkawi KM 5, Kabupaten Banjar. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan pada kuartal I tahun 2026.

Program tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya setelah jajaran kepolisian berhasil melakukan panen jagung di lokasi yang sama beberapa bulan lalu dengan hasil yang dinilai cukup baik.

Kabag SDM Polresta Banjarmasin Kompol Kusdarmaji mengatakan, penanaman jagung kembali dilakukan sebagai bentuk komitmen institusi dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Ini baru saja kita lakukan penanaman jagung kuartal I tahun 2026 di lahan rawa Kabupaten Banjar,” kata Kusdarmaji di Kabupaten Banjar, Senin.

Ia menyampaikan kegiatan tersebut mewakili Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Cuncun Kurniadi yang terus mendorong program ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan yang tersedia.

Menurut Kusdarmaji, lahan yang digunakan merupakan lokasi yang sama dengan program sebelumnya dengan luas sekitar 11 hektare.

Lahan rawa tersebut dinilai cukup potensial untuk budidaya jagung apabila dikelola secara berkelanjutan bersama masyarakat sekitar.

Ke depan, pengelolaan lahan akan dilakukan bersama kelompok tani setempat agar proses budidaya dapat berjalan lebih optimal.

“Lahan ini nantinya akan dikelola bersama kelompok tani sehingga program penanaman jagung bisa terus berjalan dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemanfaatan lahan rawa untuk penanaman jagung juga merupakan bentuk dukungan terhadap arahan Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan dalam memperkuat program ketahanan pangan.

Selain itu, keterbatasan lahan di Kota Banjarmasin menjadi salah satu alasan pengembangan penanaman jagung dilakukan di wilayah Kabupaten Banjar yang memiliki potensi lahan lebih luas.

Melalui program tersebut, Polresta Banjarmasin berharap upaya mendukung ketahanan pangan dapat terus berjalan dan memberikan hasil positif seperti panen sebelumnya.

“Mudah-mudahan kita bisa kembali menjalankan amanah Kapolda Kalsel untuk mendukung ketahanan pangan dan sukses seperti sebelumnya,” kata Kusdarmaji.

Minggu, 08 Maret 2026

Wujudkan Lumbung Jagung Kalimantan, Kapolda Kalbar Pimpin Tanam Serentak Di Landak

Kapolda Kalbar memimpin penanaman jagung serentak di Landak untuk mendukung swasembada pangan 2026 dan menjadikan Kalimantan Barat sebagai lumbung jagung nasional.
Kapolda Kalbar memimpin penanaman jagung serentak di Landak untuk mendukung swasembada pangan 2026 dan menjadikan Kalimantan Barat sebagai lumbung jagung nasional.

LANDAK – Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) mempertegas komitmennya dalam mendukung kedaulatan pangan nasional melalui kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal I di Desa Nyiin, Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak, Sabtu (7/3/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Kalbar Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H.

Program ini menjadi bagian dari upaya mendukung target Swasembada Pangan Tahun 2026 sekaligus mendorong Kalimantan Barat menjadi salah satu penyangga utama kebutuhan pangan di Pulau Kalimantan.

Kegiatan penanaman jagung tersebut turut dihadiri Irwasda Polda Kalbar, para Pejabat Utama (PJU) Polda Kalbar, Kapolres Landak, Penjabat Bupati Landak, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) provinsi dan kabupaten, serta ratusan masyarakat dan kelompok tani setempat.

Dalam sambutannya, Kapolda Kalbar menegaskan bahwa program penanaman jagung ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan produksi jagung di Kalimantan Barat.

Targetkan Kalbar Jadi Lumbung Jagung

Kapolda Kalbar memimpin penanaman jagung serentak di Landak untuk mendukung swasembada pangan 2026 dan menjadikan Kalimantan Barat sebagai lumbung jagung nasional.
Kapolda Kalbar memimpin penanaman jagung serentak di Landak untuk mendukung swasembada pangan 2026 dan menjadikan Kalimantan Barat sebagai lumbung jagung nasional.

Irjen Pol. Pipit Rismanto menyampaikan bahwa Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Landak, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat produksi jagung nasional.

Ia menyebutkan bahwa program ini diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak lokal sekaligus membuka peluang ekspor ke negara tetangga, termasuk wilayah Kuching di Malaysia.

Kapolda menilai keberhasilan program tersebut membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, aparat TNI/Polri, sektor swasta, serta masyarakat petani.

Ia juga menekankan pentingnya peran investor dalam mendukung pengembangan sektor pertanian melalui pemberdayaan masyarakat dan optimalisasi lahan produktif.

Target Pengembangan Lahan Hingga 100.000 Hektar

Kapolda Kalbar memimpin penanaman jagung serentak di Landak untuk mendukung swasembada pangan 2026 dan menjadikan Kalimantan Barat sebagai lumbung jagung nasional.
Kapolda Kalbar memimpin penanaman jagung serentak di Landak untuk mendukung swasembada pangan 2026 dan menjadikan Kalimantan Barat sebagai lumbung jagung nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Kalbar juga menginstruksikan jajarannya untuk menyiapkan data konkret mengenai ketersediaan lahan pertanian yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan jagung.

Target yang dicanangkan mencapai 100.000 hektar lahan yang dapat digarap secara bertahap guna meningkatkan produksi jagung di Kalimantan Barat.

Selain itu, masyarakat yang sebelumnya bekerja pada sektor yang merusak lingkungan seperti Pertambangan Tanpa Izin (PETI) didorong untuk beralih ke sektor pertanian jagung yang dinilai lebih berkelanjutan dan memiliki potensi ekonomi lebih baik.

Menurut Kapolda, kehadiran aparat kepolisian di lapangan tidak bertujuan mengintervensi pasar, tetapi sebagai pendamping bagi para petani.

Polri juga berperan dalam mengawal distribusi pupuk, bibit, serta memastikan rantai usaha pertanian berjalan secara sehat dan transparan.

Dukungan Industri Serap Jagung Lokal

Kapolda Kalbar juga menyoroti keberadaan sejumlah perusahaan besar di Kalimantan Barat yang diharapkan dapat menyerap hasil produksi jagung lokal.

Perusahaan seperti PMP, Javacomfeed, dan Charoen Pokphand dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem industri berbasis pertanian yang berkelanjutan.

Dengan adanya dukungan sektor industri, hasil produksi jagung dari para petani diharapkan dapat terserap dengan baik sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Polri Pastikan Pengawasan Program Berjalan Optimal

Kapolda Kalbar memimpin penanaman jagung serentak di Landak untuk mendukung swasembada pangan 2026 dan menjadikan Kalimantan Barat sebagai lumbung jagung nasional.
Kapolda Kalbar memimpin penanaman jagung serentak di Landak untuk mendukung swasembada pangan 2026 dan menjadikan Kalimantan Barat sebagai lumbung jagung nasional.

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan penanaman jagung serentak ini merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap program strategis pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Ia memastikan bahwa setiap tahapan program, mulai dari penyiapan lahan hingga distribusi bibit, akan mendapatkan pengawasan yang tepat.

Hal tersebut dilakukan untuk memastikan program berjalan lancar tanpa kendala teknis di lapangan.

Bambang juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung program swasembada pangan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat.

Penanaman Simbolis Awali Musim Tanam 2026

Kegiatan penanaman jagung serentak ini ditutup dengan penanaman bibit jagung secara simbolis oleh Kapolda Kalbar bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Penanaman tersebut dilakukan di lahan yang telah disiapkan di Desa Nyiin sebagai tanda dimulainya musim tanam jagung kuartal pertama tahun 2026 di Kalimantan Barat.

Langkah ini diharapkan menjadi awal dari penguatan sektor pertanian jagung di Bumi Khatulistiwa sekaligus mendukung target ketahanan pangan nasional.

Rabu, 08 Oktober 2025

Polres Sekadau Sukseskan Penanaman Jagung Serentak Kuartal IV

Polres Sekadau Sukseskan Penanaman Jagung Serentak Kuartal IV
Polres Sekadau Sukseskan Penanaman Jagung Serentak Kuartal IV.
Sekadau, Kalbar - Jajaran Polres Sekadau turut menyukseskan kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025 yang dipimpin langsung oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara virtual dari Desa Bantar Panjang, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (8/10/2025).

Untuk wilayah Kabupaten Sekadau, pelaksanaan penanaman dipusatkan di Dusun Danau Raya, Desa Bokak Sebumbun, Kecamatan Sekadau Hilir. Kegiatan ini diikuti secara Zoom Meeting oleh jajaran Forkopimda Sekadau, kelompok tani, serta tamu undangan. Penanaman jagung serentak menjadi wujud komitmen Pemerintah Daerah dan Polri dalam mendukung swasembada pangan nasional.

Sekretaris DKP3 Kabupaten Sekadau, Utin Ramdiana, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polri atas dukungan terhadap program swasembada pangan. Ia mengatakan bahwa kegiatan ini sejalan dengan misi RPJMD Bupati Sekadau 2025–2029 untuk meningkatkan produktivitas komoditas pangan dan hortikultura.

“Harapan kami, sinergi antara Pemkab Sekadau, Polres Sekadau, dan instansi terkait terus diperkuat, agar produksi pangan kita meningkat dan kesejahteraan petani semakin baik,” ujarnya.

Utin juga menyoroti sejumlah tantangan di lapangan, seperti persyaratan kadar air dan tingkat kerusakan jagung yang ditetapkan Bulog, keterbatasan alat pascapanen, dan minimnya anggaran. Saat ini bantuan yang tersedia baru berupa cultivator, sedangkan alat pengering (dryer) dan mesin pemipil belum masuk program bantuan tahun 2026.

Sementara itu, Kapolres Sekadau AKBP Donny Molino Manoppo dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat HUT ke-80 TNI dan mengatakan pentingnya sinergitas TNI–Polri dalam menjaga kedaulatan pangan nasional.

“Ketahanan pangan saat ini menjadi isu strategis global yang dipengaruhi perubahan iklim, dinamika ekonomi, dan konflik internasional. Karena itu, program ini bukan sekadar seremoni, tapi langkah nyata menuju kemandirian pangan,” ujar Kapolres.

Polres Sekadau saat ini menggarap lahan jagung seluas 209 hektar di tujuh kecamatan. Target distribusi hasil panen ke Bulog hingga akhir 2025 mencapai 40 ton, dengan capaian sementara 9,7 ton. Selain itu, target Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 128 ton juga terus dikejar, dengan capaian sementara 49 ton.

Kapolres juga mengapresiasi dukungan Pemkab Sekadau, termasuk surat edaran Bupati terkait pemanfaatan lahan 2 hektar per desa (total 188 hektar dari 94 desa) serta alokasi minimal 5% Dana Desa untuk ketahanan pangan.

“Yang kita tanam hari ini bukan sekadar biji, tapi harapan masa depan. Ketahanan pangan hanya bisa dicapai dengan kerja sama lintas sektor,” pungkasnya.

Kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal IV ini juga diikuti oleh tujuh Polsek jajaran Polres Sekadau. Program ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian pangan di tingkat lokal sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.