Berita BorneoTribun: Penemuan Bayi hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Penemuan Bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penemuan Bayi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Februari 2026

Geger Malam Hari! Bayi Laki-Laki Ditemukan Sendirian di Kamar Warung, Warga Dusun Bokak Heboh

Geger Malam Hari! Bayi Laki-Laki Ditemukan Sendirian di Kamar Warung, Warga Dusun Bokak Heboh
Geger Malam Hari! Bayi Laki-Laki Ditemukan Sendirian di Kamar Warung, Warga Dusun Bokak Heboh.

Sekadau, Kalbar -- Warga Dusun Bokak, Desa Bokak Sebumbun, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, mendadak dibuat gempar oleh sebuah peristiwa mengharukan sekaligus mengundang tanya. 

Seorang bayi laki-laki yang diduga baru saja dilahirkan ditemukan terlantar di dalam kamar sebuah warung, Senin malam (02/02/2026).

Penemuan bayi tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 WIB, saat seorang pembantu warung bernama Yuni hendak membersihkan kamar. 

Betapa terkejutnya ia ketika mendapati seorang bayi mungil berada di dalam kamar tanpa kehadiran orang tua atau siapa pun di sekitarnya.

Tanpa menunggu lama, Yuni langsung melaporkan kejadian itu kepada pemilik warung. Kabar tersebut pun dengan cepat menyebar dan mengundang perhatian warga sekitar. 

Suasana malam yang semula tenang berubah menjadi penuh rasa penasaran dan keprihatinan.

Pemilik warung, Berty, mengaku sama sekali tidak mengetahui asal-usul bayi tersebut. Ia juga mengaku terkejut saat pertama kali menerima laporan dari karyawannya.

“Saya benar-benar kaget. Saya tidak tahu siapa orang tua bayi itu dan bagaimana bisa ada di kamar warung,” ujar Berty saat ditemui media.

Beruntung, bayi laki-laki tersebut ditemukan dalam kondisi sehat. Demi memastikan keselamatannya, warga bersama pemilik warung segera membawa bayi itu ke klinik terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis lebih lanjut.

Sementara itu, pihak kepolisian telah turun tangan menangani kasus ini. Aparat kini tengah melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas orang tua bayi serta mencari tahu motif di balik dugaan penelantaran tersebut.

Peristiwa ini menyisakan keprihatinan mendalam bagi warga. Banyak yang berharap bayi malang itu segera mendapatkan perlindungan dan masa depan yang lebih baik. 

Kasus ini juga menjadi pengingat penting bagi semua pihak tentang tanggung jawab dan kepedulian terhadap kehidupan seorang anak sejak ia dilahirkan.

Selasa, 20 Januari 2026

Fakta Terungkap Kasus Bayi Dibuang ke Sungai Riam Polisi Amankan Penghuni Kos

Fakta Terungkap Kasus Bayi Dibuang ke Sungai Riam Polisi Amankan Penghuni Kos
Fakta Terungkap Kasus Bayi Dibuang ke Sungai Riam Polisi Amankan Penghuni Kos.

SANGGAU - Kasus penemuan jasad bayi laki-laki di Sungai Riam, Kabupaten Sanggau, akhirnya mulai menemui titik terang. Peristiwa yang sempat menghebohkan warga ini berhasil diungkap kepolisian setelah melakukan penyelidikan intensif hingga larut malam.

Kejadian bermula pada Senin malam 19 Januari 2026. Dua warga setempat, berinisial A dan D, yang sedang mencari ikan di Sungai Riam sekitar pukul 21.30 WIB, mendapati alat sauk mereka terasa sangat berat. Awalnya dikira tersangkut binatang, namun rasa kaget muncul saat diketahui bahwa yang terjaring adalah jasad bayi laki-laki tanpa busana dan diduga baru dilahirkan.

Tanpa menunggu lama, temuan tersebut langsung dilaporkan ke Ketua RT setempat, lalu diteruskan ke Polsek Kapuas hanya berselang beberapa menit. Aparat kepolisian bersama tim identifikasi Polres Sanggau segera turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi jasad bayi ke RSUD M Th Djaman Sanggau guna pemeriksaan lebih lanjut.

Penyelidikan pun bergerak cepat. Dipimpin langsung Kapolsek Kapuas IPTU Marianus, tim gabungan melakukan penelusuran di sekitar lokasi penemuan. Petunjuk penting ditemukan berupa ari-ari bayi di belakang sebuah rumah kos berisi lima pintu yang lokasinya tidak jauh dari sungai.

Dari hasil pemeriksaan terhadap para penghuni kos, yang sebagian besar masih berstatus pelajar, polisi menemukan bercak darah di area pintu dapur. Temuan ini mengarah pada seorang perempuan penghuni kos berinisial LF. Setelah dilakukan interogasi mendalam, LF akhirnya mengakui perbuatannya.

Menurut pengakuan sementara, bayi tersebut dibuang pada Minggu siang 18 Januari 2026. Awalnya bayi diletakkan di dalam WC kos, sebelum jasadnya dibuang ke aliran Sungai Riam.

Saat ini, LF telah diamankan dan dibawa ke Polres Sanggau untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Satreskrim Polres Sanggau masih mendalami kasus ini guna melengkapi berkas penyidikan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Pihak kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu atau spekulasi liar yang beredar. Warga diminta segera melapor jika memiliki informasi tambahan agar kasus ini dapat ditangani secara tuntas dan transparan.

@borneotribun.com Terungkap Pelaku Pembuangan Bayi di Sungai Riam Ternyata Penghuni Kos Kasus penemuan jasad bayi laki-laki di Sungai Riam, Kabupaten Sanggau, akhirnya mulai menemui titik terang. Peristiwa yang sempat menghebohkan warga ini berhasil diungkap kepolisian setelah melakukan penyelidikan intensif hingga larut malam. Kejadian bermula pada Senin malam 19 Januari 2026. Dua warga setempat, berinisial A dan D, yang sedang mencari ikan di Sungai Riam sekitar pukul 21.30 WIB, mendapati alat sauk mereka terasa sangat berat. Awalnya dikira tersangkut binatang, namun rasa kaget muncul saat diketahui bahwa yang terjaring adalah jasad bayi laki-laki tanpa busana dan diduga baru dilahirkan. Tanpa menunggu lama, temuan tersebut langsung dilaporkan ke Ketua RT setempat, lalu diteruskan ke Polsek Kapuas hanya berselang beberapa menit. Aparat kepolisian bersama tim identifikasi Polres Sanggau segera turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi jasad bayi ke RSUD M Th Djaman Sanggau guna pemeriksaan lebih lanjut. Penyelidikan pun bergerak cepat. Dipimpin langsung Kapolsek Kapuas IPTU Marianus, tim gabungan melakukan penelusuran di sekitar lokasi penemuan. Petunjuk penting ditemukan berupa ari-ari bayi di belakang sebuah rumah kos berisi lima pintu yang lokasinya tidak jauh dari sungai. Editor: Heri Yakop Kunjungi & Ikuti: https://www.borneotribun.com/ https://www.youtube.com/@borneotribun https://www.instagram.com/borneotribun https://www.tiktok.com/@borneotribun.com https://www.threads.com/@borneotribun https://x.com/borneotribun https://id.pinterest.com/borneotribun/ #beritaviral #penemuanbayi #polisi #sanggau #faktaterungkap ♬ suara asli - Borneotribun

Minggu, 18 Januari 2026

Bayi, Diduga Hasil Hubungan Gelap Ditemukan Warga di Areal Kebun Sawit Sungai Melayu

foto tangkapan layar warga saat menemukan bayi malang yang diduga dibuang dikawasan kebun sawit pada Minggu (18/01/2026)
foto tangkapan layar warga saat menemukan bayi malang yang diduga dibuang dikawasan kebun sawit pada Minggu (18/01/2026)

Ketapang (Borneo Tribun) - Bayi perempuan ditemukan warga di daerah Sungai Kulan, kawasan kebun sawit di kecamatan Sungai Melayu kabupaten Ketapang pada Minggu pagi (18/01/2025).

Bayi itu ditemukan masih hidup. Temuan warga itu beredar luas di media sosial. Dalam vidio, bayi itu ditemukan seorang lelaki terbungkus dalam kantong tas warna biru, dibalut kain warna hitam dan masih ada tali ari-ari. 

Kapolsek Tumbang Iptu Made Adyana mengkonfirmasi peristiwa itu. Menurutnya, kondisi bayi masih sehat. Kepolisian sedang menyelidiki kasus temuan orok bayi ini. 

"Kami sedang mengumpulkan informasi, melakukan penyelidikan lebih lanjut, dan berkoordinasi dengan KPAD untuk memastikan perlindungan terhadap bayi tersebut," kata Iptu Made Adyana, Minggu (18/01/2026).

Bayi, Diduga Hasil Hubungan Gelap Ditemukan Warga di Areal Kebun Sawit Sungai Melayu
Bayi, Diduga Hasil Hubungan Gelap Ditemukan Warga di Areal Kebun Sawit Sungai Melayu.

Bayi itu saat ini sudah mendapatkan perawatan intensif dan berada di ruangan IGD Agoesdjam Ketapang

Dari informasi sementara yang beredar, bayi malang tersebut diduga berasal dari hasil hubungan gelap. Mungkin tak ingin bayi itu dipelihara, orang tua bayi itu sengaja membuang ke semak belukar kawasan perkebunan sawit. 

Penulis: Muzahidin.

@borneotribun.com Detik-detik Penemuan Bayi Perempuan di Kebun Sawit Ketapang Kondisinya Masih Hidup Ketapang (Borneo Tribun) - Bayi perempuan ditemukan warga di daerah Sungai Kulan, kawasan kebun sawit di kecamatan Sungai Melayu kabupaten Ketapang pada Minggu pagi (18/01/2025). Bayi itu ditemukan masih hidup. Temuan warga itu beredar luas di media sosial. Dalam vidio, bayi itu ditemukan seorang lelaki terbungkus dalam kantong tas warna biru, dibalut kain warna hitam dan masih ada tali ari-ari. Kapolsek Tumbang Iptu Made Adyana mengkonfirmasi peristiwa itu. Menurutnya, kondisi bayi masih sehat. Kepolisian sedang menyelidiki kasus temuan orok bayi ini. "Kami sedang mengumpulkan informasi, melakukan penyelidikan lebih lanjut, dan berkoordinasi dengan KPAD untuk memastikan perlindungan terhadap bayi tersebut," kata Iptu Made Adyana, Minggu (18/01/2026). Reporter: Muzahidin Editor: Heri Yakop Kunjungi & Ikuti: https://www.borneotribun.com/ https://www.youtube.com/@borneotribun https://www.instagram.com/borneotribun https://www.tiktok.com/@borneotribun.com https://www.threads.com/@borneotribun https://x.com/borneotribun https://id.pinterest.com/borneotribun/ #BayiDibuang #ViralKetapang #BeritaViral #FYPIndonesia #Prihatin ♬ suara asli - Borneotribun

Sabtu, 25 Maret 2023

Bengkayang Geger Penemuan Bayi Di Bawah Jembatan Sebalo

Penemuan bayi di bawah jembatan Sebalo.
Bengkayang, Kalbar - Bengkayang sontak geger dengan adanya penemuan seorang bayi perempuan dengan berat 1,8 Kg di bawah jembatan sungai sebalo jalan RSUD lama Kelurahan Sebalo Kecamatan Bengkayang oleh warga masyarakat, Kamis (23/3/2023) pukul 06.00 wib.

Kapolres Bengkayang AKBP DR Bayu Suseno saat dihubungi Awak media via pesan singkat WhatsApp Kamis (23/3/2023) membenarkan kejadian tersebut.

"Ia benar pada hari Kamis tanggal 23 Maret 2023 sekitar pukul 06.00 wib seorang warga telah menemukan seorang bayi yang baru lahir  berjenis kelamin perempuan di bawah jembatan Sungai Sebalo jalan RSUD lama Bengkayang dengan berat 1,8 kg dalam keadaan masih hidup," terang Bayu Suseno.

Adapun Identitas Warga yang pertama kali menemukan bayi yakni Evi Yuliarti (47 tahun) merupakan pemilik warung Mandolin yang beralamat di  Jln RSUD Lama RT 001 RW 001 Kelurahan Sebalo, Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang. 

Dari penemuan ini di saksikan juga oleh Suparman yang merupakan suami Evi Yulianti, saksi lainnya adalah Desi seorang karyawati dari Evi Yulianti. 

Adapun kronologis penemuan bayi tersebut berdasarkan informasi yang kami ketahui dari Evi Yulianti, dimana pada pagi sekitar pukul 06.00 wib pada saat Evi Yulianti membuka pintu jendela warung kearah sungai dan melihat ada bungkusan plastik bergerak dan terlihat seperti kaki bayi, kemudian saksi Suparman dan Desi langsung turun dan melihat bayi perempuan, kemudian sekira pukul 06.10 wib bayi tersebut langsung dibawa ke seorang bidan bernama Nengsih yang tidak jauh dari penemuan bayi untuk dilakukan pertolongan pertama, kemudian sekitar pukul 06.30 wib bayi tersebut langsung dirujuk ke RSUD Drs Jacobus Luna, M.Si guna dilakukan penanganan dan perawatan medis dengan didampingi oleh petugas piket Polsek Bengkayang Aipda Minardus Zainudin Ka SPKT dan Bripka Deri Anggota Polsek Bengkayang.

Dan hingga saat ini bayi tersebut masih berada di RSUD Jacobus Luna untuk dilakukan penanganan medis dan perawatan lebih lanjut.

Selanjutnya kata AKBP Bayu Suseno sekitar pukul 08.30 Wib  melakukan olah TKP oleh unit Reskrim Polsek dan anggota Polsek Bengkayang dan unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Bengkayang.

Hingga berita ini di release, pihak Satreskrim Polsek Bengkayang bersama dengan Unit Reskrim  Polsek Kota Bengkayang sedang melakukan penyelidikan siapa orang tua bayi yang telah dibuang tersebut, tunggulah hasil penyelidikan kita," ucap AKBP Bayu Suseno.

Dugaan sementara bayi yang di buang dibawah jembatan dekat Warung Mandolin merupakan bayi hasil hubungan gelap atau terlarang atau perselingkuhan dari kedua orang tua bayi yang ditemukan tersebut.

Lanjut AKBP Bayu Suseno tidak menutup kemungkinan orang tua dari bayi tersebut tidak siap menerima dan bertanggung jawab atas kelahiran bayi tersebut karena hasil perselingkuhan atau zina atau karena hasil hubungan terlarang.

(Tim/Redaksi)

Kamis, 14 April 2022

Bayi Laki-Laki Ditemukan di Masjid Baitur Rahim Bingkappo Desa Papanloe Bantaeng

Bayi Laki-Laki Ditemukan di Masjid Baitur Rahim Bingkappo Desa Papanloe Bantaeng
Bayi Laki-Laki Ditemukan di Masjid Baitur Rahim Bingkappo Desa Papanloe Bantaeng. 


BorneoTribun Bantaeng, Sulsel – Seorang bayi ditemukan di Masjid Baitur Rahim Bingkappo, Dusun Kayu Loe, Desa Papanloe, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng pada kamis (14/4/2022) pagi.


Bayi tersebut berjenis kelamin lelaki dan ditemukan tanpa orang tua. Menurut informasi dari warga sekitar bahwa bayi tersebut sekarang sudah bawa ke Puskesmas Baruga. 


"Sekarang bayi laki-laki itu sudah dibawa ke Puskesmas Baruga untuk mendapatkan perawatan". Ujar salah satu warga


Sampai sekarang belum ada yang mengkonfirmasi siapa orang tua dari bayi tersebut. Dan warga sekitar Masjid Baitur Rahim berharap semoga bayi laki-laki itu diberikan kesehatan dan umur yang panjang. 


Rahmat Hidayat warga Bingkappo Desa Papanloe yang membawa bayi itu ke Puskesmas mengatakan bahwa kondisi bayi dalam keadaan baik-baik saja. 


"Alhamdulillah, keadaannya baik-baik saja" ungkap Rahmat. 


Rahmat juga menyampaikan keinginannya untuk membesarkan bayi lelaki tersebut. 


"Walaupun tanpa orang tua, saya dan keluarga bersedia untuk merawat dan membesarkan anak bayi itu". Harap Rahmat. 


Oleh: Irwan Lawing

Sabtu, 07 November 2020

Mayat Terapung di Sungai Kapuas Ditemukan Warga Rasau Jaya Umum

Mayat Terapung di Sungai Kapuas
Mayat terapung di tepian Sungai Kapuas. (Foto: Fb Grup Pontianak Informasi)


BorneoTribun | Kubu Raya, Kalbar - Sesosok mayat terapung di tepian sungai kapuas ditemukan warga sekitar jalan Bintang Mas Dusun Rasau Kapuas Desa Rasau Jaya Umum Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Jumat (6/11/2020).

Dilansir BorneoTribun dari Kalbarnews.co.id, Mayat berjenis kelamin pria dengan  memakai baju kemeja warna coklat yang diperkirakan berusia 50 tahun terapung didekat keramba milik Anyi warga Desa Rasau Jaya Umum Kec Rasau jaya Kabupaten Kubu Raya.
Ditemukan Warga Rasau Jaya Umum
Mayat terapung di tepian Sungai Kapuas. (Foto: Fb Grup Pontianak Informasi)

Penemuan Mayat tersebut pertama kali dilihat oleh Wahidin (46) dan Ponimin (52)  warga Dusun Rejo Desa Kuala Dua Kec Sungai Raya yang sedang memancing menggunakan sampan, namun saat sampai di keramba ikan milik Anyi, keduanya nelihat ada sesuatu yang mengapung.

"Karna penasaran kami cek ternyata mayat. kaget saya pun langsung menghubungi karyawan pemilik keramba dan Polsek Rasau Jaya," ungkap keduanya.

Sementara itu Kapolsek Rasau Jaya Iptu Dede Hasanudin, SH. membenarkan penemuan mayat tersebut, sehingga pihaknya pun langsung menuju TKP.

"Kami Bersama Inafis Polres Kubu Raya dan di bantu Team Basarnas Kubu Raya melakukan evakuasi mayat tersebut untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut karena tidak ditemukan identitas korban pada saat ditemukan," tutur Iptu Dede Hasanuddin.

Kapolsek Rasau Jaya menambahkan jika ada Masyarakat Kubu Raya dan sekitarnya memiliki anggota keluarga dengan ciri-ciri yang telah disebutkan dan belum kembali hingga kini diharapkan dapat menghubungi polsek terdekat guna memudahkan Petugas Kepolisian. (*)

Kamis, 22 Oktober 2020

Warga Mempawah Dihebohkan Penemuan Bayi Perempuan

Warga Mempawah Dihebohkan Penemuan Bayi Perempuan
Bayi Perempuan ditemukan di Mempawah. (Foto: Istimewa)


BorneoTribun | Mempawah, Kalbar - Bayi berjenis kelamin perempuan itu pertama kali ditemukan di dalam kotak dekat pintu air oleh Warga Jalan Parit Syarif Abu Bakar, RT 03/RW 01, Desa Peniti Dalam 1, Kecamatan Segedong, Kabupaten Mempawah, Kalbar, dihebohkan dengan kasus penemuan bayi, Kamis (22/10/2020) sekitar pukul 05.00 WIB. 


Dari informasi yang dihimpun mempawahnews.com dilapangan, bayi malang itu pertama kali ditemukan seorang warga bernama Jamani (55) atau lebih akrab disapa Pak Long. Saat itu, Pak Long hendak melaksanakan rutinitasnya menggarap sawah. Pak Long berangkat dari rumah sekitar pukul 05.00 WIB.


Saat melintas di salah satu lokasi di RT 03/RW 01, Desa Peniti Dalam 1, Pak Long melihat sebuah kotak. Tanpa merasa curiga terhadap isi di dalam kotak itu, Pak Long pun menghampirinya. Lantaran penasaran dengan isi di dalam kotak tersebut, Pak Long pun membukanya.


Kontan saja, Pak Long terkejut saat mendapati kotak minuman mineral itu berisikan seorang bayi berjenis kelamin perempuan. Selain bayi, di dalam kotak tersebut juga ditemukan susu, botol susu dan pempers. Namun, tak ada petunjuk dan identitas bayi.


Tak pelak, Pak Long pun bergegas pulang kerumah sembari menenteng kotak berisikan bayi perempuan itu. Kabar tentang temuan bayi ini pun menyebarluas dan menghebohkan masyarakat setempat. Warga berdatangan ke rumah Pak Long untuk melihat secara langsung kondisi bayi mungil itu.


Kemudian, bayi dibawa ke Puskesmas Rawat Jalan Segedong untuk mendapatkan penanganan intensif dari petugas medis. Bayi dalam kondisi sehat dengan tinggi badan 46 centimeter dan berat 2 kilogram serta memiliki golongan darah O.


Hingga berita ini ditulis, mempawahnews.com masih berusaha mengkonfirmasi kasus temuan bayi ini ke pihak berwajib. Belum diketahui motif penemuan bayi dan identitas orang tuanya. (red)

Selasa, 29 September 2020

Warga Temukan Bayi Baru Lahir di Bantaran Kali Ciliwung

Warga Temukan Bayi Baru Lahir di Bantaran Kali Ciliwung
ILUSTRASI. Bayi yang dibuang orang tuanya dan saat ini menjalani perawatan di RS Abepura. (foto: Polsek Abepura)


BorneoTribun | Jakarta
- Kapolsek Jatinegara Kompol Darmo mengatakan, bayi tersebut diduga dibuang oleh orang tuanya saat baru lahir. Sebab, kondisi bayi terlihat baru lahir beberapa saat.


Warga bantaran kali Cipinang, Jatinegara, Jakarta Timur digegerkan dengan penemuan seorang bayi. Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi tak mengenakan kain sehelai pun. Namun, dipastikan masih bernyawa.


“Saat ditemukan bayi dalam keadaan telanjang dan keadaan masih hidup serta kedinginan,” ujar Darmo saat dihubungi, Selasa (29/9).


Darmo menjelaskan, bayi malang itu pertana kali ditemukan oleh anggota UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta saat membersihkan bentaran kali. Tanpa sengaja petugas tersebut melihat seorang bayi tergeletak begitu saja.


Petugas UPK tersebut dibantu warga kemudian membawa bayi malang itu ke Puskesmas Cipinang Besar Utara, Jakarta Timur. Namun karena tutup, bayi segera dilarikan ke Rumah Sakit Pengayoman namun pihak rumah sakit tidak bisa menangani.


“Kemudian dibawa ke Puskesmas Cipinang Muara, namun bayi tersebut sudah meninggal dunia,” jelas Darmo.


Penyidik Polsek Jatinegara saat ini tengah melakukan penyelidikan kasus ini. Sejumlah saksi mulai diperiksa guna mencari identitas orang tua bayi. Agar bisa segera dilakukan penangkapan. (*)