Berita BorneoTribun: Permafrost hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Permafrost. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Permafrost. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Oktober 2025

Scientists Wake Microbes Frozen for 40,000 Years in Permafrost

Scientists Wake Microbes Frozen for 40,000 Years in Permafrost
Scientists Wake Microbes Frozen for 40,000 Years in Permafrost.

Scientists from the University of Colorado in the United States have successfully awakened microbes that had been dormant for tens of thousands of years in permafrost. The samples were taken from a research tunnel in Alaska that extends over 100 meters deep. Remains of ancient bison and mammoths are still visible on the tunnel walls.

Tristan Caro, the lead author of the study, explained that upon entering the tunnel, an unpleasant smell is immediately noticeable. For a microbiologist, this is particularly interesting because such odors often indicate microbial activity. The research team collected samples as old as 40,000 years. After adding water and incubating them at temperatures between 4 and 12 °C, the microbes slowly became active and began forming colonies.

The study shows that these microbes are still capable of sustaining stable life. They can break down organic matter and release carbon dioxide as a byproduct. However, the "awakening" process is not instantaneous. The microbes require several months to regain full activity. Their high resilience raises concerns among climate scientists because melting permafrost could release greenhouse gases, accelerating climate change.

Permafrost is a frozen layer of soil, ice, and rock that covers nearly a quarter of the Northern Hemisphere’s land. It acts as a time capsule, preserving remains of ancient animals, plants, and a wide variety of bacteria and microorganisms. This discovery enhances our understanding of how microbial life can survive extreme conditions for thousands of years while also highlighting potential global climate impacts.

Para ilmuwan bangunkan mikroba yang tertidur 40 ribu tahun di permafrost

Para ilmuwan bangunkan mikroba yang tertidur 40 ribu tahun di permafrost
Para ilmuwan bangunkan mikroba yang tertidur 40 ribu tahun di permafrost.

JAKARTA - Ilmuwan dari Universitas Colorado, Amerika Serikat, berhasil membangunkan mikroba yang telah tertidur selama puluhan ribu tahun di permafrost. 

Sampel diambil dari terowongan penelitian di Alaska yang menembus kedalaman lebih dari 100 meter. 

Di dinding terowongan, masih terlihat sisa-sisa bison dan mammoth purba.

Tristan Caro, penulis utama penelitian, menjelaskan bahwa saat memasuki terowongan, bau tidak sedap langsung terasa. 

Bagi seorang mikrobiolog, aroma seperti ini justru menarik karena seringkali menandakan aktivitas mikroorganisme

Tim peneliti mengumpulkan sampel yang berusia hingga sekitar 40 ribu tahun. 

Setelah diberi air dan diinkubasi pada suhu 4 hingga 12 °C, mikroba perlahan mulai aktif dan membentuk koloni.

Penelitian menunjukkan bahwa mikroba ini masih mampu mempertahankan kehidupan yang stabil. Mereka dapat menguraikan bahan organik dan menghasilkan karbon dioksida sebagai produk samping. 

Namun, proses "kebangkitan" tidak instan. Mikroba membutuhkan beberapa bulan untuk kembali aktif sepenuhnya. 

Tingginya kemampuan bertahan hidup organisme kuno ini menjadi perhatian para ilmuwan iklim karena mencairnya permafrost bisa melepaskan gas rumah kaca, mempercepat perubahan iklim.

Permafrost adalah lapisan tanah, es, dan batuan yang membeku dan menutupi hampir seperempat wilayah daratan belahan bumi utara. 

Lapisan ini berfungsi sebagai kapsul waktu, menyimpan sisa-sisa hewan purba, tumbuhan, serta berbagai bakteri dan mikroorganisme. 

Penemuan ini menambah pemahaman tentang bagaimana kehidupan mikroba dapat bertahan dalam kondisi ekstrem selama ribuan tahun sekaligus memperingatkan potensi dampak perubahan iklim global.