Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Pertamina Patra Niaga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertamina Patra Niaga. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Mei 2026

Pertamina Tambah Pasokan Pertamax di Palangka Raya Jadi 205 KL per Hari

Pertamina menambah pasokan Pertamax di Palangka Raya menjadi 205 KL per hari untuk mengatasi antrean panjang BBM di sejumlah SPBU sejak awal Mei.
Pertamina menambah pasokan Pertamax di Palangka Raya menjadi 205 KL per hari untuk mengatasi antrean panjang BBM di sejumlah SPBU sejak awal Mei.

PALANGKA RAYA - Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin memastikan Pertamina menambah pasokan BBM jenis Pertamax menjadi 205 kilo liter (KL) per hari mulai Sabtu di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Penambahan dilakukan untuk mengatasi antrean panjang pengisian BBM yang terjadi di sejumlah SPBU sejak beberapa hari terakhir.

Fairid mengatakan keputusan tersebut diambil dalam rapat bersama Pemerintah Kota Palangka Raya, Forkopimda, Pertamina, dan pengelola SPBU. Sebelumnya, pasokan Pertamax sempat turun menjadi 150 KL per hari pada awal Mei, lalu meningkat menjadi 170 KL per hari dalam dua hari terakhir berkat bantuan suplai dari depo Banjarmasin.

Menurut dia, kebutuhan normal Pertamax di Palangka Raya mencapai 190 KL per hari. Bahkan saat periode Ramadhan, konsumsi sempat menyentuh 215 KL per hari.

“Hasil rapat kami mengambil titik tertinggi kebutuhan di Palangka Raya adalah 215 KL per hari. Maka kita minta Pertamina memenuhi kebutuhan di angka 205 KL per hari untuk Pertamax,” kata Fairid.

Selain menambah pasokan, pemerintah juga mewajibkan seluruh SPBU beroperasi mulai pukul 06.00 WIB hingga 01.00 WIB. Empat SPBU juga disiapkan untuk melayani operasional 24 jam, termasuk satu SPBU di Jalan Tjilik Riwut KM 12.

Pemkot juga meminta seluruh pengelola SPBU mengaktifkan seluruh dispenser pengisian BBM guna mempercepat layanan kepada masyarakat. Pengaturan antrean dan lalu lintas di sekitar SPBU turut dibantu aparat TNI dan Polri.

Sementara itu, pengendara motor yang membeli Pertalite untuk sementara tidak diwajibkan menggunakan barcode hingga kondisi antrean kembali normal. Kebijakan itu hanya berlaku bagi sepeda motor, sedangkan kendaraan roda empat tetap menggunakan barcode untuk pembelian BBM subsidi.

Sales Area Manager Retail Kalteng Pertamina Patra Niaga, Donny Prasetya, mengakui sempat terjadi keterlambatan suplai Pertamax pada awal Mei.

“Mulai hari ini dan seterusnya akan kita banjiri stoknya di angka 205 KL untuk Pertamax. Kalau untuk Pertalite aman tidak ada masalah stok,” ujarnya.

Menurut evaluasi Pertamina, antrean panjang dipicu peningkatan pembelian BBM secara bersamaan dalam beberapa hari terakhir.

Sejak awal pekan, belasan SPBU di Palangka Raya dipadati antrean kendaraan roda dua maupun roda empat. Warga harus menunggu satu hingga empat jam untuk mendapatkan BBM, bahkan sejak dini hari hingga menjelang tengah malam.

Kondisi tersebut membuat sejumlah ruas jalan di sekitar SPBU menyempit karena dipenuhi antrean kendaraan. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan pun turun langsung melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas agar situasi tetap kondusif.

Selasa, 05 Mei 2026

Pertamina Sanksi 6 SPBU Di Kalsel, Pasokan BBM Dihentikan

Pertamina menjatuhkan sanksi kepada 6 SPBU di Kalsel akibat pelangsiran BBM subsidi. Suplai dihentikan hingga 30 hari setelah investigasi internal. (Foto Ilustrasi AI)
Pertamina menjatuhkan sanksi kepada 6 SPBU di Kalsel akibat pelangsiran BBM subsidi. Suplai dihentikan hingga 30 hari setelah investigasi internal. (Foto Ilustrasi AI)

Banjarbaru — Praktik penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kembali terungkap di Kalimantan Selatan. PT Pertamina Patra Niaga menjatuhkan sanksi tegas terhadap enam Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang terbukti terlibat dalam aktivitas pelangsiran ilegal.

Sales Brand Manager (SBM) Kalsel 1 Fuel Pertamina Patra Niaga, Wicaksono Ardi Nugraha, mengonfirmasi bahwa sanksi diberikan sepanjang periode Januari hingga Mei 2026.

Wicaksono Ardi Nugraha menjelaskan, bentuk sanksi paling berat berupa penghentian pasokan BBM selama 14 hingga 30 hari kepada SPBU yang melanggar.

Temuan pelanggaran tersebut berasal dari investigasi internal Pertamina yang mengindikasikan adanya kerja sama antara pelaku pelangsir dan oknum operator SPBU.

Modus Jerigen Tanpa Rekomendasi

Praktik pelangsiran dilakukan dengan memanfaatkan celah distribusi BBM menggunakan jerigen yang seharusnya diperuntukkan bagi petani dan nelayan.

Namun dalam kasus ini, pembelian BBM dilakukan tanpa melampirkan surat rekomendasi resmi dari dinas terkait, sehingga melanggar ketentuan yang berlaku.

Wicaksono Ardi Nugraha menegaskan bahwa penggunaan jerigen memang diperbolehkan dalam kondisi tertentu, tetapi wajib disertai dokumen resmi sebagai bentuk pengawasan distribusi subsidi.

Aturan Ketat untuk Petani dan Nelayan

Distribusi BBM subsidi bagi petani hanya diperbolehkan untuk lahan maksimal dua hektare dan wajib dilengkapi surat rekomendasi resmi.

Sementara itu, nelayan dapat membeli BBM subsidi sesuai regulasi yang tertuang dalam Peraturan BPH Migas Nomor 17 Tahun 2019, dengan batasan kapal maksimal 30 Gross Tonnage (GT).

Pertamina memastikan pengawasan akan terus diperketat guna mencegah penyimpangan distribusi yang merugikan negara dan masyarakat yang berhak.

Kasus ini menjadi sinyal bahwa pengawasan distribusi BBM subsidi masih menghadapi tantangan serius di lapangan.

Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmen untuk menindak tegas pelanggaran, sekaligus memperbaiki sistem distribusi agar lebih transparan dan tepat sasaran.

FAQ

1. Apa itu pelangsiran BBM?
Pelangsiran BBM adalah praktik membeli BBM bersubsidi secara berulang untuk dijual kembali secara ilegal.

2. Apa sanksi untuk SPBU yang melanggar?
Sanksi berupa penghentian pasokan BBM selama 14 hingga 30 hari.

3. Apakah pembelian BBM pakai jerigen diperbolehkan?
Diperbolehkan, tetapi wajib menggunakan surat rekomendasi resmi dari dinas terkait.

4. Siapa yang berhak menggunakan BBM subsidi?
Petani dengan lahan maksimal 2 hektare dan nelayan dengan kapal maksimal 30 GT.

5. Apa tujuan aturan ini?
Untuk memastikan BBM subsidi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

Minggu, 26 April 2026

Pertamina Siapkan 80 Ribu KL Avtur Untuk Dukung Kelancaran Haji 2026

Pertamina memastikan pasokan 80 ribu KL avtur aman untuk mendukung kelancaran penerbangan jamaah calon haji 2026 di seluruh Indonesia. (Ilustrasi)
Pertamina memastikan pasokan 80 ribu KL avtur aman untuk mendukung kelancaran penerbangan jamaah calon haji 2026 di seluruh Indonesia. (Ilustrasi)

BANJARMASIN - Kesiapan pasokan bahan bakar pesawat menjadi salah satu faktor penentu kelancaran penyelenggaraan ibadah haji setiap tahun. Menyambut musim Haji 2026, PT Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi avtur berjalan stabil untuk mendukung mobilisasi jamaah calon haji dari berbagai embarkasi di Indonesia, termasuk wilayah Kalimantan.

Langkah penguatan logistik energi penerbangan dilakukan melalui sistem rantai pasok terintegrasi yang menghubungkan seluruh lini distribusi, mulai dari kilang hingga pengisian langsung ke pesawat.

Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa kesiapan suplai avtur telah dipetakan secara nasional dengan dukungan infrastruktur yang memadai.

Roberth MV Dumatubun menyampaikan bahwa sistem distribusi dirancang agar seluruh titik layanan penerbangan haji dapat terlayani secara optimal. Rantai distribusi melibatkan fasilitas kilang, fuel terminal, aviation fuel terminal, hingga layanan pengisian bahan bakar langsung ke pesawat atau into-plane.

Menurut Roberth MV Dumatubun, integrasi sistem tersebut bertujuan menjaga operasional penerbangan tetap aman dan tepat waktu selama periode keberangkatan jamaah calon haji yang berlangsung dalam waktu relatif singkat namun padat jadwal.

Lebih Dari 80 Ribu Kiloliter Avtur Disiapkan Secara Nasional

Dalam mendukung kebutuhan penerbangan haji tahun 1447 Hijriah, PT Pertamina Patra Niaga menyiapkan pasokan avtur dalam jumlah besar di seluruh Indonesia.

Secara nasional, lebih dari 80 ribu kiloliter avtur telah dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan penerbangan jamaah calon haji. Selain kesiapan volume bahan bakar, perusahaan juga mengerahkan personel siaga untuk memastikan operasional distribusi berjalan tanpa hambatan.

Wilayah Kalimantan menjadi salah satu fokus distribusi penting, khususnya pada fasilitas Aviation Fuel Terminal (AFT) Syamsudin Noor yang berperan sebagai titik strategis dalam mendukung penerbangan haji dari embarkasi Banjarmasin.

Satgas Haji 2026 Dibentuk Untuk Jaga Keandalan Distribusi

Penguatan kesiapan distribusi avtur di wilayah Kalimantan dilakukan melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Haji 2026.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menjelaskan bahwa kesiapan operasional ditandai dengan pelaksanaan pengisian bahan bakar perdana atau first refueling untuk penerbangan haji di AFT Syamsudin Noor.

Edi Mangun menyebut pelaksanaan pengisian awal tersebut menjadi indikator kesiapan layanan energi penerbangan di wilayah Kalimantan selama musim haji berlangsung.

Selain kesiapan logistik, seluruh proses distribusi dilakukan dengan mengutamakan standar HSSE (Health, Safety, Security, and Environment). Standar ini menjadi pedoman utama dalam menjaga keselamatan penerbangan serta keandalan operasional di lapangan.

Edi Mangun menegaskan bahwa setiap penyaluran energi memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung perjalanan ibadah jamaah calon haji agar berlangsung aman dan lancar dari keberangkatan hingga tiba di tujuan.

Peran Energi Jadi Penopang Kelancaran Operasional Haji

Operasional penerbangan haji dikenal memiliki tingkat intensitas tinggi dalam waktu terbatas. Oleh karena itu, kestabilan pasokan avtur menjadi salah satu komponen vital dalam mendukung kelancaran jadwal penerbangan.

Ketersediaan bahan bakar yang terjamin membantu maskapai menjaga ketepatan waktu keberangkatan, sekaligus meminimalkan risiko gangguan operasional selama masa pemberangkatan jamaah calon haji.

Dengan kesiapan logistik energi yang matang, penyelenggaraan ibadah haji diharapkan berjalan lebih lancar dan aman bagi seluruh jamaah di Indonesia.

FAQ

1. Berapa jumlah avtur yang disiapkan untuk musim Haji 2026?
PT Pertamina Patra Niaga menyiapkan lebih dari 80 ribu kiloliter avtur secara nasional.

2. Apa peran AFT Syamsudin Noor dalam musim haji?
AFT Syamsudin Noor menjadi titik strategis distribusi avtur untuk mendukung penerbangan jamaah calon haji dari embarkasi Banjarmasin.

3. Apa itu Satgas Haji 2026?
Satgas Haji 2026 merupakan tim khusus yang dibentuk untuk memastikan kelancaran distribusi avtur selama musim haji.

4. Mengapa pasokan avtur penting dalam penyelenggaraan haji?
Pasokan avtur yang stabil memastikan penerbangan berjalan tepat waktu dan aman selama periode keberangkatan jamaah.

5. Apa standar yang digunakan dalam distribusi avtur?
Distribusi dilakukan dengan standar HSSE yang menekankan aspek keselamatan, keamanan, dan lingkungan.

Kamis, 12 Maret 2026

Pertamina Patra Niaga Siaga Ramadan Idul Fitri

Pertamina membentuk Satgas Ramadan Idul Fitri 2026 untuk memastikan pasokan energi Ramadan tetap aman di Kalimantan serta mendukung kelancaran arus mudik dan aktivitas masyarakat. (Gambar ilustrasi)
Pertamina membentuk Satgas Ramadan Idul Fitri 2026 untuk memastikan pasokan energi Ramadan tetap aman di Kalimantan serta mendukung kelancaran arus mudik dan aktivitas masyarakat. (Gambar ilustrasi)

TANJUNG SELOR – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan kesiapan pasokan energi selama Ramadan dan Idul Fitri 2026 dengan membentuk Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri 2026 yang mulai bertugas sejak Senin (9/3). Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran distribusi BBM dan LPG selama periode peningkatan mobilitas masyarakat.

Pembentukan Satgas Ramadan Idul Fitri Pertamina ini bertujuan mendukung kelancaran ibadah, perjalanan mudik, serta aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai wilayah Kalimantan selama bulan Ramadan hingga perayaan Idul Fitri.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Isfahani, mengatakan pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap potensi peningkatan kebutuhan energi selama periode tersebut.

“Kami telah memetakan potensi peningkatan kebutuhan energi. Seluruh aspek operasional, mulai dari stok hingga distribusi telah kami siapkan agar masyarakat dapat menjalani Ramadhan dan merayakan Idul Fitri dengan tenang dan nyaman,” ujar Isfahani dalam keterangan tertulis yang diterima di Tanjung Selor, Rabu.

Berdasarkan proyeksi perusahaan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 14–15 Maret 2026 serta 18–19 Maret 2026. Sementara itu, arus balik diprediksi berlangsung pada 24–25 Maret 2026 dan 28–29 Maret 2026.

Pengalaman dari pelaksanaan Satgas pada tahun sebelumnya menunjukkan bahwa konsumsi gasoline dan LPG biasanya meningkat selama Ramadan dan Idul Fitri. Sebaliknya, konsumsi gasoil dan kerosene cenderung mengalami penyesuaian.

Proyeksi tersebut menjadi dasar bagi Pertamina untuk memperkuat strategi suplai energi agar distribusi di seluruh wilayah Kalimantan tetap aman dan terkendali selama masa libur panjang tersebut.

Dari sisi infrastruktur, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menyiagakan berbagai fasilitas pendukung distribusi energi. Di antaranya 16 Terminal BBM, tiga Terminal LPG, 11 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU), 786 SPBU, serta 558 unit Pertashop.

Selain itu, terdapat pula 527 agen LPG, 52 Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), dan 13 agen minyak tanah yang siap melayani kebutuhan masyarakat.

Distribusi energi juga diperkuat dengan dukungan armada logistik yang terdiri dari 762 unit mobil tangki serta 99 unit skidtank guna menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menambahkan pihaknya juga menyiapkan berbagai layanan tambahan di jalur potensial seperti jalur tol, jalur wisata, dan jalur lintas utama.

“Kami menyiapkan 90 SPBU Siaga 24 Jam, 326 Agen LPG Siaga, layanan BBM dan Kiosk Pertamina Siaga, Motorist/PDS BBM serta mobil tangki standby,” kata Edi.

Selain itu, Pertamina juga menghadirkan empat unit Serambi MyPertamina yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat beristirahat selama perjalanan mudik.

Menurut Edi, fasilitas tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat selama periode Ramadan dan Idul Fitri.

Minggu, 08 Maret 2026

Stok BBM Kalimantan Dipastikan Aman, Pertamina Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying

Pertamina memastikan pasokan BBM di Kalimantan aman dengan stok nasional sekitar 21 hari. Masyarakat diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap lancar.
Pertamina memastikan pasokan BBM di Kalimantan aman dengan stok nasional sekitar 21 hari. Masyarakat diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap lancar.

BANJARMASIN -- Pertamina memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kalimantan tetap aman dan terkendali. PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga menyatakan distribusi energi ke masyarakat berjalan normal sehingga kebutuhan energi tetap terpenuhi.

Pengelolaan pasokan tersebut dilakukan melalui sistem logistik energi yang terintegrasi. Selain itu, pemantauan distribusi juga dilakukan secara berkala untuk memastikan kelancaran penyaluran BBM ke berbagai daerah di Kalimantan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan Edi Mangun saat dikonfirmasi di Banjarmasin, Sabtu, mengatakan Pertamina terus memastikan stok BBM dalam kondisi aman. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.

Menurut Edi, pembelian BBM yang tidak sesuai kebutuhan dapat berpotensi mengganggu kelancaran distribusi energi yang selama ini berjalan normal.

“Masyarakat kami imbau tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Dengan penggunaan yang bijak, distribusi energi dapat terus terjaga sehingga seluruh masyarakat tetap mendapatkan akses BBM,” ujar Edi.

Stok BBM Nasional Dijaga Sekitar 21 Hari

Secara nasional, Pertamina Patra Niaga mengelola stok operasional BBM yang berada pada kisaran sekitar 21 hari. Stok tersebut merupakan bagian dari sistem logistik energi nasional untuk menjaga stabilitas pasokan energi di berbagai wilayah Indonesia.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menjelaskan stok tersebut disimpan dalam kapasitas penimbunan nasional dan disalurkan secara bertahap kepada masyarakat.

Menurutnya, stok operasional tersebut merupakan kondisi normal yang selalu dijaga dalam sistem logistik energi nasional.

“Stok sekitar 21 hari tersebut terus dilakukan top up melalui produksi dari kilang domestik maupun pengadaan impor yang telah direncanakan jauh hari sebelumnya,” kata Roberth.

Distribusi Energi Dipantau Secara Terintegrasi

Pertamina Patra Niaga juga memastikan pengelolaan rantai pasok energi dilakukan secara terintegrasi. Proses tersebut dimulai dari pengadaan minyak mentah, pengolahan di kilang, transportasi, hingga distribusi ke berbagai wilayah di Indonesia.

Perusahaan juga terus memantau perkembangan situasi global, termasuk dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi mempengaruhi pasokan energi dunia.

Langkah pemantauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional serta memastikan distribusi BBM kepada masyarakat tetap berjalan lancar.

Pertamina Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying

Pertamina mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan panic buying atau pembelian BBM secara tidak wajar. Pembelian berlebihan dapat berdampak pada distribusi yang selama ini berjalan normal.

Dengan pembelian sesuai kebutuhan, Pertamina memastikan seluruh masyarakat tetap dapat memperoleh akses BBM secara merata.

Apabila masyarakat membutuhkan informasi lebih lanjut terkait distribusi BBM, Pertamina menyediakan layanan melalui Pertamina Contact Center di nomor 135.

Dengan sistem logistik energi yang terintegrasi dan pengelolaan stok nasional yang terjaga, Pertamina memastikan pasokan BBM di Kalimantan tetap aman. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran distribusi energi serta memastikan kebutuhan masyarakat dan sektor usaha tetap terpenuhi.

Kamis, 15 Agustus 2024

Pertamina Patra Niaga Pastikan Distribusi BBM di Sintang Lancar Meski Sungai Surut

Pertamina Patra Niaga Pastikan Distribusi BBM di Sintang Lancar Meski Sungai Surut
Area Manager Communication & CSR Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Arya Yusa Dwicrandra.
SINTANG - PT Pertamina Patra Niaga, subholding dari PT Pertamina (Persero) yang bertanggung jawab atas penyaluran energi ke masyarakat, menegaskan bahwa penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Sintang tetap berjalan lancar, meskipun menghadapi tantangan distribusi akibat kondisi sungai yang surut.

Menurut Arya Yusa Dwicrandra, Area Manager Communication & CSR Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, langkah ini diambil sebagai respons terhadap kondisi lapangan saat ini. 

“Masyarakat Sintang tetap mendapatkan BBM, khususnya Pertalite, meskipun ada perubahan jalur distribusi,” jelas Arya dalam keterangan yang diberikan di Pontianak pada Rabu.

Alih Suplai BBM untuk Atasi Tantangan Distribusi

Untuk menghadapi tantangan akibat surutnya sungai, Pertamina melakukan alih suplai BBM dari Terminal BBM Jobber Sanggau, yang sebelumnya didistribusikan melalui Fuel Terminal Sintang. 

Perubahan jalur ini dimulai sejak 26 Juli 2024, dan menyebabkan waktu tempuh distribusi ke SPBU di Sintang menjadi lebih lama. 

"Biasanya distribusi dari FT Sintang ke SPBU hanya memakan waktu 1-3 jam, namun sekarang butuh 5-8 jam karena harus melalui rute yang lebih jauh dari Sanggau," kata Arya. 

Meski begitu, Arya menegaskan bahwa jumlah BBM yang disalurkan tetap sesuai dengan kuota yang ditetapkan oleh BPH Migas untuk wilayah Sintang.

BBM Pertalite Tetap Tersedia

Arya mengungkapkan bahwa hingga 11 Agustus 2024, penyaluran BBM Pertalite di Kabupaten Sintang mencapai 33.479 KL, atau sekitar 58 persen dari kuota yang telah ditetapkan. 

Pertamina juga berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan distribusi tetap berjalan lancar meski ada kendala cuaca.

Pertamina mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan membeli BBM sesuai kebutuhan agar stok di SPBU tetap stabil. 

“Stok Pertalite masih tersedia, dan pengiriman ke SPBU dilakukan secara berkala,” ujar Arya.

Komitmen Pertamina Patra Niaga

Sebagai bagian dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus menyalurkan energi ke seluruh pelosok negeri. 

Pertamina juga menyediakan layanan kontak melalui Pertamina 135 untuk pemesanan BBM dan LPG (produk non-subsidi), serta memberikan informasi dan menerima masukan dari konsumen.

Dengan strategi yang tepat, Pertamina Patra Niaga memastikan masyarakat Sintang tetap mendapatkan suplai BBM meskipun dihadapkan pada tantangan distribusi akibat kondisi alam. 

“Pertamina tetap berkomitmen melayani kebutuhan energi masyarakat dengan menjaga ketersediaan stok dan kelancaran distribusi,” tutup Arya.