Berita BorneoTribun: Pertanian hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 April 2026

Empat Sumur Bor Irigasi 2025 Bantu Petani PPU Hadapi Musim Kering

BWS Kalimantan IV membangun 4 sumur bor irigasi di Penajam Paser Utara untuk membantu petani menghadapi musim kemarau dan meningkatkan produksi padi.
BWS Kalimantan IV membangun 4 sumur bor irigasi di Penajam Paser Utara untuk membantu petani menghadapi musim kemarau dan meningkatkan produksi padi.

BWS Kalimantan IV Bangun Sumur Bor Irigasi, Petani PPU Kini Lebih Tenang Hadapi Kemarau

Penajam Paser Utara – Upaya menjaga ketersediaan air untuk lahan pertanian terus dilakukan pemerintah. Sepanjang tahun 2025, Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV membantu Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur, dengan membangun empat unit sumur bor irigasi guna mengatasi persoalan pengairan sawah, khususnya saat musim kemarau.

Langkah ini jadi kabar baik buat para petani, terutama yang selama ini kerap kesulitan mendapatkan air ketika cuaca mulai kering.

Sumur Bor Jadi Penyeimbang Saat Air Mulai Sulit

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara, Gunawan, menjelaskan bahwa sumur bor irigasi berperan penting dalam menjaga pasokan air di lahan pertanian.

“Sumur bor irigasi menjadi penyeimbang bagi petani menghadapi kesulitan mendapatkan air lahan pertanian,” ujar Gunawan saat dimintai keterangan pada Selasa.

Menurut dia, pembangunan empat unit sumur bor irigasi tersebut merupakan bentuk respon cepat pemerintah terhadap kebutuhan sumber air yang mendesak di area tanaman pangan.

Dengan adanya sumur bor, petani kini punya cadangan air yang bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang, terutama saat musim kemarau yang biasanya berdampak pada menurunnya hasil panen.

Solusi Nyata Atasi Kekurangan Air Saat Musim Kering

Gunawan menambahkan, keberadaan sumur bor irigasi terbukti mampu membantu petani mengatasi masalah klasik, yaitu kekurangan air saat musim kering.

“Sumur bor irigasi terbangun, masalah petani kesulitan mendapatkan air irigasi, terutama saat musim kering bisa teratasi,” jelasnya.

Selain membantu menjaga pasokan air, fasilitas ini juga diharapkan mampu menjaga stabilitas produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Langkah ini sekaligus mendukung program ketahanan pangan daerah yang saat ini menjadi salah satu fokus utama pemerintah.

Produktivitas Padi PPU Terus Meningkat

Data dari Dinas Pertanian menunjukkan bahwa luas lahan padi produktif di Kabupaten Penajam Paser Utara mencapai 14.070 hektare.

Dari luas tersebut, hasil panen pada tahun 2024 tercatat sekitar 48.188 ton gabah kering panen (GKP). Angka ini mengalami peningkatan menjadi sekitar 50.250 ton GKP, menandakan adanya tren positif di sektor pertanian.

Dalam satu kali panen, petani rata-rata mampu menghasilkan 3 hingga 4 ton per hektare, dengan frekuensi panen dua kali dalam satu tahun.

Menurut Gunawan, keberadaan sumur bor irigasi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga dan bahkan meningkatkan produktivitas tersebut.

“Kehadiran sumur bor irigasi sangat penting untuk mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan pertanian,” tambahnya.

Target Panen 2026 Diharapkan Lebih Tinggi

Untuk tahun 2026, pemerintah daerah menargetkan hasil panen padi mencapai sekitar 50.329 ton GKP.

Saat ini, proses pengumpulan data luas lahan dan hasil panen masih berlangsung, dengan puncak musim panen pertama diperkirakan terjadi pada awal April 2026.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara juga berencana menambah jumlah sumur bor irigasi setiap tahun melalui koordinasi intensif dengan BWS Kalimantan IV.

Langkah ini diharapkan bisa memperkuat sistem irigasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dalam jangka panjang.

Komitmen Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan

Pembangunan sumur bor irigasi bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga ketahanan pangan di daerah.

Dengan dukungan sarana irigasi yang memadai, petani diharapkan bisa terus meningkatkan hasil panen tanpa terlalu bergantung pada kondisi cuaca.

Selain itu, kolaborasi antara pemerintah daerah dan BWS Kalimantan IV menjadi contoh sinergi yang dibutuhkan untuk menjaga sektor pertanian tetap stabil dan berkelanjutan.

FAQ

1. Berapa jumlah sumur bor irigasi yang dibangun di Penajam Paser Utara?
Sebanyak empat unit sumur bor irigasi dibangun sepanjang tahun 2025.

2. Siapa yang membangun sumur bor irigasi tersebut?
Pembangunan dilakukan oleh BWS Kalimantan IV untuk membantu kebutuhan irigasi petani di wilayah PPU.

3. Apa manfaat utama sumur bor irigasi bagi petani?
Sumur bor membantu menyediakan air saat musim kemarau, menjaga produktivitas padi, dan meningkatkan ketahanan pangan.

4. Berapa luas lahan padi di Penajam Paser Utara?
Luas lahan padi produktif tercatat sekitar 14.070 hektare.

5. Berapa target produksi padi tahun 2026?
Target produksi padi pada tahun 2026 diperkirakan mencapai sekitar 50.329 ton gabah kering panen (GKP).

Senin, 06 April 2026

Dari Kebun Ke Pasar, Hilirisasi Nanas Barito Kuala Buka Peluang Usaha

Pemkab Batola mendorong hilirisasi nanas Tamban melalui KWT, hasilkan berbagai produk olahan bernilai ekonomi tinggi dan memperkuat pasar lokal.
Pemkab Batola mendorong hilirisasi nanas Tamban melalui KWT, hasilkan berbagai produk olahan bernilai ekonomi tinggi dan memperkuat pasar lokal.

Marabahan – Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan terus mendorong hilirisasi produk hortikultura, khususnya komoditas unggulan daerah berupa nanas. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi petani dan pelaku usaha lokal.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Batola, H Wahyu Waguna, menegaskan bahwa pihaknya aktif mendorong para pembudidaya untuk tidak hanya menjual hasil panen dalam bentuk segar.

“Kami terus mendorong para pembudidaya buah ini untuk meningkatkan hilirisasi produk hortikultura,” ujarnya di Marabahan, Minggu.

Peran KWT Dalam Hilirisasi Nanas

Salah satu contoh sukses datang dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Karya Bunda Bersama yang berada di Desa Jelapat II, Kecamatan Mekarsari.

Kelompok ini dikenal aktif mengembangkan berbagai produk olahan berbahan dasar nanas seperti:

  • Manisan nanas

  • Jelly nanas

  • Sirup nanas

  • Selai nanas

  • Minuman sari buah nanas

Tak hanya itu, mereka juga memproduksi olahan lain seperti keripik singkong dan keripik pisang sebagai diversifikasi usaha.

Dalam satu hingga dua minggu setiap bulan, kelompok ini mampu mengolah sekitar 30 kilogram nanas, yang kemudian dipasarkan ke berbagai kanal.

Strategi Pemasaran Produk Lokal

Produk olahan KWT Karya Bunda Bersama telah dipasarkan melalui:

  • Pasar tradisional

  • Sentra oleh-oleh

  • Minimarket

  • Pameran tingkat kecamatan hingga kabupaten

Strategi ini dinilai efektif dalam memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkenalkan produk lokal ke masyarakat luas.

Dukungan Pemerintah Dan Kementerian

Berkat konsistensinya dalam melakukan hilirisasi, kelompok ini juga mendapat dukungan berupa bantuan sarana produksi (saprodi) dari Kementerian Pertanian.

Dukungan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas hasil olahan.

Nanas Tamban Jadi Andalan Daerah

Diketahui, Kecamatan Mekarsari yang dulunya bagian dari Kecamatan Tamban, merupakan sentra produksi nanas Tamban, salah satu komoditas hortikultura unggulan Batola.

Selain dijual dalam bentuk buah segar, nanas ini juga diolah menjadi berbagai produk turunan seperti:

  • Wajik

  • Dodol

  • Selai

  • Serbuk nanas

Hilirisasi ini terbukti mampu meningkatkan nilai ekonomi komoditas sekaligus membuka peluang usaha baru di tingkat masyarakat.

Langkah hilirisasi yang dilakukan Pemkab Batola sejalan dengan strategi nasional dalam penguatan sektor pertanian berbasis nilai tambah.

Secara ekonomi, pengolahan hasil panen menjadi produk turunan dapat:

  • Meningkatkan harga jual komoditas

  • Mengurangi ketergantungan pada pasar buah segar

  • Membuka lapangan kerja baru

  • Meningkatkan daya saing produk lokal

Dari sisi keberlanjutan, model ini juga membantu mengurangi potensi kerugian akibat buah yang tidak terserap pasar.

FAQ

1. Apa itu hilirisasi hortikultura?
Hilirisasi adalah proses mengolah hasil pertanian menjadi produk turunan agar memiliki nilai tambah ekonomi lebih tinggi.

2. Apa produk olahan nanas di Batola?
Manisan, jelly, sirup, selai, minuman sari buah, hingga dodol dan wajik.

3. Siapa pelaku hilirisasi di Batola?
Salah satunya Kelompok Wanita Tani Karya Bunda Bersama di Mekarsari.

4. Berapa kapasitas produksi KWT tersebut?
Sekitar 30 kilogram nanas per periode produksi.

5. Apa manfaat hilirisasi bagi petani?
Meningkatkan pendapatan, memperluas pasar, dan mengurangi risiko kerugian.

Minggu, 05 April 2026

Rendi Solihin Ungkap Strategi Kukar Bangun Fondasi Pangan Berkelanjutan

Transformasi ekonomi Kukar dari migas ke pertanian kian nyata. Produksi padi tertinggi di Kaltim jadi bukti fondasi pangan berkelanjutan. (ilustrasi)
Transformasi ekonomi Kukar dari migas ke pertanian kian nyata. Produksi padi tertinggi di Kaltim jadi bukti fondasi pangan berkelanjutan. (ilustrasi)

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mempercepat transformasi ekonomi dari sektor migas dan batu bara menuju pertanian dalam arti luas. Langkah ini menjadi strategi besar untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap daerah lain.

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, menegaskan bahwa arah pembangunan daerah kini memasuki fase baru yang lebih strategis dan berkelanjutan.

“Fokus pembangunan saat ini adalah transisi dari visi ‘Kukar Idaman 2021-2026’ menuju penguatan fondasi berkelanjutan melalui visi ‘Kutai Kartanegara Idaman Terbaik 2025-2029’,” ujarnya di Tenggarong, Sabtu.

Transformasi Menuju Ekonomi Berkelanjutan

Dalam fase terbaru tersebut, pemerintah menetapkan visi besar yakni mewujudkan fondasi pusat pangan, pariwisata, dan industri hijau yang maju serta berkelanjutan. Transformasi ini juga menjadi bagian dari kesiapan Kukar dalam menyambut kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN).

Peralihan dari sektor ekstraktif ke sektor terbarukan dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi jangka panjang.

Fokus Hilirisasi Dan Desa Mandiri

Rendi menambahkan, misi utama dalam fase ini adalah mendorong hilirisasi pertanian dan memperkuat kemandirian ekonomi desa. Dengan begitu, manfaat pertumbuhan ekonomi bisa dirasakan langsung oleh masyarakat hingga ke tingkat desa.

Pemerintah daerah juga menggandeng pemerintah desa dalam membangun lumbung pangan, memanfaatkan alokasi minimal 20 persen Dana Desa untuk program ketahanan pangan nasional.

Langkah ini sudah mulai terlihat hasilnya sejak 2025. Salah satu contoh adalah Desa Mulawarman di Kecamatan Tenggarong Seberang yang berhasil melakukan panen pada akhir Maret lalu.

Produksi Padi Kukar Tertinggi Di Kaltim

Berkat kolaborasi antara pemerintah daerah, desa, dan Kementerian Pertanian, Kukar kini menjadi daerah dengan produksi padi tertinggi di Kalimantan Timur.

Data tahun 2025 menunjukkan:

  • Produksi gabah kering giling (GKG) Kukar mencapai 110,87 ton

  • Kabupaten Paser: 67,65 ton

  • Penajam Paser Utara: 47,58 ton

Tak hanya itu, luas panen padi Kukar juga menjadi yang terbesar:

  • Kukar: 26.287 hektare

  • Paser: 14.599 hektare

  • PPU: 13.570 hektare

Capaian ini memperkuat posisi Kukar sebagai salah satu lumbung pangan utama di Kalimantan Timur.

Analisis: Kenapa Strategi Ini Penting? (E-E-A-T)

Transformasi ekonomi ini dinilai relevan oleh para pengamat karena:

  • Mengurangi ketergantungan pada sektor tambang yang fluktuatif

  • Memperkuat ketahanan pangan regional

  • Membuka lapangan kerja di sektor produktif

  • Mendukung ekosistem ekonomi hijau

Langkah Kukar juga selaras dengan arah pembangunan nasional yang menekankan keberlanjutan dan ketahanan pangan di tengah perubahan global.

FAQ

1. Apa tujuan utama transformasi ekonomi Kukar?
Untuk mengurangi ketergantungan pada migas dan batu bara serta memperkuat ketahanan pangan daerah.

2. Kenapa Kukar fokus ke pertanian?
Karena sektor pertanian lebih berkelanjutan dan mendukung kebutuhan pangan, apalagi dengan hadirnya IKN.

3. Apakah program ini sudah berjalan?
Ya, sejak 2025 desa-desa sudah mulai menjalankan program lumbung pangan.

4. Apa bukti keberhasilan transformasi ini?
Kukar menjadi daerah dengan produksi padi tertinggi di Kalimantan Timur.

5. Apa dampaknya bagi masyarakat desa?
Meningkatkan kemandirian ekonomi dan membuka peluang usaha di sektor pertanian.

Kamis, 19 Februari 2026

Sertifikasi 86 Ribu Benih Sawit di Muara Pawan: Langkah Penting Perkuat Fondasi Kebun Masa Depan Pekebun Ketapang

Sertifikasi 86 Ribu Benih Sawit di Muara Pawan: Langkah Penting Perkuat Fondasi Kebun Masa Depan Pekebun Ketapang
Sertifikasi 86 Ribu Benih Sawit di Muara Pawan: Langkah Penting Perkuat Fondasi Kebun Masa Depan Pekebun Ketapang.

Ketapang – Di tengah tingginya kebutuhan benih unggul untuk mendukung program peremajaan kebun kelapa sawit, satu hal menjadi semakin jelas: masa depan kebun 20 hingga 25 tahun mendatang ditentukan dari keputusan hari ini. Salah pilih bibit, risiko kerugian bisa berlangsung puluhan tahun. Karena itulah, proses sertifikasi benih menjadi langkah krusial yang tidak bisa diabaikan.

Komitmen tersebut ditunjukkan oleh CV Tiga Bintang yang menggelar sertifikasi benih kelapa sawit tahap main nursery di Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas bahan tanam yang akan digunakan pekebun benar-benar memenuhi standar resmi.

86.594 Benih Diajukan Sertifikasi

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 86.594 batang benih kelapa sawit diajukan untuk proses sertifikasi. Jumlah ini bukan angka kecil. Benih-benih tersebut terdiri dari varietas DxP Themba, DxP PPKS 540, dan DxP Simalungan yang saat ini telah berusia 8 hingga 9 bulan dan memasuki fase main nursery.

Tahapan ini sangat menentukan, karena pada fase inilah pertumbuhan vegetatif mulai terlihat jelas. Kesalahan dalam seleksi atau pengawasan pada tahap ini bisa berdampak langsung terhadap produktivitas tanaman ketika sudah ditanam di lapangan.

Bagi pekebun, ini bukan sekadar proses administratif. Ini adalah investasi jangka panjang.

Pengawasan Ketat oleh Tim Sertifikasi

Proses pemeriksaan dilakukan oleh tim dari UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih Perkebunan Provinsi Kalimantan Barat, yakni Nugraha Banu Safitri, SP., M.Agr., Putra Diangga Sinaga, SP., serta Tagam Manalu, SP., M.M.

Pemeriksaan dilakukan secara teknis dan menyeluruh di lokasi pembibitan. Tim tidak hanya melihat kondisi secara umum, tetapi juga melakukan pengecekan detail di lapangan. Salah satu metode yang digunakan adalah menghitung jumlah pelepah pada sampel tanaman untuk memastikan kesesuaian umur dan pertumbuhan bibit.

Mengapa ini penting? Karena jumlah pelepah menjadi indikator pertumbuhan yang sehat dan sesuai standar umur tanaman. Bibit yang pertumbuhannya tidak sesuai bisa berpotensi mengalami gangguan produktivitas saat dewasa.

Selain itu, kondisi kesehatan tanaman juga diperiksa secara saksama. Bibit harus bebas dari serangan hama dan penyakit yang bisa menurunkan kualitas genetik maupun performa hasil panen di masa depan.

Standar Media Tanam dan Polibeg Ikut Dicek

Tak hanya kondisi fisik tanaman, tim sertifikasi juga menilai aspek teknis lainnya, termasuk keseragaman pertumbuhan dan penggunaan media tanam. Ukuran polibeg 30 x 40 cm menjadi salah satu standar yang diperiksa.

Ukuran ini bukan sekadar angka. Ruang perakaran yang cukup sangat memengaruhi kekuatan dan daya tahan bibit saat dipindahkan ke lahan permanen. Akar yang berkembang optimal akan membantu tanaman lebih cepat beradaptasi di lapangan.

Dengan kata lain, proses sertifikasi ini memastikan bahwa setiap detail, sekecil apa pun, telah memenuhi ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

Kenapa Sertifikasi Benih Itu Penting?

Banyak pekebun kini mulai sadar bahwa produktivitas kebun sawit tidak hanya bergantung pada pemupukan atau perawatan setelah tanam. Semuanya berawal dari kualitas benih.

Benih bersertifikat menjamin:

  • Kemurnian varietas

  • Mutu genetika yang terjaga

  • Kualitas fisik tanaman sesuai standar

  • Proses pengawasan resmi dari pemerintah

Tanpa sertifikasi, risiko mendapatkan benih tidak murni atau kualitas rendah semakin besar. Dampaknya bisa terasa saat tanaman mulai berproduksi, bahkan baru disadari setelah bertahun-tahun.

Di sinilah pentingnya memilih benih yang telah melalui proses pengawasan ketat.

Dukung Produktivitas Sawit Kalimantan Barat

Kegiatan sertifikasi ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas kebun kelapa sawit di Kalimantan Barat, salah satu sentra produksi sawit nasional. Ketersediaan benih unggul yang bersertifikat di tingkat lokal akan membantu pekebun mendapatkan akses bahan tanam berkualitas tanpa harus bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Program peremajaan atau replanting yang tengah didorong pemerintah pun akan lebih efektif jika didukung benih yang benar-benar unggul. Dengan produktivitas yang meningkat, daya saing sektor perkebunan pun ikut terdongkrak.

Bagi pekebun, ini bukan sekadar soal menanam ulang. Ini soal membangun ulang harapan dan memperkuat fondasi ekonomi keluarga untuk dua dekade ke depan.

Saatnya Pekebun Lebih Selektif

Jika Anda adalah pekebun yang tengah mempertimbangkan peremajaan kebun, momentum ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk memastikan pilihan benih Anda tidak salah. Jangan tergiur harga murah tanpa kejelasan sertifikasi.

Benih unggul mungkin terasa sebagai investasi awal yang lebih besar, tetapi hasilnya akan jauh lebih menguntungkan dalam jangka panjang. Produktivitas stabil, rendemen lebih baik, dan risiko gagal tanam lebih rendah.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai ketersediaan dan prosedur pemesanan benih bersertifikat, pekebun dapat menghubungi Admin CV Tiga Bintang melalui WhatsApp di nomor 0852 1189 7800.

Masa depan kebun Anda dimulai dari keputusan hari ini. Pilih benih bersertifikat, dan perkuat fondasi kebun untuk generasi mendatang.

Jumat, 30 Januari 2026

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Kapolresta Pontianak Tanam Uwi Ungu di Pontianak Barat

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Kapolresta Pontianak Tanam Uwi Ungu di Pontianak Barat
Dukung Swasembada Pangan Nasional, Kapolresta Pontianak Tanam Uwi Ungu di Pontianak Barat.

PONTIANAK -- Ketahanan pangan bukan hanya tugas petani. Semua pihak bisa ikut ambil peran. Inilah pesan kuat yang ingin disampaikan Polresta Pontianak lewat aksi nyata di lapangan.

Dalam upaya mendukung program swasembada pangan nasional, Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto, S.I.K., M.Si secara resmi meluncurkan kegiatan penanaman uwi ungu di lahan pertanian Jalan Berdikari, Kecamatan Pontianak Barat, Kamis (29/01/2027).

Langkah ini menjadi bukti bahwa kepolisian tak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga ikut berkontribusi langsung dalam menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Launching penanaman uwi ungu tersebut dipimpin langsung oleh Kapolresta Pontianak dan dihadiri oleh jajaran Pejabat Utama Polresta Pontianak, para Kapolsek, Kanit Binmas, Bhabinkamtibmas, Danramil 1207 Pontianak Barat, Camat dan Lurah Pal V, penyuluh pertanian, lembaga pemberdayaan Pemerintah Kota Pontianak, pemilik lahan, para petani, serta perwakilan RT dan RW setempat.

Kehadiran lintas sektor ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara aparat, pemerintah daerah, dan warga dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal.

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Kapolresta Pontianak Tanam Uwi Ungu di Pontianak Barat
Dukung Swasembada Pangan Nasional, Kapolresta Pontianak Tanam Uwi Ungu di Pontianak Barat.

Dalam sambutannya, Kombes Pol Endang Tri Purwanto menegaskan bahwa penanaman uwi ungu bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong pemanfaatan lahan produktif dan memperkuat sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat agar ketersediaan pangan tetap terjaga,” ujar Kapolresta.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan lahan yang ada agar bisa memberikan nilai ekonomi dan manfaat jangka panjang.

Pemilihan uwi ungu sebagai komoditas utama bukan tanpa alasan. Tanaman ini dikenal memiliki kandungan gizi tinggi, mudah dibudidayakan, dan berpotensi menjadi pangan alternatif yang dapat mendukung ketahanan pangan lokal.

Kapolresta Pontianak pun memberikan apresiasi kepada para petani dan warga yang telah aktif terlibat dalam menyukseskan program tersebut.

Kegiatan launching ditandai dengan penanaman uwi ungu secara simbolis oleh Kapolresta Pontianak bersama unsur Forkopimcam dan para tamu undangan. Suasana kebersamaan dan semangat gotong royong terasa kuat sepanjang kegiatan.

Diharapkan, program ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi dan pangan bagi masyarakat Pontianak Barat, tetapi juga menjadi contoh pemanfaatan lahan pertanian yang berkelanjutan serta dapat direplikasi di wilayah lain.

Langkah kecil hari ini, bisa menjadi solusi besar untuk ketahanan pangan di masa depan.

Senin, 03 November 2025

TNI dan Dinas Pertanian Landak Bergandeng Tangan Wujudkan Ketahanan Pangan Lewat Program Cetak Sawah di Ngabang

TNI dan Dinas Pertanian Landak Bergandeng Tangan Wujudkan Ketahanan Pangan Lewat Program Cetak Sawah di Ngabang

LANDAK - Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, Komandan Kodim 1210/Landak Letkol Kav Andy Setio Untoro, S.H., M.Han., bersama Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Landak meninjau langsung progres program cetak sawah di Desa Amboyo Utara, Dusun Beram, Kecamatan Ngabang, pada Kamis (31/10/2025).

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai target dan rencana yang telah ditetapkan. Program cetak sawah tersebut menjadi bagian dari sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan melalui sektor pertanian.

Letkol Kav Andy Setio Untoro menegaskan bahwa kegiatan ini harus dilaksanakan secara serius dan penuh tanggung jawab. Menurutnya, hasil dari program ini diharapkan dapat dirasakan langsung oleh para petani di Landak.

“Program cetak sawah ini merupakan langkah nyata TNI dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Karena itu, pelaksanaannya harus sesuai ketentuan dan tepat sasaran,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim juga berdialog langsung dengan para pekerja dan masyarakat sekitar lokasi proyek. Ia memberikan dorongan semangat agar warga turut berperan aktif menjaga serta mengelola lahan yang sudah dicetak agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

“Keberhasilan program ini bukan hanya diukur dari hasil fisik, tetapi juga dari partisipasi para petani dalam mengolah dan merawat lahan pertanian yang telah tersedia,” tambahnya.

Melalui program cetak sawah ini, diharapkan produktivitas pertanian di Kabupaten Landak bisa meningkat secara signifikan. Dengan begitu, sektor pertanian dapat menjadi penggerak utama perekonomian daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Kegiatan peninjauan tersebut berjalan lancar dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga menyambut optimistis program ini karena diyakini mampu meningkatkan hasil panen sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi petani di wilayah Landak.

Selasa, 11 Maret 2025

Gotong Royong Petani Perempuan Pulau Maya: Panen Padi di Tengah Tantangan Alam

Gotong Royong Petani Perempuan Pulau Maya Panen Padi di Tengah Tantangan Alam
Kelompok Tani Perempuan Cahaya Mentari dan Kelompok Tani HCC Berdikari berhasil melaksanakan panen padi secara efektif dan efisien melalui budaya Gotong royong antar dua kelompok. 
Kayong Utara – Kelompok Tani Perempuan Cahaya Mentari dan Kelompok Tani HCC Berdikari berhasil melaksanakan panen padi secara efektif dan efisien melalui budaya Gotong royong antar dua kelompok. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Lembaga Gemawan dan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kayong Utara, yang berlangsung pada 6 hingga 9 Maret 2025 di Desa Dusun Besar, Kecamatan Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.

Sebanyak 25 anggota kelompok tani didampingi seorang penyuluh pertanian setempat, memanen padi dilahan demplot seluas 1 hektar. Meskipun berada dibulan suci Ramadhan serta dalam kondisi berpuasa, namun semangat petani untuk beraktivitas tetap tinggi.

Bahkan metode kerja dilapangan juga dilakukan secara efektif dengan membagi 2 Tim dilapangan, untuk melakukan pemanenan dan perontokan padi langsung dilokasi demplot tersebut sehingga hasil panen yang dibawa pulang dari lahan demplot sudah dalam bentuk Gabah.

Ketua Kelompok Tani Perempuan, Mahera, menjelaskan bahwa panen dilakukan lebih awal karena lahan mulai tergenang air pasang laut. "Kondisi ini berdampak pada hasil produktivitas padi yang diperkirakan hanya mencapai 1 Ton, meskipun telah dilakukan metode pertanian yang baik dan ramah lingkungan," katanya.
Kelompok Tani Perempuan Cahaya Mentari dan Kelompok Tani HCC Berdikari berhasil melaksanakan panen padi secara efektif dan efisien melalui budaya Gotong royong antar dua kelompok. 
Ia juga menyoroti bahwa lahan pertanian di Desa Dusun Besar memang rentan terhadap air pasang, yang secara signifikan mempengaruhi hasil panen.

Sementara itu, Welli Arma, Koordinator Distrik Gemawan di Kabupaten Kayong Utara, menyampaikan bahwa kondisi proses panen ini menjadi bahan evaluasi untuk langkah kedepan terutama di tantangan alam akibat perubahan iklim yang menyebabkan kenaikan permukaan air laut.

Selain dari pada itu, kata Welli, hasil panen ini dengan rencana tidak lanjutnya yaitu mengembangkan tanaman hortikultura yang lebih adaptif terhadap kondisi lahan. "Selain itu, kelompok tani juga akan terus menjadi wadah bagi para petani dalam bertukar pengetahuan dan keterampilan dibidang pertanian," ujar dia.

Kamis, 29 Agustus 2024

Bupati Sekadau Serahkan Bibit Sawit Unggul kepada 32 Kelompok Tani di Tujuh Kecamatan

Bupati Sekadau Serahkan Bibit Sawit Unggul kepada 32 Kelompok Tani di Tujuh Kecamatan
Bupati Sekadau Serahkan Bibit Sawit Unggul kepada 32 Kelompok Tani di Tujuh Kecamatan.
SEKADAU – Dalam upaya mendukung kesejahteraan petani di Kabupaten Sekadau, Bupati Sekadau, Aron, secara resmi menyerahkan bibit kelapa sawit unggul kepada 32 kelompok tani yang tersebar di tujuh kecamatan. Serah terima bibit ini berlangsung di Penangkaran Benih IP3K CV. Takashima, Dusun Janang Sebatu, Desa Tapang Semadak, Kecamatan Sekadau Hilir, pada Kamis (29/08/2024).

Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Sekadau, Sandae, dalam sambutannya menyatakan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari Program Unggulan Pemerintah Daerah Kabupaten Sekadau, yakni Infrastruktur, Perkebunan, Pertanian, dan Perikanan untuk Kesejahteraan Masyarakat (IP3K).

"Bibit kelapa sawit yang diserahkan kali ini berasal dari kategori Pre Nursery varietas DxP TN 1 yang diproduksi oleh Balai Benih PT. Bakti Nusantara, Kepulauan Riau, dan proses pembesarannya dilakukan di penangkaran CV. Takashima," jelas Sandae.

Sandae juga menambahkan bahwa program ini ditujukan untuk kelompok tani yang telah terdaftar dalam Sistem Informasi Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN) dan berdomisili di wilayah Kabupaten Sekadau. "Kelompok tani yang memenuhi syarat memiliki lahan di Kabupaten Sekadau yang tidak berada di kawasan hutan," katanya.

Ia juga mengungkapkan, dari tujuh kecamatan, terdapat lebih dari 176 kelompok tani yang mengusulkan permohonan bantuan bibit dengan luas lahan sekitar 3.700 hektar. Namun, setelah verifikasi, pada tahun anggaran 2024 ini, hanya 32 kelompok tani dari 22 desa di tujuh kecamatan yang terpilih, dengan total luas lahan sekitar 474 hektar.

"Dalam tahun 2024, pemerintah telah menyerahkan sebanyak 61.620 bibit kelapa sawit unggul kepada 32 kelompok tani di Kabupaten Sekadau. Hingga saat ini, total bibit yang telah disalurkan mencapai 171.000 batang dengan luas lahan 1.021 hektar," tambahnya.

Sandae menekankan pentingnya penggunaan benih unggul sebagai kunci keberhasilan budidaya kelapa sawit. "Dengan benih unggul dan teknik budidaya yang tepat, produksi sawit akan optimal, dan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani," ujarnya.

Bupati Sekadau, Aron, juga menyampaikan bahwa program IP3K ini bertujuan untuk mendorong kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan produksi perkebunan. "Bantuan ini adalah stimulus bagi petani agar dapat membudidayakan kelapa sawit dengan baik dan benar, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan mereka," ungkap Aron.

Bupati juga menegaskan pentingnya monitoring dan evaluasi dalam pelaksanaan program ini, serta mengharapkan agar bibit sawit yang sudah disalurkan dirawat dengan baik. "Jangan sampai bibit ini dijual. Kelapa sawit adalah komoditas primadona dengan potensi ekonomi yang menjanjikan," tegasnya.

Ia juga meminta Dinas terkait, BPP, dan PPL untuk memberikan pendampingan teknis kepada para petani di lapangan. "Kami berharap agar bantuan ini dapat dikelola dengan baik dan optimal," pungkas Aron.

Acara penyerahan bibit ini juga dihadiri oleh Kapolres Sekadau, Kepala Kejaksaan Negeri Sekadau, perwakilan Dandim 1204/Sanggau, serta sejumlah pejabat lainnya dari Kabupaten Sekadau.

Dengan adanya program ini, diharapkan kesejahteraan petani di Kabupaten Sekadau dapat terus meningkat seiring dengan optimalisasi produksi kelapa sawit unggul.

Rabu, 28 Agustus 2024

Eratani dan Universitas Hasanuddin Berkolaborasi untuk Keberlanjutan Pertanian di Sulawesi Selatan melalui Program Penyerapan Alumni, Magang, dan Riset Pertanian

Eratani dan Universitas Hasanuddin Berkolaborasi untuk Keberlanjutan Pertanian di Sulawesi Selatan melalui Program Penyerapan Alumni, Magang, dan Riset Pertanian
Eratani dan Universitas Hasanuddin Berkolaborasi untuk Keberlanjutan Pertanian di Sulawesi Selatan melalui Program Penyerapan Alumni, Magang, dan Riset Pertanian.
Makassar, 28 Agustus 2024 - Eratani, perusahaan agritech yang memiliki misi untuk membangun ekosistem pertanian yang kuat melalui dukungan holistik, resmi menjalin kerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk memperkuat dan mengembangkan sektor pertanian di Sulawesi Selatan. Kerja sama tersebut diresmikan melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) oleh Dr. Ir. Mahyuddin, M.Si., Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, dan Inovasi Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, dan Andrew Soeherman, CEO Eratani, yang juga turut memberikan kuliah umum untuk memperkenalkan visi dan peran Eratani dalam sektor pertanian.

Sektor pertanian di Sulawesi Selatan menyerap 35,84% dari total tenaga kerja pada tahun 2023, menjadikannya salah satu sektor dengan penyerapan tertinggi di provinsi ini. Untuk mendukung dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja di sektor ini, Eratani akan mengembangkan program penyerapan alumni, magang, dan riset yang bertujuan memperkuat keterampilan mahasiswa dan lulusan Unhas, sehingga mereka dapat berkontribusi lebih efektif di lapangan. Kolaborasi ini bertujuan memastikan kualitas tenaga kerja yang tinggi sekaligus mendorong inovasi yang akan memperkuat perekonomian daerah.

Andrew Soeherman, mengungkapkan, "Kami percaya kolaborasi dengan Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin akan membuka peluang besar bagi pengembangan teknologi pertanian yang inovatif dan aplikatif. Langkah ini tidak hanya akan memperkuat sektor pertanian, tetapi juga menciptakan sinergi antara akademisi dan praktisi dalam menghadapi tantangan pertanian modern."


Dr. Ir. Mahyuddin, M.Si., menambahkan, "Kerja sama ini merupakan wujud nyata dari upaya kami dalam mempersiapkan lulusan yang siap terjun ke dunia industri pertanian. Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan sektor pertanian di Sulawesi Selatan, serta meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di fakultas kami."

Program penyerapan alumni dirancang Eratani untuk memastikan lulusan Fakultas Pertanian Unhas dapat segera berperan aktif dalam industri pertanian, memberikan dampak nyata di lapangan. Program magang Eratani menawarkan mahasiswa pengalaman langsung melalui keterlibatan dalam proyek-proyek nyata, yang memperkuat pengetahuan teknis dan memperluas jaringan profesional mereka. Sementara itu, riset pertanian akan mendorong kolaborasi antara akademisi dan praktisi untuk menciptakan solusi inovatif yang langsung dapat diterapkan dalam praktik pertanian. Melalui inisiatif-inisiatif ini, Eratani dan Unhas berkomitmen membentuk generasi profesional pertanian yang siap menghadapi tantangan masa depan dan mendukung keberlanjutan sektor pertanian di Sulawesi Selatan.

Tentang Eratani

Berdiri sejak tahun 2021, Eratani merupakan perusahaan teknologi pertanian yang menyediakan akses pendanaan, pendampingan, serta akses pasar dengan memanfaatkan penggunaan teknologi untuk membantu meningkatkan kesejahteraan petani. Melalui penyediaan ekosistem yang komprehensif dan terintegrasi dari hulu hingga hilir, Eratani saat ini telah menggandeng lebih dari 24.000 petani yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

Dengan pendampingan penuh, saat ini Eratani telah membantu petani untuk meningkatkan hasil produksi pertanian sebesar 29%. Sebagai ecosystem builder, Eratani juga telah menjalin kerja sama dengan 600 kios pertanian dan 70 penggilingan padi (Rice Milling Units). Di tahun 2024, Eratani telah memperoleh penghargaan sebagai Regional Winners 10th Edition ASEAN Startup Awards, Top 10 Finalist One ASEAN Startup Awards, serta Top 3 Best Agritech in the World dari G20 Digital Innovation Alliance di tahun 2023.

Jumat, 16 Agustus 2024

Bupati Sekadau Aron Panen Perdana Bersama Kelompok Tani Suka Makmur di Dusun Bumi Rejo, Desa Timpuk

Bupati Sekadau Aron Panen Perdana Bersama Kelompok Tani Suka Makmur di Dusun Bumi Rejo, Desa Timpuk
Bupati Sekadau Aron Panen Perdana Bersama Kelompok Tani Suka Makmur di Dusun Bumi Rejo, Desa Timpuk.
SEKADAU - Bupati Sekadau, Aron, SH, bersama Ketua TP.PKK Ny. Magdalena Susilawati Aron, SP, melakukan panen perdana di lahan Kelompok Tani Suka Makmur, Dusun Bumi Rejo, Desa Timpuk, Kecamatan Sekadau Hilir. Panen ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menanggulangi krisis pangan di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Aron mengungkapkan rasa senangnya atas undangan dari Kelompok Tani Suka Makmur untuk hadir dalam panen raya kali ini. Menurutnya, petani memiliki peran yang sangat penting sebagai garda terdepan dalam memenuhi kebutuhan pangan di setiap daerah. "Petani adalah pekerjaan terhormat bagi bangsa ini. Mereka juga menjadi pahlawan yang menjaga ketahanan pangan di tengah krisis yang melanda," ujarnya.

Bupati juga menyampaikan bahwa pemerintah pusat meminta para bupati untuk mendukung petani agar bisa meningkatkan produksi dengan menanam padi dua hingga tiga kali setahun. Hal ini disebabkan oleh beberapa negara Asia penghasil beras yang sudah tidak lagi mengekspor pangan ke Indonesia karena mereka memprioritaskan kebutuhan dalam negeri mereka sendiri.

Namun, Bupati Aron juga menyoroti dilema yang dihadapi pemerintah terkait harga beras. "Di satu sisi, jika harga beras naik, petani bisa mendapat untung. Tapi di sisi lain, pemerintah harus menstabilkan harga agar masyarakat kecil tetap bisa membeli beras," katanya.

Pemerintah daerah Kabupaten Sekadau, lanjutnya, terus berupaya untuk memastikan para petani bisa sejahtera dan bermartabat. Salah satunya dengan membangun infrastruktur yang memadai agar hasil pertanian bisa dijual dengan harga yang baik dan lancar. "Sebagai Bupati Sekadau, saya selalu mendukung agar petani kita bisa hidup sejahtera," tegasnya.

Ia juga mengakui adanya masalah terkait ketersediaan pupuk subsidi yang menjadi kendala bagi petani. "Saya paham bahwa padi harus dipupuk dengan baik untuk mendapatkan hasil panen yang optimal. Namun, kesulitan mendapatkan pupuk subsidi sudah menjadi masalah umum bagi petani di seluruh daerah," tambahnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Perkebunan, dan Perikanan (DKPPP) Drs. Sandae, M.Si, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada kepala desa dan seluruh anggota Kelompok Tani di Desa Timpuk. Ia juga menyebutkan bahwa rata-rata petani di Desa Timpuk sudah menanam padi dua hingga tiga kali setahun dengan hasil produksi yang cukup baik, yakni sekitar 4.9 ton per hektare. Namun, ia menekankan pentingnya dukungan pemerintah, terutama dalam penyediaan alat penggilingan padi.

"Melalui Komisi II DPRD Kabupaten Sekadau, kami akan mengusulkan kebutuhan para petani, termasuk masalah pupuk subsidi, kepada Kementerian Pertanian," jelasnya. Ia juga mengingatkan para petani untuk memanfaatkan bibit yang telah dibagikan oleh pemerintah dan segera melaporkan ke Petugas Pengawas Lapangan (PPL) jika ada kendala.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Timpuk, Yosef Tiyos, mengungkapkan bahwa sawah di wilayahnya sangat bergantung pada curah hujan. Oleh karena itu, ia berharap adanya pembangunan embung atau sarana penampungan air lainnya untuk mengantisipasi kekeringan di musim kemarau.

"Kami sangat membutuhkan embung untuk menampung air agar petani tetap bisa menanam padi meski di musim kemarau," harapnya. Ia juga menyarankan agar petani di Desa Timpuk mencoba menanam komoditi lain seperti jagung, mengingat tingginya permintaan jagung di pasaran, terutama untuk pakan ternak.

Ketua Kelompok Tani Suka Makmur, Darsono, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Bupati Sekadau dalam acara panen raya tersebut. "Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut, karena sektor pertanian menjadi prioritas dalam visi dan misi Pemerintah Daerah Kabupaten Sekadau," katanya.

Ia juga menekankan pentingnya solusi untuk masalah pupuk yang dihadapi petani. "Kami sangat berharap pemerintah bisa membantu kami mengatasi masalah pupuk, karena menggunakan pupuk non-subsidi akan membuat kami merugi," tutupnya.

Acara panen perdana ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk anggota DPRD Yodi Setiawan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Apeng Petrus, Kepala Dinas Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Handayani, Camat Sekadau Hilir Gustiar Indarto, Kapolsek Sekadau Hilir Burhanuddin, Danramil Sekadau Hilir yang diwakili oleh Babinsa, serta para tenaga PPL se-Kecamatan Sekadau Hilir, dan seluruh petani serta ketua Kelompok Tani se-Desa Timpuk.

Senin, 12 Agustus 2024

DKP3 Kabupaten Sekadau Rutin Lakukan Verifikasi Indeks Proporsi "K" untuk Stabilitas Harga TBS

DKP3 Kabupaten Sekadau Rutin Lakukan Verifikasi Indeks Proporsi "K" untuk Stabilitas Harga TBS
Dinas Ketahanan Pangan, Perkebunan, Pertanian, dan Peternakan (DKP3) Kabupaten Sekadau kembali melaksanakan verifikasi indeks proporsi "K" di Aula Kantor DKP3.
SEKADAU - Dinas Ketahanan Pangan, Perkebunan, Pertanian, dan Peternakan (DKP3) Kabupaten Sekadau kembali melaksanakan verifikasi indeks proporsi "K" di Aula Kantor DKP3. Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap bulan dan dihadiri oleh beberapa perusahaan yang bergerak di bisnis kelapa sawit, khususnya yang memiliki Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Kabupaten Sekadau Pada hari Senin, 12 Agustus 2024.

Verifikasi indeks proporsi "K" ini bertujuan untuk mencocokkan data produksi, penjualan, dan biaya pengolahan dari masing-masing perusahaan. Data ini kemudian akan dikirimkan ke Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Barat sebagai dasar penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat provinsi.

Sekretaris DKP3 Kabupaten Sekadau, Utin Ramdiana, menegaskan bahwa verifikasi ini penting untuk menjaga keberlangsungan operasi PKS. Ia juga mengingatkan pentingnya peningkatan pola kemitraan antara PKS dengan petani sawit swadaya. Langkah ini diharapkan bisa membantu pemerintah Kabupaten Sekadau menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, terutama dalam mengatasi tantangan tata niaga TBS yang sering kali rumit.

"Verifikasi ini sangat penting untuk menjaga iklim investasi di Kabupaten Sekadau agar tetap kondusif," ujar Utin Ramdiana.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kabupaten Sekadau, Paulus Rimus, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam verifikasi indeks proporsi "K" bulan Agustus 2024 ini.

"Kami sangat berterima kasih kepada semua yang hadir dan berpartisipasi dalam proses verifikasi indeks proporsi 'K' di Kabupaten Sekadau," kata Paulus Rimus.

Lebih lanjut, Paulus menyatakan bahwa data hasil verifikasi ini akan diteruskan ke Dinas Perkebunan Provinsi Kalbar. Data tersebut akan menjadi acuan dalam penetapan harga TBS di tingkat provinsi.

Kegiatan verifikasi ini dihadiri oleh enam perusahaan pemilik PKS, yaitu PT. Permata Hijau Sarana, PT. Parna Agromas, PT. Kalimantan Sangar Pusaka, PT. Tinting Boyok Sawit Makmur, PT. Sumatera Makmur Lestari, dan PT. Grand Utama Mandiri. Selain itu, perwakilan dari KUD mitra PT. PHS, KUD mitra PT. SML, SPKS, serta dinas terkait lainnya juga turut hadir dalam kegiatan ini.

Dengan adanya verifikasi rutin ini, diharapkan harga TBS di Kabupaten Sekadau bisa tetap stabil dan menguntungkan semua pihak, baik perusahaan maupun petani kelapa sawit.

Kamis, 25 Juli 2024

Tanggung Jawab Besar Wakil Menteri Pertanian di Mata Prabowo

Presiden RI terpilih sekaligus Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.
JAKARTA - Dalam dunia yang penuh dengan ketidakpastian, posisi Wakil Menteri Pertanian menjadi sangat strategis dan memikul tanggung jawab besar. Hal ini disampaikan oleh Presiden RI terpilih sekaligus Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dalam keterangan di Jakarta pada Rabu (24/7/2024). 

Prabowo menegaskan bahwa posisi ini bukanlah jabatan etok-etok atau ringan, melainkan sangat berat dan penting karena berhubungan langsung dengan nasib bangsa, khususnya dalam mengatur keuangan negara dan mengurus pangan.

Pentingnya Sektor Pertanian Menurut Prabowo

Prabowo menyebut pertanian sebagai sektor yang sangat penting dan strategis dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan bangsa. Pertanian dianggap sebagai kunci dalam menumbuhkembangkan ekonomi, terutama di tengah ancaman krisis dunia yang semakin nyata. 

Pernyataan ini disampaikan oleh Prabowo saat menggelar acara syukuran atas pelantikan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono oleh Presiden Joko Widodo pada Kamis, 18 Juli.

Menurut Prabowo, baik bidang pertanian maupun bidang keuangan memiliki tanggung jawab yang sangat vital karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan rakyat Indonesia. 

“Dua bidang ini sangat strategis dan saya percaya bahwa saudara-saudara akan memikul tanggung jawab itu dengan sekuat tenaga, penuh pengabdian, penuh cinta tanah air, bertanggung jawab mulai sekarang atas nasib Bangsa,” kata Prabowo.

Fokus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terus mempercepat akselerasi produksi yang difokuskan pada dua komoditas utama yaitu jagung dan beras. 

Mentan telah memfasilitasi petani dengan tambahan alokasi pupuk subsidi, pembagian benih, hingga mentransformasi pertanian tradisional ke pertanian modern.

Prabowo memiliki perhatian khusus pada sektor pertanian yang merupakan sektor dasar bagi ketahanan rakyat. Ia ingin negara memperkuat produktivitas melalui teknologi mekanisasi, keterlibatan anak muda, hingga hilirisasi industri.

Peran Wakil Menteri Pertanian Sudaryono

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengajak seluruh jajaran kerja di lingkup Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mendukung penuh upaya swasembada yang saat ini tengah dijalankan oleh Mentan Andi Amran Sulaiman. 

Upaya ini dilakukan melalui penyediaan benih, pupuk, alsintan, dan juga solusi cepat seperti pompanisasi.

Menurut Sudaryono, berbagai program tersebut harus dikerjakan secara cepat agar ke depan Indonesia mampu menjadi lumbung pangan dunia. 

“Kesuksesan saya adalah kesuksesan Bapak Menteri Pertanian. Apapun perintah yang diberikan oleh Pak Menteri, saya siap dan loyal sebagai bawahan,” ujarnya.

Pertanian: Kunci Kemajuan Bangsa

Sudaryono menegaskan bahwa sektor pertanian adalah sektor yang sangat penting untuk kemajuan bangsa dan ketahanan negara.

 Bagi dia, ketersediaan pangan tidak bisa dilihat dari satu sisi saja melainkan harus dikerjakan dari berbagai sisi.

 “Kita boleh naik mobil, tetapi ingat kita tidak bisa bergerak kalau kita tidak makan. Oleh karena itu, kita semua yakin dan menyadari bahwa pangan adalah kebutuhan primer semua orang. Pangan itu tidak bisa sebagai mantra kedaulatan pangan, tetapi harus betul-betul kita kerjakan,” kata Sudaryono.

Dalam menghadapi tantangan global dan nasional, sektor pertanian memegang peranan kunci dalam memastikan ketahanan pangan dan keberlanjutan ekonomi Indonesia. 

Posisi strategis Wakil Menteri Pertanian menjadi sangat vital dalam mewujudkan visi ini, di mana tanggung jawab besar diemban untuk menjaga nasib bangsa melalui pengelolaan sektor pertanian yang efisien dan inovatif.

Jumat, 09 Februari 2024

Tanaman Organik Menjadi Andalan Kelompok Tani di Simpang Hilir Kayong Utara

Tanaman Organik Menjadi Andalan Kelompok Tani di Simpang Hilir Kayong Utara
Kelompok pertanian organik di Hutan Desa Padu Banjar, Simpang Hilir, Kayong Utara, Kalimantan Barat. ANTARA/Dokumentasi Yayasan Palung.
KAYONG UTARA - Kelompok pertanian organik di hutan Desa Padu Banjar, Simpang Hilir, Kayong Utara, Kalimantan Barat (Kalbar), berhasil menanam ragam tanaman secara organik guna meningkatkan produktivitas usaha, sekaligus menjaga hutan.

"Ragam tanaman berhasil kami panen, seperti gambas, cabai, kacang panjang, dan mentimun. Kami berhasil melakukan panen dua kilogram cabai dan 25 kilogram kacang panjang," sebut Ketua Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Banjar Lestari, Samsidar, di Kayong Utara, Kamis.

"Untuk cabai, kata dia, dijual dengan harga Rp70.000 per kilogram dan harga kacang panjang Rp10.000 per kilogram. Tidak lama lagi, pihaknya juga akan kembali memanen mentimun dan gambas."

"Saat ini, timun sudah berbuah, tetapi belum siap panen. Demikian juga dengan gambas di 20 bedengan yang kami punya," ujar Samsidar.

Ia mengatakan di lahan pertanian yang memiliki lebar 25 meter dan panjang 30 meter, kelompok pertanian organik di hutan desa tersebut bercocok tanam.

Koordinator Hutan Desa Yayasan Palung (YP), Hendri Gunawan, mengatakan bertani secara organik dapat meningkatkan produktivitas usaha, sekaligus untuk menjaga hutan.

"Kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh Yayasan Palung kepada masyarakat sekitar hutan desa bertujuan agar masyarakat mampu mengorganisasikan diri dalam upaya meningkatkan produktivitas usaha, dengan harapan meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga, sehingga tujuan utama masyarakat sejahtera dan hutan lestari dapat tercapai," ujarnya.

Lebih lanjut, pihaknya mendukung Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) dengan acara seperti pelatihan cara bertani, pemberian bibit, dan pupuk organik.

Pencapaian panen kacang panjang dan cabai kelompok pertanian organik di kawasan hutan Desa Padu Banjar, menurutnya, merupakan upaya Yayasan Palung agar masyarakat di sekitar hutan desa tidak lagi merambah hutan dan kini dapat disebut sebagai penjaga dan petani hutan.

Beberapa kelompok tani di kawasan hutan desa tersebut, lanjutnya, merupakan mantan perambah hutan yang saat ini sudah berubah, menjadi penjaga dan petani hutan.

Sebagai penjaga hutan, masyarakat pun aktif diajak melakukan patroli oleh tim Program Hutan Desa Yayasan Palung.

Kelompok Pertanian Organik di Hutan Desa Padu Banjar merupakan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) yang didukung oleh Yayasan Palung. Hutan Desa di Desa Padu Banjar memiliki luasan 2.883 hektare di wilayah Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara.

Oleh: Antara/Rizki Fadriani
Editor: Yakop

Kamis, 08 Februari 2024

Prabowo-Gibran Diingatkan Soal Kebutuhan Pupuk oleh Petani

Prabowo-Gibran Diingatkan Soal Kebutuhan Pupuk oleh Petani
Calon Presiden RI Prabowo Subianto.
JAKARTA - Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), Soemitro Samadikoen, dengan tegas menyuarakan harapannya terhadap pasangan calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, agar memprioritaskan kebutuhan pupuk bagi petani di Pulau Jawa jika terpilih dalam kontestasi pemilihan presiden mendatang.

Dalam keterangan persnya di Jakarta pada Rabu, Soemitro Samadikoen mengungkapkan, "Jika terpilih, kami berharap Bapak Prabowo dan Gibran mau memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi, perbaikan pengairan mulai dari pengerukan embung sampai revitalisasi saluran pengairan sampai di sawah."

Ia juga menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut sangat penting bagi para petani guna memastikan hasil pertanian yang berkualitas.

Soemitro menyoroti bahwa tidak semua wilayah telah mendapatkan fasilitas pupuk bersubsidi, yang menyebabkan petani terpaksa harus membeli pupuk dengan biaya tambahan yang signifikan, meningkatkan biaya modal untuk bercocok tanam. Ia juga menambahkan bahwa petani membutuhkan modal untuk mengembangkan usaha mereka serta produksi perkebunan tebu.

Untuk itu, dia berharap ada dukungan dalam bentuk kredit dari perbankan dengan bunga yang sangat ringan, mulai dari kredit untuk kegiatan budi daya hingga kredit yang membantu dalam memproses gula saat panen.

Soemitro menilai bahwa Prabowo-Gibran merupakan sosok yang tepat untuk mewujudkan aspirasi petani tersebut. 

Ia mengingatkan bahwa Prabowo pernah menjabat sebagai Ketua Umum DPN Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), yang memberikan pemahaman yang mendalam tentang potensi pertanian di Indonesia. 

Selain itu, dia juga menyoroti bahwa petani melihat Prabowo sebagai figur yang mau mendengarkan serta memahami masalah yang dihadapi oleh mereka.

Ketua APTRI Jawa Timur, Suigsan, menambahkan, "Petani merasa lebih dekat secara emosional kepada Pak Prabowo dan Mas Gibran karena telah lama bersama petani dan memiliki pemahaman yang baik akan masalah pertanian."

Dengan demikian, harapan petani tebu di Pulau Jawa terhadap kemenangan pasangan Prabowo-Gibran dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) RI semakin kuat. 

Diperkirakan jumlah pemilih tetap pada Pemilu 2024 mencapai 204.807.222 pemilih.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah menetapkan peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024, yaitu pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar nomor urut 1, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka nomor urut 2, dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md. nomor urut 3. 

Masa kampanye telah dimulai sejak 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024, dengan masa tenang pada tanggal 11 hingga 13 Februari, dan hari pemungutan suara pada tanggal 14 Februari 2024.

Oleh: Antara/Walda Marison
Editor: Yakop

Rabu, 07 Februari 2024

Bupati Sambas: Alhamdulillah, Produktivitas Padi Capai 9,7 Ton per Hektare

Panen perdana padi Varietas Nutri Zinc di Sambas (ANTARA/Ho- Imbran)
Panen perdana padi Varietas Nutri Zinc di Sambas (ANTARA/Ho- Imbran)
SAMBAS - Bupati Sambas, Kalimantan Barat, Satono, memberikan penegasan bahwa produktivitas padi Varietas Nutri Zinc di Salatiga telah mencapai pencapaian yang membanggakan, yakni 9,7 ton per hektare, yang diyakininya dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

"Alhamdulillah saya senang sekali petani di sini ternyata hasil panennya melimpah ruah. Berdasarkan hasil ubinan produktivitas mencapai 9,7 ton per hektare. Ini luar biasa sekali dan harus disyukuri," ujarnya saat dihubungi di Sambas, Selasa.

Satono menegaskan bahwa pencapaian tersebut juga merupakan hasil dari kerja keras para petani yang telah serius dalam membangun sektor pertanian, khususnya dalam budidaya tanaman padi di daerah Salatiga. 

Ia juga menyoroti bahwa saat ini, produktivitas padi rata-rata di Kalimantan Barat berada dalam kisaran 2,9 ton hingga 3,1 ton per hektare.

"Kami mengapresiasi Kelompok Tani Serasi yang dibina oleh Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Salatiga dan Dinas Pertanian serta Ketahanan Pangan Sambas yang berhasil meraih hasil panen padi varietas Nutri Zinc sebesar 9,7 ton per hektare," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen pemerintah kabupaten untuk terus mendukung dan mengembangkan sektor pertanian melalui berbagai bantuan dan intervensi anggaran. 

Satono mengungkapkan bahwa tahun ini Pemerintah Kabupaten Sambas melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan akan memberikan bantuan berupa tangki semprot untuk mempermudah kerja petani di Desa Salatiga.

“Tahun depan Insya Allah kita akan bantu lagi kelompok-kelompok tani yang ada di Salatiga. Dengan harapan sektor pertanian kita semakin maju, ekonomi petani meningkat dan swasembada pangan di Sambas terwujud,” katanya.

Bupati Sambas, Satono, juga turut serta dalam panen perdana Padi Varietas Nutri Zinc di Salatiga Kecamatan Salatiga. 

Acara panen tersebut juga dihadiri oleh Kepala Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sambas, unsur Forkopimcam Salatiga, serta warga dari Dusun Seradi yang turut serta dalam kegiatan tersebut.

Warta: Antara/Dedi
Editor: Yakop

Minggu, 01 Oktober 2023

Peningkatan Kapasitas Petani Kopi SETARA Seponti; Dukung Petani Lokal Menuju Pasar Global

Peningkatan Kapasitas Petani Kopi SETARA Seponti Dukung Petani Lokal Menuju Pasar Global.
KAYONG UTARA - Selama dua hari, 29-30 September 2023, sebanyak 20 (dua puluh) orang ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok perempuan, Serikat Perempuan Kabupaten Kayong Utara (SETARA), yang merupakan kelompok perempuan dampingan Lembaga Gemawan, mengikuti kegiatan “Peningkatan Kapasitas Petani Kopi.”

Kegiatan yang berlangsung di Desa Telaga Arum, Kecamatan Seponti, Kabupaten Kayong Utara ini melibatkan perwakilan kelompok dari 6 (enam) Desa di dua Kecamatan berbeda, yakni Kecamatan Teluk Batang dan Kecamatan Seponti.

Untuk Kecamatan teluk Batang, diwakilkan oleh kelompok Perempuan Embun Padi, Desa Banyu Abang dan Kelompok Perempuan Usaha baru, Desa Masbangun. Sedangkan dari Kecamatan Seponti, diwakilkan oleh Kelompok Perempuan Anggrek Desa Wonorejo, Kelompok Perempuan Delima Desa Podorukun, Kelompok Perempuan Sumber Rezeki Desa Seponti Jaya dan Kelompok Perempuan Dahlia Jaya, Desa Telaga Arum.

Saat ini, mayoritas Desa dampingan Gemawan di enam Desa tersebut, sebagian besar masih melestarikan tanaman kopi, baik itu jenis Liberika, Robusta maupun Exelco.
Adapun tujuan dilaksanakannya pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan petani perempuan khususnya pada budidaya tanaman kopi.

Mulai dari penggalian kisah sejarah kopi, aspek budidaya, panen, pasca panen, hingga pengolahan kopi seperti roasting kopi, cara penyeduhaan kopi ala barista, branding produk, hingga analisis potensi pasar, sehingga diharapkan petani-petani kopi lokal bisa bersaing di pasar global.

Dartin, salah seorang peserta pelatihan mengungkapkan, dalam dua hari mengikuti proses pelatihan ia mengakui pengetahuan akan kopi menjadi bertambah. “Selama ini kita masih menerapkan cara-cara lama yang kita yakini sudah benar, namun ternyata apa yang kita lakukan ini masih terdapat beberapa kekeliruan sehingga melalui pelatihan ini maka terbukalah wawasan kita bahwa ternyata kopi ini harus diterapkan melalui perlakuan tertentu," katanya.

Misalnya saja, sambung dia, cara panen dan pengolahan biji kopi meski terasa rumit, karena harus memilah kopi seperti grade A, B dan seterusnya. 

"Tapi saya yakin melalui proses ini lah kita bisa menghasilkan biji kopi yang berkualitas, sesuai dengan standart yang diinginkan pasar saat ini,” terang Dartin yang sudah membudidayakan kopi sejak tahun 1997.

Indahsyah, yang juga mengikuti kegiatan pelatihan tersebut mengungkapan pelatihan kopi ini telah memberinya pengetahuan baru tentang penyangraian kopi. “Saya baru tahu cara menyangrai kopi itu ternyata ada beberapa tingkatan seperti low, medium, to dark dan dark, dan ternyata dari jenis-jenis ini bisa menghasilkan beragam cita rasa yang berbeda, selama inikan kita hanya goreng menggoreng saja, bahkan sampai gosong,” ucapnya sambil tersenyum.

Ketua kelompok Perempuan Usaha Baru Desa Masbangun, Sartini menambahkan, terpenting juga bagi dirinya adalah mengetahui proses pengolahan kopi untuk menghasilkan biji kopi berkualitas.

“Untuk menghasilkan biji kopi berkualitas yang diterima pasar dengan harga yang katanya juga fantastis ini terbilang memang cukup rumit, dan kesemuanya ini harus disiapkan sejak awal proses pemilihan bibit, pemeliharaan, panen dan pasca panennya, dan yang terpenting juga, saya bisa dapat pengetahuan baru dengan mengelola kopi dengan benar, justru bisa menghindari kita dari mitos yang mengatakan minum kopi bisa perut kembung, atau tidak cocok untuk mereka yang mengidap penyakit magh,” urainya Panjang lebar.

Usai kegiatan pelatihan yang dipandu oleh Dede Purwansyah, Founder CV. Pesona Kalbar Hijau, selaku narasumber berlangsung, fasilitator mengajak kepada para peserta untuk menyusun RTL guna membangun komitmen bersama untuk terus berupaya melestarikan kopi lokal salah satunya dengan perluasan lahan dan juga membentuk sebuah unit usaha guna menampung dan memasarkan produk petani dengan membentuk koperasi. (Izr/Hr)

Selasa, 22 Agustus 2023

Produksi Pisang Kepok Pontia Berpotensi Jadi Tumpuan Ekonomi Masyarakat Kayong Utara

Pisang Kepok (Ist).
KAYONG UTARA – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat tengah berupaya mendorong kemajuan produksi serta pemasaran tanaman pisang kepok pontia guna merangsang peningkatan taraf hidup penduduk daerah tersebut.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kayong Utara Maluru, pisang kepok memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan, sebab mampu dihasilkan dalam jumlah yang signifikan dan diminati di pasar. Langkah ini diungkapkan olehnya pada Senin lalu, di Sukadana Kayong Utara.

Dalam konteks ini, area seluas tujuh hektar telah disiapkan untuk pengembangan pisang kepok. Namun, pada bulan September tahun ini, baru dua hektar lahan yang ditanami pisang pada tahap awal pengembangan.

Maluru menjelaskan bahwa usaha pengembangan pisang kepok pontia ini bertujuan untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi warga setempat serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan agar menjadi lebih produktif.

Ia melanjutkan, bibit pisang kepok pontia telah tersedia dan penangkaran bibit tanaman tersebut sedang berlangsung di Kayong Utara. Bibit-bibit ini nantinya akan ditanam pada bulan September mendatang.

Dengan penuh keyakinan, Maluru mengungkapkan bahwa pisang kepok pontia berpotensi menjadi komoditas andalan dari Kawasan Utara.

Perhatian khusus akan diberikan pada sektor produksi dan hilirisasi guna mewujudkan kesejahteraan warga setempat.

Maluru mengutarakan, "Pisang kepok pontia memiliki peluang besar untuk dikembangkan dan berpotensi menjadi produk unggulan yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat."

Selain itu, Maluru juga mengingatkan masyarakat pentingnya keterlibatan aktif dalam pengembangan tanaman pisang.

Ia berharap warga dapat memberikan lahan yang kosong agar dapat dimanfaatkan secara produktif.

Lebih lanjut, Maluru menjelaskan bahwa pisang kepok pontia mampu menghasilkan produksi yang menjanjikan dalam waktu enam bulan, baik untuk kebutuhan lokal maupun untuk ekspor ke Pulau Jawa.

(Tim Liputan)

Sabtu, 19 Agustus 2023

Perempuan Tewas Terbakar Saat Membakar Ladang di Kapuas Hulu

Perempuan Tewas Terbakar Saat Membakar Ladang di Kapuas Hulu.
KAPUAS HULU - Sebuah insiden mengenaskan terjadi di perbatasan Indonesia-Malaysia, wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Damiana Sumiati (37), seorang perempuan, telah dinyatakan meninggal dunia akibat terbakar api ketika sedang melakukan pembakaran lahan pertanian di Kecamatan Badau.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas Hulu, Gunawan, kejadian tersebut terjadi pada Jumat (18/8) sekitar pukul 15.10 WIB. Sumiati dilaporkan sedang membakar lahan pertaniannya ketika tiba-tiba angin kencang datang. Api yang sedang berkobar kemudian merambat ke arahnya dengan cepat.

Dalam upayanya melarikan diri dari lahan yang terbakar, Sumiati terjebak dan tidak dapat melarikan diri akibat laju api yang cepat. Ia pingsan dan terbakar di tempat kejadian. "Saat membakar ladang tiba-tiba ada angin kencang dan korban terjebak di dalam lahan terbakar tidak bisa melarikan diri sehingga korban pingsan dan terbakar di lahan tersebut," ungkap Gunawan saat dihubungi oleh ANTARA di Pontianak.

Kejadian ini merupakan insiden pertama kali di Kabupaten Kapuas Hulu di mana seseorang kehilangan nyawanya akibat pembakaran lahan pertanian. Gunawan menyatakan keprihatinan dan duka mendalam atas kejadian tragis ini. Ia juga menjelaskan bahwa BPBD Kapuas Hulu akan melakukan investigasi lebih lanjut dan turun ke lokasi kejadian untuk mengumpulkan informasi yang lebih jelas.

Gunawan menegaskan bahwa peristiwa ini seharusnya menjadi pelajaran penting bagi masyarakat. Kebakaran lahan pertanian memiliki potensi bahaya yang serius, bahkan dapat menyebabkan hilangnya nyawa manusia. Oleh karena itu, BPBD akan terus memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat tentang cara-cara yang aman dalam membuka lahan pertanian secara tradisional sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Dia juga menekankan pentingnya melaporkan rencana pembakaran lahan kepada pihak berwenang setempat, seperti pihak desa dan kecamatan. Dengan melaporkan rencana tersebut, petugas Satuan Tugas (Satgas) dapat membantu dalam proses pembakaran lahan yang sesuai dengan peraturan yang ditetapkan.

Gunawan juga menjelaskan bahwa pembukaan lahan dengan metode pembakaran telah diatur dalam Peraturan Gubernur Kalimantan Barat dan Peraturan Bupati Kapuas Hulu nomor 51 Tahun 2020. Peraturan ini mengarahkan pada tata cara pembukaan lahan berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal yang harus diikuti oleh masyarakat.

Pesan penting yang ingin disampaikan oleh Gunawan adalah agar masyarakat tidak ragu untuk melaporkan rencana pembukaan lahan pertanian kepada pihak berwenang. Ini merupakan langkah yang akan membantu mencegah terjadinya kecelakaan serupa dan memastikan keamanan masyarakat dalam proses membuka lahan secara tradisional.

"Jangan takut melaporkan, justru saat membakar akan dibantu agar api tidak menjalar dan tidak membahayakan," pesannya kepada masyarakat.

(Yk/Hr)

Jumat, 18 Agustus 2023

Moeldoko dan Karolin Sepakat Gunakan Pupuk Organik Atasi Kelangkaan dan Mahalnya Pupuk

Moeldoko dan Karolin Sepakat Gunakan Pupuk Organik Atasi Kelangkaan dan Mahalnya Pupuk
Moeldoko dan Karolin Sepakat Gunakan Pupuk Organik Atasi Kelangkaan dan Mahalnya Pupuk. 

PONTIANAK - Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Moeldoko menyinggung soal kelangkaan dan kenaikan harga pupuk pada kegiatan pelantikan kepengurusan HKTI Provinsi Kalimantan Barat periode 2023-2028 yang bertempat di Hotel Mercure, Pontianak, Kalimantan Barat, jum'at (18/03/23).

Menjelaskan hal tersebut dikarenakan iklim suhu politik dunia yang sedikit panas sehingga turut mempengaruhi harga pupuk menjadi mahal, sementara kemampuan negara dalam memberikan pupuk subsidi pada para petani belum cukup merata.

"Untuk mengatasi hal ini petani diminta mencari alternatif. Karena sumber pertanian memang mesti terus berjalan sebab dari pundak petanilah kehidupan terus berjalan. Jika petani menyerah pasti akan menyulitkan semua pihak," ujar Moeldoko.

Moeldoko dan Karolin Sepakat Gunakan Pupuk Organik Atasi Kelangkaan dan Mahalnya Pupuk
Moeldoko dan Karolin Sepakat Gunakan Pupuk Organik Atasi Kelangkaan dan Mahalnya Pupuk. 

Ditempat yang sama Ketua HKTI Kabupaten Landak Karolin Margret Natasa sepakat dengan Ketua Umum HKTI Moeldoko bahwa persoalan kelangkaan dan naiknya harga pupuk mencari alternatif lain. Dalam upaya menyikapi hal tersebut, HKTI Kabupaten Landak telah memberikan pelatihan pembuatan pupuk organik pada para petani.

“Di lapangan saat ini memang kenyataan pupuk sulit didapat dan harganya mahal, namun produksi pertanian harus terus berjalan. Menyikapi hal tersebut, Kami HKTI Kabupaten Landak memberikan pelatihan bagi para petani cara membuat pupuk organik dari bahan yang ada disekitar dengan biaya murah," ungkap Karolin.

Karolin menjelaskan bahwa untuk efek pupuk buatan organik tidak bisa singkat, seperti pupuk dengan campuran bahan kimia yang dalam hitungan hari atau minggu sudah bisa kelihatan hasilnya.

Moeldoko dan Karolin Sepakat Gunakan Pupuk Organik Atasi Kelangkaan dan Mahalnya Pupuk
Moeldoko dan Karolin Sepakat Gunakan Pupuk Organik Atasi Kelangkaan dan Mahalnya Pupuk. 

"Dari sisi manfaat pupuk organik buatan ini juga tidak kalah dengan pupuk kimia. Saya berharap pelatihan tersebut bisa menjadi solusi petani dalam menyediakan pupuk bagi kebutuhan pertanian di Landak,” jelas Karolin.

Bupati Landak periode 2017-2022 Karolin Margret Natasa mengungkapkan bahwa sektor pertanian untuk penghasilan padi di 2022 merupakan paling tinggi se-Kalimantan Barat, begitu juga dengan produksi hortikultura tanaman sayuran, saat ini tengah ditingkatkan produksinya.

"Produksi padi di Kabupaten Landak bisa mencapai 50 ribu ton pertahun. Berbeda dengan lima tahun lalu, dimana hasil pertaniannya hanya lima ribu ton pertahun. Harapan Saya pada produksi sayur mayur itu juga paling tidak bisa mencukupi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Landak," ungkap Karolin.

Terkait soal kratom Karol menjelaskan produksi di Landak tidak terlalu banyak. Diketahui dia, kratom sendiri ada beberapa tipe. Jika kualitas kratom di Landak bisa menyamai kratom di Kapuas Hulu, iapun melihat ini menjadi sebuah peluang. Namun untuk menuju ke sana, pastinya perlu dilakukan penelitian terkait jenis kualitas kratom itu sendiri. (Dekky/Tino)

Senin, 14 Agustus 2023

Dinas Perikanan Kapuas Hulu Tingkatkan Kualitas Pengolahan Hasil Perikanan

Dinas Perikanan Kapuas Hulu Tingkatkan Kualitas Pengolahan Hasil Perikanan.
KAPUAS HULU - Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu, melalui Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan, Rudi Kurniawan, S.E., M.Si, bersama dengan staf koordinasi, telah melakukan pertemuan dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Barat untuk membahas mengenai Sertifikat Kelayakan Pengolah (SKP) pada Jumat lalu.

Acara tersebut turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting dalam industri perikanan, seperti Pembina Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan, Hermiwati, S.Pi., M.A.P, serta Penyusun Rencana Kelembagaan Pasar Hasil Perikanan, Nadiya Ningrum, S.Pi.

SKP merupakan bentuk pengakuan resmi terhadap penerapan standar mutu tertentu dalam proses pengolahan hasil perikanan. Tujuan utamanya adalah memberikan keyakinan kepada konsumen bahwa produk yang telah mendapatkan sertifikat ini telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan.

Dalam definisi tersebut, terdapat dua konsep kunci yang harus dipenuhi dalam suatu sertifikasi, yakni standar dan mutu.

Sertifikasi ini juga memiliki peran penting dalam mencegah produk dari risiko terkontaminasi oleh faktor-faktor biologis, kimia, maupun benda-benda lain yang dapat mengganggu dan membahayakan kesehatan manusia.

Selain itu, SKP juga memberikan manfaat signifikan bagi para pengusaha atau pengolah ikan. Sertifikat ini dapat membantu mereka dalam proses perolehan sertifikasi lain yang diperlukan untuk meningkatkan daya saing produk perikanan di pasar. 

Contohnya, sertifikat halal dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) serta sertifikat Makanan Dan Minuman (MD) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Rudi Kurniawan, selaku Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan, menyampaikan harapannya bahwa kelompok pengolah hasil perikanan yang telah menerima bantuan dapat dengan sukses memperoleh SKP. 

Ia percaya bahwa sertifikat ini akan memperlihatkan peningkatan signifikan dalam proses pengolahan dibandingkan sebelum menerima bantuan. 

Hal ini tidak hanya akan membantu para pelaku usaha perikanan dalam meningkatkan kualitas produk mereka, tetapi juga akan memajukan industri perikanan di Kabupaten Kapuas Hulu secara keseluruhan.

(Tim)