Berita BorneoTribun: Piper Rockelle Kontroversi hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Piper Rockelle Kontroversi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Piper Rockelle Kontroversi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Januari 2026

Baru 18 Tahun, Piper Rockelle Langsung Terjun ke Platform Dewasa dan Raup Rp 50 Miliar dalam Sehari

Baru 18 Tahun, Piper Rockelle Langsung Terjun ke Platform Dewasa dan Raup Rp 50 Miliar dalam Sehari

JAKARTA - Piper Rockelle, YouTuber yang dulu dikenal sebagai kreator cilik, kini resmi menginjak usia 18 tahun. Tepat setelah ulang tahunnya, langkah Piper langsung menyedot perhatian publik. Ia membuat akun di sebuah situs hiburan dewasa yang identik dengan konten berlangganan untuk orang dewasa. Keputusan ini pun memicu pro dan kontra di media sosial.

Hanya dalam hitungan jam setelah berulang tahun, Piper dilaporkan berhasil mengantongi pendapatan sekitar USD 3 juta atau setara Rp 50 miliar dalam 24 jam pertama. Kabar tersebut ia bagikan pada 1 Januari 2026 melalui akun X miliknya.

“Hari pertamaku. Selamanya bersyukur,” tulis Piper. Ia juga menambahkan bahwa dirinya tak pernah menyangka akan mendapat respons sebesar itu dan berterima kasih kepada para pendukungnya yang merasa telah mengubah hidupnya.

Perjalanan Piper di dunia digital sebenarnya sudah dimulai sejak lebih dari satu dekade lalu. Ibunya, Tiffany Smith, rutin mengunggah aktivitas sehari-hari Piper ke YouTube. Dari sanalah namanya melejit dan ia dikenal sebagai salah satu kidfluencer paling populer pada masanya.

Namun, sorotan publik semakin tajam ketika pada Februari 2025, saat Piper masih berusia 17 tahun, ia mulai sering muncul di Bop House. Ini adalah sebuah kolektif kreator yang dikenal karena keterkaitannya dengan platform konten dewasa berlangganan. Sejumlah foto dan kolaborasi Piper dengan para kreator dewasa pun beredar luas di internet.

Situasi tersebut memicu kritik dari warganet. Banyak yang mempertanyakan mengapa seorang remaja di bawah umur bisa berada di lingkungan yang dekat dengan industri hiburan dewasa. Kekhawatiran soal batasan usia dan peran orang tua pun ramai dibahas.

Menanggapi hal itu, Piper sempat memberikan pernyataan kepada Majalah People. Ia mengaku bersyukur mendapat kesempatan untuk berkolaborasi dengan kreator di Bop House. Beberapa bulan setelahnya, dalam wawancara dengan Rolling Stone, Piper menyebut pengalamannya di sana sebagai sesuatu yang positif. Ia bahkan mengatakan sedang menikmati masa terbaik dalam hidupnya.

Dua minggu sebelum genap berusia 18 tahun, Piper kembali membuat kejutan. Lewat TikTok, ia mengumumkan telah resmi bergabung dengan Bop House. Reaksi netizen pun kembali terbelah. Sebagian menyayangkan keputusan tersebut.

“Dia dibentuk oleh algoritma, lingkungannya, dan orang dewasa yang melihatnya sebagai produk. Di mana peran orang tuanya?” tulis seorang netizen. Ada pula yang menilai situasi ini menyeramkan karena banyak orang dianggap sudah menunggu Piper dewasa sejak lama.

Di sisi lain, tak sedikit yang membela Piper. Menurut mereka, keputusan tersebut adalah hak pribadi Piper sebagai orang dewasa. “Kejar saja kalau itu memang yang dia mau,” komentar seorang warganet. Ada juga yang menegaskan bahwa di usia 18 tahun, Piper sudah bisa menentukan jalan hidupnya sendiri.

Kisah Piper Rockelle ini kembali membuka diskusi luas soal batasan usia, etika industri konten digital, serta peran keluarga dalam mengelola karier anak yang tumbuh besar di bawah sorotan kamera. Sebagaimana dilansir dari Bored Panda, perdebatan ini tampaknya masih akan terus bergulir.