Berita BorneoTribun: Polisi Indonesia hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Polisi Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Polisi Indonesia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Maret 2026

Tahap Awal Seleksi Polri 2026 Diperketat, Ini Penegasan Polres Tanah Laut

Polres Tanah Laut memperketat verifikasi awal seleksi Polri 2026 untuk memastikan proses objektif, transparan, dan bebas pungutan sejak tahap administrasi. (Gambar ilustrasi)
Polres Tanah Laut memperketat verifikasi awal seleksi Polri 2026 untuk memastikan proses objektif, transparan, dan bebas pungutan sejak tahap administrasi. (Gambar ilustrasi)

Polres Tanah Laut bersama Polda Kalimantan Selatan memperketat tahapan awal seleksi penerimaan anggota Polri Tahun Anggaran 2026. Fokus utama berada pada verifikasi pendaftaran online serta pengecekan berkas administrasi peserta secara menyeluruh.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Satya Brata Polres Tanah Laut sejak Senin lalu dan menjadi langkah awal penting dalam memastikan seluruh peserta memenuhi persyaratan sebelum melangkah ke tahap berikutnya.

Kapolres Tanah Laut, Ricky Boy Siallagan, menegaskan bahwa proses verifikasi awal merupakan fondasi utama dalam menjaga kualitas seleksi sejak dini.

“Proses ini menjadi fondasi penting agar seluruh tahapan berikutnya berjalan sesuai prinsip yang telah ditetapkan,” ujarnya di Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Minggu.

Seleksi Dimulai Dari Administrasi yang Ketat

Tim Panitia Bantuan Penerimaan (Pabanrim) dari Bagian SDM Polres Tanah Laut melakukan pemeriksaan berkas secara detail terhadap seluruh peserta yang telah mendaftar melalui sistem online.

Tak hanya itu, panitia juga melakukan pengukuran tinggi dan berat badan sebagai bagian dari tahapan awal seleksi. Langkah ini bertujuan memastikan peserta sesuai dengan standar fisik yang telah ditentukan.

Dengan sistem ini, hanya peserta yang benar-benar memenuhi syarat yang bisa melanjutkan ke tahap seleksi berikutnya.

Jaminan Transparansi dan Tanpa Biaya

Kapolres menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan dengan prinsip BETAH, yaitu Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis.

“Kami memastikan seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara bersih, transparan, akuntabel, dan humanis,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa proses penerimaan anggota Polri tidak dipungut biaya apa pun. Peserta dan orang tua diminta untuk tidak mempercayai oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.

“Kami mengimbau agar tidak percaya pihak yang menjanjikan kelulusan,” tambahnya.

Polres Tanah Laut menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas proses seleksi melalui pengawasan ketat di setiap tahapan.

Langkah ini diharapkan mampu menghasilkan calon anggota Polri yang berkualitas, profesional, dan berintegritas tinggi.

FAQ

1. Apa saja yang diverifikasi pada tahap awal seleksi Polri 2026?
Verifikasi meliputi berkas administrasi, data pendaftaran online, serta pengukuran tinggi dan berat badan.

2. Apakah seleksi Polri 2026 dipungut biaya?
Tidak. Seluruh proses seleksi gratis tanpa pungutan biaya apa pun.

3. Siapa yang melakukan verifikasi peserta?
Tim Pabanrim dari Bagian SDM Polres Tanah Laut.

4. Apa tujuan verifikasi awal ini?
Untuk memastikan peserta memenuhi syarat sejak awal sehingga proses seleksi lebih objektif dan berkualitas.

5. Bagaimana menghindari penipuan dalam seleksi Polri?
Jangan percaya pihak yang menjanjikan kelulusan, karena seleksi dilakukan secara transparan dan tanpa biaya.

Selasa, 17 Maret 2026

Amankan Mudik Lebaran, Polres Kutim Dirikan 7 Posko Layanan Strategis

Polres Kutim mengaktifkan 7 posko pelayanan Lebaran 2026 untuk memantau arus mudik, menjaga keamanan warga, serta mengawasi jalur rawan kemacetan di Kutai Timur.
Polres Kutim mengaktifkan 7 posko pelayanan Lebaran 2026 untuk memantau arus mudik, menjaga keamanan warga, serta mengawasi jalur rawan kemacetan di Kutai Timur.

SANGATTA – Kepolisian Resor Kutai Timur (Polres Kutim), Kalimantan Timur, menyiapkan tujuh posko pelayanan di sejumlah titik strategis selama periode Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran arus mudik sekaligus menjaga keamanan masyarakat.

Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto mengatakan, posko tersebut disebar di berbagai lokasi yang dinilai menjadi pusat aktivitas masyarakat selama momen Lebaran.

“Tujuh posko ini tersebar di sejumlah lokasi, seperti posko terpadu di Simpang 3 Pendidikan Kecamatan Sangatta Utara, kemudian dua posko di Pantai Kenyamukan dan Pantai Teluk Lombok Sangkima di wilayah Sangatta Selatan,” kata Fauzan di Sangatta, Senin.

Selain itu, Polres Kutim juga menyiapkan empat pos pelayanan tambahan di jalur strategis yang sering dilalui pemudik.

Pos tersebut berada di Jalan Poros Sangatta–Bontang, tepatnya di wilayah Teluk Pandan, Simpang 3 Perdau Bengalon, Simpang 3 Jembatan Sangkulirang, serta Bundaran SP4 di Kecamatan Kombeng.

Menurut Fauzan, keberadaan posko tersebut tidak hanya untuk memantau arus lalu lintas, tetapi juga sebagai pusat pengawasan keamanan di sejumlah objek vital selama masa mudik dan arus balik Lebaran.

Pengamanan Malam Takbiran Hingga Salat Id

Polres Kutim juga telah memetakan pengamanan kegiatan keagamaan selama Hari Raya Idul Fitri. Pengamanan dilakukan mulai dari malam takbiran hingga pelaksanaan Salat Idul Fitri.

Tercatat ada 155 masjid dan 107 lapangan di seluruh wilayah Kutai Timur yang menjadi lokasi pelaksanaan Salat Id.

Petugas kepolisian akan melakukan pengamanan di berbagai titik tersebut untuk memastikan kegiatan ibadah berlangsung aman dan tertib.

Patroli Pangan Dan Keamanan Permukiman

Selain pengamanan kegiatan keagamaan, Polres Kutim juga meningkatkan patroli rutin di berbagai lokasi.

Salah satunya dengan menurunkan Satgas Pangan yang bertugas melakukan pengawasan terhadap distribusi bahan kebutuhan pokok di gudang-gudang penyimpanan.

“Satgas Pangan melakukan pemantauan dan patroli setiap hari untuk memastikan stok bahan pokok aman serta mencegah potensi penimbunan,” jelas Fauzan.

Patroli juga dilakukan di permukiman warga yang ditinggal mudik guna mencegah tindak kriminal, seperti pencurian rumah kosong.

Tak hanya itu, pengawasan juga difokuskan di sejumlah titik strategis seperti:

  • terminal

  • bandara

  • jalur mudik

  • jalur poros antar kecamatan

  • titik rawan kecelakaan lalu lintas

  • kawasan rawan bencana

Pengawasan Pusat Keramaian

Polres Kutim juga meningkatkan pengamanan di pusat aktivitas masyarakat.

Pengawasan dilakukan di berbagai tempat keramaian, seperti:

  • pusat perbelanjaan

  • pasar tradisional

  • mal dan supermarket

  • minimarket

  • tempat wisata

  • Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU)

Langkah ini dilakukan untuk memastikan aktivitas masyarakat selama libur Lebaran tetap aman dan kondusif.

Layanan Titip Kendaraan Gratis

Dalam upaya memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, Polres Kutim juga menyediakan layanan penitipan kendaraan gratis bagi warga yang hendak mudik.

Masyarakat dapat menitipkan kendaraan mereka di Polres, Polsek, maupun pos polisi terdekat.

Namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yakni membawa KTP dan STNK asli serta fotokopinya sebagai bukti kepemilikan kendaraan.

Pantauan Lalu Lintas Real Time Dengan CCTV Dan Drone

Untuk memperkuat pengawasan lalu lintas selama masa mudik, Polres Kutim juga menghadirkan mini command center yang ditempatkan di Mapolres Kutim dan Pos Pendidikan.

Sistem ini terintegrasi dengan jaringan CCTV milik Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kutai Timur, sehingga petugas dapat memantau kondisi lalu lintas secara real time.

Tak hanya itu, pengawasan juga akan dibantu dengan patroli udara menggunakan drone.

Drone tersebut akan digunakan untuk memantau sejumlah jalur rawan kemacetan, khususnya di kawasan Sangatta hingga Teluk Pandan.

Dengan berbagai langkah tersebut, Polres Kutim berharap masyarakat dapat menjalani mudik Lebaran dengan aman, nyaman, dan lancar.

Kamis, 12 Maret 2026

2.274 Personel Gabungan Amankan Idul Fitri 1447 H Dalam Operasi Ketupat Kapuas 2026

Polda Kalbar mengerahkan 2.274 personel gabungan dalam Operasi Ketupat Kapuas 2026 untuk mengamankan Idul Fitri 1447 H selama 13 hari di berbagai wilayah Kalimantan Barat.
Polda Kalbar mengerahkan 2.274 personel gabungan dalam Operasi Ketupat Kapuas 2026 untuk mengamankan Idul Fitri 1447 H selama 13 hari di berbagai wilayah Kalimantan Barat.

Pontianak – Kepolisian Daerah Kalimantan Barat melalui Kepolisian Daerah Kalimantan Barat mengerahkan sebanyak 2.274 personel gabungan untuk mengamankan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah melalui Operasi Ketupat Kapuas 2026.

Pengamanan tersebut dipimpin oleh Kapolda Kalbar, Pipit Rismanto, yang menyatakan bahwa operasi akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi ini melibatkan personel dari Polri serta berbagai instansi terkait guna memastikan keamanan masyarakat selama masa mudik dan libur Lebaran.

Menurut Pipit, total 2.274 personel yang diterjunkan terdiri dari 730 personel Polri dan 1.544 personel gabungan dari TNI serta instansi terkait lainnya.

“Sebanyak 2.274 personel dilibatkan dalam Operasi Ketupat Kapuas 2026 yang terdiri dari 730 personel Polri dan 1.544 personel dari TNI serta instansi terkait lainnya,” ujar Pipit di Pontianak, Rabu.

Fokus Pengamanan Arus Mudik Dan Balik Lebaran

Operasi ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang merayakan Idul Fitri, terutama dalam menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama arus mudik dan arus balik Lebaran.

Kapolda Kalbar menjelaskan bahwa momentum Idul Fitri tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga berdampak besar terhadap berbagai aktivitas masyarakat, termasuk meningkatnya pergerakan orang, aktivitas ekonomi, serta kepadatan transportasi di berbagai wilayah.

Untuk mendukung kelancaran pengamanan, Polda Kalbar akan mendirikan 59 pos pengamanan yang tersebar di sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Barat.

Pos tersebut terdiri dari:

  • 38 Pos Pengamanan

  • 15 Pos Pelayanan

  • 6 Pos Terpadu

Pos-pos ini ditempatkan di berbagai titik strategis, seperti rumah ibadah, terminal, pelabuhan, bandara, objek wisata, hingga pusat perbelanjaan yang diprediksi menjadi pusat aktivitas masyarakat selama libur Lebaran.

Mobilitas Masyarakat Diprediksi Meningkat

Pipit juga menyebutkan bahwa mobilitas masyarakat pada Idul Fitri tahun ini diperkirakan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini dipengaruhi oleh sejumlah momentum hari libur nasional yang berdekatan.

Selain arus mudik Lebaran, peningkatan aktivitas masyarakat juga dipicu oleh rangkaian perayaan keagamaan sebelumnya seperti Imlek dan Cap Go Meh, serta libur panjang nasional yang berdekatan dengan perayaan Nyepi.

Kondisi tersebut diprediksi akan memicu lonjakan pergerakan masyarakat, baik untuk perjalanan mudik, wisata, maupun aktivitas ekonomi lainnya.

Komitmen Pengamanan Lebaran

Melalui Operasi Ketupat Kapuas 2026, Polda Kalbar bersama Tentara Nasional Indonesia, kementerian, lembaga terkait, serta berbagai mitra kamtibmas berkomitmen memberikan pengamanan dan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Langkah ini diharapkan dapat memastikan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di Kalimantan Barat berlangsung aman, lancar, dan kondusif, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas masyarakat selama masa libur Lebaran.