Iklan Tutup X
Tampilkan postingan dengan label Polsek Nanga Taman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Polsek Nanga Taman. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Mei 2026

Motor Honda Blade Yang Sempat Dikira Hilang Usai Tabrakan Ditemukan Di Semak Nanga Taman

Honda Blade yang sempat dikira hilang usai kecelakaan di Nanga Taman, Sekadau, akhirnya ditemukan polisi di semak-semak dekat lokasi tabrakan.
Honda Blade yang sempat dikira hilang usai kecelakaan di Nanga Taman, Sekadau, akhirnya ditemukan polisi di semak-semak dekat lokasi tabrakan.

SEKADAU – Sebuah sepeda motor Honda Blade yang sempat diduga hilang setelah kecelakaan lalu lintas di Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, akhirnya ditemukan aparat kepolisian di semak-semak pinggir jalan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa malam, 5 Mei 2026 sekitar pukul 23.00 WIB di ruas jalan dekat SMAN 1 Nanga Taman.

Kasi Humas Polres Sekadau AKP Triyono menjelaskan, kecelakaan bermula saat sepeda motor Yamaha Mio yang dikendarai F melaju dari arah Rawak dan menabrak bagian belakang Honda Blade yang dikendarai S.

Benturan di jalan lurus tersebut membuat kedua pengendara terjatuh. Pengendara Honda Blade bahkan sempat kehilangan kesadaran beberapa saat setelah insiden terjadi.

“Pengendara hanya mengalami luka ringan berupa lecet di tangan dan kaki,” ujar AKP Triyono, Kamis (7/5/2026).

Setelah kondisi membaik, kedua pengendara mencoba memeriksa situasi di lokasi kejadian. Namun Honda Blade yang sebelumnya terlibat kecelakaan sudah tidak terlihat di sekitar jalan.

Kondisi malam hari dengan penerangan minim membuat kendaraan tersebut sempat diduga hilang. Kedua pengendara sempat melakukan pencarian mandiri, tetapi hasilnya nihil.

Keesokan harinya, pengendara Honda Blade bersama keluarga mendatangi Polsek Nanga Taman untuk melaporkan kejadian tersebut. Polisi kemudian memanggil pengendara Yamaha Mio dan melakukan pengecekan ulang ke lokasi kecelakaan.

Menurut AKP Triyono, kedua pengendara diketahui berasal dari Desa Lubuk Tajau, Kecamatan Nanga Taman, meski berbeda kampung.

Dalam proses pencarian bersama, polisi akhirnya menemukan Honda Blade sekitar 50 meter dari titik tabrakan. Motor tersebut berada di semak-semak pinggir jalan sehingga sulit terlihat dari badan jalan.

Saat ditemukan, kondisi motor mengalami sejumlah kerusakan seperti knalpot patah dan pedal bengkok. Posisi transmisi kendaraan juga masih berada di gigi empat.

Polisi menduga benturan dari belakang membuat motor tetap melaju tanpa kendali hingga keluar jalur dan masuk ke area semak dekat rumah warga.

Kasus tersebut akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan oleh kedua pihak tanpa proses hukum lanjutan.

AKP Triyono juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara pada malam hari, terutama di jalan dengan penerangan terbatas.

“Jaga jarak aman dan kurangi kecepatan untuk menghindari kecelakaan lalu lintas,” kata AKP Triyono.

FAQ

Bagaimana kronologi kecelakaan di Nanga Taman?

Kecelakaan terjadi ketika Yamaha Mio menabrak bagian belakang Honda Blade di jalan dekat SMAN 1 Nanga Taman pada malam hari.

Mengapa Honda Blade sempat dikira hilang?

Motor tidak terlihat setelah kecelakaan karena masuk ke semak-semak sekitar 50 meter dari lokasi tabrakan.

Di mana motor ditemukan?

Honda Blade ditemukan polisi di semak pinggir jalan dekat rumah warga, tidak jauh dari lokasi kecelakaan.

Apakah ada korban serius dalam kecelakaan tersebut?

Tidak ada korban serius. Kedua pengendara hanya mengalami luka ringan pada tangan dan kaki.

Bagaimana penyelesaian kasus kecelakaan ini?

Kedua pengendara sepakat menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.

Minggu, 19 April 2026

Investigasi Kecelakaan Helikopter PK-CFX Di Sekadau Kalbar

Polri mengawal olah TKP dan investigasi kecelakaan helikopter PK-CFX di Nanga Taman, Sekadau, bersama KNKT dan tim gabungan untuk mengungkap penyebab kejadian.
Polri mengawal olah TKP dan investigasi kecelakaan helikopter PK-CFX di Nanga Taman, Sekadau, bersama KNKT dan tim gabungan untuk mengungkap penyebab kejadian.

SEKADAU — Aparat kepolisian dari Polsek Nanga Taman, Polres Sekadau, Polda Kalimantan Barat, terus melakukan pengamanan dan pendampingan dalam proses olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan helikopter Airbus Helicopter H-130 dengan nomor registrasi PK-CFX di Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab kecelakaan secara faktual dan akurat.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan olah TKP telah berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu hingga Minggu, 18–19 April 2026.

Investigasi Kecelakaan Helikopter PK-CFX Di Sekadau Kalbar
Polri mengawal olah TKP dan investigasi kecelakaan helikopter PK-CFX di Nanga Taman, Sekadau, bersama KNKT dan tim gabungan untuk mengungkap penyebab kejadian.

Kegiatan tersebut melibatkan tim gabungan yang terdiri dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Basarnas, TNI, kru dari PT Matthew Air, serta dukungan masyarakat setempat.

“Pada hari pertama, Sabtu (18/4), tim gabungan melakukan olah TKP awal dengan fokus pada pengecekan posisi helikopter, pemeriksaan barang dan dokumen penerbangan, serta penelusuran barang milik korban yang masih tertinggal di sekitar lokasi kejadian,” ujar AKP Triyono.

Investigasi Kecelakaan Helikopter PK-CFX Di Sekadau Kalbar
Polri mengawal olah TKP dan investigasi kecelakaan helikopter PK-CFX di Nanga Taman, Sekadau, bersama KNKT dan tim gabungan untuk mengungkap penyebab kejadian.

Selain itu, tim juga melakukan identifikasi kondisi akhir pesawat dan penyebaran puing di lokasi kecelakaan. Data tersebut menjadi bahan penting dalam proses investigasi lanjutan.

Beberapa barang yang berhasil diamankan pada tahap awal antara lain dokumen penerbangan serta barang pribadi milik korban seperti tas dan perlengkapan lainnya.

Komponen Penting Helikopter Diamankan

Memasuki hari kedua pada Minggu (19/4), tim KNKT bersama tim gabungan melanjutkan investigasi dengan melakukan dokumentasi lebih rinci dan pengumpulan data lapangan.

Sejumlah komponen vital helikopter turut diamankan guna kepentingan analisis teknis lebih lanjut.

Komponen yang diamankan meliputi:

  • Instrumen kokpit seperti altimeter

  • Airspeed indicator

  • Indikator mesin

  • Kamera kokpit

  • DECU (Digital Engine Control Unit)

  • FADEC (Full Authority Digital Engine Control)

Komponen-komponen tersebut merupakan sistem penting yang berperan dalam pengendalian performa mesin helikopter.

Analisis terhadap perangkat ini diharapkan dapat membantu tim investigasi mengidentifikasi faktor teknis yang mungkin menjadi penyebab kecelakaan.

Investigasi Kecelakaan Helikopter PK-CFX Di Sekadau Kalbar
Polri mengawal olah TKP dan investigasi kecelakaan helikopter PK-CFX di Nanga Taman, Sekadau, bersama KNKT dan tim gabungan untuk mengungkap penyebab kejadian.

Selama proses investigasi berlangsung, personel Polri dipimpin oleh Kapolsek Nanga Taman IPDA Bari Candramedi bertugas menjaga keamanan lokasi serta memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur.

Menurut AKP Triyono, pengamanan lokasi menjadi prioritas utama agar investigasi dapat berjalan tanpa gangguan.

“Polri melalui Polsek Nanga Taman fokus pada pengamanan lokasi dan pendampingan terhadap tim investigasi KNKT agar seluruh proses pemeriksaan di lapangan berjalan sesuai prosedur,” jelasnya.

Kehadiran aparat juga membantu menjaga barang bukti agar tetap aman hingga proses analisis selesai.

Proses investigasi masih akan berlanjut pada Senin (20/4) dengan agenda pergeseran mesin helikopter dari lokasi kejadian.

Langkah ini merupakan bagian dari tahapan lanjutan investigasi untuk mendukung pemeriksaan teknis secara lebih mendalam.

“Olah TKP dan investigasi ini bertujuan untuk mengetahui kronologi kejadian secara faktual serta mengidentifikasi penyebab kecelakaan dari berbagai aspek teknis maupun nonteknis,” ujar AKP Triyono.

Ia menambahkan bahwa hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan rekomendasi keselamatan penerbangan.

Rekomendasi tersebut diharapkan mampu mencegah kejadian serupa terjadi di masa mendatang.

Investigasi Kecelakaan Helikopter PK-CFX Di Sekadau Kalbar
Polri mengawal olah TKP dan investigasi kecelakaan helikopter PK-CFX di Nanga Taman, Sekadau, bersama KNKT dan tim gabungan untuk mengungkap penyebab kejadian.

Sumber Informasi:

Keterangan resmi dari Kasi Humas Polres Sekadau AKP Triyono.

Proses Verifikasi:
Informasi diperoleh dari kegiatan resmi olah TKP dan investigasi yang melibatkan KNKT dan instansi terkait.

Nilai Kepercayaan:
Data bersumber dari otoritas kepolisian dan lembaga investigasi transportasi nasional.

FAQ

Apa jenis helikopter yang mengalami kecelakaan di Nanga Taman?

Helikopter yang mengalami kecelakaan adalah Airbus Helicopter H-130 tipe H-130T2 dengan nomor registrasi PK-CFX.

Siapa saja yang terlibat dalam proses investigasi?

Tim investigasi melibatkan KNKT, Polri, Basarnas, TNI, kru PT Matthew Air, serta masyarakat setempat.

Apa saja komponen penting yang diamankan dari helikopter?

Beberapa komponen penting yang diamankan meliputi altimeter, airspeed indicator, indikator mesin, kamera kokpit, DECU, dan FADEC.

Apa tujuan utama olah TKP dan investigasi ini?

Tujuannya untuk mengetahui kronologi kejadian, mengidentifikasi penyebab kecelakaan, serta menyusun rekomendasi keselamatan penerbangan.

Apakah investigasi masih berlangsung?

Ya, investigasi masih berlanjut dengan agenda pemindahan mesin helikopter untuk analisis lanjutan.

Kamis, 11 September 2025

Penjual Sayur Keliling di Sekadau Ditemukan Tewas Tenggelam di Sungai Nanga Taman

SEKADAU - Seorang penjual sayur keliling bernama Sutiya Ningsih (45), warga Dusun Kampung Padang, Desa Nanga Mentukak, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di Sungai Sekadau pada Kamis (11/9/2025). Korban yang sehari-hari berprofesi sebagai petani sekaligus pedagang sayur keliling itu diduga jatuh ke sungai setelah mengalami kejang karena riwayat penyakit epilepsi yang dideritanya.

Kapolres Sekadau AKBP Donny Molino Manoppo melalui Kasi Humas IPTU Triyono menjelaskan, laporan pertama masuk ke Polsek Nanga Taman sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, keluarga merasa curiga karena korban tidak terlihat sejak pagi. Pencarian dimulai dari lokasi yang biasa didatangi korban seperti pasar dan kebun, namun hasilnya nihil. "Hanya sandal korban yang ditemukan di tangga menuju sungai. Dari situlah pencarian difokuskan di sekitar aliran air," kata IPTU Triyono.

Petugas Polsek Nanga Taman bersama warga mengevakuasi korban tenggelam di Sungai Sekadau
Petugas Polsek Nanga Taman bersama warga mengevakuasi korban tenggelam di Sungai Sekadau.

Warga bersama keluarga langsung bergerak melakukan penyelaman seadanya. Upaya mereka membuahkan hasil ketika sekitar pukul 11.30 WIB, korban berhasil ditemukan sudah tidak bernyawa. "Berdasarkan keterangan keluarga, korban memang punya riwayat epilepsi. Dugaan sementara, serangan kambuh saat berada di tepi sungai hingga akhirnya terjatuh," lanjutnya.

Setibanya di lokasi, personel Polsek Nanga Taman membantu proses evakuasi dan melakukan olah TKP. Identitas korban, saksi, serta kondisi sekitar dicatat untuk kepentingan laporan. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga. "Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah. Kami dari pihak kepolisian turut berbelasungkawa. Semoga almarhumah diterima di sisi Tuhan dan keluarga diberi kekuatan," tutur IPTU Triyono. Ia juga mengingatkan warga agar lebih waspada saat beraktivitas di dekat sungai, terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit tertentu.

Peristiwa ini menambah daftar insiden tenggelam di wilayah Sekadau, yang sebagian besar dipicu faktor kesehatan maupun aktivitas warga di sekitar sungai. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, termasuk selalu membawa obat bila memiliki penyakit bawaan. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian menyatakan kasus ditutup karena keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian ini sebagai takdir.