Berita BorneoTribun: Prajurit Awan hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Prajurit Awan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prajurit Awan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Agustus 2025

Tersembunyi di Hutan Peru, Ilmuwan Temukan Citadel Kuno Prajurit Awan

Foto udara situs citadel kuno Chachapoya di hutan Amazonas, Peru, hasil pemindaian LiDAR
Foto udara situs citadel kuno Chachapoya di hutan Amazonas, Peru, hasil pemindaian LiDAR.

Amazonas, Peru – Tim peneliti internasional menemukan kompleks arkeologi raksasa berisi lebih dari 200 bangunan prasejarah dan dua artefak ritual langka di tengah hutan lebat wilayah Amazonas, Peru. 

Penemuan ini diyakini sebagai sisa-sisa citadel milik peradaban kuno Chachapoya, atau “prajurit awan”, yang pernah berjaya antara abad ke-3 hingga ke-15 Masehi. 

Penelitian berlangsung awal 2025 menggunakan teknologi LiDAR dan drone, yang memungkinkan para arkeolog menembus kanopi hutan rapat yang selama puluhan tahun menyembunyikan situs tersebut.

Foto udara situs citadel kuno Chachapoya di hutan Amazonas, Peru, hasil pemindaian LiDAR
Foto udara situs citadel kuno Chachapoya di hutan Amazonas, Peru, hasil pemindaian LiDAR.

Menurut laporan resmi tim riset, pemindaian udara mengungkap jaringan rumit bangunan berbentuk bundar dan area ritual. 

Temuan paling mencolok adalah dua kepala ritual yang ditemukan di ceruk dinding kota yang telah runtuh. 

Para ahli menduga kepala ini dulunya menghiasi senjata upacara seperti gada, dan penempatannya memiliki makna spiritual atau simbolis. 

“Bentuk dan ukirannya memperlihatkan pengaruh kuat budaya ChavĂ­n, yang berkembang jauh sebelum era Chachapoya,” ungkap Dr. Luis Paredes, arkeolog Universitas Nasional Trujillo.

Foto udara situs citadel kuno Chachapoya di hutan Amazonas, Peru, hasil pemindaian LiDAR
Foto udara situs citadel kuno Chachapoya di hutan Amazonas, Peru, hasil pemindaian LiDAR.

Chachapoya dikenal melalui benteng batu megah Kuelap dan makam tebing yang menakjubkan. 

Selama ini, informasi tentang mereka lebih banyak berasal dari catatan sejarah Inka dan penjelajah Spanyol. 

Penemuan terbaru ini memberikan bukti arkeologis langsung yang bisa mengubah pandangan para ahli tentang struktur sosial dan budaya mereka. 

“Artefak ini menunjukkan bahwa Chachapoya tidak hanya mahir membangun pertahanan, tetapi juga memiliki tradisi ritual yang kompleks dan kaya simbol,” tambah Paredes.

Tersembunyi di Hutan Peru, Ilmuwan Temukan Citadel Kuno Prajurit Awan
Foto udara situs citadel kuno Chachapoya di hutan Amazonas, Peru, hasil pemindaian LiDAR.

Otoritas Kebudayaan Peru telah menetapkan situs ini sebagai zona lindung sementara sambil menunggu penggalian lanjutan. 

Peneliti berencana memulai studi mendalam untuk memetakan seluruh area dan mengkaji kemungkinan adanya hubungan dagang atau budaya antara Chachapoya dan peradaban lain di Andes. 

Temuan ini berpotensi menambah daftar warisan dunia UNESCO sekaligus menjadi destinasi wisata arkeologi baru yang membuka tabir “prajurit awan” yang selama ini misterius.