Berita BorneoTribun: Presiden Prabowo Subianto hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Presiden Prabowo Subianto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Presiden Prabowo Subianto. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Maret 2026

Kapolri Tegaskan Pengusutan Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Harus Tuntas

Kapolri Listyo Sigit perintahkan pengusutan tuntas kasus penyiraman air keras Andrie Yunus. Polri masih periksa CCTV & alat bukti lain.
Kapolri Listyo Sigit perintahkan pengusutan tuntas kasus penyiraman air keras Andrie Yunus. Polri masih periksa CCTV & alat bukti lain.

Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, harus diusut tuntas. Perintah ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Kemarin bapak presiden sudah jelas memerintahkan kita harus mengusut tuntas, tentunya saat ini Polri sedang bekerja,” ujar Jenderal Sigit pada Rabu (18/3/26).

Menurut Jenderal Sigit, Polda Metro Jaya tengah bekerja keras untuk menuntaskan kasus ini. Tim kepolisian telah memeriksa 86 rekaman CCTV, menggali sumber informasi, serta menelaah alat bukti lain yang terkait.

“Semua kita satukan untuk betul-betul bisa membuat kasus ini menjadi terungkap, ataupun paling tidak menjadi terang benderang. Saya kira saat ini seluruh anggota kami sedang bekerja dan mohon doanya untuk hasilnya bisa segera didapat,” tambah Kapolri.

Kasus ini kini ditangani oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Pusat. Sementara korban, Andrie Yunus, masih mendapatkan perawatan medis di RSCM.

Pihak kepolisian meminta masyarakat tetap tenang dan mempercayakan proses hukum pada aparat yang berwenang. Pengusutan kasus ini diharapkan dapat menjadi bukti komitmen Polri dalam menegakkan hukum dan melindungi aktivis yang berjuang di bidang HAM.

FAQ

1. Apa yang terjadi pada Andrie Yunus?
Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras yang kini tengah ditangani secara medis di RSCM.

2. Siapa yang memerintahkan pengusutan kasus ini?
Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Kapolri untuk mengusut kasus ini secara tuntas.

3. Siapa yang menangani kasus ini?
Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Pusat.

4. Apa langkah kepolisian saat ini?
Memeriksa CCTV, mengumpulkan alat bukti, dan mendalami sumber informasi untuk mengungkap pelaku.

Jumat, 10 Oktober 2025

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Capai Swasembada Pangan Nasional

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Capai Swasembada Pangan Nasional
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan program hilirisasi pertanian di Istana Merdeka Jakarta

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mewujudkan target swasembada pangan nasional, khususnya beras. Arahan ini disampaikan langsung oleh Kepala Negara dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 9 Oktober 2025.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya kemandirian pangan bagi ketahanan nasional. Pemerintah disebut terus berupaya memastikan produksi beras nasional mencukupi kebutuhan dalam negeri tanpa harus bergantung pada impor.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa target swasembada pangan sudah di depan mata. Ia optimistis Indonesia tidak akan melakukan impor beras lagi dalam waktu dekat.

“Alhamdulillah hari ini mudah-mudahan tidak ada arah melintang. Dua bulan ke depan, kurang lebih tiga bulan, insyaallah Indonesia tidak impor lagi. Tapi mudah-mudahan tidak ada iklim ekstrem,” ujar Amran kepada awak media usai pertemuan.

Menurut Amran, keyakinan itu didukung oleh peningkatan signifikan dalam produksi beras nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras hingga November 2025 mencapai 33,1 juta ton dan diperkirakan naik menjadi 34 juta ton di akhir tahun. Angka ini meningkat sekitar 4 juta ton dibanding tahun sebelumnya.

“Ini menarik, karena menurut FAO, kenaikan produksi kita menempati urutan nomor dua terbesar di dunia setelah Brasil. Ini capaian luar biasa,” tambah Amran.

Selain fokus pada peningkatan produksi, Presiden Prabowo juga memberi perhatian khusus terhadap kesejahteraan petani. Pemerintah mencatat adanya perbaikan indikator ekonomi di sektor pertanian.

Amran menjelaskan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) saat ini berada di angka 124,36, melampaui target pemerintah sebesar 110. Sementara itu, harga beras mengalami deflasi sebesar 0,13 persen pada September 2025, yang merupakan pertama kalinya dalam lima tahun terakhir.

Kinerja positif tersebut menjadi dasar kuat bagi pemerintah untuk terus memperkuat sektor pertanian. Setelah produksi beras menunjukkan peningkatan signifikan, langkah selanjutnya adalah memperluas keberhasilan serupa ke komoditas strategis lainnya.

“Inilah mimpi besar kita di sektor pertanian. Setelah pangan kita amankan, insyaallah tahun ini aman, kemudian kita bergerak ke perkebunan dan hortikultura, lalu terakhir ke peternakan. Semua akan kita selesaikan satu per satu,” ujar Amran.

Dengan capaian ini, pemerintah optimistis Indonesia bisa mencapai swasembada pangan secara menyeluruh. Upaya ini tidak hanya untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh wilayah Indonesia.