Berita BorneoTribun: Proyek Jalan hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Proyek Jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Proyek Jalan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 April 2026

Proyek Jalan 23,17 Km Di Kukar Bikin Perjalanan Anggana–Muara Badak Lebih Cepat

Pembangunan jalan tembus Anggana–Muara Badak sepanjang 23,17 km di Kukar memangkas waktu tempuh dari 2 jam jadi 30 menit dan mempercepat aktivitas ekonomi warga.
Pembangunan jalan tembus Anggana–Muara Badak sepanjang 23,17 km di Kukar memangkas waktu tempuh dari 2 jam jadi 30 menit dan mempercepat aktivitas ekonomi warga.

Kutai Kartanegara — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, terus menggenjot pembangunan jalan baru sepanjang 23,17 kilometer yang menghubungkan Kecamatan Anggana dan Kecamatan Muara Badak. Proyek ini digadang-gadang bakal memangkas waktu tempuh secara drastis dan mempercepat aktivitas masyarakat.

Selama ini, warga dari Anggana menuju Muara Badak—atau sebaliknya—harus memutar melalui Kota Samarinda. Rute tersebut membuat perjalanan memakan waktu sekitar dua jam menggunakan kendaraan roda empat.

Kini, dengan hadirnya jalan tembus tersebut, waktu perjalanan diperkirakan hanya sekitar 30 menit. Efisiensi waktu ini dinilai bakal membawa dampak besar terhadap mobilitas warga dan distribusi barang.

Dorong Konektivitas Dan Perputaran Ekonomi

Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Rendi Solihin, mengatakan pembangunan jalan ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk meningkatkan konektivitas antar-kecamatan.

"Hingga kini pembangunan jalan tembus Anggana–Muara Badak terus dikerjakan kontraktor, sebagai upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan konektivitas antar-kecamatan, mendukung percepatan perputaran ekonomi, kesehatan, pendidikan, sosial dan budaya," ujar Rendi Solihin di Tenggarong, Senin.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan bukan sekadar membuka akses baru, tapi juga mempercepat pergerakan masyarakat dan barang yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah.

Sudah Dikerjakan Sejak 2022, Terus Dilanjutkan Hingga 2026

Proyek jalan ini mulai dikerjakan sejak tahun 2022 sebagai bagian dari proyek strategis pemerintah daerah.

Hingga tahun 2025, dari total panjang 23,17 km, sebanyak 18,24 km jalan telah terealisasi dengan kondisi baik. Proyek tersebut telah menyerap anggaran sekitar Rp154 miliar.

Sementara pada tahun 2026, proyek ini kembali mendapat tambahan bantuan keuangan sebesar Rp9,5 miliar untuk melanjutkan pekerjaan yang tersisa.

Saat melakukan peninjauan di Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana pada awal April lalu, Rendi menegaskan bahwa proyek ini menjadi salah satu prioritas dalam Program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik, yang fokus pada penguatan infrastruktur dan pelayanan publik.

Permudah Akses Ke Rumah Sakit Dan Distribusi Pangan

Selain mempercepat mobilitas warga, pembangunan jalan ini juga mendukung akses menuju rumah sakit baru di Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak.

Manfaat lainnya terasa langsung bagi sektor ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha lokal di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan.

"Manfaat jalan sepanjang 23,17 km ini tentu sangat banyak seperti memudahkan angkutan hasil pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan yang tersebar di dua kecamatan ini," kata Rendi.

Dengan waktu tempuh yang lebih singkat, biaya distribusi barang diperkirakan bisa ditekan. Dampaknya, harga bahan pangan berpotensi menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat.

Dampak Besar Bagi Warga Dan Perekonomian Lokal

Keberadaan jalan tembus ini dinilai bakal membawa perubahan signifikan dalam kehidupan masyarakat setempat.

Selain meningkatkan mobilitas harian warga, proyek ini juga membuka peluang ekonomi baru, seperti pertumbuhan usaha kecil, pengembangan sektor pariwisata lokal, hingga peningkatan akses pendidikan.

Pemerintah daerah berharap proyek ini bisa selesai sesuai target sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan secara maksimal oleh masyarakat di Kecamatan Anggana dan Muara Badak.

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Berapa panjang jalan tembus Anggana–Muara Badak?
Panjang jalan tersebut mencapai 23,17 kilometer.

2. Berapa waktu tempuh sebelum dan sesudah jalan dibangun?
Sebelumnya sekitar 2 jam, dan setelah selesai diperkirakan hanya 30 menit.

3. Kapan proyek jalan ini mulai dibangun?
Pembangunan dimulai sejak tahun 2022.

4. Berapa anggaran yang sudah digunakan untuk proyek ini?
Hingga 2025, proyek telah menyerap dana sekitar Rp154 miliar, ditambah Rp9,5 miliar pada 2026.

5. Apa manfaat utama jalan ini bagi masyarakat?
Mempercepat mobilitas warga, menurunkan biaya distribusi barang, serta meningkatkan akses layanan kesehatan dan ekonomi.

Selasa, 24 Maret 2026

Proyek Jembatan Cusa Direvisi, Pemkot Banjarmasin Fokus Sempurnakan Oprit

Pemkot Banjarmasin ubah desain Jembatan Cusa untuk menyempurnakan oprit. Proyek ditargetkan aman dan segera bisa digunakan masyarakat.
Pemkot Banjarmasin ubah desain Jembatan Cusa untuk menyempurnakan oprit. Proyek ditargetkan aman dan segera bisa digunakan masyarakat. (Gambar ilustrasi)

Jembatan Cusa Banjarmasin Direvisi, Belum Bisa Dipakai Karena Oprit

BANJARMASIN -- Pemkot Banjarmasin lagi ngebut nyelesaiin proyek Jembatan Cemara Ujung dan Sungai Andai alias Cusa di Banjarmasin Utara. Tapi nih, meskipun bagian utama jembatan sebenarnya udah selesai sejak akhir 2025, ternyata masih ada PR besar yang bikin jembatan ini belum bisa dipakai masyarakat.

Masalahnya ada di bagian oprit atau jalan pendekat jembatan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah, bilang kalau pihaknya sekarang lagi nyiapin perubahan desain buat nyempurnain pembangunan di bagian tersebut.

Kenapa Harus Diubah Desainnya?

Menurut Suri, perubahan desain ini bukan tanpa alasan. Ada penyesuaian konstruksi yang harus dilakukan, terutama di bagian sisi sungai.

Langkah ini juga merupakan tindak lanjut dari audit ketaatan yang dilakukan Inspektorat Kota Banjarmasin, berdasarkan surat dari Kejaksaan Negeri Banjarmasin.

Jadi, bukan sekadar revisi biasa, tapi memang harus sesuai aturan teknis dan hukum.

“Perubahan desain ini perlu dilakukan agar konstruksi jembatan benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan,” jelas Suri.

Libatkan Ahli dan Kajian Teknis Mendalam

Dalam prosesnya, Dinas PUPR juga nggak main-main. Mereka melibatkan tenaga ahli buat memastikan semuanya aman.

Sebelumnya, kajian geoteknik sudah dilakukan oleh akademisi dari Universitas Lambung Mangkurat. Tapi sesuai rekomendasi laporan Inspektorat, review desain harus dilakukan lagi oleh perencana awal proyek.

Nggak cuma itu, kajian tambahan juga mencakup:

  • Analisis hidrolika sungai

  • Analisis hidrologi

  • Potensi gerusan di sisi sungai

Tujuannya jelas: biar jembatan kuat, aman, dan tahan lama.

Nilai Proyek dan Tahapan Pembangunan

Proyek Jembatan Cusa ini dikerjakan dalam dua tahap:

  • Tahun 2024: sekitar Rp21 miliar

  • Tahun 2025: sekitar Rp3,2 miliar

Total anggaran ini difokuskan buat membangun jembatan sepanjang 260 meter, dengan bentang utama mencapai 80 meter.

Konsep yang diusung juga cukup menarik, yaitu jembatan gantung modern.

Penting Banget Buat Atasi Kemacetan

Keberadaan Jembatan Cusa ini sebenarnya krusial banget, terutama buat warga Sungai Andai.

Bayangin aja, ada sekitar 30 ribu penduduk di kawasan itu, tapi akses penghubung ke kota cuma lewat satu jembatan.

Nggak heran kalau macet sering terjadi.

Makanya, kehadiran jembatan kedua ini diharapkan bisa jadi solusi buat mengurai kemacetan yang selama ini jadi keluhan warga.

Harapan Pemkot Banjarmasin

Dengan adanya perubahan desain dan kajian teknis yang lebih matang, Pemkot berharap proyek ini bisa selesai dengan optimal.

Nggak cuma cepat selesai, tapi juga aman dipakai dalam jangka panjang.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Ditanyakan)

1. Kenapa Jembatan Cusa belum bisa digunakan?
Karena bagian oprit atau jalan pendekat belum selesai dan masih perlu penyesuaian desain.

2. Apa itu oprit jembatan?
Oprit adalah jalan penghubung antara jembatan dengan jalan utama di darat.

3. Kapan Jembatan Cusa selesai?
Belum ada tanggal pasti, karena masih dalam proses perubahan desain dan kajian teknis.

4. Berapa total anggaran proyek ini?
Sekitar Rp24,2 miliar dari dua tahap pembangunan.

5. Apa manfaat utama jembatan ini?
Untuk mengurangi kemacetan di kawasan Sungai Andai dan memperlancar akses warga ke pusat kota.

Kamis, 05 Maret 2026

Jalan Poros Ekonomi Kuala Dua Mekar Sari Kubu Raya Dikebut Tuntas Sebelum Lebaran Warga Sungai Raya Sambut Harapan Baru

Proyek Jalan Kuala Dua Mekar Sari Dikebut Pemkab Kubu Raya Target Selesai Sebelum Lebaran Mobilitas Warga Makin Lancar
Pemkab Kubu Raya memastikan proyek peningkatan jalan poros ekonomi Kuala Dua–Mekar Sari selesai sebelum Lebaran. Pengaspalan dimulai dan penataan kawasan Pasar Senggol ikut dilakukan.

Proyek Jalan Kuala Dua Mekar Sari Dikebut Pemkab Kubu Raya Target Selesai Sebelum Lebaran Mobilitas Warga Makin Lancar

KUBU RAYA -- Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, memastikan peningkatan kualitas jalan poros ekonomi yang menghubungkan Desa Kuala Dua dan Desa Mekar Sari di Kecamatan Sungai Raya akan rampung sebelum Lebaran tahun ini. Proyek strategis tersebut saat ini telah memasuki tahap akhir pengaspalan setelah proses pengerjaan lapisan fondasi agregat (LPA) selesai dilakukan.

Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mengatakan dirinya telah turun langsung meninjau kondisi jalan guna memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana. Dari hasil pemantauan tersebut, ia memastikan bahwa struktur dasar jalan sudah padat dan siap memasuki tahap pengaspalan.

Menurutnya, pekerjaan pengaspalan dijadwalkan dimulai pada malam hari agar proses pengerjaan dapat berlangsung lebih cepat dan tidak terlalu mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar kawasan tersebut.

“Lapisan fondasi agregat sudah selesai dan kondisinya sudah cukup padat. Pengaspalan dijadwalkan mulai malam ini dan kami menargetkan seluruh pekerjaan bisa selesai dalam waktu sekitar satu minggu,” ujarnya saat berada di Sungai Raya.

Jika seluruh tahapan berjalan lancar, pemerintah daerah menargetkan ruas jalan poros ekonomi Kuala Dua–Mekar Sari sudah dapat digunakan secara maksimal oleh masyarakat pada hari ke-20 bulan Ramadhan. Dengan kondisi jalan yang lebih mulus dan lebar, mobilitas warga diharapkan menjadi jauh lebih lancar menjelang arus mudik Lebaran.

Dorong Mobilitas dan Aktivitas Ekonomi

Perbaikan jalan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kenyamanan berkendara, tetapi juga memperkuat konektivitas ekonomi di kawasan Sungai Raya. Jalan Kuala Dua–Mekar Sari dikenal sebagai jalur penting yang mendukung distribusi barang dan aktivitas perdagangan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga menargetkan percepatan penyelesaian proyek agar aktivitas ekonomi warga tidak terganggu terlalu lama. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, distribusi logistik, hasil pertanian, hingga kegiatan perdagangan lokal diperkirakan akan meningkat.

Selain memperbaiki badan jalan, pemerintah daerah juga melakukan penataan kawasan di sepanjang jalur tersebut. Fokus utama penataan berada di area Pasar Senggol dan simpang WBA yang selama ini dikenal padat dan sering menjadi titik kemacetan.

Penataan Kawasan Pasar Senggol

Dalam upaya menciptakan kawasan yang lebih tertata dan nyaman, pemerintah daerah akan membagikan banner khusus untuk resplang kios para pedagang di sepanjang Pasar Senggol hingga simpang WBA. Langkah ini diharapkan dapat memperbaiki tampilan kawasan sehingga terlihat lebih rapi dan terorganisir.

Menurut Sujiwo, perubahan signifikan juga terlihat pada kondisi tikungan di kawasan Pasar Senggol yang sebelumnya sempit dan sering menghambat arus kendaraan.

“Dulu tikungan ini lebarnya sekitar tiga meter saja. Sekarang setelah dilakukan penataan, lebarnya sudah mencapai delapan hingga sembilan meter. Ini perubahan yang sangat besar bagi kelancaran lalu lintas,” jelasnya.

Ajak Pedagang Ikut Menjaga Ketertiban

Meski pembangunan dan penataan kawasan terus dilakukan, pemerintah daerah juga mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi menjaga ketertiban lingkungan. Para pedagang diminta merapikan kios yang masih menjorok ke badan jalan agar tidak mengganggu arus kendaraan.

Dengan kondisi jalan yang semakin baik, Sujiwo berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga keteraturan kawasan juga semakin meningkat.

Ia bahkan menyatakan komitmennya untuk membantu mempercantik kawasan pasar dengan menanggung biaya pengecatan kios para pedagang agar tampil lebih seragam dan menarik.

“Nanti biaya catnya saya tanggung. Semua kios akan dicat supaya kawasan ini terlihat lebih rapi dan indah,” katanya.

Dampak bagi Perekonomian Daerah

Pembangunan jalan poros ekonomi Kuala Dua–Mekar Sari diharapkan memberikan dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kecamatan Sungai Raya dan wilayah sekitarnya.

Dengan infrastruktur jalan yang lebih baik, konektivitas antarwilayah akan meningkat sehingga mempercepat arus distribusi barang dan jasa. Kondisi tersebut juga berpotensi membuka peluang usaha baru serta meningkatkan aktivitas perdagangan lokal.

Perbaikan jalan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat di Kabupaten Kubu Raya.

FAQ

1. Kapan jalan Kuala Dua–Mekar Sari selesai diperbaiki?
Pemerintah menargetkan pengerjaan pengaspalan selesai dalam sekitar satu minggu dan jalan sudah bisa digunakan dengan baik pada hari ke-20 Ramadhan.

2. Apa saja yang diperbaiki dalam proyek ini?
Perbaikan meliputi penguatan lapisan fondasi agregat, pengaspalan jalan, pelebaran tikungan, serta penataan kawasan Pasar Senggol dan simpang WBA.

3. Mengapa jalan ini penting bagi masyarakat?
Jalan ini merupakan jalur poros ekonomi yang mendukung mobilitas warga, distribusi barang, serta aktivitas perdagangan di Kecamatan Sungai Raya.

4. Apakah ada penataan untuk pedagang di sekitar jalan?
Ya, pemerintah akan menata kios pedagang, memberikan banner resplang, serta membantu pengecatan agar kawasan pasar terlihat lebih rapi.