Berita BorneoTribun: Puasa Sehat hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Puasa Sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puasa Sehat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Maret 2026

Atasi GERD Saat Puasa Dan Mudik Lebaran Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Tips aman atasi GERD saat puasa dan mudik lebaran ke Sintang, Sanggau, Melawi, Sekadau, dan Kapuas Hulu agar perjalanan tetap nyaman dan sehat.
Tips aman atasi GERD saat puasa dan mudik lebaran ke Sintang, Sanggau, Melawi, Sekadau, dan Kapuas Hulu agar perjalanan tetap nyaman dan sehat.

PONTIANAK -- Mudik lebaran selalu jadi momen yang paling ditunggu. Bagi banyak orang, perjalanan menuju kampung halaman seperti Mudik lebaran ke sintang, Mudik lebaran ke sanggau, Mudik lebaran ke melawi, Mudik lebaran ke sekadau, dan Mudik lebaran ke kapuas hulu bukan sekadar perjalanan, tapi juga soal kebersamaan dan nostalgia.

Namun, bagi pemudik yang memiliki masalah pencernaan seperti GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), perjalanan panjang sambil berpuasa bisa menjadi tantangan serius. 

Jika tidak ditangani dengan tepat, gejala GERD bisa mengganggu kenyamanan bahkan membahayakan kesehatan selama perjalanan.

Artikel ini akan membahas secara lengkap dan mudah dipahami tentang cara aman mengatasi GERD saat puasa dan mudik, agar perjalanan Anda tetap lancar dan menyenangkan.

Apa Itu GERD Dan Mengapa Rentan Saat Mudik?

GERD adalah kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan, menyebabkan sensasi terbakar di dada (heartburn), mual, hingga sesak napas. 

Kondisi ini bisa kambuh kapan saja, terutama saat tubuh mengalami kelelahan atau pola makan tidak teratur.

Saat mudik, risiko GERD meningkat karena beberapa faktor seperti:

  • Jadwal makan yang berubah

  • Konsumsi makanan tidak terkontrol

  • Duduk terlalu lama di kendaraan

  • Stres dan kelelahan perjalanan

Ditambah lagi dengan kondisi berpuasa, di mana lambung kosong dalam waktu lama, potensi naiknya asam lambung jadi lebih tinggi.

Langkah Cepat Meredakan GERD Saat Di Perjalanan

Menurut dr. Hasan Maulahela, spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan saat gejala GERD muncul di tengah perjalanan:

1. Longgarkan Pakaian

Pakaian ketat, terutama di area perut, bisa meningkatkan tekanan dan memicu naiknya asam lambung. Longgarkan ikat pinggang atau pakaian agar tubuh lebih nyaman.

2. Posisi Duduk Tegak

Hindari posisi membungkuk atau meringkuk. Duduk dengan posisi tegak membantu gravitasi menahan asam lambung agar tidak naik ke kerongkongan.

3. Atur Pernapasan

Tarik napas dalam melalui hidung, lalu hembuskan perlahan lewat mulut. Teknik ini membantu meredakan ketegangan dan menurunkan produksi asam lambung.

4. Jangan Paksakan Puasa Jika Parah

Jika gejala seperti nyeri hebat, muntah, atau sesak napas muncul, sebaiknya segera berbuka dengan air hangat dan konsumsi obat yang diperlukan.

Makanan Yang Harus Dihindari Saat Mudik

Saat perjalanan seperti Mudik lebaran ke sintang, Mudik lebaran ke sanggau, Mudik lebaran ke melawi, Mudik lebaran ke sekadau, dan Mudik lebaran ke kapuas hulu, penting untuk memperhatikan asupan makanan.

Beberapa makanan yang sebaiknya dihindari:

  • Makanan pedas

  • Gorengan dan makanan berlemak tinggi

  • Minuman berkafein seperti kopi dan teh pekat

  • Minuman bersoda

  • Makanan asam

Sebaliknya, pilih makanan yang lebih ramah untuk lambung seperti:

  • Nasi, oatmeal, atau roti gandum

  • Sayuran hijau

  • Buah rendah asam seperti pisang

  • Air putih yang cukup

Tips Puasa Aman Bagi Penderita GERD Saat Mudik

Agar perjalanan tetap nyaman, berikut beberapa tips penting yang bisa diterapkan:

1. Jangan Lewatkan Sahur

Sahur sangat penting untuk menjaga kondisi lambung tetap stabil. Pilih makanan tinggi serat dan karbohidrat kompleks agar energi bertahan lebih lama.

2. Hindari Makan Berlebihan Saat Berbuka

Langsung makan dalam porsi besar bisa memicu lonjakan asam lambung. Mulailah dengan makanan ringan, lalu makan utama secara bertahap.

3. Beri Jeda Sebelum Tidur

Jangan langsung tidur setelah makan. Beri jeda minimal 2–3 jam agar makanan tercerna dengan baik.

4. Istirahat Secara Berkala

Jika perjalanan panjang, sempatkan berhenti di rest area untuk peregangan. Duduk terlalu lama bisa memperparah GERD.

5. Kelola Stres

Stres bisa meningkatkan produksi asam lambung. Coba dengarkan musik santai atau tarik napas dalam untuk menjaga kondisi tetap tenang.

Persiapan Penting Sebelum Mudik

Sebelum melakukan perjalanan seperti Mudik lebaran ke sintang, Mudik lebaran ke sanggau, Mudik lebaran ke melawi, Mudik lebaran ke sekadau, dan Mudik lebaran ke kapuas hulu, ada baiknya melakukan persiapan berikut:

  • Bawa obat GERD yang biasa dikonsumsi

  • Siapkan makanan ringan sehat

  • Gunakan pakaian yang nyaman dan longgar

  • Pastikan tubuh cukup istirahat sebelum berangkat

Persiapan yang matang bisa membantu mencegah kambuhnya GERD selama perjalanan.

Kapan Harus Ke Dokter?

Jangan anggap remeh gejala GERD, terutama jika muncul tanda-tanda berikut:

  • Nyeri dada hebat

  • Muntah berulang

  • Kesulitan bernapas

  • Gejala tidak membaik setelah istirahat

Jika mengalami kondisi tersebut, segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat.

Mudik lebaran tetap bisa dinikmati dengan nyaman, bahkan bagi penderita GERD. Kunci utamanya adalah menjaga pola makan, mengatur posisi tubuh, dan mengenali tanda-tanda tubuh saat gejala muncul.

Perjalanan seperti Mudik lebaran ke sintang, Mudik lebaran ke sanggau, Mudik lebaran ke melawi, Mudik lebaran ke sekadau, dan Mudik lebaran ke kapuas hulu tidak harus menjadi beban jika Anda sudah mempersiapkan diri dengan baik.

Dengan langkah yang tepat, Anda tetap bisa menjalankan ibadah puasa sekaligus menikmati momen pulang kampung dengan aman dan menyenangkan.

Rabu, 25 Februari 2026

Bahaya Minum Kopi Saat Sahur Risiko Dehidrasi dan Turun Konsentrasi Saat Puasa

Dokter Tan Shot Yen mengingatkan risiko dehidrasi akibat kopi saat sahur. Efek diuretik dapat memicu lemas dan turun konsentrasi saat puasa. Jaga cairan dan pola tidur agar tetap fokus. (Gambar ilustrasi AI)
Dokter Tan Shot Yen mengingatkan risiko dehidrasi akibat kopi saat sahur. Efek diuretik dapat memicu lemas dan turun konsentrasi saat puasa. Jaga cairan dan pola tidur agar tetap fokus. (Gambar ilustrasi AI)

Tips Puasa Tetap Fokus Tanpa Risiko Dehidrasi karena Kopi

JAKARTA -- Dokter dan ahli gizi masyarakat Tan Shot Yen mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan kopi sebagai andalan utama saat sahur untuk mencegah kantuk selama puasa. Dalam keterangannya, Selasa, ia menegaskan bahwa kebiasaan tersebut justru berisiko menyebabkan kekurangan cairan, terutama bagi pekerja yang harus berkendara pada pagi hari.

Menurut Tan Shot Yen, kopi memiliki efek diuretik yang membuat seseorang lebih sering buang air kecil. Dampaknya, tubuh kehilangan cairan lebih cepat. Padahal selama menjalankan puasa, tubuh tidak mendapatkan asupan minum hingga waktu berbuka. Kondisi ini bisa memicu dehidrasi ringan yang ditandai rasa lemas, sakit kepala, hingga menurunnya konsentrasi.

Ahli gizi lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu menjelaskan, mengandalkan kafein tanpa diimbangi pola tidur yang cukup bukan solusi tepat untuk mengatasi kantuk saat puasa. Rasa mengantuk di pagi hari umumnya bukan semata karena kurang kopi, melainkan karena waktu tidur yang berkurang akibat perubahan jadwal makan dan ibadah.

Ia menekankan bahwa orang dewasa idealnya tidur selama enam hingga tujuh jam per hari. Jika waktu tidur malam berkurang karena sahur, masyarakat bisa menyiasatinya dengan tidur lebih awal atau menambah waktu istirahat setelah sahur.

Selain itu, tidur siang singkat selama 15 hingga 30 menit juga dapat membantu memulihkan energi dan meningkatkan kewaspadaan. Cara ini dinilai lebih aman dibanding mengonsumsi kopi berlebihan yang berpotensi memperparah dehidrasi saat puasa.

Tan juga menyarankan agar kebutuhan cairan tetap diperhatikan sejak berbuka hingga sahur. Minum air putih yang cukup, membatasi konsumsi kopi, serta menjaga pola istirahat menjadi langkah sederhana namun efektif untuk menjaga fokus dan keselamatan, terutama bagi pengendara di pagi hari.

Dengan memahami risiko efek diuretik kopi dan pentingnya tidur cukup, masyarakat diharapkan bisa menjalani ibadah puasa dengan tubuh tetap bugar dan konsentrasi terjaga sepanjang hari.

FAQ Seputar Kopi Saat Sahur dan Risiko Dehidrasi

Apakah boleh minum kopi saat sahur?
Boleh, namun sebaiknya tidak berlebihan. Konsumsi kopi perlu diimbangi dengan asupan air putih yang cukup.

Mengapa kopi bisa menyebabkan dehidrasi saat puasa?
Karena kopi bersifat diuretik yang meningkatkan frekuensi buang air kecil sehingga cairan tubuh lebih cepat berkurang.

Apa tanda tubuh kekurangan cairan saat puasa?
Lemas, sakit kepala, sulit fokus, dan rasa haus berlebihan.

Berapa lama tidur siang yang dianjurkan saat puasa?
Sekitar 15–30 menit untuk membantu memulihkan energi tanpa membuat tubuh terasa berat.