Berita BorneoTribun: Qatar hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Qatar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Qatar. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Maret 2026

Qatar Minta Media Hati Hati Soal Berita Konflik Iran

Qatar menegaskan tidak berperang dengan Iran dan menyatakan hanya menggunakan hak bela diri di tengah eskalasi konflik Iran, Israel, dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Foto Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari.
Qatar menegaskan tidak berperang dengan Iran dan menyatakan hanya menggunakan hak bela diri di tengah eskalasi konflik Iran, Israel, dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Foto Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari.

Qatar Tegaskan Tidak Berperang dengan Iran Gunakan Hak Bela Diri di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Qatar menegaskan tidak sedang berperang dengan Iran. Pernyataan itu disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari, pada Selasa 3 Maret melalui media sosial X, menyusul tudingan sejumlah jurnalis Israel yang menyebut Doha terlibat dalam serangan terhadap Teheran dalam 24 jam terakhir.

Majed Al-Ansari menekankan bahwa Qatar tidak ambil bagian dalam serangan yang menargetkan Iran. Ia menjelaskan bahwa langkah yang dilakukan negaranya merupakan bentuk penggunaan hak sah untuk membela diri setelah adanya serangan dari Iran terhadap wilayah Qatar.

Menurut Al-Ansari, penting bagi media internasional untuk merujuk pada sumber resmi dan kredibel dari Qatar sebelum menyebarkan laporan terkait konflik regional yang sensitif. Ia menilai informasi yang tidak terverifikasi dapat memperkeruh situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang saat ini tengah memanas.

Ketegangan di kawasan meningkat setelah pada 28 Februari Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan infrastruktur dan korban sipil.

Sebagai respons, Iran meluncurkan serangkaian serangan balasan berupa rudal yang diarahkan ke wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di berbagai lokasi di Timur Tengah. Eskalasi ini memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik regional yang melibatkan lebih banyak negara.

Dalam konteks inilah Qatar menegaskan posisinya. Doha berupaya menjaga stabilitas nasional sekaligus menegaskan bahwa tindakannya murni defensif, bukan agresif. Pemerintah Qatar juga mengisyaratkan komitmennya terhadap hukum internasional dan prinsip kedaulatan negara.

Situasi geopolitik Timur Tengah saat ini menjadi sorotan dunia. Setiap pernyataan resmi dari negara-negara yang terlibat memiliki dampak besar terhadap persepsi publik dan dinamika diplomasi global. Oleh karena itu, klarifikasi dari Qatar menjadi penting untuk meredam spekulasi serta menjaga stabilitas kawasan.

Bagi pembaca, memahami konteks penuh dari konflik ini membantu melihat gambaran yang lebih utuh, tidak hanya dari satu sisi narasi. Ketegangan Iran, Israel, dan Amerika Serikat memang berdampak luas, namun posisi setiap negara tetap perlu dicermati berdasarkan pernyataan resminya.

FAQ Seputar Pernyataan Qatar dan Konflik Iran

Apakah Qatar berperang dengan Iran?
Tidak. Qatar menegaskan tidak sedang berperang dengan Iran dan tidak terlibat dalam serangan terhadap negara tersebut.

Mengapa Qatar menyebut menggunakan hak bela diri?
Qatar menyatakan langkah yang diambil merupakan respons defensif atas serangan Iran terhadap wilayahnya.

Apa pemicu meningkatnya ketegangan di kawasan?
Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke sejumlah target di Iran pada 28 Februari memicu balasan rudal dari Iran.

Apakah konflik ini berpotensi meluas?
Eskalasi militer antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat meningkatkan risiko meluasnya konflik di Timur Tengah.

Sabtu, 11 Oktober 2025

Qatar Bangun Fasilitas Angkatan Udara di Pangkalan Udara AS Idaho

Qatar Bangun Fasilitas Angkatan Udara di Pangkalan Udara AS Idaho
Qatar Bangun Fasilitas Angkatan Udara di Pangkalan Udara AS Idaho.

Washington, Amerika Serikat. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth pada Jumat mengumumkan perjanjian resmi yang memungkinkan Angkatan Udara Emir Qatar membangun fasilitas pelatihan di Pangkalan Udara Mountain Home, Idaho.

Dalam konferensi bersama Menteri Pertahanan Qatar Sheikh Saoud bin Abdulrahman Al Thani di Pentagon, Hegseth menjelaskan bahwa fasilitas ini akan digunakan untuk melatih para pilot Qatar bersama dengan pasukan Amerika Serikat. Meski tidak ada pangkalan militer asing permanen di wilayah AS, beberapa negara memang memiliki kehadiran untuk keperluan pelatihan militer. Sebagai contoh, Angkatan Udara Singapura juga sudah lama memiliki fasilitas pelatihan di pangkalan yang sama.

Hegseth menyampaikan kebanggaannya atas kerja sama tersebut. Ia mengatakan bahwa pembangunan fasilitas Angkatan Udara Emir Qatar di Idaho akan menjadi langkah besar dalam memperkuat pelatihan bersama, meningkatkan kemampuan tempur, dan mempererat kerja sama pertahanan antara kedua negara.

“Lokasi ini akan menjadi tempat bagi para pilot dan pesawat F-15 Qatar untuk meningkatkan pelatihan gabungan, memperkuat interoperabilitas, dan menambah daya tempur. Ini adalah bukti nyata dari kemitraan kita,” ujar Hegseth.

Langkah ini juga menunjukkan semakin eratnya hubungan antara pemerintahan Presiden Donald Trump dengan Qatar. Bulan lalu, Presiden Trump menandatangani perintah eksekutif yang menjamin keamanan Negara Qatar, menyusul serangan militer yang dilakukan Israel di ibu kota Doha.

Dalam perintah tersebut, disebutkan bahwa Amerika Serikat akan menganggap setiap serangan terhadap wilayah, kedaulatan, atau infrastruktur penting Qatar sebagai ancaman terhadap perdamaian dan keamanan nasional AS.

Selain itu, Qatar juga berperan penting dalam tercapainya kesepakatan damai antara Israel dan Hamas. Hegseth menegaskan bahwa peran Qatar dalam diplomasi kawasan tersebut sangat berarti bagi stabilitas Timur Tengah.

Namun, keputusan Presiden Trump untuk menerima pesawat jet mewah Boeing 747-8 dari Qatar sebagai pesawat kepresidenan baru juga menimbulkan perdebatan publik. Sejumlah pihak menyoroti potensi konflik kepentingan serta dampaknya terhadap keamanan nasional AS. Setelah rampung, pesawat tersebut direncanakan akan digunakan sebagai Air Force One.

Dengan kerja sama ini, hubungan pertahanan antara Qatar dan Amerika Serikat diperkirakan akan semakin kuat. Proyek pembangunan fasilitas di Idaho menjadi simbol nyata dari kemitraan strategis kedua negara dalam menjaga stabilitas global.

Qatar To Build Air Force Facility At US Base In Idaho

Qatar To Build Air Force Facility At US Base In Idaho
Qatar To Build Air Force Facility At US Base In Idaho.

US Defense Secretary Pete Hegseth announced on Friday an agreement allowing the Qatari Emiri Air Force to build a new facility at a US Air Force Base in Idaho.

The facility will be located at Mountain Home Air Force Base and will serve as a training center where Qatari Air Force pilots can train alongside American military personnel. The move highlights the growing military cooperation between the two nations.

During a Pentagon press conference with Qatari Defense Minister Sheikh Saoud bin Abdulrahman Al Thani, Hegseth explained that the new facility will host several Qatari F-15 fighter jets and their pilots. He said the goal is to enhance joint training, increase combat readiness, and strengthen interoperability between both air forces.

Currently, Mountain Home Air Force Base also hosts a contingent of F-15 fighter jets from Singapore’s Air Force as part of a similar training program. With Qatar joining, the base will become an even more significant international defense collaboration hub.

The Pentagon has not yet provided additional details about the construction plan. However, this announcement marks another sign of the deepening relationship between the Trump administration and Qatar.

Last month, following Israel’s decision to carry out a military strike in Doha, Qatar’s capital, President Donald Trump signed an executive order assuring the security of the State of Qatar.

Earlier this year, the US administration accepted a Boeing 747 jet as a gift from the Qatari government. A Pentagon spokesperson told CNBC that Hegseth accepted the luxury plane “in accordance with all federal rules and regulations.”

The gift, however, drew criticism from Democrats and other political observers who argued that it appeared as an attempt to curry favor with President Trump.

Meanwhile, Trump’s family business has been expanding its investments in the Middle East, including a golf resort in Doha developed with Qatar’s sovereign wealth fund, the Trump International Hotel & Tower in Dubai, the Trump Tower in Jeddah, and a new hotel currently under construction in Muscat, Oman.

Qatar’s decision to build a military training facility in the United States underscores the strengthening defense and security ties between the two nations, further emphasizing their shared strategic interests in the region.

Qatar Bangun Fasilitas Angkatan Udara di Pangkalan Militer Amerika Serikat di Idaho

Qatar Bangun Fasilitas Angkatan Udara di Pangkalan Militer Amerika Serikat di Idaho
Qatar Bangun Fasilitas Angkatan Udara di Pangkalan Militer Amerika Serikat di Idaho.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth pada hari Jumat mengumumkan adanya kesepakatan pembangunan fasilitas milik Angkatan Udara Emir Qatar di salah satu pangkalan militer AS yang terletak di Idaho.

Fasilitas tersebut akan dibangun di Mountain Home Air Force Base dan dirancang untuk melatih para pilot Angkatan Udara Qatar bersama dengan personel militer Amerika. Langkah ini menjadi bagian dari kerja sama militer antara kedua negara yang semakin erat.

Dalam konferensi pers di Pentagon, Hegseth menyampaikan pengumuman ini bersama Menteri Pertahanan Qatar, Sheikh Saoud bin Abdulrahman Al Thani. Ia menjelaskan bahwa fasilitas baru ini akan menampung sejumlah jet tempur F-15 milik Qatar beserta para pilotnya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pelatihan bersama, memperkuat kemampuan tempur, serta memperluas interoperabilitas antara kedua angkatan udara.

Saat ini, Mountain Home Air Force Base juga menjadi lokasi pelatihan bagi pilot dari Angkatan Udara Singapura yang menggunakan pesawat tempur F-15. Dengan bergabungnya Qatar dalam program pelatihan ini, pangkalan tersebut semakin menjadi pusat kerja sama internasional di bidang pertahanan udara.

Pentagon belum memberikan komentar lebih lanjut terkait rincian pembangunan fasilitas tersebut. Namun, pengumuman ini dinilai sebagai tanda semakin eratnya hubungan antara pemerintahan Presiden Donald Trump dengan Qatar.

Bulan lalu, setelah adanya keputusan Israel untuk melancarkan serangan militer di Doha, ibu kota Qatar, Presiden Trump menandatangani perintah eksekutif yang menegaskan komitmen Amerika Serikat dalam menjamin keamanan negara tersebut.

Selain itu, pada awal tahun ini, pemerintahan AS juga menerima hadiah berupa pesawat jet Boeing 747 dari pemerintah Qatar. Juru bicara Pentagon menyebut bahwa Menteri Hegseth menerima pesawat mewah tersebut sesuai dengan semua aturan dan regulasi federal yang berlaku.

Namun, keputusan ini sempat menuai kritik dari kalangan Demokrat dan sejumlah pihak lain yang menilai hadiah tersebut terlihat seperti upaya untuk memengaruhi kebijakan Presiden Trump.

Sementara itu, bisnis keluarga Trump juga diketahui terus memperluas investasinya di kawasan Timur Tengah. Beberapa proyek yang sedang berjalan antara lain resor golf di Doha yang dikelola bersama dana investasi milik pemerintah Qatar, Trump International Hotel & Tower di Dubai, Trump Tower di Jeddah, serta hotel baru yang sedang dibangun di Muscat, Oman.

Langkah Qatar untuk membangun fasilitas pelatihan militer di Amerika Serikat menegaskan bahwa hubungan antara kedua negara tidak hanya terbatas pada kerja sama diplomatik, tetapi juga berkembang di bidang pertahanan dan keamanan global.

Selasa, 30 Januari 2024

Perdana Menteri Qatar Bantah Terlibat dalam Mediasi dengan Houthi Yaman

Arsip - Pasukan Houthi berbaris sambil memegang senjata api.
Arsip - Pasukan Houthi berbaris sambil memegang senjata api.
JAKARTA - Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menegaskan bahwa negaranya tidak terlibat dalam upaya mediasi dengan Houthi Yaman dalam konteks ketegangan dengan Amerika Serikat. 

Dalam sebuah pernyataan di Dewan Atlantik di Washington pada Senin, Sheikh Mohammed menyatakan bahwa Qatar tidak melakukan mediasi dengan Houthi, melainkan mendorong Iran untuk mengurangi ketegangan di wilayah keamanan regional. 

Dia menyatakan hal ini kepada Al Jazeera, saluran berita yang berbasis di Doha.

"Houthi mengklaim telah menyerang kapal-kapal yang terlibat dengan Israel di Laut Merah sebagai bentuk dukungan terhadap rakyat Palestina di Gaza, yang mengakibatkan serangan balasan oleh Amerika Serikat dan Inggris terhadap target-target Houthi di Yaman," tambahnya.

Sheikh Mohammed juga membahas tentang kantor perwakilan Hamas, kelompok Palestina, di Doha, mengatakan bahwa kantor tersebut berfungsi sebagai saluran komunikasi.

Terkait dengan masa depan negara Palestina, dia menegaskan, "Posisi kami adalah memastikan bahwa nasib rakyat Palestina harus ditentukan oleh rakyat Palestina sendiri. Mereka yang seharusnya menentukan masa depan mereka."

Qatar telah aktif terlibat dalam upaya mediasi antara Israel dan Hamas untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata di Gaza.

Serangan Israel yang mematikan di Jalur Gaza, yang dimulai setelah serangan lintas batas oleh Hamas pada 7 Oktober, telah menyebabkan korban jiwa dan luka yang signifikan. 

Ini termasuk ribuan warga Palestina tewas dan terluka, serta sejumlah warga Israel. 

Serangan tersebut juga mengakibatkan krisis kemanusiaan di Gaza, dengan sebagian besar penduduk menjadi pengungsi dan infrastruktur yang rusak parah.

Sabtu, 13 Januari 2024

Tuan Rumah Qatar Sabet Kemenangan Dominan di Piala Asia 2023, Pecahkan Kebuntuan dengan Kemenangan 3-0 atas Lebanon

Tuan Rumah Qatar Sabet Kemenangan Dominan di Piala Asia 2023, Pecahkan Kebuntuan dengan Kemenangan 3-0 atas Lebanon
Pemain muda tim Qatar Akram Afif (AFC)
JAKARTA - Qatar, sebagai tuan rumah, menunjukkan dominasi yang kuat dengan mengalahkan Lebanon 3-0 dalam pertandingan pembuka Piala Asia 2023 di Stadion Lusail, Doha, Jumat malam waktu setempat.

Dua striker utama Qatar, Akram Afif (2) dan Almoez Ali, menjadi pahlawan dengan mencatatkan ketiga gol bagi tim tuan rumah. 

Meskipun pertandingan baru dimulai, juara bertahan Qatar tampil agresif sejak awal.

Abdulaziz Hatem mencoba mencetak gol pada menit ke-2 melalui umpan Almoez Ali dari sisi kiri kotak penalti, namun upayanya digagalkan oleh penjaga gawang Lebanon, Mostafa Matar.

Dalam pertarungan yang ketat, Qatar mendominasi serangan dengan 16 tendangan dibandingkan dengan sembilan tendangan yang dilakukan oleh Lebanon. 

Qatar juga mencatatkan 13 tendangan dari dalam kotak penalti, sementara Lebanon hanya memiliki lima peluang.

Gol pertama bagi Qatar terjadi pada menit ke-45 melalui Akram Afif, yang menerima umpan dari Almoez Ali dan dengan cepat menjebol gawang lawan.

Pada menit ke-56, Qatar menambah keunggulan dengan gol kedua melalui sepakan Almoez Ali yang melesat dari sisi kiri gawang setelah menerima umpan dari Mohammed Waad. 

Pertahanan Lebanon tidak mampu mengantisipasi pergerakan Ali, sehingga gawang Matar berhasil dijebol.

Tidak memberi kesempatan untuk lawan, Qatar kembali mencetak gol pada menit 90+6, kali ini lewat Akram Afif. 

Pertahanan Lebanon terbukti lemah karena meninggalkan Afif tanpa pengawalan di depan gawang. 

Afif dengan cepat memanfaatkan peluang tersebut dan membobol gawang Lebanon dengan tendangan kaki kirinya.

Dengan kemenangan ini, Qatar meraih poin maksimal pada pertandingan pembuka Piala Asia 2023 dan untuk sementara memimpin klasemen Grup A pada babak penyisihan.

Suasana Gembira di Stasiun Metro Msheireb Saat Menuju Pertandingan Lebanon vs Qatar

Suporter timnas sepak bola Lebanon menggunakan kereta bawah tanah Metro menuju Stadion Lusail untuk menyaksikan tim kesayangan mereka menghadapi Qatar pada pertandingan pembuka Piala Asia 2023, Jumat. (ANTARA/Roy Rosa Bachtiar)
Suporter timnas sepak bola Lebanon menggunakan kereta bawah tanah Metro menuju Stadion Lusail untuk menyaksikan tim kesayangan mereka menghadapi Qatar pada pertandingan pembuka Piala Asia 2023, Jumat. (ANTARA/Roy Rosa Bachtiar)
JAKARTA - Stasiun Metro Doha, Qatar, ramai oleh kehadiran para penggemar tim nasional sepak bola Lebanon yang berkumpul untuk menuju Stadion Lusail pada Jumat.

Kedatangan massal para pendukung ini bertujuan untuk menyaksikan pertandingan tim kesayangan mereka melawan tuan rumah, yang sekaligus menjadi pembuka dari turnamen Piala Asia 2023 yang diselenggarakan di Doha mulai 12 Januari hingga 10 Februari.

Suporter timnas Lebanon tampak mencolok dengan membawa bendera nasional dalam berbagai ukuran. 

Kerumunan penggemar Lebanon terutama terlihat di Stasiun Metro Msheireb, yang merupakan stasiun utama di jaringan kereta bawah tanah tersebut.

Stasiun Metro Msheireb menjadi simpul tiga jalur kereta bawah tanah, yaitu rute merah, hijau, dan emas. 

Stadion Lusail, tempat pertandingan tersebut berlangsung, terletak di ujung rute merah di utara Doha.

Stasiun Metro Msheireb menjadi titik transit bagi para pendukung yang datang dari berbagai bagian Kota Doha. 

Mereka kemudian berganti rute untuk mencapai Stadion Lusail yang berjarak 19 kilometer dari pusat kota.

Pertandingan antara Lebanon dan Qatar merupakan satu-satunya laga yang dimainkan pada hari tersebut. Sebelum kick-off pada pukul 19.00 waktu Qatar, acara dimulai dengan pesta pembukaan Piala Asia 2023 yang meriah.

Pesta pembukaan itu dimeriahkan oleh pertunjukan musik dan teatrikal, diakhiri dengan pertunjukan kembang api yang mempesona di sekitar atap stadion berbentuk lingkaran.

Stadion Lusail tidak hanya menjadi tempat pertandingan pembuka Piala Asia 2023, tetapi juga dijadwalkan sebagai tempat babak final yang akan berlangsung pada 10 Februari pukul 18.00 waktu Qatar.