Berita BorneoTribun: Red Bull Ring hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Red Bull Ring. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Red Bull Ring. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Agustus 2025

Marquez akhirnya buka suara soal siapa lawan terkuat di MotoGP Austria 2025

JAKARTA - Marc Marquez kembali ke lintasan MotoGP setelah libur musim panas dengan catatan impresif di Sirkuit Red Bull Ring, Austria, Jumat (15/8/2025). Meski memimpin dua sesi latihan bebas, Marquez mengaku butuh waktu untuk menemukan ritme balapnya lagi. Menariknya, rider Ducati Lenovo itu justru menyebut rekan setimnya, Francesco Bagnaia, sebagai pesaing terkuat di akhir pekan ini.

Dalam wawancara dengan MotoGP.com, Marquez mengaku start hari pertama tidak berjalan mulus. “FP1 rasanya agak sulit setelah sebulan libur. Di awal FP2 saya masih kesulitan, tapi perlahan saya menemukan ritme, titik pengereman, dan racing line yang benar. Itu membuat saya lebih konsisten dan penting untuk persiapan kualifikasi,” ujar Marquez.

Marquez akhirnya buka suara soal siapa lawan terkuat di MotoGP Austria 2025
Marquez akhirnya buka suara soal siapa lawan terkuat di MotoGP Austria 2025.

Menurut Marquez, kunci utama di Red Bull Ring adalah konsistensi pada titik pengereman. “Brake points di sini sangat menentukan. Kalau bisa konsisten, maka kecepatan balapan juga lebih stabil,” tambah pembalap asal Spanyol yang sudah meraih lima kemenangan beruntun sebelum jeda musim panas.

Meski tampil tercepat di dua sesi, Marquez tidak ragu menempatkan Bagnaia di posisi favorit. “Pecco selalu kuat di sini. Dia sudah menang tiga tahun beruntun dengan cara yang luar biasa. Hari ini juga, dia sangat bagus dengan race pace, mungkin yang terkuat. Dia dua kali juara dunia dan sirkuit ini salah satu favoritnya. Kita lihat apakah saya bisa mendekat,” kata Marquez soal rival sekaligus rekan setimnya.

Dengan kondisi ini, MotoGP Austria diprediksi bakal menyajikan duel sengit antara dua pembalap Ducati Lenovo. Jika Marquez berhasil menjaga tren positifnya, ia berpeluang merebut kemenangan pertama di Red Bull Ring. Namun dominasi Bagnaia di sirkuit ini jelas menjadi tantangan berat. Hasil kualifikasi pada Sabtu akan jadi penentu besar siapa yang benar-benar siap tampil sebagai kandidat juara.

Jumat, 15 Agustus 2025

Pecco Bagnaia Kaget Usai Tonton Ulang Balapan Lama, Janji Bangkit di MotoGP Austria 2025

Spielberg – Juara dunia MotoGP dua kali, Francesco "Pecco" Bagnaia, mengaku terkejut setelah menonton ulang balapan-balapan lamanya saat jeda musim panas 2025. 

Pebalap Ducati Lenovo itu menemukan performanya tahun ini “tidak bisa dibandingkan” dengan musim-musim sebelumnya. 

Jelang MotoGP Austria di Red Bull Ring akhir pekan ini, Bagnaia bertekad mengembalikan kecepatannya dan kembali bersaing memperebutkan kemenangan.

Bagnaia yang kini tertinggal 168 poin dari rekan setimnya, Marc Marquez, hanya mampu meraih satu kemenangan dari 12 seri musim ini. 

Sebaliknya, Marquez sudah mengantongi delapan kemenangan dan berada di puncak klasemen. 

Masalah terbesar Bagnaia adalah ketidakmampuannya mengerem sekeras biasanya di atas motor GP25, yang membuatnya kesulitan bertarung di barisan depan.

Pecco Bagnaia Kaget Usai Tonton Ulang Balapan Lama, Janji Bangkit di MotoGP Austria 2025
Pecco Bagnaia Kaget Usai Tonton Ulang Balapan Lama, Janji Bangkit di MotoGP Austria 2025.

“Saya melihat banyak balapan dari tahun lalu dan sebelumnya. Saat itu saya sangat kompetitif, bisa mengikuti, menyalip, dan mengerem super keras. Tahun ini saya seperti Pecco yang berbeda, tidak ada yang bisa dibandingkan. Jadi saya ingin mengubah itu dan kembali seperti tahun lalu,” ujar Bagnaia dikutip dari motogp.com, Kamis (14/8).

Bagnaia juga mengakui gaya balapnya saat ini tidak cocok dengan karakter Ducati 2025. “Dengan motor ini saya tidak bisa mengerem seperti yang saya mau. Ini perbedaan terbesar sejak 2021 saat saya bergabung di tim pabrikan. Jadi saya harus beradaptasi dan mengubah sesuatu,” tambahnya. 

Pebalap Italia itu menghabiskan libur musim panas dengan beristirahat di Sardinia bersama keluarga, lalu kembali berlatih keras untuk mempersiapkan paruh kedua musim yang ia sebut akan sangat intens.

Bagnaia memiliki catatan impresif di Red Bull Ring dengan tiga kemenangan beruntun di MotoGP Austria, sementara Marc Marquez belum pernah naik podium teratas di sirkuit ini. 

Kemenangan di Spielberg bisa menjadi titik balik bagi Bagnaia untuk memangkas jarak poin dan menghidupkan kembali peluangnya di klasemen, meski tugas tersebut berat mengingat dominasi Marquez musim ini. Semua mata akan tertuju pada apakah “Pecco lama” benar-benar kembali akhir pekan ini.

Update Teknologi Baru Bisa Bantu Aprilia Kejar Ducati dan Marc Marquez di MotoGP Austria

JAKARTA - Pebalap Aprilia MotoGP, Marco Bezzecchi, optimistis teknologi baru yang diperkenalkan di MotoGP Austria 2025 bisa membantu timnya mendekatkan jarak dengan Ducati dan Marc Marquez. Mulai akhir pekan ini di Red Bull Ring, semua tim akan menggunakan pembaruan elektronik dari Marelli yang untuk pertama kalinya menyertakan fitur stability control.

Bezzecchi datang ke Austria dengan modal podium di Brno, yang menjadi podium ketiganya dalam empat balapan terakhir. Ia menilai tambahan fitur stability control ini bisa menjadi senjata baru Aprilia untuk bersaing. “Dalam kasus kami di Aprilia, ini bisa membantu. Kami bekerja untuk terus berkembang dan mencoba mengejar pabrikan lain,” ujarnya dalam konferensi pers pra-balapan.

Marco Bezzecchi optimistis teknologi stability control bantu Aprilia bersaing di MotoGP Austria 2025.
Marco Bezzecchi optimistis teknologi stability control bantu Aprilia bersaing di MotoGP Austria 2025.

Meski mengakui fitur elektronik ini mungkin mengurangi peran murni skill pebalap, Bezzecchi yakin seiring waktu semua tim akan mencapai setelan terbaik, dan faktor pebalap kembali menjadi pembeda. “Awalnya memang rider bisa membuat sedikit perbedaan, tapi nanti saat semua sudah maksimal, rider akan kembali menentukan. Itu hanya soal waktu,” tambahnya.

Bezzecchi juga menegaskan target Aprilia tetap finis di puncak klasemen meski musim ini dimulai dengan sulit. “Musim dingin kemarin berat, saya banyak sendiri. Tapi setelah upgrade, kami mulai lebih dekat dengan para pesaing. Sekarang kami bisa bertarung karena pabrikan bekerja luar biasa, targetnya jelas: mengejar puncak, dan saat ini Marc ada di sana,” katanya.

Dengan catatan sejarah manis di Red Bull Ring termasuk podium MotoGP 2023 dan kemenangan di Moto2 2020 serta Moto3 2018 Bezzecchi berharap teknologi baru ini bisa memperkuat peluangnya. Jika hasil positif tercapai di Austria, Aprilia berpeluang mempersempit selisih poin di klasemen dan menambah persaingan di paruh kedua musim MotoGP 2025.

Senin, 11 Agustus 2025

Pecco Bagnaia Hadapi Tantangan Rem di MotoGP Austria, Marquez Tetap Diunggulkan

JAKARTA - Francesco “Pecco” Bagnaia tiba di Red Bull Ring, Austria, akhir pekan ini (16–18 Agustus 2025) dengan misi mempertahankan rekor lima kemenangan beruntun di sirkuit tersebut. Namun, masalah pengereman pada motor Ducati GP25 yang dialaminya sepanjang musim mengancam peluangnya, apalagi sang rival Marc Marquez sedang memimpin klasemen dengan dominasi penuh.

Bagnaia, juara dunia dua kali, sebelumnya dikenal punya keunggulan besar di sektor pengereman keras kunci kemenangannya di tiga Grand Prix dan dua Sprint terakhir di Austria sejak 2022. Namun musim ini, performa itu justru melemah. Saat berbicara di Brno, ia mengaku harus mengubah gaya balapnya karena motor tidak lagi mendukung pengereman ekstrem.

Pecco Bagnaia Hadapi Tantangan Rem di MotoGP Austria, Marquez Tetap Diunggulkan
Pecco Bagnaia Hadapi Tantangan Rem di MotoGP Austria, Marquez Tetap Diunggulkan.

“Saya selalu mengandalkan pengereman. Sekarang, itu justru salah satu bagian terlemah. Kami memang mencoba beberapa solusi, seperti mengganti pompa rem untuk meniru efek cakram 355mm, dan hasilnya lebih baik, tapi belum sepenuhnya memecahkan masalah,” ujar Bagnaia.

Red Bull Ring termasuk tiga trek bersama Buriram dan Motegi yang mewajibkan penggunaan cakram rem terbesar 355mm demi alasan keselamatan. Layout sirkuit yang stop-and-go membuat sektor pengereman sangat krusial, sehingga balapan kali ini menjadi ujian apakah Ducati berhasil menemukan solusi saat jeda musim panas.

Sementara itu, Marc Marquez tampil luar biasa dengan sembilan kemenangan dari 12 Grand Prix dan mengantongi selisih 168 poin dari Bagnaia di klasemen. Jika Bagnaia gagal menemukan performa pengereman optimal, fokusnya bisa beralih ke perebutan posisi kedua melawan Alex Marquez yang kini unggul 48 poin. Balapan Austria juga akan menjadi indikator besar arah perebutan gelar MotoGP 2025, terutama jika Marquez kembali menguasai sirkuit yang biasanya menguntungkan gaya balap Bagnaia.

Penulis: Heri Yakop