Berita BorneoTribun: Rico Ricardo Sirait hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Rico Ricardo Sirait. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rico Ricardo Sirait. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Maret 2026

Tiga Prajurit TNI Gugur Di Lebanon, Kemhan Ungkap Fakta Terbaru

Kemhan memastikan dua prajurit TNI gugur di Lebanon saat misi perdamaian. Total tiga korban jiwa akibat serangan artileri di wilayah konflik. (Gambar ilustrasi)
Kemhan memastikan dua prajurit TNI gugur di Lebanon saat misi perdamaian. Total tiga korban jiwa akibat serangan artileri di wilayah konflik. (Gambar ilustrasi)

Jakarta — Kabar duka datang dari misi perdamaian Indonesia di Lebanon. Kementerian Pertahanan (Kemhan) memastikan bahwa dua prajurit TNI kembali gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan di wilayah konflik tersebut.

Informasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (31/3/2026).

“Dalam insiden tersebut, dua prajurit TNI dilaporkan gugur, sementara dua lainnya mengalami luka berat,” ujar Rico.

Saat ini, para prajurit yang terluka telah mendapatkan penanganan medis intensif di fasilitas kesehatan di Beirut, Lebanon.

Kronologi Masih Didalami

Meski sudah mengonfirmasi adanya korban, pihak Kemhan belum merinci secara lengkap kronologi kejadian yang menyebabkan gugurnya prajurit tersebut.

Rico menegaskan bahwa pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) untuk memastikan keselamatan seluruh personel TNI yang masih bertugas di sana.

“Koordinasi intensif terus dilakukan guna menjamin keselamatan prajurit dan penanganan terbaik bagi korban,” tambahnya.

Total Tiga Prajurit Gugur

Dengan adanya dua korban terbaru, total prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon kini mencapai tiga orang.

Sebelumnya, prajurit TNI Praka Farizal Rhomadhon dilaporkan gugur akibat serangan artileri di wilayah Lebanon Selatan pada Minggu (29/3/2026).

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, menjelaskan bahwa jenazah almarhum saat ini masih berada di markas East Sector Headquarters (HQ) dan sedang dalam proses administrasi untuk dipulangkan ke Indonesia.

Serangan Artileri Picu Korban

Farizal diketahui merupakan bagian dari Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang bertugas di bawah misi perdamaian PBB.

Ia gugur akibat serangan artileri yang menghantam posisi kontingen Indonesia di wilayah Adshit al-Qusyar, Lebanon Selatan.

Serangan tersebut terjadi seiring meningkatnya intensitas konflik di kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Tidak hanya Farizal, tiga prajurit lainnya juga terdampak dalam serangan tersebut, yakni:

  • Praka Rico Pramudia (luka berat)

  • Praka Bayu Prakoso (luka ringan)

  • Praka Arif Kurniawan (luka ringan)

Seluruh korban luka kini telah mendapatkan penanganan medis.

Komitmen Indonesia Dalam Misi Perdamaian

Keterlibatan TNI dalam misi UNIFIL merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.

Namun, situasi keamanan yang semakin memanas di Lebanon Selatan menjadi tantangan serius bagi pasukan perdamaian, termasuk kontingen Indonesia.

Pemerintah memastikan akan terus memantau perkembangan situasi serta memberikan perlindungan maksimal bagi para prajurit di lapangan.

FAQ

1. Berapa jumlah prajurit TNI yang gugur di Lebanon?
Total tiga prajurit TNI dilaporkan gugur dalam misi perdamaian di Lebanon.

2. Apa penyebab gugurnya prajurit TNI?
Para prajurit menjadi korban serangan artileri akibat meningkatnya konflik di Lebanon Selatan.

3. Apa itu UNIFIL?
UNIFIL adalah misi penjaga perdamaian PBB di Lebanon yang melibatkan berbagai negara, termasuk Indonesia.

4. Bagaimana kondisi prajurit yang terluka?
Prajurit yang terluka saat ini mendapatkan perawatan intensif di fasilitas medis di Beirut.

5. Apakah jenazah korban sudah dipulangkan?
Saat ini masih dalam proses administrasi pemulangan ke Indonesia dengan bantuan KBRI Beirut.