Berita BorneoTribun: Robot hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Robot. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Robot. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Februari 2026

China Siapkan Killer Robots Otonom Berbasis AI Masuk Medan Perang Dua Tahun Lagi

China diperkirakan mengerahkan robot tempur otonom berbasis AI dalam dua tahun. Pengembangan senjata militer cerdas ini berpotensi mengubah strategi perang modern dan keamanan global.
China diperkirakan mengerahkan robot tempur otonom berbasis AI dalam dua tahun. Pengembangan senjata militer cerdas ini berpotensi mengubah strategi perang modern dan keamanan global.

JAKARTA -- China disebut berada di jalur cepat untuk mengerahkan robot tempur otonom berbasis kecerdasan buatan ke medan perang dalam dua tahun ke depan. 

Pengembangan ini dilakukan untuk memperkuat militer negara tersebut dan berpotensi mengubah wajah peperangan modern secara drastis.

Perkembangan tersebut menjadi sorotan setelah analis pertahanan terkemuka, Francis Tusa, menyatakan bahwa China bergerak sangat cepat dalam mengembangkan mesin perang otonom. 

Tusa memperkirakan dalam waktu kurang dari dua tahun, dunia bisa melihat sistem tempur tanpa awak asal China aktif di lapangan.

Perang Berubah Total di Era AI

Perang jarak jauh bukan lagi hal baru. Dalam dua dekade terakhir, penggunaan drone, sistem siber, dan kendaraan tanpa awak telah menjadi tulang punggung operasi militer modern. 

Konflik di Ukraina menunjukkan bagaimana dominasi udara melalui drone menjadi faktor kunci dalam menentukan arah pertempuran.

Di sisi lain, Departemen Pertahanan Amerika Serikat baru saja mengumumkan investasi senilai 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp15 triliun untuk meningkatkan armada drone militernya. 

Langkah ini memperlihatkan bahwa persaingan teknologi militer kini semakin berfokus pada kecerdasan buatan dan sistem otonom.

Namun, China disebut melangkah lebih jauh. Negara tersebut tidak hanya mengembangkan drone canggih, tetapi juga kapal perang, kapal selam, hingga pesawat tempur tanpa awak yang sepenuhnya dikendalikan AI.

China Disebut Bergerak Empat Kali Lebih Cepat

Menurut Francis Tusa, kecepatan pengembangan teknologi militer China bahkan disebut empat hingga lima kali lebih cepat dibandingkan Amerika Serikat. Ia menilai produksi dan inovasi sistem AI militer China berlangsung dalam skala besar dan dalam waktu yang sangat singkat.

Laporan dari Newsweek juga menyebutkan bahwa China dan Rusia telah bekerja sama dalam pengembangan persenjataan otonom berbasis AI. Kolaborasi ini memperkuat kekhawatiran bahwa perlombaan senjata berbasis kecerdasan buatan semakin intensif.

Ancaman Nyata bagi Masa Depan Manusia

Sebagian pakar keamanan global memperingatkan bahwa robot tempur otonom dapat menjadi ancaman serius bagi stabilitas dunia. 

Tanpa keterlibatan langsung manusia dalam pengambilan keputusan di medan perang, risiko kesalahan sistem, serangan tak terkendali, hingga eskalasi konflik global menjadi semakin besar.

Beberapa ahli bahkan menyebut era AI bersenjata sebagai ancaman terbesar bagi kelangsungan hidup umat manusia. 

Ketika mesin diberi wewenang menentukan target dan melakukan serangan, pertanyaan etika, hukum, dan keamanan menjadi semakin kompleks.

Apa Dampaknya bagi Dunia

Jika dalam dua tahun ke depan China benar-benar mengoperasikan killer robots otonom, peta kekuatan militer global bisa berubah drastis. 

Negara-negara lain kemungkinan besar akan mempercepat pengembangan teknologi serupa demi menjaga keseimbangan pertahanan.

Bagi masyarakat global, ini bukan sekadar isu militer, tetapi menyangkut masa depan keamanan internasional. 

Perlombaan AI militer bisa menciptakan era baru peperangan yang lebih cepat, lebih mematikan, dan lebih sulit dikendalikan.

Perkembangan ini layak untuk terus dipantau karena menyentuh kepentingan global, stabilitas geopolitik, dan masa depan teknologi kecerdasan buatan.

FAQ

1. Apa itu killer robots otonom?
Killer robots otonom adalah sistem senjata berbasis kecerdasan buatan yang dapat mengidentifikasi dan menyerang target tanpa kontrol langsung manusia.

2. Kapan China diperkirakan mengerahkan teknologi ini?
Beberapa analis memperkirakan dalam waktu dua tahun ke depan sistem tersebut sudah bisa digunakan di medan perang.

3. Mengapa teknologi ini dianggap berbahaya?
Karena keputusan menyerang dilakukan oleh sistem AI, sehingga berisiko terjadi kesalahan fatal tanpa campur tangan manusia.

4. Apakah negara lain juga mengembangkan teknologi serupa?
Ya. Amerika Serikat dan Rusia juga aktif mengembangkan sistem militer berbasis AI.

5. Apa dampaknya bagi keamanan global?
Teknologi ini bisa memicu perlombaan senjata AI dan meningkatkan ketegangan geopolitik dunia.

Selasa, 17 Februari 2026

Robot AI Humanoid China Tampil di Gala Festival Musim Semi 2025–2026, Dari Tarian hingga Atraksi Kungfu

Robot AI Humanoid China Tampil di Gala Festival Musim Semi 2025–2026, Dari Tarian hingga Atraksi Kungfu
Robot AI Humanoid China Tampil di Gala Festival Musim Semi 2025–2026, Dari Tarian hingga Atraksi Kungfu.

Perkembangan robot humanoid berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kembali menjadi sorotan publik global setelah tampil dalam ajang Gala Festival Musim Semi Tiongkok 2025 dan 2026 di China. Dalam acara yang disaksikan ratusan juta penonton tersebut, robot-robot AI itu bukan hanya sekadar berdiri di panggung, tetapi menari, bergerak luwes, hingga memperagakan gerakan kungfu dengan presisi tinggi layaknya manusia sungguhan.

Penampilan tersebut memperlihatkan lompatan signifikan dalam pengembangan robot humanoid China. Jika sebelumnya robot identik dengan gerakan kaku dan terbatas, kini mereka mampu menampilkan koordinasi tubuh yang lebih natural, responsif, serta sinkron dengan musik dan koreografi.

Evolusi Cepat dalam Satu Tahun

Sorotan global semakin kuat setelah unggahan dari akun media sosial Tansu Yegen dengan nama pengguna @TansuYegen menjadi viral. Dalam postingannya, ia menulis bahwa “Hanya dalam satu tahun, mereka telah berevolusi dari robot menjadi ‘manusia’,” merujuk pada perkembangan robot yang tampil di Gala Festival Musim Semi 2025 dan 2026.

Unggahan tersebut memicu perdebatan luas di berbagai platform digital. Banyak pengguna mengapresiasi kemajuan teknologi China dalam bidang robotika dan AI, sementara sebagian lainnya mempertanyakan apakah robot-robot tersebut benar-benar siap untuk penggunaan komersial di luar panggung pertunjukan.

Video yang beredar memperlihatkan robot mampu melakukan gerakan dinamis seperti tendangan kungfu, gerakan sinkron berkelompok, hingga ekspresi tubuh yang menyerupai penari profesional. Kemampuan ini tidak lepas dari integrasi sistem AI canggih, sensor gerak presisi tinggi, serta algoritma pembelajaran mesin (machine learning) yang terus dilatih dengan data gerakan manusia.

Perdebatan Global: Hiburan atau Teknologi Serius?

Beberapa komentar menyoroti aspek utilitas. Akun bernama GordonG, misalnya, menyebut robot milik Tesla nantinya akan jauh lebih berguna dibanding robot China yang “hanya bisa menari untuk hiburan.” Pernyataan tersebut merujuk pada pengembangan robot humanoid oleh Tesla, yang selama ini digadang-gadang akan digunakan untuk industri dan pekerjaan berat.

Namun, komentar lain justru membela pendekatan China. Seorang pengguna dengan nama HeKucool menyatakan bahwa banyak orang keliru memandang robot di Gala sebagai sekadar “showpiece.” Ia berargumen bahwa pengembangan teknologi membutuhkan keterlibatan aktif dan output nyata agar terus berkembang.

Ia bahkan membandingkan situasi ini dengan program luar angkasa NASA dalam misi Apollo moon landings, yang sempat melambat karena minim insentif komersial. Dalam pandangannya, robot humanoid tidak akan berkembang jika hanya berada di laboratorium tanpa diuji di ruang publik.

Sebagai pembanding, perusahaan robotika asal Amerika, Boston Dynamics, kerap merilis video demonstrasi canggih, namun dinilai masih terbatas pada tahap pengembangan dan belum masif secara komersial.

Strategi Komersialisasi ala China

Sejumlah analis teknologi melihat kemunculan robot humanoid di panggung besar seperti Gala Festival Musim Semi sebagai bagian dari strategi komersialisasi. Dengan tampil di acara berskala nasional yang disiarkan luas, produsen robot mendapatkan eksposur besar sekaligus membangun kepercayaan publik.

Model ini dinilai sejalan dengan pendekatan “lean startup”, yakni melakukan iterasi cepat melalui produk nyata di pasar, bukan hanya pengembangan tertutup. Robot yang awalnya diposisikan sebagai penghibur dapat menjadi pintu masuk menuju aplikasi yang lebih luas, seperti layanan publik, pendidikan, industri kreatif, hingga manufaktur.

Dalam konteks kebijakan, China memang menempatkan AI dan robotika sebagai sektor prioritas nasional. Pemerintah setempat mendorong integrasi AI ke berbagai lini industri sebagai bagian dari transformasi ekonomi berbasis teknologi tinggi.

Implikasi bagi Indonesia dan Kawasan

Bagi Indonesia, perkembangan robot AI humanoid ini memiliki beberapa implikasi penting. Pertama, persaingan global di sektor AI semakin ketat. Negara-negara di Asia Timur bergerak cepat dalam inovasi robotika, sementara Indonesia masih dalam tahap awal pengembangan ekosistem AI dan otomasi industri.

Kedua, muncul peluang kolaborasi dan transfer teknologi. Industri manufaktur Indonesia yang mulai mengarah ke otomasi dapat memanfaatkan perkembangan robot humanoid untuk sektor logistik, pelayanan publik, hingga pariwisata.

Pengamat teknologi di dalam negeri menilai bahwa yang terpenting bukan sekadar kemampuan robot menari atau beratraksi, melainkan bagaimana teknologi tersebut dapat diterapkan secara produktif dan efisien. Demonstrasi publik memang penting untuk membangun narasi kemajuan, tetapi tahap berikutnya adalah memastikan keberlanjutan bisnis dan dampak ekonomi nyata.

Menuju Era Robot Humanoid yang Lebih Fungsional

Penampilan robot AI humanoid di Gala Festival Musim Semi 2025–2026 menunjukkan bahwa perkembangan teknologi bergerak sangat cepat. Dalam kurun waktu singkat, robot yang dulu tampak eksperimental kini tampil lebih natural dan adaptif.

Meski masih ada perdebatan mengenai utilitasnya, satu hal yang jelas: robot humanoid bukan lagi sekadar konsep futuristik. Mereka telah memasuki ruang publik dan menjadi bagian dari percakapan global tentang masa depan kerja, industri, dan interaksi manusia–mesin.

Ke depan, tantangan terbesar bukan hanya pada kecanggihan gerakan, melainkan pada integrasi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Jika tren ini berlanjut, robot AI mungkin tidak lagi hanya tampil di panggung hiburan, tetapi hadir di pabrik, kantor layanan, bahkan ruang publik di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Sabtu, 31 Mei 2025

Gelar Perdana Olimpiade Robot Internasional Akan Digelar di Yunani! Yuk, Intip Keseruannya

Gelar Perdana Olimpiade Robot Internasional Akan Digelar di Yunani! Yuk, Intip Keseruannya
Gelar Perdana Olimpiade Robot Internasional Akan Digelar di Yunani! Yuk, Intip Keseruannya.

JAKARTA - Pernah kebayang nggak sih kalau suatu hari nanti robot-robot dari seluruh dunia adu tangkas layaknya atlet Olimpiade? 

Nah, sekarang hal itu bukan cuma impian futuristik, tapi bakal jadi kenyataan! Dari tanggal 29 Agustus sampai 2 September 2025, kota Olympia di Yunani akan menjadi tuan rumah Olimpiade Robot Internasional pertama di dunia!

Yup, kamu nggak salah baca. Ini adalah ajang olahraga yang super unik karena pesertanya bukan manusia, tapi robot humanoid dari berbagai negara. 

Mereka bakal unjuk gigi dalam berbagai lomba yang terinspirasi dari cabang-cabang olahraga klasik Olimpiade, seperti lari sprint, lempar lembing, dan banyak lagi.

Atraksi Seru & Zona Interaktif: Nggak Cuma Buat Ditonton!

Gelar Perdana Olimpiade Robot Internasional Akan Digelar di Yunani! Yuk, Intip Keseruannya
Gelar Perdana Olimpiade Robot Internasional Akan Digelar di Yunani! Yuk, Intip Keseruannya.

Acara ini nggak cuma soal kompetisi robot semata. Penyelenggara juga udah siapin program acara yang padat dan seru banget. 

Bakal ada pertunjukan spesial dari para robot, zona interaktif di mana pengunjung bisa berinteraksi langsung dengan teknologi robotik, bahkan bisa melihat langsung gimana cara kerja otak canggih mereka yang dikenal sebagai "physical intelligence" alias kecerdasan fisik.

Kecerdasan fisik ini bikin robot bisa beradaptasi dan menyelesaikan tugas-tugas kompleks di dunia nyata sesuatu yang selama ini hanya bisa dilakukan manusia.

Didukung Teknologi Mutakhir dari Acumino

Acara megah ini nggak lepas dari dukungan perusahaan teknologi ternama, Acumino, yang dikenal dengan berbagai terobosan dalam pengembangan kecerdasan buatan dan robotika. 

Kehadiran mereka sebagai mitra utama bikin event ini makin kredibel dan pastinya canggih abis!

Edukasi Jadi Fokus Utama: Cocok Buat Pelajar dan Mahasiswa

Nggak cuma tontonan yang bikin takjub, Olimpiade Robot ini juga punya sisi edukatif yang keren banget. 

Buat para pelajar dan mahasiswa, akan ada workshop khusus tentang perakitan robot yang dipandu langsung oleh para ahli di bidangnya. Seru, kan?

Selain itu, akan ada sesi diskusi dan seminar yang ngebahas berbagai topik menarik, mulai dari masa depan kolaborasi manusia dan mesin, hingga isu etika dalam pengembangan AI (kecerdasan buatan). 

Jadi, bukan cuma seru, tapi juga bikin makin melek teknologi dan siap hadapi masa depan.

Kenapa Acara Ini Layak Buat Disimak?

  1. Pertama di dunia: Ini momen bersejarah yang belum pernah ada sebelumnya!

  2. Penuh wawasan: Cocok banget buat kamu yang tertarik dengan robotika, teknologi, dan masa depan AI.

  3. Interaktif: Bisa langsung berinteraksi dengan robot-robot canggih dari berbagai negara.

  4. Inspiratif: Siapa tahu kamu jadi pengen bikin robot sendiri!

Olimpiade Robot Internasional pertama ini bakal jadi ajang yang bikin kita makin sadar bahwa masa depan itu sudah di depan mata. 

Dari robot yang lari sprint sampai yang bisa melempar lembing, semuanya nunjukkin betapa cepatnya teknologi berkembang.

Jadi, kalau kamu kebetulan ada rencana ke Yunani akhir Agustus ini, jangan sampai kelewatan acara keren ini ya! Atau setidaknya, pantau terus beritanya karena pastinya bakal banyak momen yang viral dan inspiratif dari sana.

Jumat, 11 April 2025

Samsung Ballie AI: Robot Pintar yang Bisa Jadi Teman di Rumah, Akan Dirilis Segera

Samsung Ballie AI Robot Pintar yang Bisa Jadi Teman di Rumah, Akan Dirilis Segera
Samsung Ballie AI Robot Pintar yang Bisa Jadi Teman di Rumah, Akan Dirilis Segera.

JAKARTA - Samsung kembali bikin gebrakan! Setelah diperkenalkan pertama kali pada tahun 2020 dan kembali dipamerkan di ajang CES 2025, robot pintar berwarna kuning bernama Ballie AI akhirnya akan resmi dirilis musim panas ini. 

Buat kamu yang suka teknologi, Ballie bisa jadi teman baru yang keren di rumah!

Apa Itu Samsung Ballie AI?

Ballie AI adalah robot kecil berbentuk bola yang dirancang untuk jadi asisten pribadi di rumah. Warnanya kuning cerah, lucu, dan bisa bergerak sendiri menggunakan roda. 

Tapi jangan salah, fungsinya jauh lebih dari sekadar mainan pintar.

Ballie dibekali kecerdasan buatan (AI) yang sudah terintegrasi dengan Google Gemini – teknologi AI canggih yang juga dipakai di smartphone flagship Samsung seperti Galaxy S24 dan S25. 

Jadi, kemampuan berpikir dan respon Ballie sudah setara dengan AI modern.

Bisa Ngobrol dan Bantu Urusan Rumah

Dengan empat mikrofon di dalamnya, kamu bisa memanggil robot ini hanya dengan bilang: “Hai, Ballie!” Setelah itu, kamu bisa minta informasi, minta dinyalakan lampu, AC, atau bahkan periksa kondisi rumah kalau kamu sedang di luar. Mirip kayak asisten rumah tangga digital!

Samsung juga bilang kalau sekarang Ballie sudah makin pintar. Misalnya, kalau kamu bilang, “Aku capek hari ini,” Ballie bisa kasih saran buat bikin kamu semangat lagi, atau bahkan bantu analisis kualitas tidur kamu tentu kalau kamu pakai perangkat wearable Samsung seperti Galaxy Watch.

Bisa Jadi Proyektor dan Penata Gaya Pribadi

Nah, ini bagian yang menarik! Ballie AI punya proyektor Full HD yang bisa menampilkan video, gambar, atau bahkan panggilan video langsung ke dinding rumah kamu. 

Jadi, kamu bisa nonton film atau ikutan rapat Zoom tanpa pegang apa-apa.

Nggak cuma itu, Ballie juga punya kamera pintar yang bisa menilai penampilan kamu. 

Mau tanya cocok nggak outfit kamu hari ini? Tinggal tanya Ballie! Teknologinya mirip dengan Google Lens dan Gemini Live, jadi cukup canggih untuk kasih rekomendasi gaya berpakaian.

Spesifikasi Teknis yang Canggih

Ballie AI bukan robot sembarangan. Ini dia beberapa fitur keren yang dibawanya:

  • Proyektor Full HD dengan tiga lensa

  • Kamera depan 4K dan kamera belakang 2K

  • Mikrofon dan speaker bawaan

  • Sensor LiDAR dan ToF (Time of Flight) untuk navigasi

  • Roda pintar agar bisa bergerak bebas dan kembali sendiri ke tempat pengisian daya

Kapan Bisa Dibeli dan Berapa Harganya?

Samsung akan mulai menjual Ballie AI musim panas 2025, tapi awalnya hanya di Amerika Serikat dan Korea Selatan

Rencananya, pasar internasional termasuk negara lain akan menyusul di akhir tahun. Sayangnya, sampai sekarang Samsung masih belum mengumumkan harga resminya.

Ballie AI adalah contoh bagaimana teknologi bisa bikin hidup di rumah jadi lebih seru, nyaman, dan cerdas. 

Bisa jadi teman ngobrol, bantu kerjaan rumah, kasih saran gaya, bahkan jadi layar nonton pribadi. 

Kalau kamu suka teknologi atau penggemar produk Samsung, Ballie ini patut banget ditunggu!

Kawasaki Perkenalkan Robotic Horse Corleo: Si Kuda Besi Penjelajah Gunung

Kawasaki Perkenalkan Robotic Horse Corleo Si Kuda Besi Penjelajah Gunung
Kawasaki Perkenalkan Robotic Horse Corleo: Si Kuda Besi Penjelajah Gunung.

JAKARTA - Kawasaki, perusahaan teknologi asal Jepang, baru saja memperkenalkan inovasi terbarunya yang cukup unik dan futuristik, yaitu robokuda bernama Corleo. Robot berkaki empat ini dipamerkan dalam ajang Osaka-Kansai Expo 2025 dan langsung menarik perhatian banyak orang karena kemampuannya yang luar biasa, terutama untuk medan off-road seperti pegunungan.

Corleo: Gabungan Teknologi dan Kekuatan Alam

Corleo bukanlah kendaraan biasa. Kawasaki menyebutnya sebagai "mobilitas pribadi masa depan" dan “off-roader revolusioner” karena mampu berjalan, berlari, bahkan melompat di medan sulit seperti gunung bersalju. Uniknya lagi, robot ini tidak memakai roda, melainkan memiliki empat kaki robotik yang menyerupai kaki kuda.

Kaki-kaki tersebut dilengkapi dengan semacam “kuku” berbahan karet khusus yang mampu menyerap guncangan dan memberikan cengkeraman yang kuat di permukaan licin. Desain ini membuat Corleo bisa bergerak stabil dan lincah di medan yang tidak bisa dijangkau kendaraan konvensional.

Ditenagai AI dan Hidrogen

Salah satu keunggulan Corleo adalah penggunaan mesin hidrogen 150 cc yang ramah lingkungan. Tidak hanya itu, Corleo juga dibekali dengan kecerdasan buatan (AI) yang sangat canggih. AI ini mampu menganalisis posisi robot secara real-time dan menjaga keseimbangan selama bergerak.

Corleo juga bisa merespons gerakan tubuh pengendaranya. Jadi, cara mengemudikannya cukup dengan menggeser berat badan ke arah yang diinginkan, mirip seperti menunggang kuda sungguhan. Sistem kontrol ini dibantu dengan pijakan kaki dan setang untuk mengarahkan gerakannya.

Panel Informasi Futuristik

Robot ini dilengkapi dengan panel instrumen digital yang menampilkan berbagai data penting, seperti level hidrogen, navigasi, pusat gravitasi, dan informasi teknis lainnya. Semua fitur ini dirancang agar pengendara tetap nyaman dan aman, bahkan saat menjelajah alam liar.

Kapan Bisa Dicoba?

Sayangnya, Corleo masih berstatus sebagai konsep. Menurut informasi dari kanal YouTube resmi Kawasaki, robot kuda ini baru dirancang untuk tahun 2050. Artinya, kita masih harus bersabar untuk bisa benar-benar "menunggangi" Corleo di dunia nyata.

Namun, Kawasaki sudah merilis video demo yang memperlihatkan kemampuan Corleo. Video tersebut tampaknya dibuat dengan bantuan teknologi AI untuk memberikan gambaran nyata seperti apa robot ini bekerja saat beraksi di medan ekstrem.

Dengan peluncuran konsep Corleo, Kawasaki kembali menunjukkan kemampuannya dalam menciptakan inovasi canggih yang futuristik. Meski masih dalam tahap pengembangan, robokuda ini membuka peluang baru dalam dunia transportasi pribadi, khususnya untuk petualang dan pecinta alam.

Jadi, apakah kamu siap untuk menjelajah pegunungan dengan si kuda besi ini di masa depan?

Minggu, 16 Maret 2025

Google Gemini Just Got Physical: AI Canggih Ini Sekarang Bisa Pegang Dunia Nyata!

Google Gemini Just Got Physical AI Canggih Ini Sekarang Bisa Pegang Dunia Nyata!
Google Gemini Just Got Physical: AI Canggih Ini Sekarang Bisa Pegang Dunia Nyata!

JAKARTA - Google Gemini selama ini dikenal sebagai salah satu platform AI paling canggih di dunia. Tapi, sebelumnya, AI ini lebih fokus pada teks, gambar, dan pemrosesan informasi digital tanpa koneksi langsung ke dunia nyata. 

Nah, sekarang semua itu berubah! Google resmi menghadirkan Gemini Robotics dan Gemini Robotics-ER (Embodied Reasoning), yang bakal bikin AI ini makin greget karena bisa berinteraksi dengan dunia fisik.

AI + Robot = Masa Depan yang Makin Dekat!

Bisa dibilang, Google lagi bikin gebrakan besar di dunia AI dan robotika. Tujuan jangka panjangnya? Humanoid robot yang bisa berpikir dan bertindak layaknya manusia dengan dukungan model AI Gemini. 

Bayangkan kalau nanti ada robot-robot yang bisa bantu pekerjaan rumah, jadi asisten pribadi, bahkan menangani tugas-tugas kompleks di industri!

Beberapa perusahaan robot besar seperti Boston Dynamics udah siap buat ngegas bareng Google di proyek ini. 

Kalau dulu kita cuma bisa lihat robot bergerak dengan perintah terbatas, sekarang mereka bisa "belajar" sendiri dalam menghadapi situasi yang belum pernah mereka alami sebelumnya.

Robot Belajar Sendiri? Ini Bukti Nyatanya!

Salah satu demonstrasi keren dari Gemini Robotics adalah sepasang lengan robot yang berhasil melakukan slam dunk bola basket mainan tanpa pelatihan khusus. 

Iya, serius! Mereka cuma dikasih tantangan, lalu dengan cepat menganalisis cara terbaik buat nyelesein tugas itu. 

Ini nunjukin kalau AI Gemini bisa bikin robot belajar secara mandiri, kayak manusia yang belajar dari pengalaman.

Balapan Menuju Revolusi Robotik Makin Kencang!

Dengan hadirnya teknologi ini, jelas banget kalau kita udah masuk ke era baru di dunia AI dan robotika. 

Gak cuma sekadar chatbot atau AI yang jago bikin gambar, sekarang Gemini bisa menghubungkan kecerdasan digital dengan dunia nyata. Ini bisa jadi awal dari robot-robot yang benar-benar bisa membantu manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Gimana menurut kamu? Udah siap belum kalau suatu hari nanti punya asisten robot yang bisa bantu kerjaan rumah atau bahkan nemenin ngobrol? Satu yang pasti, masa depan udah di depan mata, dan Google Gemini lagi bikin semuanya jadi nyata!

Rabu, 26 Februari 2025

Keren! Insinyur China Ciptakan Robot Pertama di Dunia yang Bisa Salto Depan

Keren! Insinyur China Ciptakan Robot Pertama di Dunia yang Bisa Salto Depan
Keren! Insinyur China Ciptakan Robot Pertama di Dunia yang Bisa Salto Depan. (Gambar: EngineAI)

JAKARTA - Dunia robotika kembali mencetak sejarah! Sebuah perusahaan asal China, Zhongqing Robotics atau dikenal sebagai EngineAI, baru saja memperkenalkan robot humanoid canggih bernama PM01. 

Robot ini diklaim sebagai yang pertama di dunia yang mampu melakukan salto ke depan dengan sukses.

Mengapa Salto Depan Begitu Sulit?

Mungkin Anda pernah melihat robot melakukan salto ke belakang. Atlas dari Boston Dynamics, misalnya, sudah mampu melakukannya sejak 2017. 

Namun, salto ke depan jauh lebih sulit. Saat manusia melakukan gerakan ini, keseimbangan tubuh lebih rentan terganggu karena kehilangan kontrol visual terhadap tanah. 

Selain itu, salto ke depan lebih banyak membebani otot perut dan fleksor pinggul, yang secara alami lebih lemah dibandingkan otot punggung dan kaki yang digunakan dalam salto ke belakang.

Namun, bagi robot seperti PM01, kendala ini bukan masalah besar. Robot tidak merasakan takut, tidak ragu sebelum melompat, dan tidak khawatir tentang pendaratan yang gagal. 

Dengan motor listrik yang kuat, sendi yang presisi, dan algoritma yang tepat, salto depan bisa dilakukan dengan sempurna.

Spesifikasi Canggih Robot PM01

Selain keahliannya dalam akrobatik, PM01 juga memiliki mobilitas yang luar biasa. Berikut beberapa spesifikasinya:

  • Memiliki 23 derajat kebebasan dalam gerakan anggota tubuhnya.
  • Torsi atau gaya puntir yang dihasilkan mencapai 300 N·m, memungkinkan pergerakan yang kuat dan stabil.
  • Beratnya hanya 40 kg, dengan tinggi 138 cm.
  • Harga robot ini sekitar USD 13.700 atau setara dengan Rp220 jutaan (kurs Rp16.000 per USD).

Dengan perkembangan ini, bukan tidak mungkin robot-robot seperti PM01 akan segera menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. 

Mungkin di masa depan kita akan melihat robot yang tidak hanya jago salto, tetapi juga membantu berbagai pekerjaan manusia!

Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda tertarik memiliki robot seperti ini di rumah?

Minggu, 02 Oktober 2022

Elon Musk Pamerkan Robot Humanoid Bernama Optimus Milik Tesla

Elon Musk Pamerkan Robot Humanoid Bernama Optimus Milik Tesla
Robot humanoid yang dikembangkan oleh Tesla, yang dikenal sebagai Tesla Bot atau Optimus, ditampilkan dalam tangkapan bingkai dari video Tesla AI Day (via REUTERS/TESLA)
borneoJakarta - Perusahaan yang dipimpin oleh Elon Musk, Tesla, baru saja memamerkan robot "humanoid" bernama Optimus dalam ajang Tesla AI Day 2022 di Palo Alto, California.

Adapun robot dengan perawakan manusia itu disiapkan dengan biaya produksi kurang dari 20.000 dolar AS atau setara Rp306 juta.

"Masih banyak yang harus ditingkatkan untuk menyempurnakan Optimus," kata Elon saat memamerkan Optimus seperti dilansir dari Reuters, Sabtu.

Saat ini Optimus dinilai belum mampu memecahkan masalah sendiri dan membutuhkan pengembangan lebih lanjut untuk "otak"-nya.

Elon meyakini Optimus mampu masuk ke dalam proses pembuatan massal dan di pasarkan di industri.

Pada saat memamerkan robot Optimus, Tesla telah mampu meminta Optimus untuk bisa melakukan tugas-tugas sederhana seperti menyiram tanaman, membawa boks barang, hingga mengangkat potongan logam di stasiun produksi Pabrik Tesla di California.

Meski demikian Tesla menyakini masih dibutuhkan banyak langkah pemolesan untuk Optimus bisa menjadi solusi untuk industri.

Tak terkecuali untuk memenuhi keinginan Tesla menggunakan teknologi tersebut menggantikan posisi manusia di tempat kerja seperti pabrik.

Selain Tesla, perusahaan otomotif lainnya yang memiliki visi serupa saat ini ialah Toyota dan Honda.

Mereka telah mengembangkan prototipe robot humanoid yang mampu melakukan hal-hal lebih sulit dibanding Optimus.

Adapun langkah Tesla memamerkan Optimus sebenarnya bertujuan merekrut lebih banyak peneliti untuk mengembangkan kemampuan robot tersrbut.

Dalam kesempatan yang sama, Elon Musk juga memamerkan pengembangan teknologi "self-driving" yang telah berkembang pesat bahkan bisa mengambil keputusan lebih cepat dalam skema-skema tertentu ketika kemudi diserahkan pada software itu.

Terkait dengan itu, Elon Musk menyampaikan keinginannya agar Tesla bisa mencapai target mobil "self-driving" serta memproduksi massal taksi robot tanpa pengemudi di 2024.

Oleh : Livia Kristianti
Editor: Yakop

Jumat, 18 Juni 2021

Kekurangan Pekerja, Restoran Sewa Robot untuk Layani Pelanggan

Kekurangan Pekerja, Restoran Sewa Robot untuk Layani Pelanggan
ILUSTRASI. Gambar iStock

BORNEOTRIBUN JAKARTA - Seorang pemilik restoran di kota Ocean City, New Jersey, mengatakan, kekurangan tenaga kerja yang parah di kota resor pantai Jersey menyebabkan mereka harus menyewa sebuah robot untuk membantu membawa baki-baki berisi pesanan makanan ke meja-meja pelanggan.

Peanut adalah robot pekerja di restoran Island Grill Seafood & Steak House, New Jersey.

Robot yang mengantarkan pesanan makanan ke meja-meja pengunjung itu, disewa dari perusahaan Richtech Robotics seharga $ 2.000 setiap bulan, kata Andrew Yoa, koki yang bersama istrinya, Allison, memiliki restoran tersebut. ​

Robot yang membantu mengantar pesanan makanan kepada pelanggan di restoran (foto: ilustrasi).

"Jadi tahun ini, kami memiliki sebuah tantangan besar yaitu mendapatkan staf lagi. Pada tahun 2019, kami memiliki sekitar 87 pegawai. Tahun lalu, dengan adanya pandemi COVID, kami hanya menerima pesanan untuk makan di dalam restoran dan memiliki sekitar 21 pegawai. Jadi tahun ini, agar restoran dapat dibuka untuk makan pagi, makan siang dan makan malam, kami membutuhkan sekitar 80 pegawai. Saat ini, kami hanya memiliki pegawai antara 25 hingga mendekati 30. Karena itu kami tidak bisa buka untuk makan pagi dan makan siang. Jadi kami membutuhkan tenaga tambahan dan inilah salah satu jalan keluarnya, yaitu robot Peanut, yang dapat mengantarkan makanan pesanan dan membersihkan meja," jelas Andrew.

Ia menambahkan, robot itu menggantikan tenaga empat pekerja dan tidak membutuhkan waktu istirahat atau uang tips.

Pandemi virus corona yang berlangsung lebih dari setahun menyebabkan perekonomian menurun tajam dan jumlah orang kehilangan pekerjaan memecahkan rekor. Namun pemulihan yang terjadi dengan cepat, yang tidak diperkirakan sebelumnya, membuat kebanyakan perusahaan tidak dapat segera mengisi lowongan pekerjaan atau mendapatkan cukup pasokan untuk memenuhi permintaan pelanggan.

Chef Yoa melihat sebuah diskusi online tentang robot dan mengatakan, ia menyewa robot Peanut karena merasa putus asa ingin menghasilkan pendapatan pada musim panas ini. Bisnisnya tidak menghasilkan pendapatan selama pandemi tahun lalu.

Robot barista ini membantu mengantar pesanan kopi kepada pelanggan (foto: ilustrasi).

Robot itu terhubung ke wi-fi restoran dan bernavigasi menggunakan sensor yang dipasang di langit-langit restoran.

Yoa mengatakan, robot Peanut menyediakan “tangan tambahan” untuk membawa baki-baki berisi makanan sehingga pramusaji tidak perlu masuk ke dapur untuk mengambil pesanan makanan dan tetap dapat berinteraksi dengan pelanggan.

Pramusaji restoran juga tidak perlu membawa baki makanan yang berat, itu artinya, akan mengurangi rasa lelah mereka.

Kristin Hahn, seorang pelanggan dari Hanover, Pennsylvania, yang sedang mengunjungi restoran itu mengatakan,​ "Robot itu menolong pramusaji untuk membawa makanan ke meja, dan itu lebih mudah dibandingkan jika si pramusaji harus membawanya sendiri."

Pelanggan lainnya, Michelle Simone, sambil tertawa mengatakan, "Saya ingin meninju robot itu. Suara robot itu menyeramkan. No, thank you."

Namun chef Yoa mengatakan, jika ia dapat memiliki cukup pegawai untuk bekerja di restorannya, ia mungkin akan memecat Peanut karena robot hanya bekerja jika seseorang memberinya perintah. [lj/uh]

Oleh: VOA