Berita BorneoTribun: Ruang Bersama Indonesia hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Ruang Bersama Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ruang Bersama Indonesia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Agustus 2025

Active Playtime Needed to Prevent Kids from Gaming and Gadget Addiction, Says Deputy Minister

Deputy Minister of Population and Family Development Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka speaking at a discussion in Jakarta about the importance of physical activity for children to prevent gadget addiction.
Deputy Minister of Population and Family Development Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka speaking at a discussion in Jakarta about the importance of physical activity for children to prevent gadget addiction.

Jakarta, August 9, 2025 – Deputy Minister of Population and Family Development, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, emphasized the importance of parents providing space and time for physical activities to keep children from becoming addicted to games and gadgets. She shared this during a discussion titled “The Role of Family Development in Welcoming Indonesia’s Golden Era 2045,” held at the Presidential Communication Office (PCO) in Jakarta.

Isyana urged parents to keep learning and stay updated on what their kids are interested in. “Kids often learn faster than their parents when it comes to online apps and technology. Parents need to catch up to guide them better,” she said.

She explained that children naturally seek what’s called “cheap dopamine” — quick hits of pleasure from scrolling social media or playing online games, which can lead to addiction. “One solution, as Veronica Tan mentioned earlier, is more physical activity. Dopamine can also come from sunlight and outdoor activities because the human body is designed to move, not just scroll,” Isyana added.

Veronica Tan, Deputy Minister of Women’s Empowerment and Child Protection, shared about her ministry’s program called Ruang Bersama Indonesia (RBI). This program provides safe, inclusive spaces for women, children, and the community to empower themselves, learn, play, and foster creativity. Through RBI, Veronica hopes children will have more access to traditional games, creative play, and sports — helping reduce gadget addiction.

With government initiatives and active parental involvement, it is hoped that Indonesian children will grow up healthy and balanced between digital and physical worlds. Moving forward, improving open spaces and creative programs like RBI will be key to preventing technology addiction and shaping a smart, productive generation for Indonesia’s 2045 vision.

Sabtu, 09 Agustus 2025

Perlu Ruang Aktivitas Fisik Agar Anak Tak Kecanduan Gim dan Gawai, Ini Saran Wakil Menteri

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka sedang berbicara dalam diskusi di Jakarta tentang pentingnya aktivitas fisik anak untuk mencegah kecanduan gawai.
Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka sedang berbicara dalam diskusi di Jakarta tentang pentingnya aktivitas fisik anak untuk mencegah kecanduan gawai.

Jakarta, 9 Agustus 2025 – Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga), Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menekankan pentingnya peran orang tua untuk menyediakan ruang dan waktu bagi aktivitas fisik anak. 

Hal ini disampaikan saat diskusi bertema “Peran Pembangunan Keluarga dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045” di Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Jakarta. 

Tujuannya agar anak-anak tidak kecanduan gim dan gawai yang dapat berdampak buruk bagi tumbuh kembang mereka.

Isyana mengingatkan agar orang tua terus belajar dan mengikuti perkembangan teknologi yang digemari anak-anak. 

Menurutnya, anak-anak kerap lebih cepat memahami dunia digital dibanding orang tua. Oleh karena itu, orang tua harus aktif “catch up” agar bisa membimbing anak secara tepat.

“Anak-anak memang mencari apa yang disebut cheap dopamine, yaitu kenikmatan instan dari scrolling media sosial atau bermain game online yang bisa memicu adiksi,” jelas Isyana. 

Isyana menambahkan, solusi utama adalah mengajak anak melakukan aktivitas fisik dan berjemur di bawah sinar matahari, sebab tubuh manusia memang didesain untuk bergerak, bukan hanya duduk diam menatap layar.

Sementara itu, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, turut menambahkan program Kementeriannya bernama Ruang Bersama Indonesia (RBI). 

Program ini bertujuan menciptakan ruang yang aman dan inklusif untuk perempuan, anak-anak, dan masyarakat, yang memungkinkan mereka belajar, bermain, serta mengembangkan kreativitas. 

Veronica berharap melalui RBI, anak-anak bisa lebih sering bermain permainan tradisional dan olahraga, sehingga ketergantungan pada gawai bisa berkurang.

Dengan adanya dorongan dari pemerintah dan peran aktif orang tua, diharapkan anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat dan seimbang antara dunia digital dan fisik. 

Ke depan, peningkatan fasilitas ruang terbuka dan program kreatif seperti RBI menjadi kunci mencegah kecanduan teknologi dan membentuk generasi emas 2045 yang cerdas dan produktif.