Berita BorneoTribun: Sentra Sapi hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Sentra Sapi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sentra Sapi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Februari 2026

Lahan Bekas Tambang Disulap Jadi Sentra Sapi di Kalsel

Pemprov Kalsel memperkuat swasembada daging merah melalui program pengembangan sapi terintegrasi dengan sektor sawit, kehutanan, dan pertambangan guna meningkatkan produksi dan ketahanan pangan daerah.
Pemprov Kalsel memperkuat swasembada daging merah melalui program pengembangan sapi terintegrasi dengan sektor sawit, kehutanan, dan pertambangan guna meningkatkan produksi dan ketahanan pangan daerah.

BANJARMASIN -- Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) mempercepat langkah menuju swasembada daging merah melalui program pengembangan sapi berbasis integrasi lintas sektor. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalsel, Suparmi, di Banjarmasin, Senin. 

Pemprov menegaskan komoditas daging putih telah swasembada, sementara fokus kini diarahkan pada peningkatan produksi daging sapi secara berkelanjutan.

Suparmi menjelaskan, strategi swasembada daging merah dilakukan melalui pengembangan sapi yang tidak berdiri sendiri, tetapi terhubung dengan sektor perkebunan, tanaman pangan, kehutanan, hingga pertambangan. Model ini menjadi pengembangan lanjutan dari integrasi kelapa sawit dan sapi yang sebelumnya telah berjalan di sejumlah wilayah.

Integrasi Sawit dan Sapi Jadi Fondasi

Konsep integrasi sawit dan sapi dinilai efektif karena mampu memanfaatkan sumber daya lahan dan pakan secara optimal. Limbah dan tanaman penutup lahan perkebunan dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sementara kotoran sapi dapat digunakan sebagai pupuk organik.

Pendekatan ini membentuk ekosistem peternakan yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Dengan sistem tersebut, biaya produksi dapat ditekan sekaligus meningkatkan produktivitas peternak lokal.

Libatkan Kehutanan dan Pertambangan

Tak hanya sektor perkebunan, Pemprov Kalsel juga menggandeng sektor kehutanan untuk penyediaan lahan pengembangan sapi. Sementara itu, sektor pertambangan dilibatkan melalui pemanfaatan lahan eks reklamasi tambang sebagai area peternakan.

Lahan bekas tambang yang telah direklamasi dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan peternakan produktif. Selain itu, perusahaan tambang didorong menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) produktif guna membantu peningkatan populasi sapi di Kalimantan Selatan.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk kolaborasi konkret antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Program Sudah Berjalan dan Akan Diperluas

Program pengembangan sapi terintegrasi ini telah mulai diterapkan di sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan. Pemerintah daerah berencana melakukan replikasi dan perluasan program ke berbagai kabupaten dan kota agar dampaknya semakin luas.

Dengan strategi kolaboratif ini, Pemprov Kalsel optimistis target swasembada daging merah dapat dicapai secara bertahap. Tidak hanya memperkuat pasokan daging sapi lokal, program ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi peternak serta mendorong pertumbuhan sektor agribisnis daerah.

Upaya ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan Kalimantan Selatan, terutama dalam menghadapi tantangan fluktuasi harga dan ketergantungan pasokan dari luar daerah.

FAQ Seputar Swasembada Daging Merah Kalsel

1. Apakah Kalimantan Selatan sudah swasembada daging?
Untuk daging putih, Kalsel sudah swasembada. Namun untuk daging merah, khususnya sapi, masih dalam tahap penguatan produksi.

2. Apa itu program integrasi sapi dan sawit?
Program ini menggabungkan usaha peternakan sapi dengan perkebunan kelapa sawit agar saling mendukung dalam penyediaan pakan, pupuk, dan pemanfaatan lahan.

3. Mengapa sektor pertambangan dilibatkan?
Lahan eks reklamasi tambang dimanfaatkan untuk peternakan sapi, serta CSR perusahaan digunakan untuk membantu peningkatan populasi ternak.

4. Apa manfaat program ini bagi masyarakat?
Meningkatkan produksi daging lokal, membuka lapangan usaha bagi peternak, serta memperkuat ketahanan pangan daerah.

5. Kapan target swasembada daging merah tercapai?
Pemerintah menargetkan pencapaian dilakukan secara bertahap melalui perluasan dan duplikasi program di berbagai wilayah.