Berita BorneoTribun: Sepak Bola Eropa hari ini

Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

iklan

Iklan ucapan DPRD Sanggau

iklan banner
Tampilkan postingan dengan label Sepak Bola Eropa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sepak Bola Eropa. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Maret 2026

Benfica Bangkit Dari Dua Gol, Tahan Porto 2-2 Di Laga Panas Classico Portugal

Benfica menahan Porto 2-2 dalam laga Classico Primeira Liga setelah gol telat Leandro Barreiro menggagalkan kemenangan Porto yang sempat unggul dua gol.
Benfica menahan Porto 2-2 dalam laga Classico Primeira Liga setelah gol telat Leandro Barreiro menggagalkan kemenangan Porto yang sempat unggul dua gol.

JAKARTA -- Benfica harus puas berbagi poin dengan Porto setelah laga panas bertajuk Classico Portugal berakhir imbang 2-2. Gol telat Leandro Barreiro pada menit ke-88 menggagalkan kemenangan Porto yang sebelumnya sempat unggul dua gol di Estadio da Luz, Senin dini hari.

Hasil ini membuat Porto tetap berada di puncak klasemen Primeira Liga dengan keunggulan empat poin. Sementara Benfica berhasil mempertahankan rekor tak terkalahkan mereka di kompetisi domestik.

Pertandingan berlangsung sengit sejak awal, dengan kedua tim saling menekan dalam duel klasik dua raksasa sepak bola Portugal tersebut.

Porto Unggul Dua Gol Di Babak Pertama

Porto langsung menunjukkan agresivitas sejak menit awal. Mereka membuka keunggulan pada menit ke-10 melalui Victor Froholdt.

Gol itu berawal dari pergerakan Froholdt yang berhasil menembus lini pertahanan Benfica. Meski tembakan pertamanya sempat ditepis kiper Anatoliy Trubin, ia dengan cepat menyambar bola muntah untuk membawa Porto unggul 1-0.

Tim tamu menggandakan keunggulan lima menit sebelum jeda. Gabri Veiga memberikan umpan terobosan kepada Oskar Pietuszewski yang berhasil melewati Nicolas Otamendi sebelum melepaskan tembakan keras kaki kiri yang tak mampu dihentikan Trubin.

Skor 2-0 untuk Porto bertahan hingga turun minum.

Benfica Bangkit Di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Benfica tampil lebih agresif dan meningkatkan intensitas serangan. Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-69.

Serangan berawal dari tembakan Dodi Lukebakio yang membentur tiang kiri gawang Porto. Bola pantul kemudian dimanfaatkan Andreas Schjelderup yang langsung melepaskan tembakan keras ke bagian atas gawang untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1.

Gol tersebut membangkitkan semangat Benfica untuk terus menekan pertahanan Porto di sisa pertandingan.

Gol Telat Barreiro Selamatkan Benfica

Ketika pertandingan tampak akan dimenangkan Porto, Benfica akhirnya berhasil menyamakan kedudukan menjelang akhir laga.

Pada menit ke-88, Leandro Barreiro yang masuk sebagai pemain pengganti berhasil memanfaatkan umpan silang Franjo Ivanovic. Ia melepaskan tendangan voli akurat yang mengarah ke sudut kiri bawah gawang dan gagal dijangkau kiper Diogo Costa.

Gol tersebut memastikan skor akhir 2-2 sekaligus menyelamatkan Benfica dari kekalahan di kandang sendiri.

Benfica Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan

Hasil imbang ini memperpanjang rekor impresif Benfica di Primeira Liga. Mereka kini mencatat 40 pertandingan liga tanpa kekalahan.

Catatan tersebut menjadi salah satu yang terbaik dalam sejarah kompetisi kasta tertinggi Portugal sejak musim 1959-1960. Rekor panjang serupa sebelumnya pernah dicapai Porto dan Benfica sendiri dalam beberapa periode berbeda.

Meski demikian, pelatih Benfica Jose Mourinho masih belum mampu mengalahkan mantan klubnya tersebut. Dalam tiga pertemuan terakhir melawan Porto, Mourinho belum sekalipun meraih kemenangan.

Statistik Pertandingan

Secara statistik, Benfica sebenarnya lebih aktif menyerang sepanjang pertandingan.

Benfica mencatatkan 20 percobaan tembakan dengan expected goals (xG) sebesar 1,3. Sementara Porto menghasilkan 14 tembakan dengan nilai xG lebih tinggi, yakni 2,14.

Meski gagal mempertahankan keunggulan dua gol, Porto tetap mempertahankan posisi teratas klasemen dengan selisih empat poin dari para pesaingnya.

Hasil imbang dalam laga Classico ini menunjukkan ketangguhan mental Benfica yang mampu bangkit dari ketertinggalan dua gol. Di sisi lain, Porto harus puas berbagi poin meski sempat berada di jalur kemenangan.

Persaingan di papan atas Primeira Liga pun dipastikan semakin ketat memasuki fase akhir musim.

Minggu, 08 Maret 2026

Juventus Hancurkan Pisa 4-0 Di Allianz Stadium Pada Lanjutan Liga Italia

Juventus menang telak 4-0 atas Pisa pada lanjutan Liga Italia 2025/2026. Gol dicetak Cambiaso, Thuram, Yildiz, dan Boga untuk menjaga posisi Juventus di klasemen.
Juventus menang telak 4-0 atas Pisa pada lanjutan Liga Italia 2025/2026. Gol dicetak Cambiaso, Thuram, Yildiz, dan Boga untuk menjaga posisi Juventus di klasemen.

Juventus meraih kemenangan telak 4-0 atas tim juru kunci Pisa pada lanjutan Liga Italia musim 2025/2026 di Stadion Allianz, Turin, Minggu dini hari WIB. Empat gol kemenangan Bianconeri dicetak Andrea Cambiaso, Khephren Thuram, Kenan Yildiz, dan Jeremie Boga pada babak kedua pertandingan.

Tambahan tiga poin ini membuat Juventus tetap bertahan di peringkat keenam klasemen sementara Liga Italia dengan koleksi 50 poin dari 28 pertandingan. Sementara itu, Pisa masih terpuruk di dasar klasemen dengan 15 poin dari jumlah laga yang sama.

Kemenangan ini juga memperlihatkan dominasi Juventus sepanjang babak kedua setelah sempat mengalami kesulitan menembus pertahanan tim tamu pada paruh pertama pertandingan.

Babak Pertama Berlangsung Ketat

Juventus langsung mengambil inisiatif menyerang sejak awal laga. Meski begitu, Pisa justru mampu menciptakan peluang berbahaya lebih dulu pada menit kelima.

Rafiu Durosinmi hampir membawa tim tamu unggul lewat sundulan setelah menerima umpan silang Samuele Angori. Namun, kiper Juventus Mattia Perin melakukan penyelamatan refleks gemilang di garis gawang.

Setelah itu, Juventus mulai menemukan ritme permainan. Khephren Thuram sempat mengancam melalui tembakan melengkung dari luar kotak penalti, tetapi bola masih melebar tipis dari sasaran.

Peluang emas lainnya datang pada menit ke-32 ketika Andrea Cambiaso mengirim umpan silang akurat ke kotak penalti. Jonathan David yang berdiri bebas gagal memaksimalkan peluang tersebut karena sundulannya melambung di atas mistar gawang.

Hingga peluit akhir babak pertama dibunyikan, kedua tim belum mampu mencetak gol sehingga skor tetap 0-0.

Juventus Mengamuk Di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Juventus tampil jauh lebih agresif dan akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-54. Andrea Cambiaso mencetak gol pembuka setelah menyambut umpan Kenan Yildiz di tiang jauh dan menanduk bola ke gawang kosong.

Keunggulan Juventus bertambah pada menit ke-65. Tembakan Manuel Locatelli yang membentur tiang gawang memantul ke arah Thuram, yang langsung menyambar bola untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

Dominasi Juventus semakin terlihat sepuluh menit kemudian. Kenan Yildiz menunjukkan aksi individu sebelum melepaskan tembakan melengkung yang bersarang di sudut atas gawang Pisa.

Skor pun berubah menjadi 3-0 dan membuat Juventus semakin percaya diri mengontrol jalannya pertandingan.

Gol Penutup Di Injury Time

Pisa mencoba memberikan respons pada sisa waktu pertandingan, tetapi lini pertahanan Juventus tampil solid dan disiplin menjaga keunggulan.

Juventus bahkan hampir menambah gol melalui Cambiaso yang melepaskan tembakan dari tepi kotak penalti. Namun, bola masih melenceng tipis dari gawang.

Gol keempat akhirnya tercipta pada masa injury time. Jeremie Boga memanfaatkan serangan balik cepat, melewati penjaga gawang Pisa sebelum menceploskan bola ke gawang kosong.

Kemenangan ini memastikan Juventus mengamankan tiga poin penting dalam upaya mereka menjaga posisi di papan atas klasemen Liga Italia musim 2025/2026.

Jumat, 06 Maret 2026

Galatasaray Pastikan Victor Osimhen Tak Dijual Meski Diminati Klub Serie A

Galatasaray memastikan kontrak Victor Osimhen tidak memiliki klausul rilis. Striker Nigeria itu masih terikat hingga 2029 setelah tampil impresif dengan 54 gol dalam 66 pertandingan.
Galatasaray memastikan kontrak Victor Osimhen tidak memiliki klausul rilis. Striker Nigeria itu masih terikat hingga 2029 setelah tampil impresif dengan 54 gol dalam 66 pertandingan.

Galatasaray Tegaskan Tak Ada Klausul Rilis Victor Osimhen Di Kontraknya

JAKARTA -- Klub raksasa Turki, Galatasaray, memastikan bahwa penyerang andalan mereka, Victor Osimhen, tidak memiliki klausul rilis dalam kontraknya. Pernyataan ini muncul di tengah rumor yang mengaitkan striker asal Nigeria tersebut dengan kemungkinan kembali bermain di Serie A Italia.

Konfirmasi tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Galatasaray, Dursun Ozbek, yang menegaskan bahwa pemain berusia 27 tahun itu masih menjadi bagian penting dari proyek jangka panjang klub.

Osimhen saat ini masih terikat kontrak dengan Galatasaray hingga Juni 2029 setelah bergabung secara permanen dari Napoli dengan nilai transfer sekitar €75 juta pada musim panas lalu.

Performa Impresif Osimhen Bersama Galatasaray

Sejak bergabung dengan klub asal Istanbul tersebut, Osimhen menunjukkan performa yang sangat produktif. Penyerang tim nasional Nigeria itu telah mencetak 54 gol dalam 66 pertandingan di semua kompetisi bersama Galatasaray.

Kontribusinya tidak hanya terlihat di liga domestik, tetapi juga di kompetisi Eropa. Di Liga Champions musim ini, Osimhen terlibat langsung dalam sembilan gol dari delapan pertandingan, dengan rincian tujuh gol dan dua assist.

Salah satu momen pentingnya terjadi saat ia mencetak gol penentu kemenangan dalam leg kedua play-off Liga Champions melawan Juventus. Gol tersebut membantu Galatasaray melangkah lebih jauh di kompetisi elit Eropa tersebut.

Galatasaray Tegaskan Komitmen Jangka Panjang

Menanggapi rumor transfer yang kembali mengaitkan Osimhen dengan sejumlah klub Serie A, Presiden Galatasaray Dursun Ozbek memberikan pernyataan tegas.

Ia menyebut bahwa kontrak Osimhen tidak mengandung klausul pelepasan, sehingga klub memiliki kendali penuh terhadap masa depan sang pemain.

Ozbek juga menilai nilai transfer yang dikeluarkan Galatasaray untuk merekrut Osimhen justru kini dianggap menguntungkan.

Menurutnya, ketika transfer tersebut pertama kali terjadi, sebagian pihak menilai nilainya cukup tinggi. Namun seiring performa impresif Osimhen, pandangan di kalangan sepak bola kini berubah.

Nilai pemain tersebut bahkan disebut jauh lebih tinggi dibandingkan harga yang dibayarkan klub saat merekrutnya dari Napoli.

Masa Depan Osimhen Di Istanbul

Dengan kontrak yang masih panjang hingga 2029 dan performa yang terus meningkat, Osimhen diperkirakan akan tetap menjadi pusat proyek olahraga Galatasaray dalam beberapa musim ke depan.

Klub juga berharap striker tersebut dapat terus memberikan kontribusi besar, baik di kompetisi domestik Turki maupun di panggung Eropa.

Ketegasan manajemen Galatasaray soal tidak adanya klausul rilis sekaligus menegaskan bahwa klub tidak berniat melepas salah satu pemain terbaiknya dalam waktu dekat.

Minggu, 10 Agustus 2025

Sassuolo Main di Liga Apa? Ini Jawaban Lengkapnya untuk Pecinta Bola

Pemain Sassuolo merayakan gol di laga Serie A Liga Italia
Pemain Sassuolo merayakan gol di laga Serie A Liga Italia.

Olahraga, Sepakbola - Sassuolo adalah klub sepak bola asal Italia yang bermain di kompetisi Serie A, liga tertinggi di Italia. Klub dengan nama lengkap U.S. Sassuolo Calcio ini berbasis di kota Sassuolo, Provinsi Modena, dan saat ini berkompetisi bersama klub besar seperti Juventus, AC Milan, Inter Milan, dan AS Roma. 

Sassuolo musim ini kembali menjadi sorotan setelah beberapa kali mencuri poin penting, termasuk saat melawan tim papan atas.

Meski bukan klub dengan sejarah panjang di Serie A, Sassuolo berhasil konsisten bertahan di liga sejak promosi pada musim 2013/2014. 

Keberhasilan ini tak lepas dari strategi pengelolaan tim yang stabil dan pembinaan pemain muda yang cukup baik. 

Bahkan, Sassuolo dikenal sebagai salah satu tim yang sering melahirkan talenta untuk tim nasional Italia.

Pihak Serie A melalui situs resminya juga menegaskan bahwa Sassuolo akan menghadapi jadwal padat musim lalu, termasuk laga-laga krusial seperti Sassuolo vs Juventus, Sassuolo vs Udinese, dan Sassuolo vs AC Milan. 

Pertandingan-pertandingan ini biasanya menjadi ajang pembuktian bagi Sassuolo untuk melawan dominasi tim besar.